Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 70


__ADS_3

Natasya sudah kembali ke rumah. Mereka masih menempati rumah orang tua Natasya sesuai keputusan Aditya. Bisa saja Aditya mengajak Natasya tinggal di rumah orang tuanya. Tapi mengingat sikap dan perilaku maminya yang sudah berubah pada Natasya. Ia mengurungkan niatnya. Ia tidak ingin maminya mengatur hidupnya. Cukup sekali ia gagal membina rumah dengan orang yang di cintainya karena mengikuti keinginan orang tuanya. Ya walaupun bukan sepenuhnya salah mereka. Tapi mereka berperan besar dalam hal itu.


" Mas, kamu udah mau berangkat?" Tanya Natasya.


" Iya, aku berangkat sekarang ya. Kamu baik-baik di rumah. Jangan lupa di minum obatnya. Kalau ada apa-apa, hubungi aku saja." Jawab Aditya.


" Iya mas. Kan di rumah juga ada mama." Ucap Natasya.


" Iya Dit. Kamu kerja yang tenang. Mama akan menjaga Natasya kok. Mama juga bakalan ingatkan Natasya agar tidak lupa minum obatnya." Ucap mama Natasya.


" Ya udah, kalau gitu aku berangkat sekarang ya." Ucap Aditya mengecup kening Natasya.


" Iya mas. Hati hati di jalan." Ucapnya sambil mencium tangan Aditya.


" Iya sayang." Ucap Aditya naik ke dalam mobilnya.


Melihat mobil Aditya meninggalkan rumahnya, Natasya dan mamanya duduk sambi berbincang di ruang tv.


" Ma, kapan papa pulang?" Tanya Natasya.


" Mungkin lusa sayang. Kenapa emang?" Jawab mama.


" Ngak nanya aja." Ucap Natasya.


" Maminya Aditya, gimana kabarnya?" Tanya mama.


" Mami baik kok ma." Jawab Natasya.


" Kenapa mama nanyain mami? Tumben. Ngak kayak biasanya." Tanya Natasya.


" Ngak kok. Cuman mama ngerasa, mertua kamu kayak udah berubah gitu ama kamu." Jawab mama.


" Aaaaa, perasaan mama aja. Mami masih kayak biasanya kok sama aku. Cuma memang akhir akhir ini aku maupun mami belum saling mengabari." Ujar Natasya.

__ADS_1


" Ohh. Tapi perasaan mama, ada yang beda aja gitu sama mertua kamu itu sayang. Biasanya dia sering ngajak mama ketemuan walau hanya sekedar ngobrol gitu. Kemarin mama ngak sengaja liat dia di mall, lagi kumpul sama temen arisan mama. Tumben banget dia ngak ngajak mama. Ingin mama samperin, cuma kemarin itu mama buru buru." Jelas mama.


" Mungkin mereka ngak sengaja ketemu di mall kali ma. Jadi sekalian mereka kumpul bareng." Ucap Natasya.


" Semoga saja seperti itu ya sayang." Harap mama.


" Iya ma." Ucap Natasya.


Sebenarnya Natasya merasa, jika ibu mertuanya itu sedikit berubah. Tadi malam waktu ia mengangkat panggilan teleponnya dari hp Aditya, ia sedikit ketus berbicara dengannya. Tidak ada sambutan baik seperti biasa yang ia lakukan. Tapi ia tidak mau berpikiran buruk sama ibu mertuanya itu. Mungkin saja ia kelelahan dengan orderan di butiknya yang menumpuk.


*****


" Mas, bangun aku lapar." Ucap Melati mengguncang badan Daniel.


" Eennggghhhhh, kenapa sayang? Ada apa kamu bangunin aku tengah malam kayak gini?" Tanya Daniel melihat jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari.


" Aku lapar mas." Jawab Melati.


" Ohh kamu lapar sayang. Ya udah aku temanin." Ucap Daniel.


" Tapi sayang, aku mana bisa masak. Yang aku bisa membaca laporan kantor dan menaiki kamu di atas kasur." Ucap Daniel konyol.


" Mas, kok kamu jadi mesum kayak gini sih?" Tanya Melati kesal.


" Hehehe maaf sayang. Tapi serius kalau soal masak aku beneran ngak bisa sayang. Emang kamu mau makan apa sih? Tanya Daniel kembali.


" Aku mau makan mie instan kuah sama telur ceplok." Jawab Melati.


" Ohh kalau mie instan aku bisa sayang. Tunggu sebentar aku masakin dulu." Ucap Daniel.


" Aku mau ikut mas. Maunya makan di meja makan." Ucap Melati.


" Kalau gitu ayok sayangku."Ucap Daniel meriah tangan Melati.

__ADS_1


Daniel tengah membuatkan mie instan untuk istrinya yang sedang kelaparan. Entah kenapa Melati sudah lapar lagi. Padahal tadi ia makan dengan porsi banyak. Tapi sekarang ia lapar lagi. Mungkin karena bawaan bayi. Pikir Daniel.


" Ini sayang. Mie instan pesanan kamu sudah selesai aku masak. Ini silakan di makan." Ucap Daniel membawa mie buatannya di hadapan Melati.


" Wah mas, baunya sangat wangi. Aku suka. Aku makan ya mas." Ucap Melati girang.


" Iya sayang. Aku kan memang memasaknya untuk kamu makan." Ucap Daniel.


Melati pun langsung makan mie instan itu dengan lahap. Ia begitu menikmati mie buatan suaminya itu.


" Aaaa mas aku kenyang. Mie buatanmu sangat enak. Perasaan aku sering memasak ini deh mas. Tapi kenapa tidak seenak buatanmu." Ucap Melati.


" Mungkin karena ini sesuai selera anak kita sayang." Ucap Daniel mengelus perut rata Melati.


" Sayang kamu udah kenyang ya sekarang?" Tanya Daniel.


" Iya ayah aku sudah kenyang." Jawab Melati menirukan suara anak kecil.


" Berarti ayah sudah bisa tidur dong." Ucap Daniel.


" Iya ayah sekarang sudah bisa tidur. Karena aku sudah kenyang." Ucap Melati.


" Ayo mas kita tidur. Aku sudah mengantuk." Ucap Melati menguap berjalan mendahului Daniel.


" Dia pikir cuma dia saja yang mengantuk." Ucap Daniel pelan.


" Kamu bilang apa tadi mas?" Tanya Melati berbalik.


" Itu sayang. Tadi aku tidak sengaja melihat cicak pacaran." Jawab Daniel bohong.


" Ohhhh. Ayo cepat mas." Ucap Melati.


" Iya sayang. Kamu jalannya pelan dong sayang. Kasian anak kita akan terguncang." Ucap Daniel.

__ADS_1


" Ohh iya aku sedang hamil. Maafkan bunda ya sayang." Sesal Melati mengelus perutnya.


Di dalam kamar Melati dan Daniel langsung terlelap ke alam mimpinya masing-masing.


__ADS_2