Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 84


__ADS_3

Di lain tempat, Aditya dan Natasya sedang melakukan liburan bersama. Mereka memilih Bali sebagai tempat liburan keduanya. Kebetulan Aditya memiliki villa pribadi yang tidak di ketahui oleh orang tuanya. Jadi mereka memutuskan untuk menetap di sana selama waktu liburan. Villa yang di miliki Daniel memiliki pemandangan yang indah dengan angin bertiup dari arah pantai. Villanya berada di dekat pantai dengan fasilitas yang lengkap.


Bukan apa-apa juga Daniel memilih menginap di villanya, sebab ia tau pasti maminya akan menggangu waktu liburannya bersama sang istri. Karena pasti ia akan menyuruh perempuan penggoda itu untuk datang ke tempatnya. Jadi dia sudah mengantisipasi lebih dulu.


" Sayang, gimana apa kamu suka dengan villa ini?" Tanya Aditya.


" Suka mas. Sangat suka. Ini luar biasa. Pemandangannya juga sangat indah. Lihat saat membuka gorden kita dapat melihat indahnya pemandangan laut yang biru itu mas. Balkonnya juga bagus. Bisa di jadikan tempat bersantai sambil menikmati angin laut saat di sore hari." Jawab Natasya senang.


" Syukurlah kalau kamu suka sayang." Ucap Aditya memeluk Natasya dari belakang sambil mencium pucuk kepalanya.


" Mas, aku lapar." Ucap Natasya.


" Tunggu sebentar, biar aku pesankan." Ucap Aditya.


" Tidak usah pesan mas. Aku ingin memasak. Boleh ya mas." Pinta Natasya.


" Baiklah jika itu keinginan mu sayang. Ayo kita ke dapur. Sebelum kemari, aku sudah meminta pelayan di sini untuk mengisi kulkas. Karena aku kamu pasti tetap ingin memasak." Ucap Aditya.


" Terimakasih mas. Aku mencintaimu." Ucap Natasya mengecup pipi Aditya.


" Aku juga mencintaimu sayang. Ayo kita ke dapur." Ucap Aditya membalas kecupan Natasya di keningnya.


Di dapur


" Wah mas, isi kulkasnya lengkap sekali. Hmm aku akan masak apa ya untuk makan siang kita nanti." Ucap Natasya.


" Apa pun yang kau masak sayang aku pasti akan memakannya." Ucap Aditya menatap istrinya dari meja makan.


" Baiklah, sepertinya hari ini aku ingin memakan seafood. Baiklah, aku akan memasak makan siang dengan tema itu saja." Ucap Natasya mengeluarkan bahan bahan yang ia butuhkan dari dalam kulkas.


Sambil menunggu Natasya memasak, Aditya pergi menemui orang menjaga villanya.


Tidak lama kemudian, Natasya memanggilnya untuk makan siang bersama. Aditya mengajak penjaga villnya untuk makan siang bersama mereka. Tapi orang tersebut menolak. Jadi Natasya menyiapkan sendiri makanan untuk orang itu, agar bisa makan siang bersama di tempat yang berbeda. Bukan apa orang itu menolak ajakan Aditya, hanya saja pasti akan ada adegan mesra dari Aditya dan Natasya. Dan dia tidak akan sanggup melihatnya. Aditya mengajak Natasya liburan sekalian bulan madu.


Tiga Minggu sudah Aditya dan Natasya melakukan liburan. Keduanya berencana menambah seminggu Waktu liburan mereka. Selama sebulan juga Aditya tidak pernah mengaktifkan ponselnya dan juga milik Natasya. Ehh tapi jangan salah, Aditya punya ponsel lain juga loh untuk mengabadikan keberadaan mereka selama liburan. Hanya kedua mertua, papi nya dan sekretarisnya yang tau. Ia tidak memberitahu maminya soal nomor barunya itu. Mertuanya di minta untuk tidak memberitahu mami nya. Mereka juga memberikan alasan mengapa Aditya tidak ingin mami nya tau nomor barunya. Papinya juga sama. Mia istrinya, selalu menanyakan soal keberadaan Aditya selama di Bali padanya. Tapi tidak ia beritahu. Walau begitu papinya memang tidak tau di mana tempat Aditya menginap selama di Bali.


Kepergian Aditya dan Natasya ke Bali sebenarnya di buntuti oleh Siska. Hanya saja ia kehilangan jejak saat mengikuti Aditya. Karena Aditya mengetahui Siska mengikuti mereka ke Bali. Ia memilih jalur lain agar Siska tidak bisa lagi mengikuti perjalanan mereka.


" Sial, dimana sih Aditya membawa istrinya liburan. Semua rencana bersama tante Mia jadi sia sia jika tidak aku menemukan lokasi liburan mereka. Aku harus tau dimana mereka menginap agar bisa menjalankan rencana ini." Maki Siska kesal.


