Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 75


__ADS_3

Pak Burhan mengajak Daniel untuk makan malam bersama. Daniel pun menerimanya. Laura yang tau hal itu, terlihat sangat senang. Malam ini ia berencana akan membuat jebakan untuk Daniel agar dapat ia miliki selamanya.


" Bersabarlah Laura, sebentar lagi rencanamu akan berhasil. Dan setelah itu kau akan memiliki Daniel sepenuhnya. Aku akan membuat Melati mati perlahan. Ohh iya bagaimana dengan si tua bangka itu. Ahhhh nanti saja ku pikirkan itu. Daniel ku sayang. Tunggu aku. Hmm sempurna. Kau memang cantik Laura. Hahahaha" Ucap Laura selesai berhias diri.


Setelah itu, ia menemui pak Burhan untuk pergi bersama ke tempat yang di tuju.


" Kau sangat cantik sayang." Puji pak Burhan pada Laura.


" Aaaa mas bisa aja. Aku kan jadi malu." Ucap Laura tersenyum.


" Iya sayang. Mas tidak bohong. Aku jadi tidak sabar untuk menikahimu nanti. Kamu mau kan sayang?" Tanya pak Burhan.


" Tentu mau dong mas. Aku kan cinta sama mas." Ucap Laura.


" Setelah proyek ini selesai. Aku akan segera ,melamarmu secara resmi dan melangsungkan pernikahan kita sayang." Ucap pak Burhan mantap.


" Iya mas." Ucap Laura tersenyum.


" Sialll. Sebelum itu terjadi, Daniel harus secepatnya ku jadikan milikku. Burhan memang kaya. Tapi ia tidak sekaya Daniel. Dia juga memang perkasa di ranjang. Tapi aku yakin Daniel pasti lebih dari itu. Hahahaha aku sudah tidak sabar merasakan keperkasaanmu Daniel sayang. Tunggulah lagi. Aku juga akan memberikan servis terbaik untukmu baby." Ucap Laura licik dalam hati.


Daniel telah bersiap menuju tempat makan malam bersama pak Burhan dan Laura. Tapi sebelum itu, ia menelpon Melati dulu. Tapi karena tidak di angkat oleh Melati. Ia memutuskan untuk menghubungi Melati kembali.


Lalu ia pergi menemui pak Burhan.


" Selamat malam paman. Maaf kalau kalian tidak menunggu lama." Ucap Daniel sopan.


" Tidak apa-apa kok Daniel. Ayo silahkan duduk." Ucap pak Burhan.


" Karena kamu sudah ada disini, langsung saja kita pesan makan malamnya." Ucap pak Burhan sambil melambaikan tangannya kepada pelayan yang ada di sana.


Laura tampak tersenyum. Karena Pelayan yang di panggil oleh pak Burhan adalah orang di ajaknya kerja sama. Ia mengidipkan matanya ke arah pelayan itu tanpa sepengetahuan Daniel dan pak Burhan.


Setelah menunggu lama. Makanan pesanan mereka pun datang. Mata Laura terus melihat ke arah pelayan itu. Pelayan seakan mengisyaratkan jika minuman untuk Daniel sudah ia beri obat perangsang darinya. Mengetahui hal itu, Laura tersenyum senang.


" Silakan di nikmati tuan dan nona. Semoga menu restoran kami sesuai dengan selera anda tuan dan nona." Ucap pelayan itu.


" Iya terima kasih." Ucap pak Burhan.


" Ayo Daniel, Laura sayang. Selamat makan." Ucap pak Burhan.


Mereka pun mulai menyantap makan malam mereka masing-masing.


Di tempat lain, Melati kembali dari kamar mandi. Ia mengambil handphone dan keluar kamar menuju meja makan. Ia melihat ada panggilan tak terjawab dari Daniel. Ia pun menelepon Daniel balik.


Laura tersenyum senang saat Daniel hendak meminum minumannya. Tapi saat akan di minum, ponsel Daniel berbunyi. Ia pun meletakkan kembali minumannya.

__ADS_1


" Aaaa sial. Siapa sih yang menelepon. Bisa bisanya ia menggagalkan rencana ku. Tenang Laura setelah itu Daniel pasti akan meminum kembali minuman itu. Bersabarlah sebentar lagi." Gerutu Laura dalam hati.


Daniel mengangkat panggilan itu yang tak lain adalah istrinya Melati.


" Halo sayang." Ucap Daniel.


" Halo Juga mas." Balas Melati.


" Rupanya Melati. Okey tidak masalah. Bicara lah sepuasmu Melati dengan Daniel. Karena sebentar lagi, Daniel akan jadi milikku. Ini yang terakhir kau berbicara manis dengannya. Setelah ini, tidak akan ku biarkan kalian berbicara manis seperti itu lagi. Karena apa, setelah ini hanya ada air mata saja yang akan dapatkan. Hahahaha. Aku pintar bukan." Ucap Laura licik dalam hati.


" Maaf paman, bolehkah aku berbicara dengan istriku?" Tanya Daniel.


" Tentu saja boleh Daniel. Bicaralah apa lagi istrimu sedang hamil. Makananmu juga sudah habis bukan." Jawab pak Burhan.


