Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 39


__ADS_3

Keduanya turun dari mobil memasuki restoran itu secara berbarengan.


" Selamat malam tuan, ada bisa di bantu?" Ucap pelayan itu.


" Aku mencari temanku di meja VIP nomor 14." Ucap Daniel.


" Kalau begitu mari tuan, saya antarkan." Jawabnya.


Daniel dan Melati mengikuti pelayan itu ke tempat itu. Teman-temannya melihat kedatangannya melambaikan tangannya. Daniel meminta pelayan itu pergi. Karena temannya sedang melambaikan tangan padanya.


" Niel, wah lo apa kabar?"Sahut salah satu temannya begitu Daniel dan Melati tiba di sana.


" Gw baik kok." Jawab Daniel padanya.


" Syukurlah kalau gitu. Siapa nih? Pacar lo ya? Kenalin sama kita dong. Benar ngak guys?" Ucapnya.


" Iya Niel." Jawab yang lainnya.


" Ohh iya. Semuanya, kenalin ini namanya Melati teman aku." Ucap Daniel.


" Ohhh, namanya Melati. Nama yang cantik sama seperti orangnya. Benar kan Niel?" Ucap temannya yang bernama Andi menggodanya. Daniel hanya terdiam menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


" Iya benar." Ucap Daniel kikuk.


" Hai, Melati. Kenalkan kami temannya Daniel yang jomblo ngenes. Hahahahhaha." Sahut yang lainnya kompak.


" Sialan lo pada." Ucap Daniel kesal.


Melati hanya tersenyum menanggapi keusilan teman teman Daniel kepada Daniel.


" Udah, Mel. Jangan di dengarin mulut somplaknya mereka ini." Ujar Daniel.


" Baru kali ini si Daniel bawa temen kalau kita ajak kumpul kaya gini." Ucap temannya yang namanya Rio.


" Iya benar yang di katakan Rio. Melati kok mau sih di ajak jalan sana si Daniel ini." Lanjut yang lainnya.


" Loh, emangnya kenapa?" Tanya Daniel.

__ADS_1


" Kan loh jones. Hahaha." ejeknya


Wajah Daniel langsung berubah kesal mendengar ejekkan teman-temannya.


" Udah-udah. Kasian si Daniel kita godain terus." Relai Andi.


" Iya deh, Maaf." Jawab mereka.


" Niel, lo pesan aja makanannya. Kita-kita udah pesan tadi." Ungkap Andi.


" Oke. Mba sini." Jawab Daniel lalu melambaikan tangannya memanggil weiters.


Weiters itu menghampiri Daniel. Ia pun memesan menu untuknya dan Melati. Weiters itu menulisnya lalu kembali untuk mengantar daftar tambahan menu di meja Daniel pada chef yang berada di dapur.


Tidak menunggu lama, makanan pesanan mereka pun tiba di antarkan oleh weiters cowok, di susul oleh makanan Daniel dan Melati.


Mereka menyantap makanan mereka dengan lahap tanpa tersisa. Setelah makan, Melati izin ke toilet sebentar. Daniel ingin mengantar, tapi Melati menolaknya. Sepeninggalan Melati, teman-teman Daniel mewawancarainya.


" Niel, Melati cantik ya. Kenal dimana lo apa dia? Wajahnya kayak ngak asing kalo gw lihat." Tanya pacarnya Andi yang bernama Amel.


" Iya cantik. Dia juga baik banget malah. Aku kenal dia dari kak Dinda." Jawab Daniel menjeda ucapannya." Ya iya wajahnya ngak asing. Dia mantan istrinya dari pengusaha muda bernama Aditya Kusuma."Lanjut Daniel.


Begitu juga dengan Andi Rio dan pacarnya Rere.


" Iya. Kalau ngak percaya tanya aja." Ujar Daniel.


" Kenapa Bercerai dari pak Aditya. Secara pak Aditya kan tajir banget tau. Aku pun mau jadi istrinya. Itupun kalo pak Adityanya mau sama aku." Ucap Amel tanpa sadar kalau kekasihnya sedang menatap kesal ke arahnya dengan mata melotot.


Rere, pacarnya Rio menyiku Amel memberi kode kalau Andi sedang menatap kesal ke padanya. Amel pun sadar, ia langsung mengenggam tangannya Andi.


" Hehhe,,, sayang. Aku cuma becanda kok. Iya kan Re." Rayu Amel pada Andi sambil menendang kakinya Rere.


" Ehh,,, iya Ndi. Amel hanya becanda kok. Kaya loh ngak tau aja, Amel kalo ngomong suka ngasal." Ucap Rere.


" Iya sayang. Aku hanya becanda aja tadi itu. Di hati aku cuma ada kamu seorang kok. Kan kamu tau, aku tuh sayang dan cinta banget sama kamu yank. Aku juga ngak akan mungkin ngeduain kamu. Ya, walaupun dulu kamu pernah duain aku gitu." Ucap Amel memasang wajah imutnya agar kekasihnya itu luluh padanya.


