Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 20


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Natasya dan Aditya akan pindah ke rumah baru Aditya sesuai keinginan Natasya dan Aditya semalam. Natasya begitu senang. Ia merasa Aditya benar-benar akan membangun rumah tangga dengannya. Tapi tanpa Natasya ketahui ada maksud lain dari Aditya mengajaknya tinggal bersama di rumahnya.


Setibanya di rumah barunya. Natasya begitu senang. Karena rumah yang akan di tempatinya dengan Aditya ini benar sangat besar dan bagus. Mereka masuk ke dalam dengan membawa koper masing masing. Ya karena sampai sekarang Aditya masih saja bersikap dingin dan tidak peduli dengan Natasya. Tapi Natasya tidak akan hal itu. Yang penting Aditya sudah mengajaknya tinggal berdua berarti secara perlahan pasti Aditya akan bersikap hangat padanya.


" mas rumah ini sangat bagus dan besar. Aku suka. Interiornya juga sangat indah" ucap Natasya senang melihat rumah barunya


" iya. Aku mau ke kamar dulu" jawab Aditya menyeret kopernya di ikuti oleh Nastasya


Saat sampai di depan pintu kamarnya Aditya langsung. Natasya pun begitu. Namun di tahan oleh Aditya


" kamu mau ngapain ke sini" tanya Aditya pada Natasya


" aku masuk juga mas. Loh emangnya kenapa mas" tanya Natasya heran dengan pertanyaan suaminya itu


" kamar kamu bukan di sini. Tapi di bawah" ucap Aditya


" loh mas kita kan suami istri. Kenapa harus pisah kamar. Bukannya kita harusnya satu kamar ya" tanya Natasya lagi


" siapa bilang aku satu kamar sama kamu"


" loh mas kita sudah menikah. Mengapa harus seperti itu" tanya Natasya kaget


" heeeeeeh... Asal kamu tau ya. Aku dan kamu memang sudah menikah dan sudah menjadi suami istri. Tapi bukan berarti kau ku anggap sebagai istriku. Aku menikahimu karena orang tuaku saja. Aku tidak mencintaimu dan sampai kapan pun tidak akan pernah mencintaimu. Hingga saat ini di hatiku hanya ada nama Melati saja. Hubungan kita hanya di atas kertas saja, tidak dalam dalam kehidupan sehari hari. Jadi jangan bermimpi" ucap Aditya pedas membuat Natasya diam mengeluarkan air matanya. Ia baru saja berkhayal akan menjalani rumah tangga yang bahagia bersama dengan Aditya di rumah ini. Ia pikir Aditya mengajaknya tinggal bersama untuk memulai hidup baru dengannya. Tapi semua hanya angan angannya semata.


" dan satu lagi urus hidupmu sendiri. Jangan mengurusi ataupun mencampuri kehidupanku. Hiduplah sebagaimana biasa sebelum kita menikah dulu. Tapi kau tenang saja, aku akan tetap menafkahimu. Ini atm dariku pergunakanlah sebaik mungkin. Kau boleh membeli apa saja dengan atm itu asal itu yang berguna. Dan ingat jangan boros. Karena dulu sewaktu aku bersama Melati dia tidak pernah boros. Oh iya satu lagi, kalau kau keberatan dengan keputusanku ini. Silakan kau ajukan gugatan cerai. Dengan senang hati aku pasti akan menceraikanmu. Dan aku akan mencari Melati untuk hidup bersamanya jauh dari negara ini. " ucap Aditya meninggalkan Natasya di depan pintu kamarnya


Sepeninggalan Aditya, Nastasya menangis lemah di atas lantai. Tangisannya terdengar begitu pilu. Suara tangisannya terdengar hampir di seluruh rumah itu. Siapa pun yang mendengarnya akan merasa iba pada Nastasya. Tapi Aditya tidak mendengarnya. Karena kamar Aditya kedap suara. Jadi sekeras apapun Natasya menangis Aditya tidak bisa mendengarnya.

__ADS_1


Setelah puas menangis Natasya menuju kamarnya. Dia tidak menempati kamar yang di atas. Dia memilih kamar di lantai yang sama dengan kamar Aditya. Ia memilih kamar yang terpisah dua kamar dari Aditya suaminya. Di dalam kamar Natasya kembali menangis baru saja kemarin ia dan Aditya menikah. Tapi sudah harus pisah kamar. Natasya tau, bahwa ia salah telah merebut Aditya dari tangannya Melati. Tapi ia melakukan itu, karena Natasya sangat mencintai Aditya. Karena menurutnya hanya Aditya yang pantas menjadi suaminya. Ia ingin bahagia bersama Aditya walaupun hanya beberapa saat saja.


