Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 38


__ADS_3

Drreeeetttt


Ponsel Melati bergetar, ia pun segera mengambil ponselnya di lihatnya Daniel menelepon. Ia pun mengangkat panggilan dari Daniel.


" Hallo, Niel." Jawab Melati.


" Hallo juga Mel. Emmm,, Melati malam nanti kamu ada waktu kosong ngak?" Tanya Daniel ragu.


" Ada. Emang kenapa Niel?" Ucap Melati.


" Emmm,,, aku pingin ngajak kamu keluar ntar malam, boleh ngak?" Ucap Daniel.


" Nanti malam ya. Seperti aku punya waktu." Ucap Melati.


" Beneran. Tapi kamu mau kan ikut sama aku nanti malam?" Tanya Daniel untuk memastikannya.


" Boleh deh. Kabarin aku kamu jam berapa mau kesini?" Jawab Melati.


" Iy. Nanti aku kabarin kamu lagi. Udah dulu ya. Kau masih mau lanjutin pekerjaan aku." Ucap Daniel.


" Iya Niel." Ucap Melati.


" See you Mel. Sampai ketemu nanti malam." Ucap Daniel.


" See you juga Niel. Oke aku tutup telponnya ya?" Ujar Melati.


" Oke Mel." Ucap Daniel.

__ADS_1


Melati pun mematikan sambungan telponnya dengan Daniel. Kemudian ia, menelepon Dewi karyawannya untuk datang ke ruangannya.


Tidak lama kemudian, Dewi pun masuk ke dalam ruangannya.


" Ada apa ka?" Tanya Dewi pada Melati.


" Dewi, aku ingin mengangkatmu menjadi manager cafe ini. Agar saat saya tidak bisa datang ke cafe. Kamu bisa mengontrol cafe ini dan kamu bisa melaporkannya pada saya nanti." Ungkap Melati.


" Tapi kak, saya merasa tidak pantas untuk itu." Ucap Dewi sungkan.


" menurut saya kamu sudah pantas untuk itu. Udah saya tidak mendengar alasan kamu lagi. Besok pagi saya akan menyampaikannya pada karyawan lain tentang hal ini." Ujar Melati.


"Iya kak. Kalau begitu saya permisi dulu kak." Ucap Dewi.


" Dewi tunggu." Ucap Melati padanya saat dirinya akan keluar dari sana.


" Hari ini adalah hari dimana karyawan. Saya ingin kamu membantu saya untuk mengatur gaji karyawan plus bonus bulanan mereka. Karena bulan ini pendapatan cafe kita mengalami peningkatan untuk itu saya memberikan bonus untuk semua karyawan termasuk kamu. Anggap saja kamu belajar menjadi manager. Karena setelah kamu jadi manager nanti, toh kamu sendiri yang akan mengatur keuangan dan gaji untuk karyawan di sini." Ungkap Melati.


Dewi pun membantu Melati mengatur gaji para karyawan. Setelah itu, Melati meminta Dewi untuk menyerahkannya pada para karyawan.


Kemudian, Melati pun pergi dari sana pulang ke rumahnya karena berhubung sebentar lagi jam pulang tiba. Jadi ia pulang lebih dulu dari sana. Melati mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumahnya. Saat tiba, Melati memakirkan mobilnya di depan rumahnya. Lalu ia turun dan masuk ke dalam rumahnya.


Melati masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat sejenak. Karena merasa mengantuk, Melati tidur sejenak saja dulu. Tidak lupa ia mengaktifkan alarm agar ia tidak terbangun malam hari. Karena malam, ia ada janji pergi dengan Daniel.


Tepat pukul 17.00 alarm yang di pasang Melati berbunyi. Melati pun terbangun dari tidurnya. Ia bangun dan memutar lehernya ke kanan dan ke kiri. Lalu Melati beranjak ke kamar mandi agar rasa kantuknya benar-benar hilang. Di kamar mandi, Melati berendam terlebih dulu agar kepalanya rilex. Ia menuangkan aromatherapy rose kesukaannya ke dalam bathup. Setelah berbusa ia masuk ke dalam bathup untuk meredam selama 15 menit saja.


