
Di dalam kamar, Melati terlihat uring uringan di Kasurnya. Hari ini ia tidak datang ke cafenya. Ia menyuruh Dewi, managernya mengontrol cafe selama ia tidak ada. Sudah tiga hari Daniel tidak pernah menghubunginya sekedar menanyakan kabarnya. Ia juga tidak bertemu Daniel, setelah ia mengantar makan siang waktu itu. Setiap jam makan siang, ada ojek online yang di kirim Daniel untuk mengambil makan siangnya. Ia juga tidak memberitahu Melati akan hal itu. Melati pun di buat bingung. Tidak biasanya Daniel kayak gitu. Sesibuk apapun dirinya, Daniel selalu memintanya mengantar makan siang khusus untuknya. Bahkan setahun belakangan ini, Daniel selalu mengekori kemanapun ia pergi. Tapi sekarang, jangan bertemu, kabar darinya saja tidak ia dengar lagi.
" Awas aja, kalau saja nelpon aku lagi. Ngak akan aku angkat. Lihat aja nanti." Ucap Melati menatap ponselnya.
Dreeeeeettt
Suara ponsel Melati berbunyi. Di lihatnya ternyata itu panggilan dari Daniel. Melati mengambil ponselnya menatap panggilan dari Daniel.
" Ngak akan aku angkat. Biar kamu tau rasa." Ucap Melati tersenyum.
Namun, tanpa sengaja ia menekan jawab pada layar ponselnya. Melati kaget dan bingung.
" Hallo, Mel." Sahut Daniel di seberang sana.
Melati diam saja tanpa menjawab sahutan Daniel.
" Hallo, Mel. Kamu dengar aku kan." Panggil Daniel ulang.
" Ehhh iya Daniel. Aku dengar kamu." Jawab Melati spontan.
" Aku pikir kamu ngak dengar aku. Soalnya aku panggil-panggil tadi kamu ngak nyahut." Ucap Daniel.
" Anu tadi aku ngak dengar. Sinyalnya buruk di sini." Alasan Melati.
" Oh gitu rupanya." Ucap Daniel.
" Ada apa kamu nelpon aku. Tumben." Tanya Melati.
" Aku mau ngundang kamu ke acara peresmian dan pembukaan hotel baru aku. Kamu bisa datang kan?" Jawab Daniel.
" Iya aku bisa. Jam berapa emang?" Jawab Melati lalu bertanya.
" Malam habis is'ya, malam ini. Jangan lupa datang ya!" Ucap Daniel.
" Iya. Aku akan datang." Ucap Melati.
" Udah dulu. Aku masih mau ngecek persiapan nanti malam." Ucap Daniel menutup teleponnya.
" Iya sampai.... "
Belum selesai Melati menjawab, Daniel sudah mematikan telponnya lebih dulu.
" Ihhh Daniel reseh banget deh. Aku kan belum selesai ngomong." Ucap Melati kesal melempar ponselnya ke kasur.
" Udah jam 02.00, lebih baik aku tidur dulu." Ucap. Melati bersiap tidur siang.
Jam 03.30,Melati bangun dari tidurnya. Bukan karena sudah tidak mengantuk. Tapi, karena ia merasa sangat lapar. Tadi sebelum tidur, Melati belum makan siang. Ia hanya uring uringan tidak jelas di tempat tidur menunggu kabar dari Daniel. Sebenarnya, tanpa Melati sadari. Daniel berhasil merebut hatinya. Hanya saja, Melati menepis itu semua. Tapi, semakin ia mengelak. Semakin dalam rasa itu tanpa ia sadari.
Melati bergerak ke dapur mencari sesuatu yang akan ia makan. Di lihatnya isi kulkasnya, masih ada sisa kimichi dan nasi sisa semalam. Ia memutuskan membuat nasi goreng kimichi saja. Tidak menunggu lama, nasi goreng kimichi ala chef Melati selesai ia buat. Melati pun, langsung melahap nasi goreng itu hingga tanpa sisa. Setelah itu, ia menyuci peralatan makan bekas makannya.
