Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 27


__ADS_3

Pagi itu bertepatan dengan hari weekend. Melati pergi ke cafe menggunakan taksi online. Ia ke cafe hanya untuk mengecek cafenya saja. Ia memberikan kepercayaan pada keponakan pak Rahmad untuk memantau kinerja pengawainya jika Melati sedang tidak ada di cafe.


Setelah dari cafe Melati meneruskan perjalanannya ke rumah kakek Anwar untuk bertemu dengan si kembar Devano dan Devina. Rencananya hari ini Melati akan mengajak kedua kakak adik itu jalan jalan bersamanya seperti yang pernah ia janjikan pada keduanya waktu itu.


Tidak perlu waktu lama, akhirnya Melati sampai di rumahnya kakek Anwar.


"pak, tungguin saya masih panggil kedua keponakan saya dulu" ucap Melati pada sopir taksi online


"iya mba, akan saya tunggu kok" jawab sang sopir


"ya udah saya masuk dulu ya pak" ucapnya turun dari mobil


" iya mba"


Melati pun masuk ke dalam rumah kakek Anwar tapi sebelum masuk Melati mengucapkan salam terlebih dahulu


" assalamualaikum" sapa Melati dari luar rumah


Mendengar suara orang salam dari luar kakek Anwar yang sedang duduk bermain dengan kedua cucunya pun keluar untuk melihat tamu.


" wallaikumsallam" jawab kakek Anwar dari dalam rumah" ekkkh,, nak Melati. Mari masuk nak Melati "lanjut kakek anwar


" iya kek"jawab Melati "kek Devano dan Devinanya ada" lanjut Melati


" ada nak Melati, mereka sedang bermain di ruang tengah" jawab kakek Anwar


" ayo kek kita samperin" ucap Melati


" Vano Vina ayo lihat dulu siapa yang datang" sahut kakek Anwar pada kedua cucunya


" kakak cantik" ujar keduanya berlari memeluk Melati meninggalkan mainan mereka

__ADS_1


" Vano Vina jangan lari lari nanti jatuh" ucap Melati pada kedua kakak adik itu


Happpp


Mereka memeluk Melati dengan eratnya


" kakak cantik, kenapa baru datangnya sekarang. Aku dan kak Vano sangat merindukan kakak cantik" ujar Vina setelah melepas pelukannya


" benar begitu kalian merindukan kakak. Kalian tidak bohong kan" ucap Melati


" iya kakak cantik. Aku tidak bohong. Iya kan kak Vano" ujar Vina menatap pada kakaknya


" iya kakak cantik. Kami tidak bohong" jelas Vano


" iya kakak percaya pada kalian" ucap Melati


Nenek yang sedang di belakang pun menghampiri mereka saat mendengar suara kedua cucunya yang berteriak girang memanggil nama Melati.


" hai nenek. Bagaimana kabarnya nenek hari ini" tanya Melati menyalami nenek


" Alhamdulillah nenek baik nak" jawab nenek mengelus kepala Melati


" syukurlah kalau begitu nek" ucap Melati


Ketika kakek bersama keluarganya pindah ke rumah yang di sewakan Melati pada mereka. Hidup nenek dan kakek serta kedua cucunya lebih baik dari tempat tinggal mereka sebelumnya. Kakek membawa nenek berobat ke dokter dengan uang yang di berikan Melati pada kakek saat sebelum Melati pamit pulang ke rumahnya. Hingga Nenek juga sudah tidak sakit sakitan lagi. Penampilan nenek dan kakek berubah lebih baik juga. Sudah tidak tidak terlihat kusam. Wajah dan tubuh mereka juga terlihat lebih terawat dan tidak terlihat tua dari umur mereka. Padahal kalau di lihat umur kakek dan nenek belum mencapai 60 tahun. Hanya karena mereka hidup dalam ekonomi yang sulit menyebabkan wajah mereka terlihat lebih tua dari umurnya. begitu juga dengan kedua bocah kecil itu. Memang benar kata orang. Penampilan itu tergantung dengan biaya hidup kita. Begitu pula dengan kakek sekeluarga, hidup mereka berubah lebih baik dari lagi dari sebelum dengan Melati.


" kek nek, Melati datang kesini ingin mengajak Vina sama Vano jalan jalan. Apa boleh" tanya Melati pada kedua suami istri itu.


Mendengar kata jalan jalan, kedua bocah kembar itu, langsung tersenyum senang.


" kakek boleh ya kek, aku sama Vina ikut kakak cantik jalan jalan" pinta Vano pada kakeknya

__ADS_1


" ya tentu bisa dong sayang. Jika bersama kak Melati, tentu kakek izinkan" ujar kakek pada Vano dan Vina. Seketika kedua bocah langsung girang "nak Melati kakek percayakan cucu kakek pada nak Melati" lanjut kakek


" iya tentu saja. Kakek tidak perlu khawatir soal itu, Melati pasti akan menjaga Vano dan Vina dengan baik" ujar Melati pada kakek Anwar


" Vano Vina ayo nenek bantu siap siap dulu sebelum kalian berangkat" ajak nenek Sari pada Vano dan Vina


" nenek biar Melati saja yang membantu mereka siap siap" tawar Melati pada nenek sari


" ya sudah kalau begitu. Sepertinya Vano dan Vina juga senang jika Melati yang membantu mereka bersiap siap" goda nenek pada kedua cucunya


Melati pun pergi ke kamar si kembar untuk membantu si kembar bersiap dan juga mempersiapkan keperluan mereka. Setelah menyiapkan semua keperluan kedua kakak adik itu, Melati mengajak kedua bocah kembar itu menghampiri kakek dan nenek mereka.


" kakek nenek Vina dan Vano sudah selesai selesai siap siap" sahut Melati menghampiri mereka bersama Vano dan Vina


" kalau begitu hati hati kalian perginya ya" ucap nenek Sari pada mereka


" iya nek. Kami berangkat ya" jawab Melati " ayo Vano gandeng tangannya Vina" lanjut Melati pada Vano


" iya kakak cantik" jawab Vano menggandeng tangan Vina


Mereka pun masuk ke dalam mobil. Mobil pun meluncur ke kebun binatang. Setelah kepergian Melati dan kedua cucunya kakek Anwar dan nenek Sari pun berbicara.


" sejak bertemu Melati, Vano dan Vina seperti mendapat kembali kasih seorang ibu darinya sejak anak dan menantu kita meninggal" ujar kakek pada istrinya


" iya benar pak. Sejak bertemu Melati juga hidup kita berubah jadi jauh lebih baik dari dulu. Bapak sudah tidak lagi menjadi ojek online dengan motornya kang Bahar" sahut istrinya


" iya semua berkat nak Melati. Pria yang bisa memperistri Melati adalah pria yang beruntung"


" kita doakan saja semoga Melati bisa mendapatkan kebahagiaan suatu hari nanti. Dia orang yang baik pak" ucap istrinya.


" aaminn"

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan aktivitas mereka masing-masing. Kakek menonton berita di tv dan nenek memasak untuk makan siang mereka nanti.


__ADS_2