
Besoknya, Natasya mengantarkan Aditya ke bandara untuk pergi perjalanan bisnis ke luar negeri.
" Aku berangkat dulu ya. Kamu baik baik di rumah. Kalau kamu merasa kesepian, tinggallah di rumah mama selama aku berada di luar negeri." Ucap Aditya.
" Iya mas. Kamu hati hati dan semoga selamat sampai tujuan." Ucap Natasya.
" Iya pasti." Ucap Aditya memeluk Natasya dengan begitu erat lalu mengecup keningnya. Di balas oleh Natasya mencium tangan Aditya.
" Ya udah pesawat aku bentar lagi take off. Aku pergi sekarang ya." Ucap Aditya.
" Iya mas." Ucap Natasya.
Aditya berjalan perlahan dari Natasya menyeret kopernya. Sesekali ia melihat ke arah Natasya yang terlihat melambaikan tangan kepadanya.
Melihat punggung Aditya yang telah menghilang dari pandangannya. Ia pun memutuskan pergi dari sana menuju rumah sakit. Setibanya di sana, ia segera memakirkan mobilnya.
" Hallo, Tasya. Kamu udah dimana?" Tanya orang di seberang sana.
" Hallo iya. Aku udah di parkiran. Ini baru mau masuk." Jawab Natasya.
" Ya udah cepat aku tunggu." Ucapnya.
" iya." Ucap Natasya mematikan telponnya.
" Hai Rin. Aku ngak telat kan?" Tanya Natasya saat tiba.
" Ngak kok." Jawabnya.
" Kamu udah benar benar siap kan, Tasya?" Tanya Ririn.
" Iya Rin. Aku siap. Apalagi mas Aditya sudah menerima aku sebagai istrinya. Aku ingin jadi istri yang sempurna untuknya nanti." Jawab Natasya yakin.
" Ya udah kalau gitu. Jadwal operasi kamu malam nanti pukul 09.00. Jadi mulai sekarang, kamu bisa memulai puasa untuk operasi nanti malam." Ujar Ririn.
" Iya Ririn. Apapun akan aku lakukan asal aku sembuh Rin." Ucap Natasya yakin.
" Ya udah sekarang kamu pake baju ganti, sebelum nanti kamu aku antar ke ruang tunggunya kamu untuk menunggu operasi nanti malam. Kamu bisa tiduran dulu di sana." Ucap Ririn.
__ADS_1
" Ya udah ayo Rin." Ucap Natasya semangat.
Natasya mengikuti langkah Ririn menuju ruang tunggunya.
Di lain tempat, Aditya putar balik dari bandara mengikuti mobil Natasya. Ia tidak jadi pergi keluar negeri untuk perjalanan bisnis. Ia ingin menemani Natasya melakukan operasi nanti malam, walaupun tanpa di ketahui oleh Natasya. Ia menyuruh orang kepercayaannya Kevin untuk mengurus semua itu di sana.
Dreeeeeeet
Dering suara hpnya. Di lihatnya, itu adalah panggilan dari maminya.
" Hallo, Dit. Kamu dimana?" Tanya Mia.
" Aku di bandara mi, dalam perjalanan bisnis ke luar negeri." Jawab Aditya bohong.
" Ya sayang banget. Padahal mami ngajak kamu ketemuan sama Siska lo. Itu anaknya tante Ratna. Siska juga baru pulang dari luar negeri." Ujar Mia.
" Nanti aja mi. Selesai Aditya pulang dari luar negeri." Ucap Aditya.
" Beneran Dit. Mami senang dengarnya. Nanti mami atur ulang jadwalnya untuk kita ketemu." Ucap Mia senang.
" Iya mi. Oke mi, udah dulu ya. Bentar lagi pesawat aku mau lepas landas." Ucap Aditya ingin menyudahi telponnya.
" iya mi. Udah ya." Ucap Aditya menutup telponnya.
" Hmmm,, mami. Kau ingin bermain lagi rupanya. Kau ingin menggeser posisi Natasya karena ada yang lebih darinya. Tidak akan. Kali ini aku tidak aku tidak mau lagi menuruti keinginanmu itu. Aku tidak ingin kau terus mengatur kehidupan rumah tangga ku mi. Maafin aku jika jadi anak pembangkang. Aku begini juga karena sifatmu sendiri mami." Ucap Aditya.