Menunggu sejenak , Melati kembali ke kamarnya untuk mandi. 20 menit kemudian, Melati keluar dari kamar mandinya dengan jubah mandinya yang besar. Ia melepas handuk yang membungkus rambutnya. Lalu Melati mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya. Setelah kering, Melati melepas jubah mandinya dan memakai baju. Lalu, mengambil alat sholatnya untuk menjalankan sholat ashar yang hampir saja lewat. Setelah sholat, Melati duduk sambil main ponselnya.
Pukul 07.30, Melati telah selesai bersiap menghadiri undangan peresmian dan pembukaan hotelnya Daniel. Ia terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun merah maron melekat indah di tubuhnya. Ia janjian dengan Dinda pergi bersama ke acara itu.
Pengawal di sana, membuka pintu mobil untuk Melati dan Dinda. Keduanya turun dengan elegan dari mobil. Pelayan hotel menyambut keduanya dengan baik karena mereka tau keduanya adalah wanita kesayangan Daniel. Tanpa Melati sadari ia di perlakukan begitu istimewa di sana. Daniel telah mewanti wanti pada pelayan di sana, agar memperlakukan keluarga pihak hotel, terutama Melati dengan baik. Pelayan mengantar keduanya menuju meja VIP. Semua mata melihat keduanya keduanya dengan tatapan kagum. Ada juga tatapan lapar dari pria pria hidung belang. Kaum hawa di sana ada memuji kecantikan keduanya, dan ada juga yang iri. Pasalnya, sebelum keduanya datang, suasana pesta dalam keadaan stabil. Namun, setelah keduanya datang semua pasang mata mengarahkan pandangannya pada Dinda dan Melati. Menyadari itu, Melati dan Dinda merasa sangat kesal dengan pria hidung belang dan tatapan sinis dari gadis gadis di sana. Begitu juga dengan Daniel dan Arka, mereka kagum dengan kecantikan wanita pujaanya. Lalu keduanya sadar, jika pujaanya di tatap seperti itu oleh orang lain. Terutama Daniel, ingin rasanya menyembunyikan Melati di dalam lemari agar tidak bisa di lihat oleh pria lain.
" Bunda." Teriak Arin melihat Dinda di sana.
" Hai sayang. Anaknya bunda. Udah lama ya di sini?" Ucap Dinda.
" Ngak kok bun, aku baru sampai sama oma." Ucap Arin.
" Trus omanya mana sayang." Tanya Dinda mencari keberadaan omanya Arin.
" Tuh oma ngobrol sama temannya." Jawab Arin menunjuk Mira
" Hai Arin cantik." Ucap Melati.
" Ehhh bunda ini siapa?" Tanya Arin pada Dinda.
__ADS_1
" Dia kakak cantiknya Arin. Kakak Melati." Jelas Dinda.
" Ohh kakak cantik. Arin ngak tau. Soalnya kakak cantik hari ini cantik banget." Ucap Arin
" Makasih Arin cantik." Ucap Melati mencubit gemas pipinya gadis mungil itu.
Arin pun menggandeng Dinda dan Melati ke meja yang di duduki olehnya dan omanya.
Acara pun di mulai. Terlihat Arka dan Daniel berganti bicara di podium memberikan sambutan untuk acara ini. Melati hanya fokus melihat ke arah Daniel saja. Pria yang berhasil membuatnya gelisah beberapa hari ini. Dari acara di mulai hingga pengguntingan vita, Daniel tidak menghampiri Melati ataupun sekedar menyapanya. Apalagi melirinya pun tidak. Ia lebih terlihat asik mengobrol dengan rekan bisnisnya dengan seorang gadis yang menempel di tubuhnya sepanjang acara di mulai.
" Daniel kok gitu sih. Kok dia cuek sama aku." Ucap Melati lirih.
" Apa semua yang kata cinta yang di ucapkannya padaku selama setahun terakhir ini hanya sebuah candaan semata." Ucap Melati menatap Daniel dari kejauhan.
" Apa aku udah ngak penting lagi di hidupnya." Tanya Melati pada dirinya sedih.
Padahal tanpa sepengetahuan Melati, Daniel diam-diam mencuri pandang kepadanya. Bukannya Daniel tidak ingin menghampiri ataupun menyapa Melati. Dia hanya ingin melihat bagaimana reaksi Melati saat ia berdekatan dengan gadis lain. Dan sepertinya ia berhasil. Ia tidak sengaja menatap Melati dalam keadaan sedih.
