
Selama 3 hari berturut-turut, Daniel bersikap dingin pada Melati. Melati bingung dengan sikap suaminya itu. Ingin rasanya ia bertanya sebab Daniel bersikap seperti itu padanya. Tapi setiap hari Daniel selalu pulang saat ia sudah tertidur dan pergi saat ia membuka matanya.
" Ya Allah mas, sebenarnya ada apa denganmu. Kenapa kau bersikap seakan menjauh dariku. Kalau pun memang aku punya salah, tolong beritahu aku. Jangan diamkan aku seperti ini. Hikssss,,,". tangis Melati.
Setelah puas menangis, Melati ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Hari ini ia berinisiatif akan mendatangi kantor Daniel.
" Selamat pagi sayang." Ucap nyonya Sarah.
" Pagi juga ma. Papa mana?" Tanya Melati.
" Papa kamu sudah berangkat kerja dengan Daniel suami mu sayang." Jawab nyonya Sarah.
" Ohh gitu ya." Ucap Melati.
" Ayo sayang, kamu sarapan dulu. Mama sudah buatkan sarapan kesukaan kamu, nasi goreng kimchi plus telur mata sapi dua sekaligus. Akhir akhir ini kan kamu selalu suka dengan makanan dari negeri Korea itu kan." Ucap nyonya Sarah.
" Iya ma, makasih ya." Ucap Melati.
" Iya sayang." Ucap nyonya Sarah.
Nyonya Sarah menemani Melati menikmati sarapannya hingga piring itu kosong.
" Habis ma. Masakan mama emang selalu enak ya. Aku suka." Ucap Melati.
" Syukurlah kalau kamu suka sayang." Ucap nyonya Sarah.
Nafsu makan makan Melati tidak pernah menurun walaupun ia merasa Daniel aneh padanya. malahan porsi makannya selalu naik. Biasanya sepiring penuh, akan meningkatkan menuju porsi tiga orang sekali makan. Aneh bukan. Tapi itulah kenyataannya.
" Ma, hari ini aku akan ke kantor mas Daniel ya. Mama ngak papa sendiri di rumah." Ucap Melati.
" Sayang, mama mau ngajak kamu ke salon hari ini. Mama udah lama tidak perawatan. Kamu juga kan begitu." Ucap nyonya Sarah.
" Iya sih ma. Tapi.." ucap Melati terpotong.
" Mama mohon temani mama ya sayang." Ucap nyonya Sarah memelas.
" Tapi ma, aku harus ke kantor mas Daniel." Ucap Melati.
" Kamu ada janji sama Daniel sayang?" Tanya nyonya Sarah.
" Tidak juga sih ma. Cuma aku ingin ketemu saja mas Daniel." Jawab Melati.
" Kamu ngebet banget ke kantor suamimu, kalian ada masalah?" Tanya nyonya Sarah.
" Tidak juga sih ma. Cuma aku mau ketemu sama mas Daniel" Jawab Melati.
" Nah itu kan. Kamu temani mama saja ya sayang. Kita juga kan belum pernah jalan bareng kan. Soal ketemu Daniel, nanti juga di rumah ketemu kan." Ucap nyonya Sarah.
__ADS_1
" Iya ma aku mau. Tunggu sebentar aku ambil tas sama ponsel aku dulu di kamar." Ucap Melati.
" Oke sayang. Mama juga akan ke kamar juga untuk mengambil tas mama." Ucap nyonya Sarah.
Di kamarnya, Melihat mengambil ponsel dan tasnya. Ia mencoba menghubungi Daniel, tapi ponsel selalu tidak aktif selama tiga hari ini kalau ia menghubunginya.
" Selalu saja tidak aktif. Ponselnya kamu kenapa sih mas tidak bisa di hubungi. Awas kamu mas kalau berani macam-macam di belakang aku." Kesal Melati.
Melati pun mengirimkan pesan pada Daniel. Bagaimana pun sebagai istri yang baik, ia tetap memberitahu kemampuan pun akan pergi. Setelah ia ia menemui nyonya Sarah di depan.
" Sudah siap sayang?" Tanya nyonya Sarah.
" Sudah ma." Jawab Melati.
" Ayo, kita berangkat sekarang sayang." Ucap nyonya Sarah.
Sesama di salon, nyonya Sarah mengajak Melati turun. Pandangan Melati fokus pada nama salon yang ia dan mamanya datangi yang bernama" MELATI SALON".
" Ayo sayang, kenapa bengong saja." Ucap nyonya Sarah menyadarkan Melati.
" Ehh iya ma." Ucap Melati sadar dari lamunannya.
Di dalam salon.
