
Dini hari jam 05.30 Melati terbangun dari tidurnya. Ia melemaskan sedikit otot ototnya, lalu ia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan setelah itu Melati mengganti pakaiannya serta mengambil mukenah dan sajadah untuk menunaikan kewajibannya yaitu sholat subuh.
Kemudian Melati bergegas ke dapur untuk membuat sarapan paginya. Melati membuat omlet dan juga susu putih. Melati pun melahap sarapannya hingga habis tak tersisa lagi. Melati pun membawa piring kotornya di wastafel untuk di cuci bersih.
Setelah itu Melati ke kamar mengambil tas dan hpnya. Hari ini Melati akan melihat cafe Barunya yang sudah selesai di kerjakan. Tadi malam pak Rahmad meneloponnya dan memberitahukan kalau ruko yang di ubah jadi cafe sudah selesai di kerjakan.
Flash Back
" Makasih ya Daniel, aku masuk dulu" ucap Melati turun dari mobil Daniel
" iya sama-sama Mel. Harusnya aku yang ngucapin makasih bukan kamu. Karena kami yang memintamu untuk makan malam bersama, tapi malah kamu yang memasaknya juga"jawab Daniel merasa malu
" udah kan aku bilang ngak papa. Aku malah senang kok lakuinnya " ujar Melati " ya udah aku masuk ya. Udah kamu balik aja sana pulang ke rumah " lanjutnya
" iya iya, aku juga mau balik" jawab Daniel menghidupkan mesin mobilnya meninggalkan rumah Melati
Setelah memastikan mobil Daniel pergi dari rumahnya. Melati mengambil kunci rumah dan membuka pintu rumahnya. Melati pun masuk ke dalam rumah dan mengunci kembali pintunya. Ia pun segera ke kamar dan meletakkan tasnya di atas meja rias. Tiba-tiba suara hpnya berdering. Di lihatnya ternyata itu panggilan dari pak Rahmat. Ia pun menjawab panggilan itu.
" halo pak Rahmad ada apa ya" ucap Melati
" iya halo juga nak Melati. Bapak cuma mau bilang kalau cafe nak Melati sudah selesai di kerjakan" jawab pak Rahmat Bapak lupa mengabarinya tadi sore. Soalnya bapak lagi ke rumah sakit mengantarkan ibu bapak yang lagi sakit. Dan sekarang bapak baru pulang dari rumah sakit dan baru tadi bapak ingat untuk menghubungi nak Melati "jelasnya pak Rahmat beruntun
" iya ngak papa kok pak Rahmad. Saya memakluminya kok pak. Kalau begitu besok pagi saya akan datang melihatnya " ujar Melati
" iya iya nak Melati. Maaf juga bapak udah ganggu malam malam kayak gini" ucap pak Rahmat
" iya ngak ganggu kok pak. Saya juga baru sampe dari rumahnya kak Dinda kok pak" ujar Melati
" ya sudah bapak tutup ya telponnya"
" iya pak"
__ADS_1
Melati pun meletakkan hpnya kembali. Ia pun pergi ke kamar mandi mencuci muka dan menggosok giginya. Lalu ia lanjut memakai scincare malamnya. Melati memang selalu rutin merawat wajahnya. Karena baginya wajah itu adalah salah satu aset yang harus ia jaga. Apalagi sekarang ia akan membuka usaha cafe. Tentu itu akan menjadi daya tarik tersendiri dalam mengelola cafenya itu. Tapi bukan berarti Melati punya tujuan tersendiri dalam hal itu.
FlashbackOn
Sebelum berangkat, Melati memesan ojek online terlebih dahulu. Setelah menunggu dua puluh menit. Ojek online pesannya tiba. Melati pun segera naik dengan memakai helm yang di berikan oleh ojek online itu.Melati pun segera pergi menuju lokasi cafenya . Setibanya di sana Melati segera turun dan masuk ke dalam cafenya.
Melati melihat ruko yang di sudah menjadi cafe itu. Melati berencana akan membuat cafe yang yang tak hanya menarik daya tarik milenial tapi juga orang Dewasa. Ia ingin tua muda tertarik dengan cafenya ini. Di dalam cafe juga Melati bertemu dengan pak Rahmad.
" pak Rahmad makasih banyak loh, bapak sudah membantu saya menjadikan tempat ini menjadi cafe yang bagus" ucap Melati
" nak Melati. Bapak cuma membantu sekedarnya saja. Kan bukan saya yang mengerjakannya. Saya mana paham dalam hal kayak gitu" jawab pak Rahmad sungkan
" tapi sama aja kok pak. Kalau bukan bapak yang mencari para pekerja itu. Mungkin sampai sekarang cafe ini belum jadi dan tetap masih menjadi ruko" ujar Melati
"iya iya terserah nak Melati saja. Terus kapan nak Melati akan membuka cafe nak Melati ini" ucap pak Rahmat
" insya Allah secepatnya pak. Do'akan saja semuanya berjalan dengan lancar"
" iyiya makasih banyak ya pak. Ayo pak temani saya melihat dapurnya"
" iya nak Melati"
Melati dan pak Rahmad pun menuju arah dapur dari cafenya Melati. Melati tersenyum melihat dapur cafenya sesuai dengan yang inginkan. Di cafenya itu terdapat ruangan khusus Melati dan terdapat kamar untuk ia istrahat jika lelah. Setelah puas melihat lihat Melati pamit pulang pada Rahmat.
