Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 60


__ADS_3

Aditya menghela nafas usai membaca laporan tentang Natasya.


" Baiklah, kau akan berobat saat aku akan keluar negeri bukan. Mari kita lihat sampai mana kau akan sembunyikan ini dari Natasya." Guman Aditya.


Aditya pun keluar dari ruang kerjanya, kembali menemui Natasya masih setia menonton drakor kesukaannya.


" Belum kelar menontonnya?" Tanya Aditya.


" Belum mas. Entar lagi juga, mas filmnya selesai." Jawab Natasya.


" Ohh. Sya, besok aku akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri." Ucap Aditya.


" Loh bukannya itu tiga hari lagi?" Tanya Natasya.


" Iya. Tapi proyek yang sedang aku bangun di sana, sedang ada masalah. Dan aku harus turun langsung untuk menanganinya." Jawab Aditya.


" Ohhh. Berapa lama kau di sana mas?" Tanya Natasya.


" Kira kira satu sampai dua bulan hingga proyek itu selesai di bangun." Jawab Natasya.


" Oh gitu ya." Ucap Natasya mengaguk.


" Itu sudah cukup untuk aku melakukan operasi sekalian rehat setelah operasi." Batin Natasya.


" Memangnya kenapa?" Tanya Aditya.


" tidak ada mas." Jawab Natasya.


" Ya sudah aku duluan ke kamar. Oh iya kamu jangan terlalu sering begadang. Kau juga harus memperhatikan kesehatanmu." Ucap Aditya perhatian padanya.


" Iya. Sebentar lagi aku akan tidur." Ucap Natasya.


" Baiklah, kalau gitu aku akan ke kamar sekarang juga." Ucap Aditya.


" Iya mas." Jawab Natasya.


Aditya pun beranjak menuju ke kamarnya.


" Aku memang menggunakan cara licik untuk mendapatkanmu. Tapi aku tidak akan melakukan cara licik untuk menarik simpatimu. Aku senang, sekarang hubungan semakin baik mas. Seperti kata Melati, aku akan berusaha mendapatkan cintamu dan menjadi istri yang baik untukmu nanti mas. Tunggu aku mas." Guman Natasya.


" Aku juga pernah melakukan kesalahan pada orang yang aku cintai. Dan aku pernah menyesalinya. Sekarang dia sudah bahagia dengan suaminya. Tidak baik mencintai wanita yang sudah menjadi istri orang lain. Sementara di sini, jelas ada wanita yang juga sangat mencintaiku dengan tulus. Walaupun ia menikah denganku menggunakan cara licik bersama orang tuaku. Tapi sekarang kau sudah berubah. Dan aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama di masa lalu. Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu nanti Natasya. Sekarang mama sudah mulai mengusik lagi tentang rumah tangga kita yang belum juga hadir seorang anak di tengah tengah kita berdua. Aku akan melindungimu dari mama. Aku tidak akan mengizinkan mama mencampuri rumah tangga kita nantinya." Batin Aditya mendengar perkataan Natasya.


❤️❤️❤️❤️❤️


" Sayang, hari ini orang yang akan membantu bibi Ani bekerja akan datang. Bersama dengan satpam yang akan menjaga rumah ini." Ucap Daniel saat Melati memakainya dasi.


" Kapan mereka datang?" Tanya Melati.


" Mungkin siang sayang." Jawab Melati.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan menunggu mereka di sini." Ucap Melati.


" Kau tidak ke cafe sayang?" Tanya Daniel.


" Belum mas. Kan ada manager aku yang menghendel cafe." Jawab Melati.


" Oh gitu ya." Ucap Daniel.


" Mas, udah selesai. Ayo kita sarapan. Hari ini aku yang siapkan sarapannya." Ucap Melati.


" Ayo sayang. Aku sudah tidak sabar memakan sarapan buatanmu sayang." Ucap Daniel.


" Yuk mas." Ucap Melati.


Keduanya pun turun menuju meja makan.


" Pagi bibi." Ucap keduanya.


" pagi juga den non." Jawab bibi.


" Ayo bi, kita sarapan bersama." ajak Melati.


" Tidak usah non. Tadi saya sudah sarapan." tolak bibi.


" Benarkah? Bibi tidak bohong kan?" Tanya Melati.


" Iya non benar." Jawab bibi.


" Iya non. Terima kasih sebelumnya." Ucap bibi.


" Sama-sama bibi." Ucap Melati.


" Kalau begitu saya undur diri ke belakang dulu non den." Ucap bibi.


" Iya silahkan bi." Ucap keduanya.


" Mas, ini sarapanmu." Ucap Melati memberikan piring pada Daniel.


" Makasih istri aku yang cantik." Ucap Daniel.


