
" aku berangkat ya sayang." Ucap Daniel.
" Iya mas. Hati hati di jalan ya." Jawab Melati mencium tangan Daniel.
" Iya pastinya. Kamu baik baik di rumah. Kalau perlu apa hubungi aku saja. Atau kau bisa suruh pelayan untuk melakukannya." Ucap Daniel mencium kening Melati.
" Iya mas." Ucap Melati.
" Ya sudah aku berangkat ya." Ucap Daniel masuk ke mobil.
Melati hanya mengangguk. Mobil Daniel menghilang dari pandangannya. Melati memutuskan untuk pergi ke kamar dan tidur kembali. Entah mengapa di usia kandungannya yang sudah enam bulan, setiap pagi ia selalu di landa rasa kantuk. Sebelum tidur ia memasang alarm agar tidak melewatkan makan siang serta meminum susu hamilnya.
Dinda datang menyambangi Daniel di kantor.
" Daniel ada?" Tanya Dinda pada Ayu sekretaris Daniel.
" Ada mbak. Pak Daniel ada di ruangannya." Jawab Ayu.
" Baiklah, saya masuk sekarang." Ucap Dinda masuk ke ruang Daniel.
Kleeeeeekk. Pintu di buka oleh Dinda.
" Ada apa Ayu?" Tanya Daniel tanpa melihat orang yang masuk.
" Ini kakak Niel." Ujar Dinda.
" Kakak. Tumben kakak datang." Ucap Daniel menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Dinda duduk di sofa.
__ADS_1
" Kapan kamu bergerak memberi pelajaran pada wanita Ular itu Niel. Kalau di biarkan berlarut-larut, kakak khawatir wanita Ular itu akan melakukan hal yang lebih lagi pada dirimu atau Melati mungkin." Ucap Dinda.
" Kakak tenang saja. Aku tau apa yang akan aku lakukan nanti. Semua bukti kejahatannya sudah ada padaku. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap semua kebusukan Ular wanita itu. Tapi aku kasihan pada paman Burhan sangat mencintai wanita itu. Aku tidak tega membuatnya sedih. Sekian lama setelah tante Nita istrinya meninggal, ia menemukan wanita yang membuat merasa jatuh cinta lagi. Jadi aku akan menunggu wanita itu melakukan kesalahan yang fatal, maka aku akan mengatakan semuanya pada paman Burhan." Jelas Daniel.
" Baiklah, jika sudah jadi keputusan mu. Tapi kakak harap jangan terlalu lama mengungkapkannya. Lama lama wanita itu merasa berada di atas angin. Karena ia merasa semua kebusukan yang pernah di lakukannya tidak pernah di ketahui oleh orang lain." Ucap Dinda.
" Iya kakak. Aku yakin tidak lama lagi wanita itu akan beraksi. Apalagi ia pernah gagal menjebakku." Ucap Daniel.
" Iya. Kakak khawatir ia akan menargetkan Melati dalam hal ini." Ucap Dinda.
" Kakak tenang saja. Aku akan menjaga istriku dengan baik. Tidak akan ku biarkan dia menyentuh Melati seujung kuku pun." Ucap Daniel.
" Ya sudah. Kalau begitu kakak pulang dulu. Suami kakak sudah menunggu kakak untuk makan siang bersama." Ucap Dinda beranjak.
" Jadi kotak makan itu bukan untukku?" Tanya Daniel.
" Ihh kakak gitu. Terus aku gimana dong?" Tanya Daniel merajuk.
" Idih tuh muka pengen aku ramas. Udah mau punya anak, ngak pantas berperilaku seperti itu Niel." Ledek Dinda.
" Ihh kakak. Aku juga lapar mau makan." Rengek Daniel.
" Geli kakak Niel lihat kamu kayak gitu. Sana minta Ayu untuk membeli mu makan siang. Udah kakak pergi dulu. Kasian suamiku nanti kelaparan karena nungguin kakak." Ucap Dinda keluar.
" Kakak tega." Ucap Daniel kesal.
" Ehh ayu." Ucap Dinda kaget karena Ayu berdiri di depan pintu.
__ADS_1
" Maaf mbak Dinda, kalau saya mengangetkan mba." Ucap Ayu.
" Iya tidak apa. Ini Ayu." Tanya Dinda.
" Ini makan siang untuk pak Daniel. Tadi orang suruhan istri pak Daniel mengantarkan ini kemari." Jawab Ayu.
" Ya sudah kamu gih. Pria malang itu tadi meminta makan siang untuk suamiku. Tapi tidak saya beri. Alhasil dia malah merajuk padaku." Ujar Dinda.
" Iya mbak." Ucap Ayu.
Dinda segera pergi meninggalkan kantornya Daniel menuju kantor suaminya. Ponselnya juga berdering panggilan dari suaminya.
" Maaf pak, ini kiriman makanan dari istri anda." Ucap Ayu.
" Benarkah?" Tanya Daniel girang.
" Iya pak. Tadi ada seorang ibu paruh baya berpakaian pelayan mengantarkan ini kemari." Jawab Ayu.
" Itu pak bi Ani. Ya sudah sinikan makanan itu." Ucap Daniel.
Ayu meletakkan makanan itu di atas meja Daniel. Setelah itu keluar dari ruangan Daniel menuju kantin untuk mengisi perutnya. Ia juga berbaur dengan karyawan Daniel yang lainnya. Ayu adalah tipe wanita yang selain cantik, ia juga berhati lembut dan mudah bergaul. Makanya banyak orang yang suka berteman dengannya. Walaupun ada beberapa orang yang tidak menyukainya. Karena ia sekretarisnya Daniel. Posisi yang di inginkan kaum wanita penggoda. Mereka ingin sekali berdekatan dengan Daniel. Berharap Daniel akan terpikat dengan mereka. Tapi sayang sekali, Daniel bukan pria yang gampang tergoda dengan wanita cantik selain istrinya. Jiwa lelaki hanya akan bangkit hanya bersama istrinya saja.
Di ruangan kerja Daniel.
" Istriku memang terbaik. Dia tau suaminya sedang lapar. Dan dia mengantarkan makanan di saat yang tepat. Aku semakin mencintaimu sayang." Ucap Daniel mulai memakan makan siangnya.
Usai makan, Daniel mencoba menelpon Melati. Tetapi tidak di angkat oleh Melati. Ia pun menelepon telpon rumahnya untuk menanyakan soal istrinya pada pelayan di sana. Asisten rumah tangga mengatakan jika Melati sedang tidur siang setelah meminum susu hamilnya. Daniel pun tenang. Dia juga memutuskan untuk beristirahat di ruangan pribadinya. Tapi sebelum itu ia sudah memberitahu sekretarisnya jika sedang tidak ingin di ganggu. Daniel mengunci ruangannya, tak lupa ia mengaktifkan alarm agar tidak tidur terlalu lama.
__ADS_1