" Lebih baik aku pulang aja." Ucap Melati keluar dari pesta.
Menyadari keberadaan Melati sudah tidak ada di sana. Daniel pun segera mencari keberadaan Melati. Ia bertanya pada pelayan hotel tentang tentang Melati. Pelayan mengatakan jika Melati pergi keluar dari hotel. Mendengar itu, Daniel segera berlari mengejar Melati. Di luar, Melati berjalan ke arah halte untuk menunggu taksi. Ia tidak membawa mobil saat kemari. Karena ia menggunakan mobilnya Dinda saat datang ke acara itu. Daniel bertanya pada keamanan di sana kemana arah perginya Melati. Mereka mengatakan kalau Melati pergi ke arah halte.
Daniel segera berlari ke arah halte mengejar Melati. Melihat taksi datang, Melati memberhentikan taksi itu. Lalu ia segera naik taksi itu.
" Melati tunggu." Ucap Daniel membuka pintu taksi.
" Daniel. Kok kamu ada disni?" Ucap Melati kaget.
" Ayo turun." Ucap Daniel.
"Ngak mau. Pak ayo jalan." Ucap Melati menolak.
" Pak ini bayaran untuk anda karena calon istri saya tidak jadi naik taksi anda." Ucap Daniel mengeluarkan lima lembar uang pecahan seratus ribu.
" Terima kasih pak." Ucap supir taksi itu menerima uang itu.
" Udah ayo turun." Paksa Daniel menarik tangan Melati hingga Melati ikut turun dari taksi.
" Apa sih Daniel. Aku mau pulang." Ucap Melati.
" Pulang. Kenapa harus naik taksi?" Tanya Daniel.
" Ya karena aku ngak bawa mobil." Jawab Melati.
"Emang kak Dinda tau kalau kamu pulang duluan. Gimana kalau kak Dinda nyariin kamu?" Tanya Melati.
" Jadi dia nyariin aku, cuma karena kak Dinda saja. Melati kamu terlalu banyak berharap." Batin Melati menatap Daniel.
" Bukan urusan kamu. Udah lepas aku mau pulang. Sana kamu balik aja ke acara. Pasti semua orang nyariin kamu. Termasuk pacar kamu itu." Ucap Melati galak.
" Pacar yang mana sih? Aku ngak punya pacar." Ucap Daniel menggoda.
" Udah ngak usah bohong sama aku. Cewek yang nempel sama kamu itu kan pacar kamu." Ucap Melati.
" Heiii,, dia bukan pacar aku." Ucap Daniel.
" Ngak usah bohong sama aku. Dari mulai acara tuh cewek nempel terus sama kamu. Udah sana kamu balik. Aku ngak mau di bilang perebut pacar orang. Dasar semua pria sama aja" Ucapnya pergi.
" Hei mau kemana?" Cegah Daniel menarik tangan Melati.
" Apa sih Daniel." Ucap Melati menarik tangannya.
" Hei kamu cemburu ya." Goda Daniel.
" Cemburu. Hiii ngak kali." Ucap Melati ketus.
" Kalau ngak cemburu kenapa marah." Ucap Daniel
" Siapa yang marah sih." Ucap Melati nyolot.
__ADS_1
" Trus kenapa kamu pergi." Ucap Daniel menatap dalam Melati
" Aku ngantuk mau pulang."Ucap Melati enggan membalas tatapan Daniel.
Entah mengapa, saat di tatap Daniel seperti itu. Jantung Melati berdetak sangat cepat.
" Hei sayang tatap mata aku. Kamu cemburu aku sama cewek lain." Tanya Daniel lagi
" Ngak kau ngak cemburu." Jawab Melati membuang muka.
" Jawabnya liat mata aku." Ucap Daniel memegang dagu Melati.
" Aa,,, aa,, aku ngak cemburu."Jawab Melati Melati terbata.
" Kamu yakin sayang."
" I,,ii,, iya aku yakin." Ucapnya gemetaran.
Hingga akhirnya, Melati tidak bisa lagi menahan air matanya agar tidak jatuh.
Melihat Melati menangis, Daniel membawa Melati ke dalam pelukannya. Melati menangis segugukan dalam pelukan Daniel. Daniel mengelus pelan belakang Melati.