" Baik paman." Ucap Daniel.


" Mas, maaf. Tadi saat kau menelpon, aku sedang ada di kamar mandi. Jadi tidak sempat ku angkat." Ucap Melati.


" Iya sayang tidak apa-apa. Apa kau sudah makan?" Tanya Daniel.


" Ini aku sedang menuju meja makan untuk makan malam bersama kak Dinda dan mas Arka." Jawab Melati.


" Makan yang banyak ya sayang. Agar kau dan calon anak kita sehat selalu hingga lahiran nanti." Ucap Daniel perhatian.


" Iya suamiku sayang. Mas sendiri sudah makan?" Tanya Melati balik.


" Apa mereka tidak marah, mas sedang menelepon denganku?" Tanya Melati.


" Tidak sayang." Jawab Daniel.


" Sayang jangan lupa minum susu hamilnya ya!" Ucap Daniel mengingatkan.


" Iya mas. Tapi sus hamilnya rasanya tidak enak. Mungkin selama ini yang mas membuatnya. Makanya rasanya aneh saat aku yang membuatnya. Si dedek maunya papinya yang membuatkan." Jawab Melati manja.


" Baiklah sayang. Kalau pulang nanti, mas yang akan membuatkan untuk kalian nanti." Ucap Daniel.


" Sayang coba dekatkan ponselnya di perut kamu. Mas ingin berbicara dengan si dedek." Ucap Daniel.


" Baik mas." Jawab Melati.


Daniel begitu asik berbicara dengan istri dan calon anaknya. Ia lupa kalau ia masih bersama dengan pak Burhan dan Laura.


Laura terlihat menahan kesal mendengar kemesraan yang di tunjukkan Daniel pada Melati. Pak Burhan hanya tersenyum bahagia melihat begitu perhatiannya Daniel pada istrinya.


Setelah cukup puas, ia mengakhiri panggilannya dengan Melati.

__ADS_1


" Ekkkkhhh,,,maaf paman aku lupa waktu." Ucap Daniel tidak enak.


" Tidak apa Daniel. Paman pun akan begitu kalau berbicara dengan istri sendiri." Ucap pak Burhan memaklumi.


Daniel hanya tersenyum saja. Lalu meminum minumannya. Laura tersenyum puas melihatnya.


" Yessss, sebentar lagi kau akan jadi milikku Daniel." Ucap Laura girang dalam hati.


Mereka pun mengobrol seputar kerja sama yang sedang mereka kerjakan. Tidak lama kemudian, Daniel merasa yang tidak beres dengan tubuhnya.


" Ahhhhh sial. Wanita itu menjebakku." Ucap maki Daniel dalam hati.


Ia berusaha untuk tetap baik baik saja. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.


Melihat Daniel yang tidak menunjukkan respon apapun membuatnya merasa kesal setengah mati.


" Kenapa Daniel tidak memberikan reaksi apapun. Apa obat itu belum bekerja. Tapi seharusnya sudah bekerja. Itu adalah obat yang kuat. Obat yang sering ku pakai dulu untuk menjebak Aditya dan Burhan." Batin Laura sambil memperhatikan Daniel yang terlihat biasa saja.


" Sudah terlalu malam. Lebih baik kita pulang saja Daniel." Ucap pak Burhan.


" Baik paman." Ucap Daniel.


" Mas, lebih baik kita pulangnya semobil saja. Hotel tempat kita menginap kan sama." Ucap Laura.


" Benar Daniel. Lebih baik kita pulangnya satu mobil saja." Ucap pak Burhan membenarkan ucapan Laura.


" Tidak usah paman. Aku pulang sendiri saja." Ucap Daniel menolak.


" Tapi kenapa kau terlihat berkeringat Daniel?" Tanya pak Burhan.


" Tidak apa-apa paman." Jawab Daniel.


" Benarkah?" Tanya pak Burhan memastikan.


" iya paman. sudah paman pulang saja duluan. Aku masih ingin di sini." jawab Daniel.


Daniel sudah tidak kuat lagi menahan reaksi dari obat itu. Ia berusaha mati matian agar tetap baik baik saja di depan Laura dan pak Burhan.


Namun Laura sudah tau jika obat yang ia berikan pada Daniel sudah bereaksi. Ia terlihat sangat senang.


" Baiklah kalau begitu kami duluan saja." Ucap pak Burhan.


" Sepertinya obat itu sudah bereaksi. Baiklah sayang. Aku akan menunggumu di kamar saja kalau begitu." Batin Laura tersenyum.


Laura sudah memiliki kunci cadangan untuk kamarnya Daniel. Karena Laura berhasil menyongok resepsionis untuk meminta kunci kamarnya Daniel. Ia juga telah berencana akan memberikan obat tidur pada pak Burhan agar tetap berada di dalam kamarnya dan tidak curiga atas apa yang akan ia lakukan sebentar bersama Daniel.

__ADS_1


Setelah pak Burhan dan Laura pergi. Orang yang di hubungi Daniel telah datang. Ia memapah Daniel menuju mobil. Ia membawa Daniel ke suatu tempat. Yang jelas bukan menuju hotel tempat ia menginap.


__ADS_2