Melati hanya tersenyum saja tanpa membalas ucapan dari Daniel. Keduanya pun sarapan bersama.


" Sayang aku berangkat dulu." Ucap Daniel.


" Iya mas. Kamu hati hati di jalan ya." Ucap Melati.


" Iya sayang pasti. Sayang kamu ngak marah kan, setelah kita menikah aku malah pergi bekerja. Padahal ini baru dua hari kita menikah. Harusnya kita pergi bulan madu dulu." Ucap Daniel.


" Ngak lah mas. Buat apa aku marah. Kamu kan pergi kerja karena ada ribuan nasib karyawan ada di tanganmu. Jika kamu malas ke kantor. Nanti perusahaan bangkrut. Kalau bangkrut kasian nasib para karyawan kamu itu mas. Mungkin saja di antara mereka ada yang nasibnya baik mendapatkan kerja di tempat lain lagi. Lalu bagaimana dengan yang kurang beruntung itu mas. Pasti mereka menganggur. Dan kasian bagi mereka yang punya keluarga mas. Soal kamu yang menganggur itu tidak apa. Kan kita masih punya cafe aku." Ujar Melati.

__ADS_1


" Ngak sayang. Aku tidak akan malas untuk pergi bekerja. Aku juga tidak akan bangkrut. Harusnya yang aku yang menafkahimu sayang. Bukan kamu. Dan misalnya jika aku bangkrut, aku tidak akan mungkin mengandalkan cafe kamu itu sayang. Aku akan berusaha untuk mencari pekerjaan yang baik untuk menafkahimu dan calon anak kita kelak. Aku ini adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Bukan laki-laki yang hidup di bawah mengandalkan uang istri." Ucap Daniel.


" Baiklah, sekarang kamu berangkat kerja ya mas. Supaya perusahaanmu tidak bangkrut dan kamu tidak akan hidup seperti seorang pria yang hanya mengandalkan uang istrinya saja seperti kataku tadi mas." Ucap Melati.


" Iya sayang. Kamu baik-baik di rumah. Kalau ada apa-apa, kamu hubungi aku aja. Atau kalau kamu bosan di rumah, kau bisa datang ke kantor sayang." Ucap Daniel.


" Iya mas. Kamu hati-hati di jalan ya mas. Dan semangat kerjanya." Ucap Melati.


" Iya sayang."Ucap Daniel mengecup kening Melati lalu bibirnya.


" Aku berangkat ya sayang." Ucap Daniel.


" Iya mas." Ucap Melati mencium tangan Daniel.


Bibip suara klakson mobil Daniel sebagai kode kalau ia akan pergi kerja.


Saat menjelang jam makan siang. Orang yang di tunggu oleh Melati, akhirnya datang juga. Mereka adalah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan juga seorang pria yang masih terlihat gagah yang berumur sekitar 40 tahun ke atas.


" Selamat siang nyonya." Ucap keduanya sopan.


" Siang juga." Jawab Melati.


" Jadi kalian orang yang akan membantu bibi Ani bekerja di sini?" Tanya Melati.


" Iya nyonya." Jawab keduanya.


Sebenarnya Melati agak risih dengan sebutan nyonya dari keduanya. Tapi ia tidak bisa protes. Karena ia tau itu adalah perintah dari suaminya, Daniel. Hanya bibi Ani saja yang di perbolehkan olehnya memanggil Melati dengan sebutan non.


" Maaf sebelumnya, boleh saya tau nama kalian?" Tanya Melati.


" Boleh nyonya." Jawab Mereka.


" Nama saya Irma nyonya, umur saya 40 tahun. Saya seorang janda tanpa anak nyonya." Ucap bu Irma.


" Kalau nama saya Iwan nyonya. Umur saya 45 tahun. Status saya bujang tua nyonya." Ucap pak Iwan.


" Wah nama kalian saja di mulai dengan huruf yang sama. Saya yakin pasti tanda tanda orang jodoh nih." Ucap Melati menggoda.


Keduanya tersenyum malu saat menggoda mereka.


" Bu Irma dan pak Iwan pasti sudah tau pekerjaan kalian di sini bukan? Jadi saya sudah tidak akan menjelaskan lagi." Ucap Melati.


" sudah nyonya." Ucap keduanya.


" Baiklah, semoga kalian betah bekerja di sini ya." Ucap Melati tersenyum ramah pada mereka.


" Baik nyonya." Balas keduanya.


" Bibi Ani, akan menunjukkan kamar kalian masing-masing. Ohh setelah ini, kita makan siang bersama sebagai pertanda perkenalan." Ucap Melati.

__ADS_1


" Baik nyonya." Ucap keduanya.


__ADS_2