Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 102


__ADS_3

Seminggu sudah Daniel dan Melati menjadi orang tua. Selama itu juga mereka selalu terbangun di tengah karena tangisan baby Arsen. Tapi keduanya tidak pernah merasa kerepotan. Justru mereka sangat menikmati masa-masa mengurusi buah hati keduanya yang masih kecil. Daniel juga turut bergantian dengan Melati jika si kecil terbangun di tengah malam. Kadang kadang juga nyonya Sarah ikut membantu mereka.


" Ooeeek ooeeek." Tangis baby Arsen.


Mendengar suara tangis anaknya, Daniel segera bangun dari tidurnya. Ia tidak membangunkan Melati. Karena ia tau kalau istrinya baru saja tertidur. Untungnya Melati sudah memompa ASI nya untuk baby Arsen. Jadi ia tidak perlu mengganggu waktu tidur istrinya.


" Oh cup cup. Anak papi kenapa nangis nak?" Tanya Daniel.


" Lapar ya sayang. Ini nyusu dulu ya sayang." Ucap Daniel.


" Ooeeek ooeeek." Tangis baby Arsen.


" Ngak mau nyusu ya. Terus maunya apa nak? Jangan nangis dong, nanti mami kamu bangun nak. Kasian mami capek sayang." Ucap Daniel.


" Apa mungkin popok kamu udah penuh ya sayang. Tunggu papi liat dulu ya nak." Ucap Daniel memeriksa popok baby Arsen.


" Ternyata benar. Popok kamu sudah penuh. Mau di ganti ya nak. Kamu sudah ngak nyaman. Tunggu papi ambil popok baru dulu ya. Kamu diam di situ jangan nangis. Kasian nanti mami kamu kebangun sayang." Ucap Daniel memanggil popok putranya.


" Nah sekarang sudah papi ganti nak. Sekarang maunya apa saya?" Tanya Daniel.


" Ooeeek ooeeek."


" Cup cup jangan nangis sayang. Kamu mau nyusu ya. Tunggu ya nak papi ambil dulu." Ucap Daniel.


" Ohh jadi habis minta ganti popok sekarang minta mam ya nak. Pintarnya anak papi. Mam yang banyak ya nak. Supaya kamu cepat gede." Ucap Daniel.


" Mas, Arsen kenapa?" Tanya Melati.


" Sayang, kamu bangun?" Tanya Daniel.


" Iya tadi aku dengar kamu ngomong." Jawab Melati.


" Maaf ya sayang kalau aku udah buat kamu bangun." Ucap Daniel.


" Ngak kok mas. Arsennya kenapa mas?" Tanya Melati.


" Ini tadi popoknya penuh. Tapi udah mas ganti kok sekarang lagi minta mam." Jawab Daniel.


" Kenapa ngak bangunin aku sih mas?" Tanya Melati.

__ADS_1


" Kamu tidurnya nyenyak banget sayang." Jawab Daniel.


" Tapi kan ini tugas aku kan mas sebagai maminya Arsen." Ujar Melati.


" Tugas aku juga sayang sebagai papi Arsen. Aku tau kamu kelelahan menjaga anak kita seharian. Dan baru bisa tidur malam tadi kan. Sekarang biar giliran aku yang jagain anak kita sayang. Kamu tidur lagi gih." Ujar Daniel.


" Ngak pa- pa kok mas. Karena aku tau kamu juga capek kerja seharian di kantor." Ucap Melati.


" Iya aku tau. Tapi itu bukan jadi alasan aku buat jagain anak kita sayang. Kamu sudah ngurus aku sebelum ke kantor, ngurusin anak kita di rumah. Belum juga kamu ngurusin diri kamu. Masa buatnya berdua. Yang jagain dan ngerawat kamu sendiri sih sayang." Terang Daniel.


" Makasih ya mas. Ternyata aku ngak salah pilih suami untuk jadi anak anak aku. Walaupun dulu aku sempat salah memilih, tapi ternyata penggantinya lebih baik dari yang kemarin. Makasih karena sudah menerima aku dengan segala kekurangan aku mas." Ucap Melati haru.


" Iya sayang. Justru yang bilang makasih karena kamu sudah mau menerima suami edan seperti mas ini. Jangan nangis dong. Mas ngak suka lihat air mata kamu menetes di pipi sayang. Nanti mama dan papa kira aku sengaja buat kamu nangis lagi." Ujar Melati.


" Iya. Tapi dia nya keluar sendiri mas. Aku ngak berhentiin dia mas." Ucap Melati.


" Hei air mata sialan. Mengapa kamu keluar menetes di wajah cantik istriku. Hus hus pergi sana. Kamu tidak di perlukan di sini." Ucap Daniel membuat Melati tertawa.


" Kamu lucu deh mas. Hahaha." Tawa Melati.


" Akhirnya kamu tertawa juga sayang. Mas ingin hanya ada kebahagiaan yang berhias di wajah kamu sayang. Muka air mata sialan tadi." Ucap Daniel mengecup kening Melati.


" I love u too suamiku sayang. Papinya baby Arsen." Balas Melati.


Keduanya pun berpelukan.


" Mas, baby Arsen sudah tidur." Ucap Melati.


" Iya sayang. Mas selimutin dulu ya." Ucap Daniel.


" Sekarang ayo kita lanjut tidur. Pagi hari masih lama Sayang." Ucap Daniel.


" Iya mas, tapi peluk ya." Ucap Melati.


" Dengan senang hati Sayang. Minta yang lain juga boleh kok sayang." Ucap Daniel genit.


" Kan nifas aku belum selesai mas. Baru juga seminggu." Ucap Melati.


" Kan yang di atas ngak nifas sayang." Goda Daniel.

__ADS_1


" Jangan coba-coba ya mas. Ini buat baby Arsen." Ucap Melati menyilangkan tangannya di dada.


" Dikit aja kok sayang. Ngak banyak banyak." Ujar Daniel.


" Mas!!!" Ucap Melati marah.


" Hehehe bacanda sayang. Mana mungkin mas mengambil punya baby Arsen. Mas cuma mau yang ini saja kok." Ucap Daniel langsung menyambar bibir ranum milik Melati.


" Emmppp mas. Kamu mau buat aku mati ya." Kesal Melati.


" Maaf sayang. Habisnya bibir kamu menggodanya untuk mas cumbu. Lagi ya." Ujar Daniel.


" Ngak. Aku mau tidur." Ucap Melati menutup wajahnya dengan selimut.


" Ya ngambek lagi. Sayang ngak jadi minta peluk." Ucap Daniel.


" Ngak jadi. Abis mas ngeselin." Ucap Melati.


" Tapi mas maunya peluk kamu sayang." Ucap Daniel menarik Melati ke dalam pelukannya.


" Ohhh mas. Kan aku ngak mau." Ucap Melati.


" Tapi kan mas mau sayang." Ucap Daniel.


" Ya udah peluk yang erat." Ucap Melati.


" Tadi katanya ngak mau." Goda Daniel.


" Ihh mas Daniel." Ujar Melati kesal.


" Hehehe jangan marah sayang. Nanti cantiknya ilang." Ucap Daniel.


" Tau aaa."


" Udah jangan marah. Ini mas peluk kamu kok." Ucap Daniel memeluk Melati dan di balas peluk oleh Melati.


" Selamat tidur my wife." Ucap Daniel mengecup pucuk kepala Melati.


" Selamat tidur juga my husband." Balas Melati.

__ADS_1


__ADS_2