Terlihat seorang wanita cantik yang umurnya kisaran 30 tahun menyambut kedatangan mereka.
" Hmm, perkenalkan ini Melati putriku." Ucap nyonya Sarah.
" Selamat datang nona Melati. Perkenalan saya Dini manager salon di sini." Ucapnya sopan.
" Perkenalkan nama saya Melati." Balas Melati tersenyum ramah.
" Anak nyonya Sarah ternyata baik di lihat dari cara ia tersenyum itu sangat tulus." Ucapnya dalam hati.
" Mari nyonya, nona silakan masuk ke dalam untuk menikmati pelayanan dari kami." Ucap Dini.
" Haah emang kita bisa langsung masuk ya. Ngak perlu antri seperti mereka?" Tanya Melati.
" Tidak perlu sayang. Karena salon ini milik kita sendiri. Jadi kita tidak perlu antri seperti mereka." Jawab nyonya Sarah.
Melati kaget mendengar perkataan nyonya Sarah.
" Udah ngak kaget seperti itu. Nanti mama jelaskan di dalam. Badan sudah tidak sabar minta di pijat." Ucap nyonya Sarah.
" Ehhh iya ma." Ucap Melati mengikuti langkah nyonya Sarah.
" Benar benar lugu nona Melati ini." Ucap Dini pelan.
__ADS_1
Pengawai memberikan pelayanan yang terbaik untuk Melati dan nyonya Sarah. Keduanya sangat puas dengan pelayanan mereka.
" Jadi ma." Ucap Melati.
" Jadi apanya Mel?" Tanya nyonya Sarah menikmati minuman yang di sajikan oleh pengawai di sana.
" Apa benar salon ini milik mama?" Tanya Melati.
" Iya sayang. Sebelumnya salon ini bukan milik kita sayang. Hanya saja, terlilit hutang pada mama. Dan dia tidak bisa melunasinya. Jadi salonnya mama beli. Mama potong dengan sisa hutang nya pada mama. Dan namanya pun mama ganti jadi nama kamu sayang." Jawab nyonya Sarah.
" Ohh gitu ceritanya." Ucap Melati mangut mangut..
" Sayang nanti malam temani mama menghadiri pesta pernikahan rekan bisnisnya mama ya nak." Ucap nyonya Sarah.
" Kenapa harus aku ma, minta papa saja." Ucap Melati.
" Papa mu pasti beralasan capek lelah. Sudah pasti alasan itu yang papa mu ucapkan kalau mama ajak nanti." Ucap nyonya Sarah.
" Iya deh. Nanti Melati izin sama mas Daniel dulu. Apalagi akhir akhir ini mas Daniel sering lambat pulangnya." Ucap Melati.
" Ya sudah kamu telpon dulu suami kamu. Mama mau menemui manajer mama dulu." Ucap nyonya Sarah meninggalkan Melati.
" Iya ma." Ucap Melati.
Melati menghubungi Daniel lagi. Tetapi sama saja seperti tadi. Ponsel Daniel tidak bisa di hubungi lagi dan lagi. Melati sampai heran di buatnya.
" Oke Melati jangan menangis lagi ya. Mas Daniel awas kau ya, lihat saja yang akan aku lakukan jika ternyata kau bermain gila di belakang ku nanti." Ucap Melati geram.
" Sepertinya aku harus ikut mama nanti malam untuk me refreshing kepala ku. Lagi pula aku hanya akan sendirian di rumah malam hari juga. Papa sibuk dengan pekerjaannya. Masa Daniel entahlah. Dia seakan-akan menghindari ku." Ucap Melati.
"Gimana sayang, kamu sudah menghubungi Daniel?" Tanya nyonya Sarah.
" Ponsel mas Daniel ngak aktif ma." Jawab Melati cemberut.
" Udah ngak usah cemberut gitu dong. Nanti cantiknya hilang sayang. Mungkin saja Danielnya masih rapat sayang, makanya ponselnya mati." Ucap nyonya Sarah.
" Hmm mungkin aja ma." Ucap Melati.
" Rapat apanya. Orang tiap hari ponselnya selalu mati." Batin Melati.
" Udah ngak usah mikir yang aneh aneh sama suami kamu." Ucap nyonya Sarah.
" Iya mama." Ucap Melati.
" Ayo berangkat sekarang. Kita ke butik dulu untuk beli baju untuk nanti malam." Ucap nyonya Sarah.
" Iya terserah mama deh." Ucap Melati. Ia masih kesal karena ponsel Daniel tidak bisa ia hubungi.
__ADS_1
Nyonya Sarah hanya tersenyum tipis melihat raut kekesalan di wajah putrinya.