
Malam hari do rumah Dinda
" kak, apa itu wanita yang sering datang ke rumah akhir akhir ini" tanya Daniel pada Dinda
" wanita yang mana yang kau maksud Daniel" tanya Dinda
" wanita yang tadi siang di restoran bersamamu"
" ohh Melati maksudmu"
" ya dia. Sejak kapan kakak berhubungan dengannya"
" kenapa kau tanya seperti itu? Ada masalah?"
" tidak kak, aku hanya tanya saja. Karena setauku sejak kejadian beberapa tahun lalu. Kakak tidak pernah lagi berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain lagi apalagi keluar rumah. Tapi yang ku lihat tadi benar benar mengejutkan. Kakak berteman dengannya bahkan ke restoran bersamanya " ujar Daniel
" ya kau benar Niel, sejak kejadian itu kakak benar benar tidak mau lagi berhubungan dengan orang lagi. Pria atau pun wanita kakak tidak ingin. Tapi Melati berbeda. Saat dia menyapa dan memperkenalkan dirinya pada kakak hati itu. Entah kenapa kakak langsung tertarik kepadanya. Senyumnya itu terlihat manis dan tulus " jawaban Dinda membuat Daniel mengerutkan keningnya
" kak, kakak sehat kan" tanya Daniel
" maksudmu apa Niel" tanya Dinda heran dengan pertanyaan adiknya itu
" ohhh,, jadi kau pikir kakak punya penyakit penyuka sesama jenis begitu maksudmu Daniel. Awas kau ya" ujar Dinda menjewer telinga Daniel
" aduh....kak sakit tau" ucap Daniel memegang telinganya yang habis di jewer Dinda
" habisnya kamu kaya gitu" ucap Dinda kesal
" bukan gitu kak. Aku hanya heran saja tadi kakak bilang kakak langsung tertarik pada Melati karena senyumnya yang manis dan terlihat tulus" jelas Daniel
" ya memang senyumnya terlihat sangat manis saat itu. Melati seperti memiliki daya tarik sendiri. Sehingga tanpa sadar kakak juga menyapanya kembali saat ia menyapa kakak waktu itu. Bahkan kakak juga mengajaknya mengobrol di rumah. Kakak pun memintanya makan siang di rumah dengan kakak saat itu" ujar Dinda
" berarti kakak sudah tidak trauma lagi dong. Kan kakak sudah mau berkomunikasi dengan orang lain. Contohnya Melati itu" tanya Daniel
" soal trauma, sepertinya perlahan lahan mulai hilang. Sejak mengenalnya kakak sudah mau lagi bertemu orang di luar rumah. Tapi sepertinya kakak masih enggan melakukannya"
" hmmm.. Iya kak aku paham soal itu. Yang penting sekarang kakak sudah mau lagi berinteraksi dengan orang di sekitar kakak. Sejak kakak menutup diri dari lingkungan rumah, itu benar-benar membuatku sedih kak. Aku sendiri sebagai adik kakak merasa gagal menjaga kakak waktu itu. Tapi sekarang aku senang, sekarang kakak sudah mau lagi membuka diri kakak terhadap lingkungan luar lagi "ungkap Daniel
" iya Niel, maafin kakak ya membuat kamu sedih waktu itu. Tapi kamu tenang aja, sekarang kakak sudah bisa keluar dari masa lalu kakak itu..... "
__ADS_1
" Niel, tadi waktu kakak pergi dengan Melati. Ternyata di luar sana, sudah banyak perubahan yang terjadi ya. Banyak sekali tempat dan gedung baru yang di buat. Kakak benar-benar kaget juga seneng ngeliatnya" ujarnya senang
" ya iya. Makin kesini kan, makin banyak perubahan yang terjadi. Kakaknya ajah yang kelamaan terkurung di dalam rumah" jelas Daniel sambil mengejek
" wah kamu ngejek kakak ya Niel"
" hehe hehe. Ngak kok kak. Kak kalo boleh tau kakak sama Melati tadi itu abis dari mana"
" oh tadi itu kakak nemenin Melati melihat ruko yang akan di belinya"
" oh gitu ya. Emang buat apa dia beli ruko" tanya Daniel lagi
" kakak ngak tau Niel. Udah kakak udah ngak mau tidur. Kakak tidur duluan ya. Kamu masih mau di sini" ucap Dinda
" iya kakak duluan saja tidurnya. Aku masih mau di sini dulu" jawab Daniel
" ya udah. Tapi jangan lama-lama ya tidurnya" ucap Dinda
" iya kak, dikit lagi aku tidur kok"
" oke" ucap Dinda meninggalkan Daniel menuju kamarnya.
