
" Baiklah mas, sudah ada yang perlu kita bicarakan. Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Melati.
" Iya. Aku masih ingin di sini dulu." Balas Aditya.
Melihat Melati menuju kemari Natasya segera bersembunyi. Namun sia sia saja Melati malah mengampirinya. Sejak ia menguping pembicaraannya dengan Aditya, Melati sudah tau jika Natasya sudah ada di situ, sedang menguping pembicaraan mereka. Begitu pula dengan pujaannya Daniel. Tapi membiarkan saja pura pura tidak melihat keberadaan mereka di sana.
" Hai." sapa Melati pada Natasya.
Natasya kaget melihat Melati yang sudah ada di depannya. Ingin membalas menyapa tapi ia canggung. Tapi ia berusaha membalasnya.
" Hai juga." Balasnya gugup.
Melati tersenyum ke arah Natasya.
" bahkan ia tersenyum ke arah ku. Tidak ada rasa marah ataupun dendam di matanya terhadap. Aku merasa sangat malu di hadapannya. Pantas saja mas Aditya sangat mencintainya. Dia adalah Wanita yang sangat baik. Sekarang aku pun kagum padanya." Batin Natasya menatap Melati.
" Hai Natasya." Ucap Melati melambaikan tangan di depan wajah Natasya.
" Ekhhh hai juga Melati. Apa kabarmu?" Ucap Natasya sadar.
" Aku baik. Kalau kau sendiri?" Jawab Melati.
" Aku juga baik." Ucap Natasya.
__ADS_1
" Melati maaf." Ucap Natasya menunduk.
" Iya aku sudah memaafkanmu." Jawab Melati.
" Kenapa kau begitu baik Melati? Padahal aku sudah sangat jahat mengambil suamimu darimu. Harusnya kau marah padaku." Ucap Natasya.
" Sudahlah Natasya. Kita tidak perlu mengingat itu semua. Sekarang aku sudah tidak mengingatnya lagi.
" mengapa kau begitu baik Melati? Padahal aku sudah sangat jahat padamu." Ucap Natasya menangis.
" Aku tidak baik Natasya. Aku hanya tidak ingin mengingat semua kejadian buruk di masa lalu. Jika kita hanya mengingat bagian buruknya tanpa mengingat bagian dari baiknya, itu tidak akal adil. Hidup terus ini akan berjalan. Jadi kita harus menikmatinya dengan tersenyum dan bahagia." Ucap Melati.
" Iya kau benar." Ujar Natasya.
" Ya aku akan berjuang sekali lagi. Jika tetap tidak bisa, aku akan melepaskannya. Karena aku tau dia juga perlu bahagia walaupun itu tidak denganku." Ucap Natasya.
" Melati, apa kita bisa berteman?" Tanya Natasya.
" Tentu bisa. Kenapa tidak. Aku akan senang jika berteman denganmu juga." Jawabnya dengan senyum tulus.
" Terima kasih, Melati." Ucap Natasya.
" Ya sudah, kau temui suamimu." Ucap Melati.
__ADS_1
" Iya. Sampai ketemu lagi Melati. Aku harap kau selalu bahagia." Ucap Natasya.
" Iya, semoga kau juga begitu." Balas Melati.
Natasya pun meninggalkannya dan berjalan menuju suaminya, Aditya. Dan Melati ia berjalan ke arah Daniel. Daniel melambaikan tangannya pada Melati.
" Bagaimana perasaanmu setelah bertemu dengan mantan suamimu?" Tanya Daniel.
" Kau tau mas Aditya adalah mantan suamiku?" Tanya Melati balik.
" Dari mana kau tau. Aku bahkan tidak pernah mengatakannya padamu." Ucap Melati.
" apa kau lupa, aku ini seorang pengusaha. Tentu saja aku tau kau siapa sayang. Dan apa kau lupa saat itu kau bertemu dengan kakak ipar di kantor. Bukankah dia pernah mengatakan hal ini juga. Hampir semua yang berhubungan dengan Aditya pasti akan di ketahui oleh rekan sesama bisnis. Memang saat kita bertemu pertama kali, aku tidak mengenalmu sayang. Tapi waktu itu aku tidak sengaja membaca majalah bisnis tentang Aditya yang memiliki seorang istri secantik dirimu. Dan sekarang aku yang akan memiliki nanti." Ucap Daniel mencubit gemas pipi Melati.
" Ihhhh sakit tau." Ucap Melati cemberut.
" Ohh iya, tadi kenapa kau tidak menghampiriku saat bersama dengan mantan suamiku?" Tanya Melati.
" Aku hanya ingin melihat reaksimu saat bersama dengannya. Aku ingin melihat apakah rasa cintamu pada masih ada atau tidak. Dan aku juga ingin mendengar isi hatimu saja saat mantanmu itu bertanya apa kau mencintaiku. Dan setelah kau mengatakan kalau kau sangat mencintaiku, aku merasa sangat lega. Ternyata kau memang mencintaiku." Jawab Daniel menatap Melati penuh cinta.
" Kenapa pikiranmu sempit sekali? Tentu saja aku mencintaimu dan hanya mencintaimu seorang. Di hatiku sudah tidak ada lagi nama mas Aditya, sudah tergantikan olehmu. Memang aku tidak bisa melupakan mantan suamiku begitu saja. Tapi dia hanyalah sebagian masa laluku saja. Dan kau adalah masa depanku. Di sini sudah tertulis namamu seorang. Aku hanya milikmu." Ucap Melati mengecup bibir Daniel. Daniel pun menyambutnya dengan senang hatiku. Keduanya saling berciuman dengan penuh cinta.
" dan Begitu pun aku. Hanya milikmu seorang sayang." Ucap Daniel.
__ADS_1