Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 40


__ADS_3

" Oke pak Daniel, semoga kerja sama kita ini bisa berjalan lancar ya." Ucap Arka menjabat tangan dengan Daniel.


" Iya pak Arka. Semoga tidak ada hambatan untuk proyek baru kita." Jawab Daniel dengan berjabatan tangan dengan Arka.


" Ya sudah, saya pulang dulu. Saya ada janji makan siang dengan anak saya Arin sama Dinda kakak kamu. Apa kamu mau ikut makan siang bersama kami?" Ucap Arka mengajak Daniel.


" Tidak. Saya akan makan siang di kantor saya. Tadi saya sudah menelepon teman saya untuk mengantarkan makan siang kemari." Tolak Daniel.


" Baiklah kalau begitu. Emmm,, pak Daniel. Tidak apakan, kalau saya ingin mengenal kakak kamu lebih jauh lagi?" Ucap Arka lalu bertanya hati-hati pada Daniel.


" Tentu saja saya tidak masalah akan hal itu. Saya malah akan senang jika kakak saya nantinya bisa berjodoh dengan anda, pak Arka. Tapi saya juga tidak ingin memaksa kakak menerima anda nanti. Semua tergantung kakak nanti." Jawab Daniel tegas.


" Baiklah saya mengerti. Dan sepertinya, saya sudah mendapat lampu hijau nih dari kamu pak Daniel." Ucap Arka.


" Hahahha benar, anda benar sekali kakak ipar." Ucapnya menggoda Arka.


" Hahhaha baiklah. Kalau begitu saya pamit dulu. Saya tidak ingin membuat Arin dan calon bundanya Arin menunggu lama." Ucap Arka tertawa.


" Iya iya silahkan." Ucap Daniel mengantar Arka ke depan pintu.


Setelah memastikan Arka, pergi. Daniel mengambil ponselnya menelepon seseorang.


Tut Tut tut tersambung


" Hallo, kamu udah dimana?" Ucap Daniel.


" Hallo, iya aku udah di depan kantor kamu." Jawabnya.


" Tunggu di situ. Aku jemput." Ucap Daniel.


" Ngak usah. Ini aku udah di depan lift juga." Cegahnya.


" Ngak ngak aku udah juga di dalam lift ini. Kamu tunggu di situ. Bentar lagi aku nyampe." Ucap Daniel.


" Hmmmm,,, ya udah deh. Serah kamu." Ujarnya menghela nafas panjang.


Tin pintu lift terbuka. Keluarlah Daniel dari dalam sana.


" Ayo Mel" Ucap Daniel pada Melati.


Ya gadis yang di telpon Daniel tadi adalah Melati. Dia meminta Melati mengantarkan makanan ke perusahaannya.


" Ihhh kamu tuh. Aku kan udah bilang ngak usah jemput." Ucap Melati kesal.


" Udah ngak usah ngambek gitu. Nanti ilang cantiknya tau." Goda Daniel.


" Tau ahhh." Ucapnya cemberut mendahului Daniel ke dalam lift


Keduanya pun masuk ke dalam lift khusus Daniel. Para karyawan berisik bisik melihat Daniel dan Melati


" Ehhh siapa ya, cewek tadi yang di jemput sama pak Daniel tadi?" Tanya salah satu karyawannya.


" Ngak tau. Pacar si bos kali." Jawab temannya.


" Ya, berarti aku udah ngak ada kesempatan untuk jadi pacarnya pak Daniel dong." Ucapnya lesu.


" Ya emang. Kamu ngak lihat cewek tadi, udah cantik, bening banget lagi. Badannya juga udah kayak model gitu." Jawab temannya yang satunya.


" Iya kamu benar." Jawabnya.


" Iya, ngak kaya bodi kamu. Tipis kaya tripleks." Goda temannya tertawa.


" Enak aja, kamu ngomong kaya gitu. Bodi aku sama kamu, bodi aku masih di atas kamu tau." Ujarnya kesal.


" Hahahha iya iya, udah ayo ke kantin. Lapar tau." Ajak temannya menariknya ke arah kantin.


" Ayo, aku juga lapar." Ucapnya.


Semenjak Bercerai dari Aditya, Melati lebih suka merawat diri. Ia juga suka berolaraga untuk membentuk tubuhnya sekali seminggu. Tidak heran, semua orang yang tidak mengenalnya tidak akan mengira jika ia adalah seorang janda muda.


Di dalam ruangan Daniel.

__ADS_1


" Nih, makan siangmu." Ucap Melati meletakkan rantang makan di atas meja.


" Iya Melati cantik." Ucap Daniel mengedipkan matanya.


Melati memutar bola matanya mendengar perkataan Daniel. Semenjak Daniel mengajaknya makan malam bersama teman-temannya malam itu, entah kesurupan apa, Daniel suka sekali menggodanya hingga membuatnya kesal.


" Udah buruan makan, aku mau bawa pulang tuh rantang." Titah Melati duduk.


" Oke sayang." Ucapnya menggoda Melati.


" Ihhh apa sih kamu." Ucapnya.


Daniel pun membuka rantang makan itu. Di lihatnya semua menu yang di bawa Melati adalah menu kesukaanya. Ia langsung mengambil piring dan nasi lalu melahapnya.


" Melati aaaaa." Ucapnya ingin menyuapi Melati.


" Apa sih Daniel. Udah kamu makan cepat." Tolaknya.


" Udah ayo aaaa. Aku tau kamu pasti belum makan siang kan." Ucap Daniel.


