Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 92


__ADS_3

Malam hari Melati menunggu Daniel pulang kerja. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00, tetapi Daniel belum juga pulang. Melati gelisah sambil mondar-mandir melihat jam. Antara khawatir dan takut melebur jadi satu.


" Mas, kamu dimana sih? Udah jam segini belum pulang juga." Tanya Melati pada dirinya sendiri.


" Ini kenapa ponselnya tidak aktif. Padahal beberapa saat yang lalu aktif. Mas kamu kemana sih." Ujar Melati risau.


Lama menunggu, membuat Melati akhirnya ketiduran.


Cekleekk.


Pintu di buka Daniel. Ia melihat Melati tertidur di sofa. Ia pun memindahkan Melati ke kasur. Ia mengecup kening istrinya. Setelah itu ia ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan kembali ke kasur empuknya berbaring di Melati.


Silau mentari menyambut datangnya pagi di iringi dengan suara kicauan burung yang saling bertautan di udara.


Melati membuka matanya. Ia melihat kalau ia sudah berada di atas tempat tidur. Padahal semalam ia di sofa menunggu suaminya. Tunggu dulu. Dia baru ingat dimana suaminya m kenapa ia tidak melihat keberadaan suaminya itu.


" Mas, kamu di dalam sana." Panggil Melati di depan kamar mandi.


Tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi. Melati pun membuka pintunya. Ia melihat tidak ada keberadaan Daniel suaminya di sana.


" Mas, Daniel kemana? Apa dia sudah berangkat ke kantor. Tapi tidak mungkin, hari masih terlalu pagi untuk pergi ke kantor. Apa dia berada di ruang olahraga." Pikir Melati.


Melati keluar dari kamar menuju ruangan olahraga. Dalam perjalanan ia bertemu dengan ibunya.


" Mau kemana nak?" Tanya nyonya Sarah.


" Mau ke ruang olahraga ma. Mau lihat mas Daniel di sana. Soalnya aku cari-cari mas Daniel tidak ada di kamar. Jadi cari di sana. Mungkin saja ia sedang berolahraga." Jawab Melati.


" Daniel sudah berangkat ke kantor sayang. Tadi sebelum berangkat dia menghancurkan mama di dapur sedang membuatkan sarapan untuk pamit." Ucap nyonya Sarah.


Wajah Melati berubah sendu mendengar ucapan ibunya. Entah mengapa hatinya merasa sedih.


" Oh gitu ya ma. Ya udah aku kem kamar aja deh." Ucap Melati berbalik menuju kamarnya.


" Mas Daniel kok gitu sih. Kenapa ngak pamit sama aku berangkat nya. Udah semalam terlambat pulang. Pagi nya sudah pergi lagi." Ucap Melati dengan wajah menangis.


Mungkin pengaruh hormon ibu hamil, membuat Melati sedikit sensitif. Dia juga rindu pada suaminya itu. Apalagi seharian penuh kemarin tidak bertemu. Dan paginya ia tidak melihat keberadaan suaminya.

__ADS_1


Melati mengambil ponselnya, ia menghubungi Daniel. Tapi tidak aktif. Ia pun menelepon sekretaris Daniel.


" Hallo mbak Ayu."


" Halo juga Melati." Jawab Ayu.


" Mas Daniel ada?" Tanya Melati.


" Pak Daniel sedang ada rapat dengan kolega perusahaan Mel. Kenapa Melatih?" Jawab Ayu.


" Ohh ngak papa. Soalnya aku hubungi ponselnya tidak aktif. Kalau mas Daniel nya sudah selesai rapat. Minta dia untuk menghubungi aku ya." Ucap Melati.


" Ohh iya nanti akan saya sampaikan." Ucap Ayu.


" sudah dulu ya. Maaf kalau aku merepotkan dan mengganggu waktu kerjamu." Ucap Melati.


" Ngak papa kok. Aku merasa tidak direpotkan." Ucap Ayu.


" Iya aku matikan ya." Ucap Melati.


Melati mendesah pelan. Ia ke kamar untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia ke ruang makan bergabung dengan kedua orang tuanya sarapan bersama.