***
Pagi hari Melati setelah sarapan pagi. Ia bergegas mengambil tas untuk pergi melihat ruko yang baru di belinya kemarin. Setelah memastikan rumah terkunci. Melati langsung menaiki taksi online yang di pesannya tadi.
Taksi yang di pesan Melati langsung melaju menuju lokasi ruko Melati. Setibanya di ruko, terlihat pak Rahmat sedang menunggunya. Ya Melati memang menelepon pak Rahmad tadi. Melati masih butuh bantuan pak Rahmad untuk meninjau rukonya.
" selamat pagi mbak Melati" sapa pak Rahmad hangat pada Melati
" selamat pagi juga pak Rahmat. Kalo boleh panggil Melati saja pak. Umur bapak terlihat lebih tua di atas saya" ujar Melati sopan
" emmm,, memangnya tidak apa mbak Melati" tanya pak Rahmat sungkan
" ngak papa kok pak. Justru saya senangnya seperti itu. Anggaplah saya seperti anak bapak sendiri" ujar Melati
" baiklah kalau begitu. Saya panggil nak Melati saja ya"
" ya begitu lebih baik. Ayo pak kita masuk ke dalam" ajaknya pada pake Rahmat
__ADS_1
" baik nak Melati" jawab pak Rahmat mengikuti Melati ke dalam ruko
" pak Rahmat begini. Saya ingin merombak ruko menjadi cafe. Apa bisa pak Rahmat membantu saya" tanya Melati
" insya Allah saya bisa nak Melati. Nanti saya akan mencari orang untuk merombaknya. Nak Melati sudah punya desain untuk ruangannya"
"terima kasih pak. sudah pak, Saya sudah membuatnya tadi malam" ucap Melati mengeluarkan desainnya dari dalam tasnya
" wahh itu benar benar terlihat bagus" ucap pak Rahmat memuji desain yang di buat Melati
" ahhh bapak bisa aja. Saya hanya membuatnya asal saja kok pak"
" di buat asal tapi terlihat indah. Apalagi kalau benar benar membuatnya pasti akan lebih indah lagi nak Melati"
" ahh bapak bisa ajah. Pak Rahmat semua ukuran untuk ruangannya sudah saya tuliskan di sini juga. Jadi pak tinggal berikan saja gambarnya pada tukang yang merombak ruko ini"
" iya nak Melati nanti akan saya berikan pada tukang yang akan bekerja di sini"
" ya sudah pak Rahmat saya pulang dulu. Kabari saya pak Rahmat kalau bapak sudah mendapatkan tukang yang akan merombak ruko ini. Supaya saya akan langsung datang untuk membeli bahan bangunan untuk ruko ini" ucap Melati pada Rahmat
" iya nak Melati. Begitu saya sudah mendapatkan tukangnya, pasti saya langsung menghubungi nak Melati" jawab pak Rahmat
" oh iya pak ini ada sedikit uang untuk bapak"
" uang ini untuk apa nak Melati" tanya pak Rahmat bingung
" uang ini untuk biaya bapak nanti mencari pekerja untuk ruko ini. Karena saya tau pasti perlu uang juga pak. Contohnya pasti bapak pakai motor untuk mencarinya. Dan motor pasti pakai bensin dan bensin tentunya butuh uang. Iya kan pak saya benar"
" iya nak Melati benar. Tapi saya pikir ini tidak perlu nak. Karena dengan nak Melati membeli ruko bapak ini tanpa penawaran sudah sangat membantu yang pada saat itu benar benar lagi butuh uang nak. Jadi anggap saja ini sebagai balas budi bapak pada nak Melati " jelas pak Rahmat pada Melati
" tapi pak say mohon ambillah uang ini. Kalau bapak tidak ambil saya marah nih" ucap Melati pura pura merajuk dan membuat pak Rahmat tertaw kecil karena wajah Melati benar benar terlihat sangat lucu
" ya sudah kalo begitu nak Melati" ucap pak Rahmat mengambil uangnya
" kalau begitu saya pulang dulu ya" ucap Melati mencium telapak tangan pak Rahmat dan membuat pak Rahmat kaget dengan sikap Melati
" iya nak Melati. Hati hati di jalan ya" jawab pak Rahmad
Melati pun pergi meninggalkan pak Rahmat di sana.
__ADS_1