" Sabar sayang. Tante Mia juga sedang berusaha mencari lokasi liburan Aditya bersama dengan istrinya itu. Begitu ia tahu tempatnya, ingat kau harus segera menjalankan rencana kita agar kau segera menikah dengan Aditya. Dengan begitu kita akan menjadi orang kaya. Karir mu juga akan semakin bagus dengan menggandeng Aditya sebagai suamimu kelak." Ucap Ratna ibunya Siska.


" Ia ma, aku sudah tidak sabar menanti hari itu." Ucap Siska berkhayal.


" Iya makanya kau harus sabar untuk melakukannya." Ucap Ratna menyemangati Siska.


" Iya ma. Aku ke tempat pemotretan dulu. Manajer aku sudah mengirimkan pesan agar aku segera kesana." Ucap Siska.


" Iya sayang." Ucap Ratna.

__ADS_1


Hari ini Aditya memutuskan untuk kembali dari liburannya. Liburan yang mereka lakukan mereka jalani tanpa adanya gangguan dari siapa pun. Tidak lupa juga Natasya membelikan oleh oleh untuk orang tuanya dan juga mertuanya.


Selama di Bali, Natasya sering bertukar pesan dengan Melati. Kedua wanita memutuskan menjadi teman setelah kemarin bermusuhan. Usia kandungan Melati sudah tujuh bulan. Ia akan melakukan acara tujuh bulanan. Ia juga mengundang Natasya agar datang. Tentu saja Natasya sangat senang dan dia akan datang ke tempat Melati. Tidak lupa juga ia membelikan Melati hadiah.


" Akhirnya kita kembali ke rumah ini mas." Ucap Natasya.


" Iya sayang. Ayo masuk kita masuk. Mas ingin beristirahat." Ucap Aditya.


Kepulangan Aditya dan Natasya di ketahui oleh orang tua Natasya dan papi Aditya. Hanya Mia saja yang tidak mereka beritahu.


Esoknya Aditya memulai aktivitas kantornya seperti biasa. Natasya tetap di rumah. Ia ingin beristirahat. Saat di Bali, setiap saat Aditya selalu saja menggempurnya. Sebagai istri, Natasya melayani ke kemauan suaminya itu. Bahkan pernah Aditya lupa memakai pengamanan saat mereka bercinta. Dua kali ia melupakan hal itu. Padahal dokter menyarankan agar Natasya hanya dulu mengandung di waktu dekat. Namun karena nafsunya yang terlalu tinggi pada istrinya, ia melupakan anjuran dokter kepadanya.


Di kantor Aditya.


" Bagaimana liburan kalian?" Tanya papi Hendra.


" Sangat menyenangkan Pi. Liburan sekaligus bulan madu." Jawab Aditya tersenyum.


" Syukurlah. Papi lega mendengarnya. Papi ingin pernikahanmu kali ini bertahan hingga hari tua kalian. Papi sadar selama ini papi selalu mengikuti hawa nafsu duniawi sehingga mengobarkan pernikahan mu dengan Melati dulu. Melati adalah wanita yang baik. Tapi mata hati papi buta sehingga tidak melihat kebaikan wanita itu. Sekarang papi dengar sudah menikah dengan pengusaha muda bernama Daniel. Ia layak mendapatkan hak itu. Wanita itu pantas bahagia yang ia tidak dapatkan saat menjadi istrimu." Ucap papi Hendra.


" Iya Pi, Melati sudah menikah lagi. Dan kabarnya dia sedang hamil anak pertamanya. Adit dengar juga ia membuka usaha cafe yang hits di kalangan muda maupun tua. Aditya juga punya salah Melati. Selama menjadi istri Adit, Melati tidak pernah bahagia. Apalagi Aditya pernah main gila dengan sekretaris Adit Pi. Aditya malu pada Melati Pi." Sesal Aditya.


" Iya Dit, tapi jangan kamu ulangi lagi sikap mu yang seperti itu." Ucap papi Hendra.


" Iya pi, Aditya janji. Aditya ingin membangun rumah tangga yang bahagia dengan Natasya walaupun mami selalu berusaha menggangu rumah tangga Adit pi." Ucap Aditya.


" Iya papi sampai pusing menghadapi kelakuan mami kamu itu Dit. Dia selalu tidak puas mencari kepuasan atas dirinya dengan selalu mengobarkan pernikahan mu. Tapi semua salah papi Dit. Andai saja papi bisa lebih tegas mendidik mami mu, pasti apa yang terjadi pada Melati tidak terjadi. Papi selalu mengikuti kemauan mami mu." Ucap papi Hendra.


Papi Hendra pun terdiam. Ia menyesal membuang Melati sebagai menantunya. Tapi ia tidak menyesal menjadikan Natasya sebagai menantunya. Natasya tidak terlalu salah dalam hal ini. Karena dukungan dari mereka begitu kuat, menyebabkan kejadian waktu itu. Menyesal tidak ada gunanya lagi. Ia juga melihat kalau Natasya juga sudah berusaha berubah lebih baik jauh sebelum ia menikah dengan anaknya Aditya. Papi Hendra bisa melihat ketulusan dari sikap Natasya selama ini.


