Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 61


__ADS_3

Sore harinya, Daniel sudah berada di rumah. Melati menyambutnya dengan senyuman manisnya di depan pintu.


" Assalamualaikum, istriku tercinta." Ucap Daniel.


" Wallaikumsallam, suamiku tercinta" Balas Melati menyalaminya dan di balas Daniel dengan mengecup keningnya.


" Gimana kerjanya, lancar?" Tanya Melati.


" Lancar dong sayang." Jawab Daniel.


" Syukurlah kalau gitu." Ucap Melati.


" Satpam dan orang yang akan membantu bi Ani udah dateng apa belum?" Tanya Daniel.


" Udah dari tadi siang." Jawab Melati.


" Terus kenapa yang bukain pintu pagar malah bi Ani. Satpam baru kita kemana?" Tanya Daniel lagi.


" Ada di belakang. Tadi di mintain tolong sama bi Ani, entah mau ngapain aku ngak tau mas." Jawab Melati.


" Mas mau melihat mereka. Kalau mau lihat, aku panggilin mau?" Tanya Melati.


" Ngak usah sayang. Nanti saja. Lebih baik kita ke kamar saja. Badanku gerah, pingin mandi." Jawab Daniel.


" Ya udah, ayo." Ucap Melati.


Melati dan Daniel pun berjalan menuju kamar mereka. Sesampainya di sana, Daniel langsung masuk ke dalam kamar mandi. Melati segera menyiapkan baju untuknya.


Malam harinya, usai menyelesaikan makan malamnya. Daniel berkenalan dengan dua asisten rumah tangganya.


" Ya sudah kalau begitu kalian silakan kembali ke tempat kalian. Semoga kalian betah bekerja dengan kami." Ucap Daniel ramah.


" Sama-sama tuan. In syaa Allah, kami akan betah bekerja dengan tuan dan nyonya." Ucap keduanya sebelum balik.


" Sayang ayo udah malam. Kita ke kamar aja." Ajaknya pada Melati.


" Mas, ini masih jam sembilan. Masih terlalu dini untuk kita tidur." Tolak Melati.


" Aku juga ingin minta tolong padamu sayang. Ayo kita ke kamar." Ucap Daniel menarik tangan Melati.


" Emang minta tolong apa sih mas?"Tanya Melati.

__ADS_1


" Nanti di kamar aku kasih tau." Jawab Daniel.


Di kamar, Daniel langsung menutup rapat pintu kamar mereka dan membawa Melati ke atas kasur.Melati bingung melihat Daniel.


" Mas, sebenarnya kamu mau minta tolong apa sih?"Tanya Melati duduk di atas kasur.


" ini." Jawab Daniel langsung melahap bibir Melati. Melati pun melotot dengan serangan mendadak dari Daniel. Ia mencoba melepaskan pangutan bibir dari Daniel. Tetapi, Daniel tidak mau melepaskannya. Melati yang sudah terpancing hasratnya pun mulai menikmati indahnya surga dunia bersama suaminya, Daniel. Akhirnya, olahraga ranjang malam hari itu pun terjadi. Mereka melakukannya tanpa sadar dalam beberapa jam. Hingga kelelahan, keduanya tertidur saling memeluk.


Suara azan dari masjid terdekat membangunkan pasangan suami istri itu dari tidur nyenyaknya.


" Sayang, bangun yuk. Udah azan tuh." Ucap Daniel.


" Bentar mas, lima menit lagi. Mata aku masih ngantuk banget gara gara ulah kamu semalem." Ucap Melati.


" Tapi, kamu juga terlihat sangat menikmatinya kan?" goda Daniel.


" Isss tau aahhh."Ucap Melati dengan mata tertutup.


" Ya udah, aku mandi dulu ya sayang. Kamu gantian setelah aku mandi ya."Ucap Daniel mengecup keningnya.


" Hmmmpp." Balas Melati.


Daniel pun beranjak ke kamar mandi.


" Beneran sayang?" Tanya Daniel memastikan.


" Iya lah mas. Tapi hanya mandi ya. Ngak ada kegiatan yang lainnya." Jawab Melati.


" Emang cuma mandi. Emang kamu pikir apa?" Ucap Daniel.


" Emmmmpph,, ngak ada. Ayo gendong aku. Ngapain cuma diam aja di situ." Ucap Melati.


" Ya udah sini sayang." Ucap Daniel berjalan ke arahnya dan menggendongnya.