" Aaaahhh sial. Aku kehilangan jejak Natasya. Tapi untunglah aku sudah tau dia mau kemana." Ucap Aditya.
Di tempat Mia
" Tante, Aditya ngak jadi kesini ya?" Tanya Siska dengan wajah sedih.
" Untuk hari ini memang belum sayang. Tapi setelah ia pulang dari perjalanan bisnisnya, ia akan menemui kamu sayang." Jawab Mia.
" Iya sayang. Kamu ngak usah sedih. Kamu pasti bisa ketemuan dengan Aditya nantinya. Iya kan jeng Mia?" Ucap Ratna membujuk Siska.
" Ya udah deh aku ngak akan sedih. Tapi tante bener ya, kalau nantinya aku bakalan bisa nikah sama anak tante, Aditya kan?" Ucap Siska bertanya.
__ADS_1
" Oh tentu dong. Kamu pantas bersanding dengan anak tante yang tampan itu. Tidak seperti istrinya itu. Udah lama menikah tapi belum juga kasih Aditya seorang anak. Ternyata ia wanita penyakitan. Nyesal tante pernah menjodohkannya dengan Aditya. Tapi sekarang kan sudah ada kamu yang akan menggantikan posisi nanti." Jawab Mia.
" Tapi gimana kalau Aditya nya ngak mau tante?" Tanya Siska.
" Kamu tenang aja. Tante udah tau cara membuat Aditya nurut sama tante. Kan Aditya anaknya sayang banget sama orang tuanya. Dulu waktu ia Bercerai dengan istri pertamanya, tante ancam. Dan akhirnya ia mau. Tante udah tau kelemahan Aditya sayang." Jawab Mia.
" Wah kalau gitu ngak perlu nunggu lama lagi aku bakalan nikah sama Aditya dong ma, tante." Ucap Siska tanpa tau malu.
" Iya dong sayang." Ucap Mia dan Ratna.
" Dan setelah itu. Aku dan mamaku akan menguasai harta kalian dan aku pastikan aku akan membuat Aditya membuangmu tante sialan. Yang ku inginkan itu hanya Aditya seorang dan hartanya. Aku tidak butuh mertua sepertimu. Lagi pula aku punya ibu. Jadi aku tidak membutuhkanmu lagi wanita sialan." Batin Siska tersenyum licik bersama dengan ibunya.
*****
" Sayang, kamu mau bulan madu ke negara mana?" Tanya Daniel.
" Bulan madu! Emang kamu udah ngak sibuk kerja lagi mas?" Tanya Melati balik.
" Udah ngak sayang. Pekerjaan di kantor masih bisa di hendel sama sekretaris aku. Dan kak Arka juga akan membantunya jika ada hal yang tidak bisa ia pahami nanti." Jawab Daniel.
" Mas aku ngak mau bulan madu keluar negeri. Aku maunya liburan ke Maldivesnya Indonesia yang ada di provinsi Gorontalo. Di sana pemandangannya indah mas. Ngak kalah sama yang di luar negeri."Ucap Melati.
" Ya udah kalau itu mau kamu sayang. Aku ikut saja. Yang penting kamunya senang." Ucap Daniel mengecup pucuk kepala Melati.
" Terus kapan kita berangkat mas?"Tanya Melati.
" Besok kalau kamu mau."Jawab Daniel.
" Tapi kan kita belum packing baju mas."Ucap Melati.
" kita packing nya besok aja. Mungkin kita juga hanya akan membawa beberapa baju saja. Karena di sana, kita akan lebih banyak di kamar daripada di luar. Karena kita harus bercocok tanam membuat calon anaknya kita nanti." Ucap Daniel tersenyum.
Wajah Melati merona mendengar perkataan Daniel tadi.
" Nah, malam ini ayo kita cicil dulu kepalanya sayang." Ucap Daniel langsung menerkam Melati.
Melati hanya mengikuti saja keinginan suaminya itu. Lagi pula ia juga suka dengan permainan itu. Permainan yang selalu mengajaknya menikmati indahnya surga dunia bersama suaminya.
__ADS_1
Akhirnya di kamar itu terdengar suara konser dari Melati dan Daniel. Keduanya begitu terhanyut dalam permainan panas yang menguras tenaga dan energi tapi sangat nikmat.