
Acara resepsi pernikahan keduanya pun berjalan lancar. Walau di singgasana Melati tetap cemberut kepada Daniel. Tetapi Daniel selalu punya cara untuk memenangkan hati istrinya itu.
Sementara di seberang sana seorang wanita masih berkutat dengan pikirannya.
" Rupanya Melati sudah menikah lagi dengan pengusaha muda Daniel. Pelet apa yang dia gunakan hingga bisa mengait pria muda kaya raya untuk jadi suaminya. Dulu anakku, sekarang seorang Daniel." Ucapnya.
" Lalu sebenarnya apa hubungan Melati dengan pengusaha terkenal tuan Edy itu. Mereka terlihat sangat akrab." Lanjutnya.
Wanita itu adalah Mia. Mantan mertuanya Melati.Ia mengalihkan pandangannya ke arah nyonya Sarah. Ia melihat nyonya Sarah yang di kerumuni oleh para wanita dari istri pengusaha di sana dan juga para sosialita. Tapi karena nyonya Sarah tidak merespon keberadaan mereka. Satu persatu mereka pergi meninggalkan nyonya Sarah di sana.
Ketika nyonya Sarah terlihat sendiri, ia pun lekas mendekati nyonya Sarah. Siapa tau ia bisa mendapat simpati dari nyonya Sarah. Karena dengan begitu ia akan semakin terkenal di kalangan teman teman sosialitanya.
" Halo selamat malam nyonya Sarah. Salam kenal dari saya." Ucapnya sok akrab.
Tanpa menjawab, nyonya Sarah hanya melirik sekilas ke arah Mia.
" Sombong sekali wanita ini." Cibir Mia dalam hati.
Tidak ingin menyerah Mia memperkenalkan namanya kepada nyonya Sarah.
" Perkenalkan nyonya, saya Mia istri dari pengusaha ternama Hendra Kusuma dari perusahaan Kusuma." Ucap Mia.
Masih tidak merespon perkataan dari Mia.
" Kurang ajar sekali wanita ini. Berani sekali dia mengabaikan ku. Sabar Mia. Dia wanita yang beda. Kau harus bisa mengambil hatinya agar bisa pamer kepada teman teman sosialita. Dengan begitu mereka akan semakin tunduk dan hormat padamu. Secara kau bisa mengenal nyonya Sarah lebih dari mereka." Ucap Mia dalam hati.
" Tanpa saya sebut nama, kau pasti sudah tau pasti anda sudah tau namaku." Ucap nyonya Sarah dingin.
" Ehh iya nyonya." Ucap Mia.
Nyonya Sarah bersikap dingin kepada Mia, karena ia tau bahwa Mia mantan mertua dari suami pertama Melati. Ia begitu marah saat mengetahui perlakukan mereka pada Melati putrinya. Bisa saja ia langsung memaki maki Mia di sana. Tapi dia punya rencana untuk membuat Mia terkejut nantinya.
" Selamat malam semuanya." Ucap MC mengalihkan perhatian semua tamu undangan.
" Malam." Balas para tamu undangan.
__ADS_1
" Saya hanya ingin menyampaikan, kalau tuan Edy sebagai tamu kehormatan di acara ini. Ingin memberitahu sesuatu kepada kita semua. Untuk itu tuan Edy dan istri di persilahkan." Ucapnya.
Nyonya Sarah menghampiri tuan Eddy. Keduanya berjalan beriringan ke panggung.
" Mama dan papa mau ngapain di sana mas?" Tanpa Melati.
" Aku ngak tau sayang." Jawab Daniel.
" Ya cari tau dong." Ucap Melati kesal.
" Ya udah, tunggu. Aku kesana dulu." Ucap Daniel.
" Kamu mau kemana mas?" Tanya Melati.
" Mau cari kenapa mama dan papa ada di sana." Jawab Daniel.
" Ngak usah. Buang buang waktu saja. Tinggal kita dengar apa yang akan di beritahu oleh mereka sebentar lagi." Ucap Melati.
" Tadi katanya kamu.."
" Ngak kok sayang." Ucap Daniel.
" Apa dia masih marah sama aku ya. Kok ngomongnya masih kesal gitu." Ucap Daniel dalam hati sambil menggaruk pelipisnya.
" Selamat malam semuanya." Ucap tuan Edy.
" Malam." Balas mereka.
" Malam ini kami akan menyampaikan sesuatu hal yang mungkin akan membuat kalian semua terkejut. Tapi sebelum itu saya akan mengucapkan selamat atas perayaan pernikahan kepada Melati dan juga Daniel. Semoga pernikahan kalian Sakina mawadah warohmah hingga anak cucu kalian nanti." Ucap tuan Edy.
" Aamiin." Ucap semuanya.
" Putri kami sekarang sudah mengandung 8 bulan. Mereka sudah melakukan ijab kabul setahun yang lalu. Hanya saja di rayakan resepsinya sekarang. Jadi kalau bertanya kenapa dia sudah hamil besar, ya karena mereka sudah menikah lebih dulu." Tambah nyonya Sarah.
" Sayang sini." Panggil nyonya Sarah.
__ADS_1
" Sayang kita di panggil mama." Ucap Daniel pada Melati.
Tanpa menjawab Melati merangkul tangan Daniel menuju orang tuanya.
" Kalian pasti bertanya ada hubungan apa saya dengan pengantin ini." Ucap nyonya Sarah.
" Iya iya ada hubungan apa antara tuan Eddy dan istrinya dengan tuan Daniel dan istrinya?" Tanya salah satu tamu.
" Iya benar. Aku juga penasaran dengan tuan Edy mengantarkan istrinya tuan Daniel itu langsung ke pelaminan." Lanjut yang lainnya.
" Di sini pada malam ini akan menyampaikan bahwa Melati adalah putri kami yang terpisah sekitar 23 tahun yang lalu. Alasan kenapa sampai terpisah, tidak bisa kami jelaskan di sini. Yang jelas dia adalah salah satu kembaran dari putriku yang meninggal dua tahun lalu." Ucap tuan Edy.
Melati yang sudah tau perihal tersebut masih saja menitikkan air matanya. Mungkin pengaruh hormon kehamilannya.
" Sayang, kamu menangis?" Tanya nyonya Sarah.
" Mama, papa aku sayang kalian." Jawab Melati tersedu memeluk Melati.
" Kami juga menyayangimu nak." Ucap nyonya mengelus bagian belakang Melati agar tenang.
Tapi bukannya tenang, tangis Melati malah menjadi jadi. Untungnya suara tangisnya tidak keras. Melihat hal itu, nyonya Sarah memberi kode kepada suaminya tuan Eddy untuk membawa Melati ke kamar.
" Ma, biar Daniel saja. Mama di sini saja menemani papa." Ucap Daniel.
" Ngak mau ma. Melati maunya sama mama." Ucap Melati.
" Sayang Daniel benar. Kamu sama suami kamu saja ya. Kasian papa kamu kalau di biarkan sendiri. Bisa bisa dia genit sama gadis gadis centil di sini." Ujar nyonya Sarah membenarkan ucapan Daniel.
Tuan Edy kaget mendengar ucapan istrinya. Ingin di tegur, tapi nyonya Sarah langsung menatapnya dengan tajam.
" Ayo sayang, kita ke dalam saja ya." Ucap Daniel.
" Tapi kan pestanya belum selesai." Ucap Melati.
" Ngak papa. Mereka pasti ngerti kok." Ucap Daniel.
__ADS_1
Melati menurut apa kata Daniel. Sebelum ke kamar, ia memesan makanan kepada pelayan yang ada di sana.