
Makan malam pun selesai. Mereka berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol bersama. Dinda duduk dengan memangku Arin di pahanya. Anak itu, semenjak bertemu Dinda. Sudah seperti lem, yang menempel padanya. Mira duduk di samping Dinda dengan membaca majalah sambil sesekali bercanda dengan cucunya, Arin.
Sementara itu, Laras ia memilih duduk di samping Arka. Ia bercerita layaknya teman yang baik untuk Arka, walau sebenarnya Arka tidak pernah menghiraukannya. Matanya terus menatap ke arah Dinda dan Arin. Arin terlihat bahagia tadi duduk di pangkuan Dinda dan sekarang sudah berbaring di pangkuannya. Hal yang tidak pernah ia lihat selama ini kepada Arin, yang begitu mudahnya bermanja pada pada orang yang baru di kenalnya.
Melihat Arka yang tidak menghiraukannya, karena terus menatap ke arah Dinda dan Arin membuat Laras kesal.
" Dasar wanita penggoda. Beraninya, dia menggoda Arka agar terpikat padanya, dengan cara mengambil hati Arin. Walaupun anak sialan itu menyukaimu. Tidak akan membuatku berhenti mendapatkan Arka. Lihat dan tunggu saja yang akan aku lakukan padamu nanti jalang." Batin Laras.
Melihat Arin yang sudah tertidur, Dinda pun mengatakannya pada Arka dan Mira.
" ka Arka, tante." Sahut Dinda pada keduanya.
" Iya, ada apa Din?" Sahut keduanya.
" Ini, Arin udah tidur. Mau aku pindahin ke kamarnya, boleh?" Ucap Dinda.
" Iya. Sini biar aku bantu gendong Din." Ujar Arka.
" Arka aku ikut ke kamar Arin bareng kamu ya?" Sahut Laras.
" Mau ngapain kamu?" Ujar Mira.
" Mau bantuin Arka tante." Jawab Laras.
" Udah, ngak usah. Biar Dinda saja. Arin tertidur di pangkuannya, jadi biarkan Dinda yang membantunya sekalian menggantikan baju tidur untuk Arin." Ucap Mira.
" Dinda, ayo ikut aku ke kamar Arin?Ajak Arka pada Dinda.
" Iya ka." Jawab Dinda.
" Dasar wanita tua sialan. Dan kamu Dinda, dasar wanita penggoda." Gerutu kesal Laras dalam hatinya.
Arka pun menggendong Arin ke kamarnya, dengan di ikuti Dinda di belakangnya. Begitu tiba di kamar, Arka meletakkan Arin di tempat tidurnya. Dinda pun segera mengganti baju Arin dengan baju tidur yang sudah di sediahkan asisten rumah tangga di tempat tidur Arin.
Setelah memakainkan baju tidur untuk Arin, Dinda pun menyelimuti tubuh Arin dengan selimut hingga batas leher. Lalu, Arka mematikan lampu kamar Arin, di gantikan dengan lampu tidur. Dan ia mengajak Dinda keluar dari sana.
" Gimana, Arinnya?" Tanya Mira begitu melihat keduanya berjalan ke arahnya dan Laras.
__ADS_1
" Aman, bu/tante Jawab Arka dan Dinda bersamaan.
Melihat jam menunjukkan hampir pukul 11 malam. Dinda pun izin pamit pulang dari sana.
" Tante, Dinda pulang dulu ya." Ucap Dinda.
" Ya udah, pulang sana." Sahut Laras.
" Laras, kamu apaan sih? Ngomong kaya gitu ke Dinda." Ujar Arka.
" Aku kan cuma mewakili ibu kamu menjawabnya." Ucap Laras.
" Tapi..."
" Saya kan tidak menyuruh kamu." Seru Mira.
" Din, kamu pulangnya hati hati ya." Sambung Mira pada Dinda.
" Iya tante." Ucap Dinda.
" Kamu ke sini. Bawa mobil sendiri atau pakai sopir." Tanya Mira.
" Oh ya udah. Biar Arka yang antar kamu pulang. Kamu mau kan Arka." Ucap Mira pada Dinda lalu mengarah pada Arka.