Kedua insan manusia itu mandi bersama sebelum melakukan sholat subuh. Usai mandi, Daniel dan Melati langsung berganti pakaian dengan pakaian sholat. Lalu Melati menggelar sajadah untuknya dan Daniel. Mereka pun sholat subuh berjama'ah dengan di imami oleh Daniel.


Selesai sholat subuh, Daniel dan Melati melanjutkan tidurnya. Keduanya masih sama-sama mengantuk. Apalagi aktivitas panas tadi Malam, yang entah selesai jam berapa, membuat keduanya masih ingin bermanja manja dengan selimut dan kasurnya. Dan mengingat ini adalah hari weekend, Daniel dan Melati akan tidur sepuasnya.


*****


" Mas, mau aku bantu mengatur mengatur bajumu untuk pergi ke luar negeri?" Tanya Natasya.

__ADS_1


" Boleh. Ayo kita ke kamar aku." Ucap Aditya menggandeng tangan Natasya.


Aditya dan Natasya berjalan ke kamar Aditya dengan bergandengan tangan. Natasya tentu senang sekali, ini pertama kalinya Aditya menggengam tangannya dengan begitu erat.


Di dalam kamar Natasya mengatur baju yang akan di kenakan Aditya selama di sana. Ia memilihkan baju kantor dan baju yang akan ia pakai bersantai di sana. Ia menyiapkannya agar pas dengan waktu yang Aditya tempuh selama di sana.


" Mas, udah selesai. Aku taruh situ ya." Ucap Natasya.


" Iya." Jawab Aditya.


" Kamu ngapain ada di situ? Ayo ke sini." Ucap Aditya melihat Natasya yang duduk di tempat ia menyiapkan baju untuknya.


Natasya berjalan ke arah Aditya yang berada di atas kasur.


" Ada apa mas?" Tanya Natasya.


" Mulai malam ini, kita akan tidur sekamar." Jawab Aditya.


" Beneran mas?" Tanya Natasya memastikan.


" Iya benar." Jawab Aditya.


Natasya menitikkan air mata mendengar jawaban Aditya barusan.


" heiii, kenapa menangis?" Tanya Aditya menghapus air matanya.


" Aku bahagia mas. Akhirnya, aku bisa tidur satu kamar lagi seperti suami istri yang lainnya." Jawab Natasya.


" Aku tau. Selama ini, selalu mengacuhkanmu sebagai istriku. Aku tau kau merasa terluka setelah menikah denganku. Kau pun tau, bahwa penyebab perceraianku dengan Melati dulu bukan hanya orang tuaku yang tidak menyukai Melati sebagai menantu mereka. Tapi karena aku dulu pernah selingkuh dengan mantan sekretarisku di kantor. Dia masih terima dengan sikap kedua orang tuaku. Karena ia yakin suatu hari nanti, mereka akan perlahan lahan mau menerima dia sebagai menantu mereka. Tapi ia tidak terima dengan sebuah perselingkuhan." Ucap Aditya menjeda ucapannya sambil memegang tangan Natasya.


" Dan untuk itu, sekarang aku ingin memperbaiki semuanya tentang kita. Kita berdua memang melakukan kesalahan pada orang yang sama. Tapi bukan berarti kita larut dalam penyesalan. Orang yang kita sakiti pun sudah bahagia dengan suaminya. Nah, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama juga. Sebuah kesalahan mari kita akhiri dengan sebuah kebaikan. Mari kita membangun rumah tangga kita ini dengan lebih baik lagi. Kamu mau kan?" Lanjut Aditya.


" Iya mas, aku mau. Aku tau, aku tidak sebaik Melati. Aku pun tidak ingin seperti dia. Aku ingin seperti diriku sendiri. Agar kau menerimaku tanpa bayang bayang Melati lagi. Aku ingin menjadi diriku sendiri. Mungkin sifat yang akan ku ikuti dari Melati adalah mau memaafkan orang yang bersalah pada kita." Balas Natasya.


" Mari kita perbaiki kesalahan kita. Mari kita membina kehidupan rumah tangga kita ini dengan lebih baik. Aku tidak akan berjanji menjadi suami yang baik untukmu. Tapi aku akan berusaha semampuku."Ucap Aditya mengecup kening Natasya.


" Iya mas." Jawab Natasya tersenyum.


" Ya udah mari kita tidur ya." Ucap Aditya.


" Iya mas." Ucap Natasya.

__ADS_1


Malam ini adalah hari paling bahagia bagi Natasya. Hari dimana Aditya mau menerima dirinya sebagai istrinya dan mau menjalin kehidupan rumah tangga dengannya. Ia berjanji dalam hidupnya, tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi demi mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.


__ADS_2