Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 43


__ADS_3

Melati menatap Daniel dengan dalam. Ia mencari kebohongan di mata Daniel, tetapi tidak ia temukan. Ia pun tersenyum bahagia menatap kekasihnya itu.


" Ayo kita kembali ke pesta." Ucap Melati tersenyum manis.


" Iya sayang." Ucap Daniel.


Keduanya berjalan bergandengan tangan menuju hotel. Daniel memberikan jasnya pada Melati. Karena di lihatnya Melati kedinginan. Sesampainya di sana. Keduanya menaiki lift. Di dalam lift Daniel mengirimkan pesan pada seseorang.


Tin


Pintu lift terbuka. Daniel dan Melati pun keluar dari dalam sana.


" Loh, kok kita di sini. Bukankah kita harus kembali ke pesta?" Tanya Melati bingung pada Daniel.


" Aku ingin menghabiskan waktu denganmu sayang." Jawab Daniel.


" Maksud kamu!" Ucap Melati.


" Kamu ngak usah mikir yang aneh-aneh ya sayang. Aku ngak mungkin melakukan yang aneh-aneh sama kamu sebelum kita halal. Oke. Ayo masuk." Ujar Daniel mengajak Melati masuk ke dalam kamar hotel.


Melati kagum melihat saat melihat fasilitas yang ada di kamar itu. Benar-benar terlihat sangat indah. Ya iyalah kamar itu adalah kamar suite room yang di khususkan untuk keluarga pihak hotel. Ada juga suite room Untuk di sewakan pada tamu. Tapi tidak seindah milik keluarga yang ingin menginap. Terutama milik Daniel. Ia mendesain sendiri kamar khususnya.


" Gimana kamu suka sayang." Tanya Daniel memeluk Melati dari belakang.


" Iya aku suka. Gila ini bagus banget sayang." Jawab Melati.


Melati melepas pelukan Daniel lalu menarik tangannya untuk melihat fasilitas apa yang ada di sana. Setelah puas melihat, Melati pun duduk di atas kasur King size.


" Sayang, kita tidur di sini?" Tanya Melati pelan


" Iya sayang. Kamu tenang aja kita hanya tidur kok. Kamu percaya kan sama aku?" Balas Daniel

__ADS_1


" Iya aku percaya. Tapi aku ngak punya baju ganti." Ujar Melati.


" Soal itu kamu tenang aja. Aku udah siapin semua perlengkapan kamu. Coba kamu buka lemari dan laci meja rias itu. Semua di situ ada perlengkapan untuk kamu sayang." Jelas Daniel.


Melati beranjak dari kasur menuju Lemari dan meja rias. Ia begitu kaget melihat perlengkapannya yang terlihat sangat lengkap.


" Sayang ini.. "


" Iya khusus untuk kamu. Karena suatu saat nanti aku ingin mengajakmu menginap di kamar ini. Rencana itu entah kapan akan terjadi. Dan itu terjadi saat peresmian hotel ini. Aku sangat senang sayang. Allah mengabulkan do'a aku." Ucap Daniel masih memeluk Melati


" Makasih ya sayang. Aku terharu." Ucap Melati berbalik memeluk Daniel.


Keduanya pun melepas pelukannya.


" Ya udah aku bersih-bersih dulu ya." Ucap Melati.


" Iya sayang." Ucap Daniel.


" Udah?" Ucap Daniel meletakkan ponselnya melihat Melati keluar dari kamar mandi.


" Iya udah." Balas Melati.


Daniel beranjak ke kamar mandi membersihkan dirinya. Lima menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidur.


"Ayo sayang kita tidur." Ajaknya pada Melati.


" Iya." Jawab Melati.


Melati melangkah ke kasur berbaring di samping Daniel. Daniel mendekat pada Melati, lalu ia menyibakkan rambut yang menutupi wajah kekasihnya itu. Melati merasa malu di tatap seperti itu oleh kekasihnya.


" Daniel, jangan natap aku kayak gitu. Aku malu tau." Ucap Melati menyembunyikan wajahnya di balik selimut.

__ADS_1


" Hehehe ngak usah malu sayang. Sini tuh wajahnya aku mau lihat wajah cantik kekasihku ini." Ucap Daniel membuka selimut yang menutupi wajah Melati.


" Tuh enakkan kaya gini. Kamu cantik banget sayang. Aku beruntung banget memiliki kamu saat ini." Ucap Daniel menatap dalam wajah cantiknya, Melati.


Ia mengusap wajah kekasihnya mulai dari alis, pipi hingga bibir merah milik Melati seakan menariknya untuk mengecupnya.


" Sayang, bolehkah aku mengecupnya?" Tanya


Melati menganguk pertanda setuju. Ia memejamkan matanya, saat Daniel menyentuh bibirnya. Yang berawal hanya mengecup saja, berubah menjadi *******. Perlahan ia pun membalas ciuman kekasihnya, Daniel. Keduanya saling ******* dan mengaitkan lidahnya. Ciuman yang berawal hanya sekedar mengecup berubah menjadi gairah yang penuh nafsu. Keduanya melepas ciumannya, saat keduanya susah bernafas.


Daniel menatap Melati dengan nafas tersengal sengal.


" Sayang, aku rasa tidak bisa menahan nafsu lebih jauh lagi saat berdua seperti ini denganmu. Kita nikah secepatnya ya. Kamu mau kan?" Ungkap Daniel.


" Ngak." Jawab Melati membelakangi Daniel.


" Loh emangnya kenapa ngak mau sayang?" Tanya Daniel membalikkan tubuh Melati menghadap ke arahnya.


" Kamu ihh. Tau aaa." Ucap Melati kesal.


" Kenapa sayang. Hmmm bilang sama aku. Kenapa?" Tanya Daniel mengelus lembut pipi Melati.


" Kamu ngak peka banget sih. Masa iya ngajak nikah kayak gitu. Ngak ada romantis romantisnya gitu." Jawab Melati kesal.


" Oh jadi maunya di lamar kayak gitu ceritanya?" Goda Daniel.


" Menurut kamu!" Ucap Melati menatap kesal pada Daniel.


" Iya iya sayang. Aku ngerti kok." Ucap Daniel.


" Sini kita tidur ya." Tambah Daniel membawa Melati dalam pelukannya.

__ADS_1


Keduanya pun tidur saling memeluk hingga ke alam mimpi.


__ADS_2