Mendengar ucapan Amel itu, awalnya Andi merasa senang kalau kekasih sangat mencintainya. Namun mendengar ucapan Amel yang terakhir seakan ia di ajak terbang lalu di jatuhkan ke tanah. Ketiga temannya, Daniel, Rio dan Rere tertawa kecil mendengar perkataan Amel tadi. Mereka pun sangat tau bagaimana kisah cinta keduanya. Dimana Andi yang berselingkuh dari Amel. Dan bagaimana ia harus berjuang memohon pada Amel, agar mau memaafkannya dan tetap mau menjadi kekasihnya.

__ADS_1


" Ehhhh,, sayang. Maksud aku ngak kayak gitu loh. Jangan marah ya. Aku ngak ada maksud kayak gitu sama kamu. Percaya ya sayang." Ujar Amel pada Andi setelah sadar akan ucapannya tadi.


" Iya sayang. Ngak papa kok. Aku paham." Ucap Andi.


" Tapi kamu ngak marah kan sayang." Ucap Amel.


" Aku ngak marah kok. Asal kamu jangan pergi jauh dari aku." Ujar Andi.


" Sayang aku ngak mungkin pergi jauh dari kamu. Kan bentar lagi kita nikah. Iya kan." Ucap Amel.


" Iya sayang." Ucap Andi.


Amel dan Abdi seakan lupa jika di sana,bukan hanya ada mereka berdua saja. Masih ada ketiga temannya di tambah Melati yang sudah berada di sana kembali dari toilet tanpa di sadari oleh Amel dan Andi. Mereka yang berada di sana, seakan malas melihat kemesraan keduanya. Kecuali, Melati.


" Woy, kalian pikir dunia ini punya kalian berdua. Dan kita-kita hanya numpang ngontrak gitu." Ucap Daniel kesal menyadarkan keduanya.


" Ihhhhh,,, apa sih Daniel. Bilang aja, kalo kamu tuh iri kan liat aku sama Andi. Dasar jones" Ucap Amel kesal pada Daniel karena sudah mengganggu kemesraannya bersama Andi.


Sementara Andi, ia kembali memperbaiki ekspresi seakan tidak ada yang terjadi.


" Iri, lo bilang. Ngak kali. Gw iri sama kalian berdua ngak akan pernah mungkin." Ucap Daniel meledek Amel.


" Ihhhhh,, kamu tuh ya. Reseh banget." Ucap Amel kesal pada Daniel.


" Ehh,, Melati kamu udah disini dari tadi?" Tanya Amel.


" Iya. Aku udah disini dari tadi." Jawab Melati.


" Ohhh,,, hehehehe." Ucap Amel menggaruk kepalanya.


Ia malu jika Melati melihat kemesraannya bersama dengan kekasihnya. Jika Daniel, Rio, dan Rere yang melihatnya. Itu tak mengapa. Tapi dengan Melati, ia merasa sangat malu. Karena ia baru kenal dengan Melati. Itupun tadi di Kenalkan oleh Daniel temannya.


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka dengan membahas yang lain. Tentunya dengan bahan olokkan yang tak lain adalah Daniel sendiri. Mereka suka sekali menggoda Daniel dengan kata "JONES". Agar Daniel bergerak cepat mendekati Melati. Karena menurut mereka, Melati adalah wanita yang baik dan pantas untuk mendampingi Daniel nanti. Walaupun mereka tau, jika Melati berstatus janda. Tapi itu tidak menjadi bahan persoalan mereka. Mereka juga yakin, jika Daniel menaruh hati pada Melati. Dengan melihat cara Daniel menatap Melati. Jadi menurut mereka juga, kalau Daniel pasti tidak akan mempermasalahkan tentang statusnya Melati itu.


Melati juga merasa senang dengan teman-temannya Daniel. Menurutnya, mereka sangat baik dan mau mengajaknya berteman. Padahal, jika di lihat. Mereka semua adalah orang-orang yang berada. Tapi mereka mau berteman dengannya tanpa melihat statusnya.


Mengingat waktu yang sudah menunjukkan hampir jam 11.30. Mereka semua beranjak pergi dari sana. Kali ini Andi yang melakukan pembayaran bon mereka. Karena ia merasa sangat bersyukur, salah satu temannya sudah ada kemajuan dengan mengenakan seorang wanita yang menurutnya pantas untuk Daniel.

__ADS_1


Melihat Melati yang sepertinya kedinginan, Daniel melepas jaketnya dan memakainya pada Melati. Melati ingin menolak, karena ia juga tau kalau Daniel juga pasti akan kedinginan. Tapi, Daniel memakainya dengan paksa di tubuhnya. Sehingga mau tidak mau, Melati memakainya. Daniel membukakan pintu untuk Melati masuk ke mobilnya. Melati pun masuk ke dalam, dan Daniel menutup kembali pintu mobilnya. Lalu Daniel mengantar Melati kembali ke rumahnya. Setelah sampai, Melati turun. Ia mengembalikan jaketnya Daniel. Tapi Daniel menolak. Ia ingin Melati memakainya sampai ke dalam rumahnya. Akhirnya Melati mengurungkan niatnya itu. Melihat Melati, telah masuk ke dalam rumahnya. Daniel putar balik pulang ke rumahnya.


__ADS_2