Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 65


__ADS_3

Tengah malam Melati terbangun karena merasa lapar. Ingin membangunkan Daniel untuk menemaninya mencari makanan, tetapi ia melihat Daniel tidurnya sedang nyenyak. Jadi ia urungkan membangunkan Daniel. Perlahan ia melepas pelukannya dan turun dari kasur.


Melati keluar dari kamar, mencari makanan sendirian. Restoran hotel sudah tutup. Jadi ia mencari makanan untuk mengisi perutnya di luar hotel. Untungnya di dekat hotel ada abang penjual nasi goreng yang masih mangkal. Ia pun menghampiri abang nasi goreng itu.


" Bang, nasi gorengnya masih ada?" Tanya Melati.


" Masih ada neng." Jawab penjual nasi goreng itu.


" Saya pesan 1 porsi ya." Ucap Melati.


" Iya neng. Tunggu sebentar, saya buatkan dulu." Ucap penjual nasi goreng.


" Iya bang. Saya tunggu sambil duduk di sini aja." Ucap Melati.


" Iya neng." Ucapnya.


Sambil menunggu nasi goreng pesanannya, Melati duduk di bangku yang di sediakan untuk pembeli oleh abang penjual nasi goreng itu.


15 menit kemudian, nasi goreng pesanan Melati telah di sajikan oleh abang penjual itu. Nasi goreng langsung melahapnya dengan cepat tanpa meninggalkan satu pun nasi di piring. Setelah menghabiskan makannya, Melati pun membayar dan langsung kembali ke hotel.


Di kamar, Daniel uring uringan mencari Melati. Saat ia membuka matanya, ia melihat Melati sudah tidak ada tidur di sampingnya. Ia pun turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk melihat apa Melati berada di dalam sana.


" Sayang, apa kau ada di dalam?" Tanya Daniel mengetuk pintu.


Tidak sahutan, Daniel pun Mengulang perkataannya.


" Melati sayang, apa kau berada di dalam?" Tanya Daniel lagi.


Tetap tidak sahutan, Daniel pun membuka pintu itu.


" Pintunya tidak di kunci." Ucap Daniel saat membuka pintu.


" Melati sayang, apa kau ada di sini?" Tanya Daniel.


" Di sini tidak ada. Lantas Melati ada di mana?" Tanya Daniel.


Ia pun keluar dari dalam kamar mandi. Ia mengambil ponselnya untuk menelepon Melati.


Drreeeetttt


Suara ponsel Melati berdering. Daniel mengambil ponsel Melati yang berada di dalam tas.


" Ponselnya berada di sini. Jadi Melati keluar tidak bawa ponsel. Tapi ia pergi kemana di jam seperti ini." Ucap Daniel melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 1 malam.


Daniel memutuskan keluar kamar mencari Melati. Terlihat seorang wanita menghampiri Daniel saat keluar dari dalam kamarnya.


" Heiii kamu Daniel kan?" Tanya wanita itu.


" Iya. Maaf anda siapa?" Jawab Daniel bertanya balik.

__ADS_1


" Masa kamu lupa sih. Aku Laura." Jawabnya.


" Laura siapa ya?" Tanya Daniel.


" Itu loh yang makan malam sama kamu dan Pak Burhan waktu itu di restoran." Jawab Laura.


" Ohh." Ucap Daniel.


" Maaf saya buru buru mencari istri saya." Ucap Daniel pergi dari sana.


" Ehhh pak Daniel tunggu, bisa kan lain kali kita makan siang bersama?" Ucap Laura tanpa malu memegang tangan Daniel.


" Mas!" Ucap Melati.


" Sayang kamu dari mana aja. Aku cariin di kamar ngak ada." Tanya Daniel menghempaskan tangan Laura dengan kasar berjalan menuju Melati.


" Aku tadi cari makan di luar. Soalnya aku lapar banget." Jawab Melati.


" Kok ngak bangunin aku sih?" Tanya Daniel.


" Aku lihat tidurnya mas nyenyak banget. Jadi aku takut membangunkanmu mas." Jawab Melati.


" Tapi kalau kamu bangunkan, aku pasti akan bangun menemani kamu sayang." Ucap Daniel.


" Iya deh lain kali aku bangunin kamu ya mas." Ucap Melati.


" Dia siapa mas." Tanya Melati menunjuk Laura yang membelakangi mereka.


" Hai Melati, kita berjumpa lagi." Ucap Laura berbalik menuju Melati.


" Kamu!" Tunjuk Melati kaget.


" Sayang kamu kenal dengan dia?" Tanya Daniel ikut menunjuk Laura.


" Iya aku. Hai Melati kamu apa kabar?" Ucap Laura.


" Aku tadi tidak sengaja bertemu suami kamu. Aku juga temannya suami kamu. Bahkan kami pernah makan malam bersama. Iya kan Daniel." Ucap Laura genit pada Daniel.


" Mas!" Ucap Melati melotot.


" Saya bukan teman anda nona Laura. Dan saat kita makan bersama pun itu karena saya di undang oleh rekan bisnis saya." Ucap Daniel tegas.


" Tapi kan sama saja kita pernah makan malam bersama."Ucap Laura tanpa malu.


" Ternyata kamu masih saja seperti dulu Laura. Masih suka mengganggu pria yang sudah beristri. Dulu kamu pernah merusak hubunganku dengan mas Aditya. Tapi sekarang jangan harap aku akan diam saja jika kau berani mengganggu suamiku mas Daniel" Ucap Melati dalam hati.