Di perusahaan Daniel.


" Apa Melati katakan?" Tanya Daniel.


" Dia menanyakan keberadaan anda pak. Ibu Melati juga tanya kenapa ponsel pak Daniel tidak aktif." Jawab Ayu.


Daniel menghembuskan kasar nafasnya.


" Kalau bukan rencana konyol ini, aku tidak mau mengabaikan istriku seperti itu. Ihh sial sial. Kenapa harus pake rencana konyol seperti ini sih. Aku juga merindukan istriku Ayu. Aku yakin sekali pasti dia berpikir yang tidak-tidak tentang aku." Ucap Daniel kesal.


" Cuma tiga hari kok pak. Jadi anda harus sabar. Kalau tidak pasti mbak Dinda akan marah rencana yang sudah ia susun dengan sempurna jadi kacau karena bapak." Ucap Ayu.


" Satu hari saja aku sudah sangat di landa rindu. Apalagi tiga. Rasanya aku tidak sanggup. Kau tau kan perjuangan aku untuk mendapatkan Melati. Sangat sulit membuat nya agar menerima aku sebagai suaminya." Ucap Daniel.


" Iya saya tau pak. Yang terpenting hadiahnya sudah anda siapkan pak." Ucap Ayu.

__ADS_1


" Soal hadiah. Tentu saja sudah aku siapkan." Ucap Daniel.


" Kalau begitu saya permisi dulu pak." Ucap Ayu.


" Ayu tunggu dulu. Aku tidak setua itu sehingga dari tadi kau selalu memanggilku pak. Kau ini membuatku semakin kesal saja." Ucap Daniel kesal.


" Bapak kan atasan saya. Jadi saya harus memanggil seperti itu." Ucap Ayu.


" Aku bukan bapakmu Ayu. Aku dan kamu tua'an kamu Yu. Jika sedang tidak membicarakan bisnis jangan panggil aku begitu." Ucap Daniel.


" Baiklah adik Daniel." Ledek Ayu.


" Ayu, apa kau tidak punya kekasih?" Tanya Daniel.


" Tidak." Jawab Ayu.


" Kenapa, usiamu sudah cukup matang untuk menikah." Tanya Daniel.


" Aku tidak ada waktu untuk memikirkan hal itu." Jawab Ayu.


" Padahal aku punya kenalan seorang pengusaha muda yang ingin mencari istri. Aku malah ingin mengenalkan mu padanya." Ucap Daniel.


" Aku masih ingin ingin sendiri. Kalau aku menikah bagaimana nasib keluarga ku. Selama ini mereka bergantung padaku. Ibu sekarang sakit sakitan dan adikku sebentar lagi akan masuk universitas pasti akan memerlukan biaya banyak. Jadi kalau aku menikah pasti aku sudah tidak akan fokus pada mereka. Belum lagi punya mertua dan ipar yang menyebalkan." Ujar Ayu.


" Aku rasa itu bukan alasan. Apa kau trauma karena di tinggal pergi oleh kekasihmu tanpa penjelasan. Seperti kakakku yang trauma karena di tipu oleh kekasihnya yang kurang ajar itu." Ujar Daniel kesal mengingat mantan kekasih kakaknya yang telah menipu mereka.


" Dari mana kau tau. Ehhh,,, maksudku." Ucap Ayu kaget.


" Hahaha aku benar kan. Semua pria itu tidak sama Yu. Buktinya kakak hilang traumanya karena menikah dengan kak Arka." Ucap Daniel.


" Sudahlah. Aku akan mengecek kerjaanku saja. Dari mengobrol tidak jelas denganmu." Ucap Ayu keluar dari ruangan Daniel.


" Heii kau mau kemana Ayu. Aku belum selesai bicara." Teriak Daniel. Tapi Ayu tidak mendengarkan dirinya.


Daniel membuka ponselnya yang sudah ia setel ke mode pesawat. Ia melihat foto cantik Melati di sana.


" Kau sangat cantik sayang. Aku merindukanmu. Sabarlah sebentar lagi." Ucap Daniel mengelus ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2