" pak Rahmad kalau begitu saya pamit dulu. Masih ada yang harus saya kerjakan untuk memulai membuka cafe ini. Ini ada sedikit rejeki dari saya untuk bapak" ucap Melati
" iya silahkan nak Melati. Kalau nak Melati butuh bantuan saya lagi. Pasti dengan senang hati akan membantu nak Melati lagi"sahut pak Rahmad" dan untuk ini maaf nak Melati saya tidak bisa menerimanya. Uang yang nak Melati kasih waktu itu sudah cukup banyak untuk saya. Jadi maaf nak Melati bapak tidak bisa menerimanya " lanjut pak Rahmat menolak amplop coklat dari Melati
" Pak Rahmad saya mohon do terima ya. Anggap ini adalah rejeki bapak. Ngak boleh loh kita nolak rejeki kayak gini" tukas Melati agar pak Rahmad mau menerima uang darinya
Melihat sikap Melati yang memaksanya menerima uang itu pak Rahmad pun menerima uang pemberian Melati " ya sudah nak, bapak terima saja"
__ADS_1
" bah gitu kan bagus pak. Kalau gitu saya pulang dulu ya pak"
" iya silahkan nak Melati. Hati hati di jalan"
" iya pak insyaallah"
Melati pun pulang dengan ojek online yang ia naiki tadi dari rumahnya. Melati memintanya menunggu Melati. Karena ia kasihan pada ojek online itu adalah seorang kakek dan sepertinya sedang sakit. Melati jadi teringat pada orang tuanya yang sudah meninggal. Jika mereka masih hidup Melati tidak ingin mereka masih bekerja di masa tuanya. Ia ingin orang tuanya menghabiskan masa tuanya dengan tetap bekerja mencari nafkah seperti itu. Melati sendirilah yang akan memenuhi kebutuhan mereka di hari tuanya. Namun itu hanya khayalannya saja. Karena orang tuanya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Sebelum pulang Melati mengajak pengemudi ojek online itu makan siang. Awalnya ia menolak, namun Melati memaksanya hingga akhirnya pengemudi ojek online mau ikut dengannya untuk makan siang bersama. Melati bertanya mengapa ia masih harus bekerja di umurnya seperti ini. Pengemudi ojek online itu mengatakan, kalau dia harus mencari uang untuk menghidupi kedua cucunya yang masih kecil dan juga harus membeli obat untuk istrinya yang sedang sakit di rumah. Mendengar penjelasan dari ojek online itu. Melati merasa kasihan. Setelah makan siang, Melati meminta pada pelayan di sana untuk membungkuskan makanan untuk tiga orang. Lalu Melati meminta pada kakek ojek online untuk ikut ke rumah kakek itu. Ia mengatakan hanya ingin melihat keadaan istri dan cucu kakek saja. Kakek pun menyetujuinya, ia membawa Melati untuk ikut ke rumahnya.
Sesampainya di rumah kakek ojek online itu. Melati prihatin melihat rumah kakek itu. Kakek itu tinggal di rumah kontrakan yang kecil. Melihat kakeknya pulang istri dan cucu kakek menyambutnya dengan senyum ceria. Mereka menatap Melati penuh tanya pada kakek itu.
" pak, siapa wanita ini" tanya istrinya "iya kek, siapa kakak cantik ini" lanjut kedua cucunya
" ini adalah nak Melati bu. Nak Melati ini adalah orang yang naik ojek bapak bu" jawab kakek " nak Melati perkenalkan ini adalah istri dan cucu kakek" ucap kakek memperkenalkan istri dan cucunya pada Melati
" hai perkenalkan nek saya Melati" ucap Melati pada mereka dan istri kakek ramah hanya tersenyum hanya kedua cucunya yang menjawab " hai kakak cantik perkenalkan aku Devano dan aku Devina"
" hai juga adik adik lucu dan imut" ucap Melati mencubit gemas pipi keduanya. Ya kedua anak itu adalah anak kembar berumur lima tahun. Orang tua mereka meninggal kecelakaan tertabrak bus ketika pulang kerja menyapu jalan tiga bulan lalu. Tragis sekali pikir Melati. " Vano Vina kakak bawa makanan. Kalian mau" lanjutnya memberi makanan yang di bawahnya
" iya mau kakak cantik. Aku sama adikku Vina sangat lapar. Kami menunggu kakek pulang membawa uang untuk membeli beras untuk kami makan nanti. Nenek juga sedang sakit dan belum makan kakak cantik" jelas Devano
Mendengar ucapan Devano Melati meneteskan air matanya. Dia pun memeluk kedua anak kecil itu. "bagaimana bisa anak sekecil ini belum makan sejak pagi. Ternyata masih ada orang yang lebih susah di luar sana. Sedangkan aku terkadang harus memilih untuk makan jika lapar" ucap Melati di dalam hati
Melati pun menghapus air matanya dan melepas pelukannya" sekarang ayo Devano ajak adik Devina makan. Ini ayo ambil "
" terima kasih kakak cantik. Ayo Vina kita makan. Ayo kakak cantik masuk ke dalam rumah kami "ucap Devano
" iya sayang nanti kakak masuk kalian duluan saja " jawab Melati. Melihat Devano dan Devina sudah masuk ke dalam rumah. Melati mendekati kakek dan istrinya" Maaf nek, saya juga membawa makanan untuk ibu juga. Ini tolong di makan ya nek . Tadi kakek sudah makan bersama saya"
" iya terimakasih nak Melati" jawab istrinya mengambil makanan itu dan menyusul kedua cucunya untuk makan bersama mereka.
__ADS_1