Setelah 15 menit, Melati keluar dari bathup menuju shower untuk membilas tubuhnya. Setelah bersih, Melati memakai handuknya dan menuju kamarnya.

__ADS_1


Melati mengeringkan rambutnya dengan hair dryer sebelum ia memakai baju dulu. Setelah rambutnya kering, Melati memakai bajunya dan kembali lagi ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu karena berhubung sebentar lagi sholat maghrib akan tiba.


Melati melakukan sholat maghrib dengan khusyuk. Tidak lupa juga ia berdoa agar usaha cafenya tetap berjalan lancar dan meminta do'a untuk dirinya sendiri agar sehat hingga ia di pertemukan lagi dengan jodohnya.


Setelah sholat, Melati merasa lapar. Ia pun beranjak ke dapur sesudah ia merapikan alat sholatnya. Di dapur, Melati mencari apa yang bisa ia makan untuk mengganjal perutnya. Ia mengingat jika ia masih punya mie instant di lemari penyimpanan barang. Ia memutuskan untuk makan itu dulu agar tidak terlalu kenyang. Karena sebentar Daniel akan mengajak keluar dan pasti ia akan makan lagi. Ya walaupun Daniel tidak akan mengajaknya makan. Tapi tetap akan meminta makan pada Daniel.


Setelah mienya masak, Melati pun segera memakannya. Namun sebelum ia memakan mie itu, ponselnya bergetar. Di lihatnya ada pesan dari Daniel. Ia mengabarkan jika ia akan menjemput Melati usai sholat is'ya. Melati hanya membacanya tanpa membalas pesan Daniel itu. Ia meletakkan kembali ponselnya dan lanjut memakan mie yang sudah menantinya itu.


Mienya habis. Melati juga merasa kenyang. Ia mencuci bekas makannya tadi. Lalu ia ke kamar menyiapkan baju untuk di pakainya nanti malam. Setelah menemukan baju yang cocok untuknya, Melati meletakkan baju itu di atas kasurnya. Baju itu akan ia pakai sesudah sholat is'ya nanti.


Tepat pukul 08.00 Daniel tiba di rumah Melati. Ia membunyikan klakson mobilnya. Mendengar itu, Melati segera membuka pintu rumahnya. Daniel melihat Melati malam terlihat sangat cantik dan berbeda. Ya, walaupun sebenarnya Melati memang sudah cantik. Hanya saja malam ini ia terlihat semakin cantik saja. Ia menatap Melati dengan tatapan yang berbeda.


" Hai Niel, langsung berangkat kan?" Tanya Melati pada Daniel.


Daniel tidak mendengar perkataan Melati. Tatapan dan pikirannya fokus melihat Melati. Melihat Daniel yang tidak bergembing, Melati mengulangi pertanyaannya.


" Daniel, kita langsung berangkat kan?" Tanya Melati ulang.


Daniel pun tersadar mendengar perkataan Melati yang kedua.


" Ehhh,, iya Mel. Kita langsung berangkat kok." Jawab Daniel kikuk karena hampir ketahuan menatap Melati.


Melati pun membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil Daniel. Ia juga memakai sabuk pengaman sebagai tanda keselamatan. Kemudian, Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat tujuan mereka.


" Daniel, sebenarnya kita mau kemana sih?" Tanya Melati.


" Teman teman aku mengajak kau untuk ketemuan. Trus mereka itu membawa pasangan mereka masing-masing. Dan hanya aku yang tidak punya pasangan. Dari pada aku jadi bahan olokan mereka. Jadi aku meminta kamu untuk ikut denganku. Ngak papakan Me?" Ungkap Daniel.

__ADS_1


" Ngak papa kok Niel." Jawab Melati.


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi antara Melati dan Daniel hingga mobil Daniel di belokkan ke salah satu restoran bintang lima.


__ADS_2