
Melati pun menoleh ke arah Daniel" Dan aku tidak sabar menantikan hari itu." Ucapnya tersenyum pada Daniel.
" Dan aku adalah pria yang paling bahagia bersanding denganmu kelak di pelaminan." Ucap Daniel mengeratkan pegangan tangannya pada Melati. Melati tersenyum bahagia mendengar penuturan Daniel barusan.
" Tuan Daniel.." Sahut seseorang dari belakang mereka.
Mendengar suara orang memanggil Daniel, keduanya pun menoleh ke arah sumber suara itu. Dan alangkah kagetnya Melati melihat orang yang berada di depannya saat ini.
" Mas, Aditya." Ucap pelan, namun masih bisa di dengar jelas oleh Daniel.
" Tuan Aditya. Bagaimana kabarnya?" Ucap Daniel mendekati Aditya dan berjabat tangan dengannya.
" Saya sangat baik." balas Aditya.
Aditya pun melihat ke arah belakang Daniel. Ia melihat seorang wanita yang ia kenali dan yang di rindukannya. Daniel pun mengikuti arah mata Aditya yang tertuju pada Melati.
" Melati". Ucap Aditya.
Melati hanya diam saja saat Aditya memanggil namanya.
" Apa anda mengenalnya tuan Aditya?" Tanya Daniel pura-pura tidak tau tentang hubungan keduanya di masa lalu di hadapan Aditya.
" Iya. Dia siapanya anda tuan Daniel?" Jawab Aditya, lalu bertanya. Karena tadi ia sempat melihat Daniel dan Melati saling berpegangan tangan.
" Dia adalah calon istri saya tuan Aditya." Jawab Daniel.
Mendengar penuturan dari Daniel, Aditya diam membisu.
" Sayang kemarilah." Ucap Daniel pada Melati.
Melati pun berjalan ke arah Daniel.
" Sayang kenalkan ini tuan Aditya rekan bisnisku." Ucap Daniel.
" Salam kenal tuan Aditya." Ucap Melati.
__ADS_1
Aditya hanya diam saja tanpa membalas ucapan Melati. Matanya terus menatap wajah Melati.
" Sayang, aku akan mengangkat panggilan dulu." Ucap Daniel meninggalkan Melati dan Aditya berdua.
Sepeninggalan Daniel, Aditya mulai membuka suaranya pada Melati.
" Melati aku bisa bicara berdua denganmu?" Ucap Aditya.
" Bisa." Jawab Melati.
" Aku mau kita bicara, tapi tidak di sini. Tapi di sana." Ucap Aditya menunjuk arah balkon yang terlihat sepi.
" Kalau ada yang ingin di katakan, katakan di sini saja mas. Tidak perlu di tempat lain." Ucap Melati.
" Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Ku mohon jangan di sini." Ucap Aditya.
" Baiklah." Ucap Melati.
Melati menyetujui kemauan Aditya, karena tidak baik jika mereka berbicara di sana.
Aditya menghela nafasnya dan berkata " Bagaimana kabarmu Mel?
" Kabarku baik mas?" Balas Melati.
" Iya kau terlihat semakin baik saja. Bahkan terlihat semakin cantik." Ucap Aditya.
" Ya begitulah." Ucap Melati.
" Apa kau mencintai Daniel, rekan bisnisku?" Tanya Aditya.
" Ya aku sangat mencintainya. Setelah perceraian kita, aku bahkan menutup hatiku untuk tidak jatuh cinta lagi karena kenangan masa lalu begitu buruk. Bahkan aku memberikan dinding yang tinggi untuk itu. Tapi Daniel dengan tekadnya merobohkan dinding yang ku buat itu. Ia berhasil meyakinkan aku untuk bahwa jatuh cinta itu tidak selamanya buruk. Dan juga meyakinkan aku agar menerima cintanya." Jawab Melati.
" Maaf untuk itu." Ucap Aditya menunduk.
" Ya aku sudah memaafkan semuanya. Oh iya ku ucapkan selamat untuk pernikahanmu dan Natasya mas. Walaupun itu terlambat, tapi sekali lagi aku ucapkan selamat. Semoga pernikahanmu kali akan menjadi pernikahan yang terakhir untukmu." Ucap Melati tulus.
__ADS_1
" Ya terima kasih. Tapi aku tidak mencintai Natasya. Sampai kini di hatiku masih tertulis namamu. Aku menikahinya hanya karena keinginan kedua orang tuaku saja." Ucap Aditya.
" Mas hapuslah namaku di hatimu. Gantilah dengan nama Natasya. Karena dia yang lebih berhak. Sekarang dia istrimu, dia yang lebih berhak untuk kamu dan dirimu. Sedangkan aku hanyalah masa lalumu saja. Sudah tidak pantas aku memiliki cinta darimu lagi." Ucap Melati.
" Tapi aku tidak bisa. Aku hanya mencintaimu saja. Tidak bisakah kau kembali padaku lagi. Kalau kau mau aku bisa menceraikan Natasya kapan pun kau mau. Aku janji akan berusaha membahagiakanmu lagi sayang." Ucap Aditya.
" Mas jangan konyol. Walaupun kau Bercerai dengan Natasya, aku tidak akan kembali padamu mas. Kedua orang tuamu tidak menyukaiku sebagai menantu." Ucap Melati kesal.
" Tapi aku.."
