
Hari hari di jalani Melati dengan penuh bahagia. Di pernikahannya yang kedua, Daniel selalu melakukan yang terbaik agar bisa membuat dirinya bahagia. Tidak hanya suaminya saja, kakak iparnya pun begitu. Apalagi dengan tuan Eddy dan nyonya Sarah yang ternyata adalah orang tua kandungnya. Awalnya Melati kaget saat mengetahui kalau sepasang suami istri itu adalah orang tuanya. Tapi mereka menjelaskan, kalau sebenarnya Melati adalah kembaran dari anak mereka yang di culik saat nyonya Sarah melahirkan dulu. Mereka juga memberikan bukti dengan hasil tes DNA yang di lakukan oleh nyonya Sarah dengan mengambil rambut Melati diam diam setelah dokter itu di tangkap oleh polisi dan mengatakan semuanya pada mereka. Apalagi dulu kecanggihan teknologi kedokteran belum secanggih sekarang, jadi mereka tidak mengetahui kalau anak yang di kandung nyonya Sarah adalah kembar.
Ketika nyonya Sarah melahirkan, dokter yang menangani dirinya bekerja sama dengan salah satu mafia penjual anak. Saat melahirkan anaknya nyonya Sarah dalam keadaan tidak sadar. Jadi mempermudah dokter itu untuk mengambil salah satu anak kembarnya. Dia menyerahkan anak itu pada salah satu anggota mafia yang menyamar jadi suster yang membantu nyonya Sarah melahirkan untuk di serahkan pada calon pembeli.
Sepasang suami istri membeli bayi itu dengan harga yang cukup tinggi. Sepasang suami istri adalah orang yang di anggap Melati sebagai orang tua kandungnya. Suaminya di vonis dokter mandul. Jadi keduanya memutuskan untuk mengadopsi anak saja. Keduanya sebenarnya bukan orang yang mempunyai uang yang banyak. Tapi setelah ada seorang teman yang menawarkan kepada mereka untuk membeli bayi pada seseorang yang di kenalnya. Karena keinginan istri yang tinggi untuk memiliki bayi, ia pun menerima tawaran tersebut. Akhirnya mereka bekerja keras mengumpulkan uang yang banyak agar demi bayi itu. Bayi itu mereka beri nama MELATI.
Melati tidak marah pada kedua orang tuanya yang sudah meninggal karena telah memisahkannya dengan orang tua kandungnya. Karena bagaimanapun itu tidak sepenuhnya salah mereka. Mereka tidak akan tau juga dari mana bayi yang mereka beli itu. Apalagi selama ini, kedua orangtuanya tidak pernah memperlakukan dirinya dengan buruk. Mereka selalu memperlakukan dirinya seperti anak kandungnya sendiri.
" Ma," panggil Melati.
Setelah tau kalau nyonya Sarah adalah ibunya, Melati mulai memanggilnya dengan sebutan mama begitu juga dengan tuan Edy dengan sebutan papa.
" Ada apa sayang?" Tanya nyonya Sarah mengelus rambut anaknya itu.
" Temani Melati tidur siang ya. Melati maunya di elus elus sama mama." Jawab Melati manja.
" Iya sayang. Ayo sekarang tidurlah. Mama akan elus elus." Ucap nyonya Sarah.
" Iya ma." Ucap Melati.
Nyonya Sarah mulai mengelus rambut Melati hingga terdengar dengkuran halus darinya pertanda kalau Melati sudah tertidur. Dia pun menghentikan elusan tangannya di kepala Melati.
" Terima kasih ya Allah. Ternyata memang benar kalau Melati adalah anakku. Sejak bertemu dengannya aku selalu merasa memiliki ikatan dengannya. Apalagi melihat wajahnya serta sifatnya yang sangat mirip dengan mendiang anakku. Mama janji sayang, mama akan selalu ada di sisimu mengganti waktu kita yang terbuang percuma karena ulah dokter yang tidak bertanggung jawab itu." Ucap nyonya Sarah mengecup kening Melati.
Karena mengantuk dia pun berbaring dan tidur di samping Melati. Ibu dan anak itu tidur siang bersama.
