
Saat sarapan pagi semua berada di meja makan. Mereka diam sambil menyantap sarapan yang di sediakan Melati. Selesai sarapan, seperti biasa mereka beranjak berdiri dari tempat duduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Hanya Aditya lah yang berbicara kepada Melati. Dan itu pun, Melati hanya menjawab sekedar saja. Sampai saat ini hubungan Melati dan Aditya belum ada kemajuan. Sejak Aditya ketahuan berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri. Setiap Aditya mengajak Melati bicara Melati selalu menghindarinya.
Rupanya Mia menyadari bahwa sampai saat ini rumah tangga anak dan menantunya sedang tidak dalam keadaan baik. Ia pun mengetahui penyebabnya. Keadaan ini, di manfaatkan oleh Mia untuk menjalankan rencananya.
Karena hari adalah weekend semua orang berada rumah. Mereka menghabiskan waktu mereka di rumah. Aditya bersama Melati juga kedua orang tuanya duduk bersama di ruang keluarga. Aditya dan Hendra berbicara mengenai bisnis. Mia sedang memainkan hpnya sambil melihat lihat majalah fashion miliknya. Sementara Melati hanya diam saja sambil menonton acara tv.
Saat sedang asik berbicara tiba tiba terdengar suara seorang wanita menyapa mereka
" selamat siang semuanya" ucap seorang wanita cantik yang tak lain adalah Natasya.
"ehhh.. Natasya. Siang juga sayang. Sini duduk di samping tante" jawab Mia
" iya tante" berjalan menuju Mia
" apa kabar kamu Tasya. Tumben hari ini kamu kesini" tanya papi Hendra
" Aku baik kok om. Aku..
" mami yang suruh Natasya kesini pi" ucap Mia memotong jawaban Natasya
" ohh gitu" ucapnya Hendra menganguk. "papa kamu gimana kabarnya Tasya" sambungnya lagi
" papi baik kok om. Oh iya om dapat salam dari papa kata papa kapan kapan papa ingin mengajak om berkuda" ungkap Nastasya
" sampaikan salam balik om ke papamu juga. Kalau ada waktu juga om pasti akan menghubungi papamu Tasya" jawab Hendra
__ADS_1
" hei Aditya" sapa Natasya
" hmm hai juga " jawab Aditya dingin. Melihat sikap Aditya masih saja mengabaikannya membuat Natasya kesal
Sementara Melati merasa di abaikan ia pamit ke dapur. Ia sudah biasa di abaikan mertuanya. Apalagi sekarang ada gadis yang mereka sukai.
" Maaf semuanya saya tinggal dulu ke dapur" ucap Melati meninggalkan mereka
" hmm iya pergilah" jawab Mia cuek
Hanya Aditya yang menjawabnya dengan ramah membuat Natasya semakin kesal dengan Melati
" iya sayang" jawab Aditya
" Adit temani aku ya, minggu depan aku ada pemotretan" ucap Natasya dengan manja tanpa merasa malu
" Natasya aku harap kamu jaga sikap kamu. Aku pria yang sudah beristri. Aku harap kamu jarak denganku" ucap Aditya merasa risih dengan sikap Natasya
" Adit kamu tau kan dari dulu aku tuh menyukaimu sejak orang tua kita melakukan kerja sama jauh sebelum kamu kenal sama istri kamu itu. Aku pun sudah melakukan apapun yang terbaik untuk dapat menarik perhatian mu agar kamu menyukaiku. Tapi jangankan suka, melirikku pun kamu tidak pernah. Adit, apa sih yang kamu lihat dari Melati. Aku bahkan lebih dari istri kamu itu." ucap Natasya memegang tangan Aditya
" Natasya aku mohon kamu jangan kaya gini. Carilah laki laki singel di luar sana. Jangan bersikap seperti ini lagi" melepaskan genggaman tangan Natasya
" Aditya sayang, harusnya yang menjadi istrimu itu aku. Karena hanya aku yang pantas untuk itu. Aku cantik karierku sukses, orang tuaku pun adalah seorang pengusaha sukses memimpin perusahaan juga restoran. Bahkan orang tuamu menyukaiku bahkan mereka pernah menjodohkan kita, tapi kenapa kau memilih wanita itu yang tidak sebanding denganku. Hmm" ucap Natasya terang terangan kepada Aditya dengan menyandarkan kepalanya di bahu Aditya
" Natasya jaga batasanmu. Jangan sampai aku berbuat kasar kepada mu" ucap Aditya marah dengan menggeser kepala Nastasya dari bahunya
__ADS_1
Natasya pun bangun dan berdiri
" Aditya sayang dengan sikap kamu seperti ini, semakin membuatku semangat memilikimu dirimu walaupun kau telah memiliki Melati sebagai istrimu. Lihat saja Aditya sayang suatu hari nanti aku yang akan jadi istrimu. Apalagi dengan dukungan mami kamu. Kamu tau kan, kalau mami mu sangat menginginkan aku yang jadi menantunnya. Jadi kamu tunggu saja sayang" ucap Natasya percaya diri
Sambil melihat jam tangannya
" aku pulang dulu ya sayang, soalnya aku ada pertemuan dengan klienku. Sampaikan salamku pada mami dan papimu kalau aku pulang tanpa bertanya dulu. Oh iya perkataanku kamu pikirkan baik baik ya" ucap Natasya mengedipkan matanya pergi meninggalkan Aditya yang sedang kesal
" dasar wanita gila" ucap Aditya
Saat Melati pergi ke kamar. Ia melewati Aditya dan Natasya sedang duduk berdua
Ia bertanya tanya kemana perginya mertuanya itu. Dan tanpa sengaja ia mendengar semua percakapan Aditya dan Natasya. Hati Melati terasa sakit. Melihat seorang wanita terang terangan ingin mendekati suaminya di rumahnya sendiri. Bahkan dengan menghilangnya kedua mertuanya dari situ semakin membuatnya yakin mereka pun mendukung kedekatan Aditya dan Natasya. Melati tersenyum miris, melihat rumah tangganya sendiri. Ia merasa sudah tidak alasan lagi untuk mempertahankan pernikahannya melihat keadaan yang seperti ini. Melihat ibu mertuanya datang. Melati segera pergi dari situ. Ia tidak ingin Aditya mengetahui kalau sedari tadi ia berada di tempat itu.
" Aditya, Natasya mana" tanya Mia
" dia udah pergi mi" jawab Aditya
" loh kok ngak pamitan sih sama mami dulu"
" katanya dia buru buru. Jadi nggak sempet pamit sama dan papi" ucap Aditya pergi meninggalkan Mia sendiri.
Jangan lupa like komen dan juga Voting ya. Supaya author semangat nulis ceritanya😍😇
Author juga minta maaf kalau kelamaan nge up ceritanya ya🙏
__ADS_1