" Udah jangan nangis lagi." Bujuk Daniel.
" Kamu jahat. Saat aku mulai nyaman sama kamu. Kenapa kamu malah menggandeng wanita lain. Apa semua kata cinta yang kamu ucapkan sama aku itu hanyalah bualan saja." Ucap Melati memukul dadanya Daniel.
Daniel membiarkan Melati meluapkan kemarahannya hingga ia tenang.
" Udah syuuuttt. Jangan nangis lagi ya." Ucap Daniel menghapus air matanya Melati.
" Aku minta maaf sayang. Aku ngak ada maksud kayak gitu tadi. Aku cuma ingin melihat reaksi kamu saat aku dekat sama dengan wanita lain. Karena sejujurnya, aku lagi membuat kamu menyadari kalau kamu juga memiliki rasa yang sama untuk aku." Jelas Daniel pada Melati.
" Dan kamu berhasil. Aku sudah sadar selama ini aku juga memiliki rasa yang sama denganmu. Saat kamu cuekin aku dan hilang kabar, awalnya aku biasa saja. Tapi lama-lama aku ngak bisa. Aku ngak bisa kalau ngak ada kabar dari kamu sehari saja. Karena selama setahun terakhir ini, hidup aku selalu berada di bawah bayang bayangmu. Saat kamu cuekin aku, ternyata aku ngak bisa. Aku bisa kamu cuekin kaya gitu. Aku ngak sanggup Niel. Hikssss hikssss." Ucap Melati sambil menangis tersedu sedu.
" Iya sayang maafin aku ya. Sejujurnya aku ngak sanggup kalau ngak dengar suara kamu walau hanya sehari saja. Tapi semua itu aku tahan. Aku tetap pada pendirian aku untuk membuat kamu mencintaiku." Ucap Daniel.
" Melati sayang?" Panggil Daniel lembut.
" Apa." Jawab Melati menatap Daniel.
" Berarti sekarang kita jadian dong?" Tanya Daniel memastikan.
Melati hanya menganguk malu pertanda iya. Daniel sangat senang mendapat jawaban seperti itu dari Melati. Ia pun memeluk Melati dengan erat.
" Makasih sayang. Aku bahagia banget. Akhirnya, penantian aku berbuah manis." Ucap Daniel memeluk Melati.
Melati diam saja membalas pelukan Daniel dengan eratnya. Daniel pun melepas pelukan keduanya. Ia menatap Melati begitu dalam. Lalu ia mengecup kening Melati dengan mesra. Melati memejamkan matanya saat Daniel mengecupnya. Setelahnya, Daniel beralih pada bibir merah Melati. Ia mengecup lalu ******* dengan lembut bibir itu. Melati membalasnya dengan lembut pula. Ciuman keduanya bukan ciuman nafsu. Tapi ciuman pertanda cinta dari keduanya.
Setelah itu, Daniel kembali mengecup kening Melati begitu lama dan memeluk Melati kembali. Merasa puas berpelukan, Daniel dan Melati saling menatap penuh cinta.
" Jangan kecewakan aku Niel!" Pinta Melati.
" Tidak akan sayang. Mendapatkanmu begitu susah. Masa iya harus aku kecewakan. Itu namanya aku bodoh." Ujar Daniel.
" Kau milikku Daniel." Ucap Melati penuh penekanan.
" Iya aku milikmu sayang. Dan kamu pun begitu, hanya milik Daniel seorang." Balas Daniel hangat.
" Kamu ngak malu kan sama status aku." Tanya Melati.
" Ngak dong sayang. Aku ngak peduli sama status kamu dan masa lalunya kamu." Jawabnya.
Melati menatap Daniel dengan dalam. Ia mencari kebohongan di mata Daniel, tetapi tidak ia temukan. Ia pun tersenyum bahagia menatap kekasihnya.
" Ayo kita kembali ke pesta." Ucap Melati tersenyum manis.
" Iya sayang." Ucap Daniel.
Keduanya berjalan bergandengan tangan menuju hotel. Daniel memberikan jasnya pada Melati. Karena di lihatnya Melati kedinginan. Keduanya menaiki lift. Di dalam lift Daniel mengirimkan pesan pada seseorang.
__ADS_1