Siang hari pukul 2 siang, tuan Edy kembali ke rumah. Ia mendapati rumah dalam keadaan sepi. Tidak terlihat anak dan istrinya. Ia pun menanyakan pada pekerja di sana.
" Dimana istri dan anakku bi?" Tanya tuan Edy.
" Nyonya Sarah menemani non Melati tidur siang tuan." Jawab bibi Ani.
__ADS_1
" Baiklah, aku akan melihatnya." Ucap tuan menyusul istri ke kamar anaknya Melati.
Di bukanya pintu kamar Melati, ia melihat anak dan istrinya sedang tertidur pulas. Ia pun menutup pintu kembali dan tidak menggangu keduanya. Sambil menunggu istrinya bangun, tuan Eddy juga memutuskan untuk tidur siang juga.
" Sudah lama aku tidak tidur siang karena terlalu sibuk mengurus perusahaan. Akhirnya bisa tidur siang juga." Ucap tuan Edy memejamkan matanya.
Malam hari semua orang sudah berkumandang di meja makan.
" Sayang makan yang banyak ya. Agar kamu dan bayinya sehat selalu hingga lahiran nanti." Ucap nyonya Sarah usai mengambilkan nasi untuk Melati.
" Iya ma. Makasih ya." Ucap Melati.
" Iya sayang. Makanlah." Ucap nyonya mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
" Iya ma."
Daniel tersenyum melihat keakraban Melati dan mertuanya.
Usai makan malam, seperti biasa Daniel akan membuatkan susu hamil untuk Melati. Tuan Edy dan istrinya sudah kembali ke kamarnya.
" Ini sayang susunya. Habiskan ya." Ucap Daniel.
" Iya papi. Pasti mami habiskan." Ucap Melati menirukan suara anak kecil dengan wajah yang terlihat sangat imut di mata Daniel.
" Nih habis kan papi." Ucap Melati membalikkan gelasnya ke bawah.
" Pintarnya istriku. Buat aku tambah cinta saja." Ucap Daniel menangkap wajah Melati dan mengecup bibir merah yang dari terlihat sangat menggodanya.
" Ihh mas, main cium saja. Kalau ada yang lihat gimana. Kan malu mas." Ucap Melati cemberut.
" Kalau pun ada yang lihat, mereka tidak akan marah. Kau kan istri ku." Ucap Daniel mencium gemas pipi Melati.
__ADS_1
" Ihh suka semaunya." Ucap Melati kesal dengan wajah makin imut di mata Daniel.
" Daniel bibirnya jangan di manyumin gitu. Bikin aku ingin saja." Ucap Daniel dengan wajah mesumnya.
" Ihh dasar kamu mesum mas." Ucap Melati berjalan meninggalkan Daniel menuju kamarnya.
" Mesum sama istri sendiri ngak papa kan." Ucap Daniel menyusul Melati.
" Astaga mas, kecilkan suara mu. Nanti kalau ada yang mendengarnya. Dasar tidak tau malu." Ucap Melati melotot kepadanya.
" Hehehe maaf sayang." Ucap Daniel dengan wajah tanpa dosa.
Di kamar Daniel langsung mengunci kamar. Lalu berbaring di sebelah Melati.
" Sayang." Sahut Daniel.
" Apa sih mas." Ucap Melati masih kesal.
" Aku mau nina ninu." Ucap Daniel meraba raba badan Melati.
" Ini tangannya nyosor ke sini." Ucap Melati mencubit tangan Daniel.
" Sayang mau ya. Kalau kamu lahiran nanti, aku bakalan lama puasanya." Bujuk.
" Ngak. Bodoh amat." Ucap Melati ketus.
" Dosa loh nolak keinginan suami yang ini." Ucap Daniel.
Melati memutar malas matanya. Ia menatap wajah suaminya yang terlihat berhasrat menginginkannya. Ia pun menerima keinginan suaminya itu.
Daniel melakukan pemanasan terlebih dahulu agar istrinya nyaman di ajak nina ninu dengannya. Setelah mendapatkan maunya, Daniel memakaikan baju Melati kembali. Lalu keduanya tidur berpelukan hingga terlelap menembus alam mimpi masing masing.
__ADS_1