" Ehhh,, ngak usah tante. Aku pulang sendiri aja. Kalau di antar ka Arka. Terus, kalau pulang ka Arka naik apa? " Tolak Dinda.
" Tidak Dinda. Ngak baik gadis seperti kamu pulang sendiri. Apalagi malam seperti ini banyak orang jahat yang suka ngebegal. Tante takut kamu kenapa." Ucap Mira.
" Iya Dinda, ibu benar. Biar kamu aku antar pulang pakai mobil aku. Mobil kamu biar di antar sama supir aku besoknya. Karena hari ini supir aku lagi izin keluar rumah." Ucap Arka.
" Ihhhh,, Arka. Dia kan udah bilang ngak mau di antar kamu pulang. Jadi biar aja dia pulang sendiri. Lebih baik kamu antar aku pulang. Aku juga kan perempuan. Tentu aku juga takut pulang sendiri malam seperti ini." Ucap Laras kepada Arka.
" Laras kamu kenapa sih kaya gitu. Dinda itu ke sini sendiri. Sementara kamu, tadi aku lihat ke sini di antar sama supir. Tuh,, supir kamu masih ada di mobil nungguin kamu pulang." Ucap Arka.
" Ayo Dinda, kamu aku antar." Ucap Arka menarik tangan Dinda ikut dengannya ke mobil. Di depan mobil pun, Arka membukakan pintu untuk Dinda. Dinda pun segera masuk ke dalamnya. Laras yang melihat itu, mengepalkan tangannya menahan marah. Sementara, Mira tersenyum Arka dan Dinda, lalu melihat Laras yang sedang kesal menahan marah melihat sikap Arka kepada Dinda.
Melihat mobil Arka pergi meninggalkan rumah mengantar Dinda pulang. Mira pun berkata pada Laras" Kamu ngak pulang Laras. Lihat tuh jam, udah jam berapa?"
__ADS_1
" Tante ngusir aku." Ucap Laras menatap ke arah Mira.
" Saya ngak ngusir. Cuma, ini sudah hampir tengah malam. Dan saya sudah tidak ingin menerima tamu di rumah saya. Saya sudah ingin, karena sudah mengantuk. Harusnya kamu tau dong caranya bertamu di rumah orang". Jelas Mira santai.
" Baiklah, tante saya pulang sekarang." Ucap Laras kesal meninggalkan rumah itu.
Mira pun segera pergi ke kamarnya. Asisten rumah tangga juga segera menutup pintu dan mengunci pintu. Mereka mengunci pintu, karena Arka memiliki kunci serep jika nanti pulang rumah terkunci.
Setibanya di rumah Dinda, Arka memberhentikan mobilnya di depan rumah Dinda. Dinda pun segera turun dari mobil.
" Ka Arka makasih ya. Sudah mengantar Dinda pulang." Ucap Dinda.
" Iya Dinda sama-sama." Jawab Arka.
" Ya sudah, aku masuk dulu ya kak." Ucap Dinda.
" Emm, Dinda tunggu." Cegah Arka.
" Iya ada apa kak?" Ucap Dinda.
" Boleh aku meminta nomor teleponmu?" Ucap Arka ragu.
" Boleh kok kan. Mana hp kakak, biar Dinda masukkan nomor Dinda di hp kak Arka." Ucap Dinda.
Arka pun memberikan ponselnya kepada Dinda. Setelah memasukkan nomornya, Dinda mengembalikan kembali hp Arka.
" Ini hp kakak. Sudah aku masukkan nomorku di situ." Ucap Dinda menyerahkan hp Arka.
" Oke. Makasih ya Din," Ucap Arka.
" Sama-sama kak. Ya udah aku masuk dulu ya." Jawab Dinda.
" Iya Din, aku juga udah mau pulang." Ucap Arka.
" Iya kak. Hati-hati di jalan" Ucap Dinda.
" Siap." Jawab Arka.
__ADS_1
Dinda pun masuk ke dalam rumahnya. Setelah memastikan Dinda masuk ke dalam rumahnya, Arka segera melajukan mobilnya pulang ke rumahnya.