Natasya pun segera mengatur baju dalam kopernya di dalam lemari. Setelah mengatur baju di lemari. Nastasya ke kamar mandi untuk merilekskan tubuhnya dengan cara meredam di dalam batup. Dan juga untuk menghilangkan matanya yang bengkak karena ia menangis cukup lama tadi.


Setelah merasa segar dan di lihatanya mata sudah tidak terlalu bengkak, Nastasya pun segera membilas tubuhnya dan keluar dari kamar mandi itu. Natasya pun segera mengganti pakaiannya dan tetap berdiam di kamar. Karena Natasya tidak tau harus melakukan apa.


Tring.... Dering suara hp Natasya berbunyi. Saat di liatnya nmr yang menelepon adalah ibunya.


" halo ma ada apa " jawab Natasya


" halo juga sayang. Ngak mama cuman kangen aja sama kamu sayang" ucap mamanya


" baru ajah beberapa jam berpisah udah kangen aja sih ma" ujar Natasya


" namanya juga kangen sayang, ngak bisa di kondisikan. Mama kangen banget sama anak satu satunya mama ini. Kamu ngak kangen ama mama Sya" ucap mamanya


" oke sayang mama benar ya mama tunggu loh" seru mamanya


" iya ma, tenang aja. Nanti aku ajak mas Aditya kok ma" ucap Natasya


" ya udah kalo gitu"


" iya mamaku sayang"


" oh iya sayang mama sampe lupa, gimana kamu sama Aditya di rumah baru. Baik kan. Rumah bagus kan, buat kamu nyaman juga kan" tanya mamanya


" iya ma, aku sama mas Aditya baik kok. Rumahnya bagus, bagus banget malah ma" jawab Natasya

__ADS_1


" trus kamu lagi ngapain nih sayang" tanya mamanya lagi


" ini ma, aku lagi duduk aja baru abis mandi juga.Tadi juga aku baru saja mengatur baju ma" jawab Natasya


" Adityanya kemana sya"


" mas Aditya lagi mandi ma. Knapa" jawab Natasya bohong pada mamanya. Karena ia tidak ingin orang tuanya mengetahui keadaan rumah tangganya.


" ngak kok, mama cuman nanya aja. Trus gimana udah gol belum kamu sama Aditya" tanya mamanya kepo


" ihhh mama apaan sih. Nanya kaya gitu. Malu tau" ucap Natasya


" ihhh kenapa harus malu sayang. Kan mama juga pernah melaluinya bahkan sekarang juga masih. Papa kamu doyan banget sama mama. Ngak pernah bosan juga tuh. Mama tuh mau kasih tau kamu cara melayani suami agar puas dan tidak bosan di ranjang sayang " ucap mamanya tanpa malu sambil tertawa


" ngak perlu di ajarin juga kali ma. Nanti Natasya belajar sendiri juga kok" jawab Natasya


" ya udah sayang, udah dulu ya. Mama mau masak makan siang dulu buat papa kamu"


" iya ma"


" kamu juga jangan lupa makan siang ya sayang kamu kan belum bisa masak. Jadi ngak papalah kamu deliveri ajah dulu. Nanti kamu mama ajarin masak ya sayang. Supaya kamu bisa melayani suam kamu dengan baik dan benar sayang. Udah ya mama matiin" ucap mamanya mematikan panggilannya.


Usia memastikan panggilannya di matikan oleh mamanya Natasya meletakkan kembali hpnya di atas meja. Natasya pun memikirkan ucapan mamanya tadi tentang melayani suaminya dengan baik. Ia hanya tersenyum miris. Bagaimana mau melayani, Aditya saja memberi jarak antara dirinya dengan suaminya itu. Walaupun berada di dalam satu rumah, Aditya melarangnya menyentuh ataupun melayani suaminya itu dengan baik.


Namun walaupun begitu, Nastasya tidak ingin menyerah begitu saja. Ia sudah sampai tahap ini dengan perjuangan berat. Ia akan tetap melayani suaminya itu. Mulai dari mengurus rumah dan belajar memasak dengan mengikuti kursus memasak. Natasya yakin ia pasti bisa mengambil hati suaminya itu secara perlahan tapi pasti.


Bersambung....!!

__ADS_1


Sampai sini dulu ya ceritanya. Tangan Author udah pegal ngetik. Mata juga udah sakit karena dari tadi megang hp terus. Daaadaaaah. Nantikan cerita selanjutnya yang pastinya lebih seru lagi. Oh iya jangan lupa juga baca novel author yang judulnya "MY GIRLS" itu adalah Novel pertamanya author loh. Byebyebye


__ADS_2