" Ayo sayang kita ke kamar." Ucap Daniel menggandeng tangan Melati meninggalkan Laura sendiri di sana.


" Iya mas."Ucap Melati.

__ADS_1


" Sial, Daniel cuekin aku gara gara wanita sialan itu. Awas kau Melati, aku akan membalasmu nanti. Tidak akan ku biarkan kau hidup bahagia dengan suami barumu itu."Ucap Laura kesal.


Flash Back


Dulu semasa sekolah SMA, Melati dan Laura adalah teman dekat. Laura adalah gadis yang terlihat cupu dan suka memakai kaca mata tebal. Sedangkan Melati ada gadis cantik nan ceria dengan prestasi yang baik. Tidak ada seorang siswa yang mau berteman dengan Laura. Hanya Melati saja yang mau berteman dengannya.


Awal berteman, semuanya berjalan dengan baik. Tapi lama-lama ia mulai iri dengan Melati. Semua orang memuji Melati yang cantik dan juga pintar di kelas. Tapi ia masih bersabar, karena hanya Melati saja yang mau berteman dengannya.


Tapi semua berubah, saat ia tidak sengaja menabrak seorang siswa laki-laki yang juga seorang siswa pria populer dan juga pintar. Ia memperlakukan Laura seperti Melati memperlakukan dirinya.


Sejak saat itu ia mulai menyukai pria itu secara diam-diam. Hanya Melati yang ia beritahukan. Laura pikir pria itu baik padanya karena menyukai dirinya. Tapi nyatanya itu pria malah menyatakan cintanya pada Melati saat malam kelulusan mereka. Tetapi Melati tidak menerima cintanya, karena ia tau Sahabatnya Laura menyukai pria itu. Dan Melati juga tidak memiliki perasaan yang sama seperti pria itu.


Laura sangat marah sangat mengetahuinya. Sejak saat itu ia sangat membenci Melati. Tapi ia tetap berteman dengan Melati dengan berpura-pura baik jika di depannya. Ia menyabotase nilai Melati ketika Melati mendaftarkan dirinya di salah satu kampus ternama. Hingga akhirnya Melati tidak bisa mendapatkan beasiswa berprestasi itu. Padahal Melati sudah sangat menginginkan beasiswa itu dan kuliah di kampus ternama itu.


Akhirnya, ia hanya bisa bekerja di restoran sebagai kasir di sana. Laura sangat senang Melati tidak mendapatkan beasiswa itu.


Tetapi saat ia tau Melati menikah dengan seorang pria yang kaya dan bahagia. Ia pun tidak terima. Ia mendatangi Melati dengan berpura-pura membutuhkan pekerjaan. Karena kasihan, Melati meminta pada Aditya untuk memberikan Laura pekerjaan. Kebetulan posisi sekretaris di kantor Aditya sedang kosong. Karena sekretarisnya berhenti karena hamil.


Selama bekerja, Laura melakukan berbagai macam cara untuk menggoda Aditya. Awalnya Aditya tidak tergoda. Tapi hingga suatu malam, saat perjalanan bisnis ke luar kota. Aditya berhasil jatuh ke pelukannya. Ia menjebak Aditya dengan obat perangsang di minuman Aditya. Kebetulan saat itu Aditya sedang minum minuman yang mengandung kandungan alkohol.


" Astaga Laura apa yang terjadi dengan kita?" Tanya Aditya saat bangun.


" Tadi malam bapak mabuk. Saya membantu bapak kembali ke kamar. Tapi di kamar, bapak memaksa saya untuk melakukan hubungan badan dengan bapak. Saya sudah berusaha menolaknya, tapi bapak terus memaksa saya." Jawab Laura pura-pura menangis.


" Astaga apa yang sudah ku lakukan?" Ucap Aditya mengacak rambutnya.


Ia melihat tubuh Laura yang ternyata sangat menggoda. Ia pun menelan ludahnya. Entah pengaruh obat yang masih ada, perlahan lahan ia mendekati Laura. Dan terjadilah hubungan badan yang keduanya kalinya. Laura dengan senang hari melakukan itu dengan Aditya.


" pak ini salah. Saya takut jika Melati mengetahuinya." Ucap Laura.


" Dia tidak akan tau, jika tidak ada yang memberi tau." Ucap Aditya.


" Baiklah kalau itu maunya bapak." Ucap Laura.


" Ayo kita lakukan lagi. Saya sangat suka tubuh kamu. Sungguh sangat menggoda."Ucap Aditya melanjutkan kegiatan mereka.


" Melati, lihatlah suamimu jatuh ke dalam pelukan aku." Ucap Laura tertawa dalam hati.


Sejak saat itu juga Aditya dan Laura menjalin hubungan lebih dari sekedar bos dan karyawan. Mereka sering melakukan hubungan badan di ruangan Aditya. Hingga Melati mengetahuinya, Laura pun sangat senang. Ia senang melihat Melati terluka. Ia pun senang saat mendengar Melati dan Aditya Bercerai. Ia pun pergi menjauh dari hidup Aditya. Karena sasarannya cuma ingin menyakiti Melati saja.


#Jangan lupa beri dukungan pada Author ya.


Like


Coment.


Vote


Share

__ADS_1


Rating 5*.


__ADS_2