Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 21


__ADS_3

Namun walaupun begitu, Nastasya tidak ingin menyerah begitu saja. Ia sudah sampai tahap ini dengan perjuangan berat. Ia akan tetap melayani suaminya itu. Mulai dari mengurus rumah dan belajar memasak dengan mengikuti kursus memasak. Natasya yakin ia pasti bisa mengambil hati suaminya itu secara perlahan tapi pasti.


~~~~


Pagi ini Melati bersiap siap pergi ke rukonya. Setelah semalam pak Rahmad meneloponnya bahwa hari ini adalah hari di mulainya renovasi ruko miliknya. Melati menunggu selama beberapa hari untuk itu. Setelah pak Rahmat mendapatkan tukang yang akan mengerjakan renovasi rukonya, Melati segera mengirimkan uang untuk membeli bahan bangunan untuk merenovasi rukonya itu. Dan hari ini ia akan menyaksikan langsung tahap pertama perombakan ruko miliknya itu. Hari ini Melati tidak kesana sendirian. Dinda akan menemaninya kesana. Karena waktu pak Rahmat menelepon Dinda sedang berada di rumah Melati. Saat itu mereka sedang memasak bersama, bahkan Dinda juga menginap di rumah Melati.


Tin.. Tinn...


Klason suara mobil Dinda di depan rumah Melati. Mendengar suara klakson mobil, Melati pun segera keluar dari rumahnya. Setelah mengunci rumahnya. Melihat segera menghampiri mobil Dinda.


" hai kak" sahut Melati membuka pintu mobil pada Dinda


" hai juga Mel, kita langsung ke lokasi kan" jawab Dinda


" iya kak, kita langsung kesana" ucap Melati


" ya udah ayo. Pasang sabuk pengamanmu Mel" ucap Dinda


" ini kak, baru aja mau di pasang kok. Nah ini udah kan" jawab Melati


" berangkat kitanya" ucap Dinda mulai melajukan mobilnya menuju rukonya Melati


Dalam perjalanan sesekali Dinda dan Melati mengobrol juga becanda juga. Saat lokasi ruko Melati sudah dekat. Melati singgah sebentar di mini Market membeli air minum untuk pekerja di sana. Tidak lupa juga Melati membeli kue yang di jajakan oleh penjual di jalanan padanya. Setelah membeli semuanya. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke ruko milik Melati.


Setibanya di sana, terlihat para pekerja mulai ruko milik dari Melati. Melati dan Dinda pun turun dari mobil setelah Dinda berhasil memakirkan mobilnya. Melati langsung mencari pak Rahmat di sana. Setelah bertemu pak Rahmat Melati pun meminta bantuan pak Rahmad untuk mengangkat air mineral di mobil Dinda. Pak Rahmat pun mengangkat air mineral itu ke dalam rukonya Melati.


" pak ini juga ada kue saya beli tadi di jalan. Tolong bagikan pada pekerja yang lainnya ya" ucap Dinda pada pak Rahmad


" oh iya nak Melati. Bapak bagikan dulu pada mereka semua" jawab pak Rahmat pergi membagikan kue yang di bawah Melati.


Setelah selesai membagikan kue, pak Rahmad menghampiri Melati dan Dinda.


" nak Melati dan Dinda ayo duduk dulu" tawar pak Rahmat pada Dinda dan Melati


" ehh iya pak Rahmat terima kasih" jawab Melati


Dinda dan Melati pun duduk di kursi yang di sediakan oleh pak Rahmat. Begitu pula dengan pak Rahmad ikut duduk juga.


" pak Rahmat kira kira berapa lama pengerjaan dari ruko ini ya" tanya Melati


" setelah saya dan ketua dari tukang yang bekerja berbicara. Kira kira sekitar satu bulan nak Melati pengerjaannya. Tapi mereka akan mengusahakan lebih cepat dari itu" jawab pak Rahmat


" oh begitu ya pak. Bisa temani saya melihat lihat para pekerja dulu pak. Sekalian saya juga mau menyapa para pekerja di sini " ucap Melati


" iya bisa nak Melati" jawab pak Rahmat


" kak Dinda mau ikut Melati melihat lihat rukonya" tanya Melati pada Dinda

__ADS_1


" tentu ding Mel, jauh jauh kak ikut kamu, masa ngak ngeliat ruko kamu" jawab Dinda


" ayo kak. Pak Rahmat juga mari" ajak Melati


Pak Rahmat pun membawa Dinda dan Melati melihat lihat para pekerja yang sedang mengerjakan rukonya Melati.


" selamat pagi semuanya" seru pak Rahmat pada para pekerja di sana


" pagi juga pak Rahmat" jawab para pekerja kompak


" ini perkenalkan, ini namanya nak Melati. Beliau adalah pemilik dari ruko yang sedang kalian renovasi ini" jelas pak Rahmad


" dan yang di samping ini adalah kakanya nak Melati namanya nak Dinda " lanjut pak Rahmad


" hai semuanya" seru Dinda dan Melati bersamaan


" hai juga neng neng cantik" jawab mereka becanda


" hehehe, bapak bapak bisa ajah" jawab Melati tersenyum manis


" memang benar kok neng. Iya kan bapak bapak" seru salah satu pekerja di sana


" awas loh pak ketahuan istrinya kalo bapak sedang merayu saya sama ka Dinda" goda Melati pada mereka


" waduh jangan sampe neng. Saya ngak tidur di luar. Soalnya saya paling ngak bisa tidur kalo ngak meluk istri saya" ujar salah satu pekerja di sana dan di sambut tawa oleh mereka semua yang ada di sana


" iya baik neng Melati. Akan kami usahakan ruko neng akan jaid cage yang bagus nantinya" jawab ketua pekerjaan di sana


" iya pak. Kalau begitu saya tinggal dulu ya" ucap Melati


" ayo pak Rahmat kak Dinda" ajaknya pada Dinda dan Pak Rahmat.