Di kediaman Daniel


" Sayang, tadi kak Dinda tanya hal apa yang belum kita persiapkan untuk tujuh bulanan baby kita sayang" Ucap Daniel memijat kaki Melati.


" Aku rasa semuanya sudah mas." Ucap Melati.


" Berarti sudah tidak ada yang perlu di siapkan?" Tanya Daniel.


" Iya mas. Udah pijat nya mas. Sini bobo di samping aku." Ucap Melati.


" Iya sayang." Ucap Daniel.


" Sayang kamu ingat tuan Edy dan nyonya Sarah?" Tanya Daniel.


" Iya. Rekan bisnis kamu sama istri nya kan mas." Jawab Melati.


" Mereka membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita sayang." Ucap Daniel.


" Kenapa bisa seperti itu mas. Apa kamu melakukan kesalahan pada mereka?" Tanya Melati kaget.

__ADS_1


" Tidak sayang. Mas tidak tau." Jawab Daniel.


" Tapi kenapa mereka bisa membatalkan kerja sama yang sudah kalian sepakati bersama?" Tanya Melati.


" Mereka memang membatalkan kerja sama, tapi tuan Edy menginvestasikan sahamnya 30 % ke perusahaan aku sayang. Tentu dengan senang hati aku menerimanya. Karena itu berpengaruh baik pada perusahaan ku sayang. Perusahaan ku akan semakin maju sayang." Jawab Nayara.


" Benarkan ma?" Tanya Melati. Daniel hanya mengangguk.


" Wah aku senang mas. Usaha kamu semakin sukses saja. Selamat ya mas." Ucap Melati senang.


" Semua ini terjadi tanpa doa dan dukungan dari kamu sayang. Usaha suaminya akan berjalan dengan baik jika istrinya selalu mensupport suaminya. Dan usaha suami berjalan lancar kalau suaminya selalu memperlakukan istrinya dengan baik sayang. Apa aku termasuk suami yang selalu menyenangkan istri sayang?" Tanya Daniel.


" Tentu saja mas. Bukan hanya menyenangkan aku, kamu juga adalah pria terhebat yang di berikan oleh Allah untuk aku mas. Terimakasih sudah menjadi suami dan calon ayah yang baik untuk kami mas. Ku do' kan kamu selalu di lindungi oleh Allah di mana pun kamu berada mas." Jawab Melati.


" Terima kasih sayang. Aku mencintaimu." Ucap Daniel.


" Aku juga." Ucap Melati.


Keduanya pun menghentikan obrolan dan memutuskan tidur sambil berpelukan.


Acara tujuh bulanan Melati di laksanakan dengan baik. Proses demi proses yang di perintahkan oleh tetua di lakukan oleh Daniel dan Melati dengan baik. Acaranya berjalan lancar tanpa kendala.


Natasya datang menghadiri undangan dari Melati. Ia hanya datang sendiri. Ia rela datang dari jauh jauh dengan pesawat demi melihat proses tujuh bulanan Melati. Aditya suaminya tidak bisa datang karena sedang sibuk menangani pekerjaan perusahaan yang ia tinggalkan sejak liburan bersama Natasya.


" Mel, selamat ya. Semoga kamu dan baby nya selamat hingga lahiran nanti." Ucap Natasya tulus.


" Terimakasih atas do'anya Natasya." Ucap Melati tersenyum.


Natasya terus menatap perut buncit hamil Melati, rasanya Natasya ingin hamil juga.


" Kapan aku akan hamil. Ingin rasanya aku seperti Melati yang bisa hamil seperti itu." Batin Natasya.


Seakan paham dengan tatapan Natasya Melati pun menghiburnya.


" Aku yakin suatu saat kamu juga bakalan hamil kok." Ucap Melati.


" Ehhh." Ucap Natasya kaget karena bisa menebak isi hatinya.


" Kita ngobrol di sana yuk, sambil duduk." Ajak Melati.


" Iya, aku ngikut apa kata bumil aja." Ucap Natasya.


Keduanya melanjutkan obrolannya. Tawa dan canda menghiasi obrolan mereka. Melati dan Natasya mengobrol tanpa membahas masalah lalu. Melati sungguh menerima Natasya sebagai temannya. Natasya merasa beruntung Melati mau memaafkan dan malah berteman dengannya.


" Melati, sudah waktunya aku pulang. Aku pamit pulang ya." Ucap Natasya.


" Iya, kamu hati hati ya pulangnya. Tapi kamu akan datang lagi kan?" Ucap Melati.


" Iya. Aku akan lagi kok." Jawab Natasya.

__ADS_1


" Baiklah. Hati hati ya. Kabari aku saat kamu tiba di rumah." Ucap Melati.


" Iya Melati. Daah." Ucap Natasya.


__ADS_2