" Sudalah mas. Kau bukan sebab dari perceraian kita bukan hanya masalah kedua orang tuamu saja. Tapi kau juga pernah mengkhiantiku dengan sekretarismu yang tak lain temanku sendiri." Ucap Melati.
" Iya aku tau. Bodohnya aku melakukan itu padamu." Ucap Aditya dengan wajah sedih.
" Ya kau memang bodoh. Kau akan semakin bodoh jika kau sia siakan cinta wanita yang kini menjadi istrimu jika hati dan pikiranmu terus tertuju pada masa lalu." Ucap Melati.
" Lepaskan cintamu padaku mas. Berikan pada Natasya. Dia yang berhak atas itu. Biarkan aku bahagia dengan pilihanku yang kini. Aku juga ingin bahagia menjalani hidupku setelah berpisah denganmu. Aku ingin menikah punya bersama Daniel. Jadi ku mohon ikhlaskan semua yang terjadi ini mas." Ucap Melati.
Aditya hanya diam saja mendengar perkataan Melati. Karena memang betul selama ini ia selalu berusaha menolak jika Natasya mendekat untuk mengambil hatinya. Karena baginya cinta yang ia miliki itu hanya untuk Melati seorang. Karena ia yakin Melati masih sangat mencintainya. Tapi keyakinannya itu patah saat melihat Melati bersama rekan bisnisnya. Dan rekan bisnisnya itu mengatakan jika Melati adalah calon istrinya. Ia juga mendengar sendiri dari mulut Melati jika ia sangat mencintainya dan sudah tidak ada lagi rasa di hatinya untuk dirinya lagi. Ingin rasanya ia memaksa Melati untuk menerima cintanya lagi. Tapi itu tidak mungkin, yang Melati bukan mencintainya seperti dulu malah akan membencinya. Ia tidak ingin itu terjadi. Ia sadar, Melati berhak bahagia walau itu tidak dengannya. Tapi apa mungkin ia akan memberikan cintanya pada wanita yang kini telah jadi istrinya. Rasanya tidak mungkin. Karena ia tidak berpikir untuk mencintainya. Memang ia sudah mau membuka diri dengan Natasya. Tapi itu semua ia lakukan, karena tidak ingin menyakiti mertuanya lebih jauh lagi. Bukan karena ingin membuka hati pada Natasya. Ahhh sudah lah, biarkan semuanya mengalir dengan sendirinya. Biarkan waktu yang akan menjawabnya.
" Baiklah. Maafkan perkataanku tadi. Kau benar tidak seharusnya aku seperti itu. Semoga kau bahagia dengan pilihanmu. Semoga Daniel bisa membahagiakanmu lebih dari aku." Ujar Aditya.
" Terima kasih mas. Aku lega mendengarnya. Dan semoga kau bahagia dan bisa mencintai Natasya mas." Ucap Melati.
" Yq semoga saja." Ucap Aditya tersenyum kecut.
Daniel tadi berpura-pura menerima telepon. Ia ingin memberikan waktu untuk Aditya dan Melati untuk mengobrol. Ia juga ingin melihat reaksi Melati saat bertemu dengan mantan suaminya. Saat melihat Aditya dan Melati berjalan ke tempat lain. Daniel pun mengikutinya. Ia ingin mendengar apa yang mereka bicarakan. Ketika Aditya bertanya apakah ia mencintai Daniel. Jantung Daniel berdetak lebih cepat menunggu jawaban dari Melati. Saat Melati mengatakan sangat mencintai dirinya, hatinya merasa sangat lega. Namun pada saat Aditya meminta untuk kembali padanya, darah Daniel terasa mendidih mendengar itu semua. Ingin rasanya ia menghajar Aditya. Tapi ia tersenyum kembali dengan lantangnya Melati kau ia menolak karena tidak lagi mencintai Aditya dan hanya mencintai dirinya seorang. Senyum bahagia terus mengembang di wajahnya.
Di sisi lain seorang wanita terlihat kebingungan mencari keberadaan suaminya. Matanya melihat kesana kemari tapi ia tidak menemukan wajah suaminya berada. Ia pun berjalan terus dan di lihatnya suaminya sedang bersama dengan seorang wanita tak lain adalah mantan istrinya di balkon. Ingin rasanya ia melabrak mereka di sana. Tapi ia urungkan karena ia ingin mendengar apa yang mereka bicarakan. Seperti Daniel, hatinya terasa sakit mendengar pengakuan suaminya di hadapan wanita yang selama ia saingi agar bisa mendapatkan cintanya mengatakan kalau tidak pernah mencintai dirinya. Air mata lolos begitu saja dari matanya. Sangat sakit. Mengapa suaminya berkata seperti itu pada wanita lain. Apalagi wanita itu adalah mantan istrinya. Selama mereka menikah nama wanita itu yang selalu suaminya ucapkan.
" teganya kau mengatakan seperti itu padanya mas. Apa aku memang tidak berarti sama sekali untukmu mas Aditya." Ucapnya Menangis.
Ya wanita itu adalah Natasya. Ia sedang menguping pembicaraan suaminya Aditya dengan mantan istrinya Melati.
" Aku akan mencoba sekali lagi mas. Jika tetap tidak bisa. Aku akan menyerah mas. Aku akan meminta cerai darimu dan membebaskanmu dari tali pernikahan kita." Ucapnya.
__ADS_1