Hari pun semakin siang. Melati dan Dinda pun pamit undur diri pada pak Rahmat. Dinda melanjukan mobilnya ke Cafe terdekat. Karena mereka sudah merasa Perut mereka lapar dan minta di isi. Begitu sampai di Cafe, Melati dan Dinda la turun dari mobil dan memasuki cafe tersebut.


Di dalam Cafe Dinda dan Melati mencari kursi kosong. Setelah mendapat kursi kosong mereka pun langsung duduk di situ. Dinda pun memanggil pelayan yang sudah selesaisedang melayani pelanggan di sebelah meja mereka.


" mbak ke sini" ucap Dinda


" iya kak sebentar" jawab pelayan itu berjalan ke tempat Dinda dan Melati


" iya kak, mau pesan apa. Ini buku menunya silakan di lihat lihat dulu" ucap pelayan itu menyerahkan buku menu pada Melati dan Dinda. Dan dia bersiap menulis apa yang akan di pesan oleh Dinda dan Melati. Melati dan Dinda pun membuka buku menu itu dan melihat apa yang akan mereka pesan nanti.


"eem,, mbak saya pesan nasi goreng seafood satu, trus minumnya aku es jeruk aja" ucap Melati


" iya kak, saya catat dulu" jawab pelayan itu mencatat menu yang di pesan Melati


" kalau aku mbak, aku mau pesan ayam geprek ajah. Cabenya di banyakin ya mbak. Trus minumnya samain aja kayak Melati. Jangan lupa di banyakin esnya juga mbak" ucap Dinda menutup kembali buku menunya.

__ADS_1


" hanya itu mbak. Apa ada lagi" tanya pelayan itu.


" Mel, mau pesan apa lagi. Itu buku menu punya kamu masih ke buka" tanya Dinda pada Melati


" eehh,, aku maunya caffucino sama dessert tiramisu ini ya mbak seperti enak" ucap Melati


" aku juga mau Mel, mbak tambahin ke catatan aku juga" seru Dinda


" baik kak. Mohon tunggu sebentar ya. Saya akan memberikan pesanan kakak pada chef yang ada di dapur dulu" ucap pelayan itu undur diri ke belakang


" iya silahkan mbak" hanya Melati yang menjawabnya karena Dinda sedang memainkan hpnya


Setelah menunggu cukup lama. Makanan Dinda dan Melati pun tiba.


" ini kak, makananya kakak tadi. Sesuai dengan pesanan kakak tadi kan" ucap pelayan ini usai menyanyikan makanan mereka


" iya mbak. Semuanya sesuai pesanan kita tadi" jawab Dinda


" ya sudah silakan di nikmati ya kakak. Semoga kakak berdua menyukai menu di cafe kami ini" ujar pelayan ini dengan sopan


" iya mbak" jawab Melati


" kalau begitu saya undur diri" ucap pelayan itu


" iyiya silakan mbak" jawab Melati


Melati dan Dinda pun segera menyantap makanan yang ada di depan mereka itu. Mereka sungguh menikmati makanan mereka masing-masing. Apalagi di tambah perut mereka yang sedang keroncong, makanan itu semakin menambah selera makan Dinda dan Melati.


" alhamdulillah kenyang juga Mel" ujar Dinda menghabiskan makanan miliknya


" iya kak, sama aku juga. Ternyata makanan di sini enak banget ya kak" susul Melati yang juga sudah menghabiskan nasi goreng miliknya


" iya benar Mel, ini dessert kita cobain Mel" ucap Dinda pada Melati


" iya kak" jawab Melati


" hmmm,, dessertnya enak juga. Pas di lidah ngak terlalu enek gitu di leher" ujar Melati


" iya Mel kamu benar" ucap Dinda


Melati dan Dinda pun melajutkan makan mereka dengan menyantap makanan penutup mereka juga cofi mereka. Setelah habis makanan mereka. Dinda dan Melati pun segera membayar bil mereka.


Dinda dan Melati pun pulang menuju rumah mereka. Dinda tidak langsung mengantar Melati ke ruangannya. Dinda membawa Melati ke rumahnya terlebih dahulu. Ia ingin memasak makan malam bersama Dinda di rumahnya. Karena adiknya Daniel menyuruh Dinda untuk makan malam di rumah mereka. Dan Melati sendiri pun menawarkan untuk memasak makan malam itu bersama Dinda.


#*****sampai sini dulu ya cerita hari ini. Author ngeupnya jam satu malam loh. Author rela begadang demi kalian semua ya🤩🤩😘😍


Jangan lupa juga dukung author dengan cara Like dan Komen ya👍🤗🤣🤣. Nantikan cerita selanjutnya dari Author ya teman dumay author. Heheheh*** 😁😁🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2