" Ihhh sok tau kamu." Ucap Melati.


Kruuuuuyuuukkkk bunyi suara perut Melati pertanda ia lapar dan belum makan.


" Hahahhaa nah tuh, bunyi perut kamu sayang. Udah ayo makan sama aku aja. Ini makan siang aku juga banyak, aku juga ngak mungkin habiskan ini semua. Jadi kamu bantuin ya sayang." Ucapnya.


" Ngak usah. Aku makan siangnya di cafe aja." Tolaknya lagi.


" Makan sama aku atau aku cium mau? Pilih mana?" Paksa Daniel.


"Daniel, kok kamu jadi omes gini sih?" Ucap Melati kesal.


" Cuma sama kamu aja kok sayang." Ucapnya mengedipkan mata lagi.


" Reseh banget." Ujar Melati semakin kesal.


" Udah makan bareng aku aja. Aku cium nih kalau kamu ngak mau." Ucap Daniel semakin mendekati Melati.


" Ngak ada. Aku suapin. Mau aku cium." Ancam Daniel.


" Kamu! Iya oke." Ucapnya kesal.


" Nah gitu kan bagus. Aku jadi tambah sayang sama kamu tau." Gurau Daniel.


Melati makan dengan di suapi Daniel hingga kenyang. Daniel lebih banyak menyuapi Melati tanpa Melati sadari. Mungkin karena ia juga lapar. Sampai akhirnya Melati sadar.


" Lohh, Daniel. Kok kamu nyuap aku terus sih. Kamunya ngak?" Tanya Melati sadar.


" Aku ingin memastikan kamu kenyang sayang." Jawab Daniel.


" Kamu tuh ya. Aku udah kenyang. Kamu lanjutin aja makan kamu." Ucap Melati mengambil air minum.


" Ngak kamu pasti bohong kan?" Tolaknya.


" Ngak percaya banget sih. Lihat tuh piring yang kamu pegang udah abis nasinya." Tunjuk Melati ke arah piring.


" Hehehe benar. Aku sampai ngak sadar karena keasikan nyiapin kamu sayang." Ucap Daniel menyubit gemes pipi Melati.


" Daniel ihh. Kamu ya." Kesal Melati.


" Jangan ngambek dong sayang. Iya aku makan ya." Ucap Daniel.


" Hmmm." Jawabnya.


Melati melihat Daniel memakan nasinya hingga habis tak tersisa. Rantang yang di bawahnya juga telah kosong di embatnya. Ia menghabiskan semua, karena sejujurnya ia sangat lapar. Hanya saja ia kekeh ingin menyuapi Melati. Melati langsung membersihkan sisa makan keduanya.


" Nah, udah abis kan. Sekarang aku mau pulang." Ucap Melati mengangkat rantangnya.


" Loh kok, cepat banget sih sayang. Aku masih kangen sama kamu." Ucap Daniel.


" Daniel kamu buat aku merinding deh dengar kamu ngomong kaya gitu." Ucapnya.

__ADS_1


" Loh kok merinding. Emang aku setan apa? Harusnya kamu seneng, karena di kangenin sama orang ganteng kaya aku." Ucap Daniel dengan di barengi menggoda Melati.


" Tau akhh. Oh iya, mana bayarannya." Ucapnya.


" Ini sayang." Ucap Daniel mengeluarkan uang warna merah lima lembar.


" Daniel ini kebanyakan tau." Ucapnya mengambil dua lembar uang.


" Sayang, ambil aja semuanya. Ngak papa kok." Ucap Daniel.


" Ya udah kalau gitu. Lumayan buat bayar taksi." Ucapnya.


" Kamu naik taksi kemari?" Tanya Daniel.


" Iya. Soalnya aku malas nyetir." Jawabnya.


" Aku antar balik ya." Bujuk Daniel.


" Ngak usah."Ucapnya tegas.


" Tapi.... "


" Ngak ada tapi tapian. Kalau kamu maksa, aku ngak mau lagi ngantar makan siang buat kamu." Ancam Melati dengan melotot.


" Iya deh. Tapi aku cariin taksi ya." Pinta Daniel.


" Ngak perlu. Taksi yang aku naikin tadi masih nungguin aku di bawa." Ucapnya.


" Ya udah. Aku antar ya sampai kamu naik taksi. Aku mau terima penolakan lagi sayang. Ayo." Ucap Daniel menggandeng tangan Melati.


" Daniel ngak usah." Ujar Melati menarik paksa tangannya, tapi tidak bisa. Karena Daniel memegangnya dengan erat. Jadi, mau tidak mau Melati menerima keinginan Daniel itu.


" Dasar makhluk pemaksa." Batin Melati menatap kesal pada Daniel.


Di dalam taksi.


" Pak hati-hati ya bawahnya. Saya tidak ingin terjadi apa-apa sama calon istri saya ini." Ucap Daniel pada supir taksi.


" Iya pak pasti saya akan hati-hati bawanya kok pak." Jawab supir taksi itu melihat ke arah Daniel.


" Apa sih Daniel. Emang siapa yang mau jadi calon istri kamu. Dasar aneh." Ucap Melati.


" Ya aku pastikan kamu akan jadi istri aku suatu hari nanti sayang." Ucap Daniel mengecup pipi Melati.


" Daniel, kamu." Ucap Melati marah.


" Udah ngak usah marah. Aku yakin lama-lama kamu akan terbiasa kok." Ucap Daniel mengacak pelan rambut Melati.


" Oh iya pak. Ini bayarannya untuk calon istri saya ini." Lanjut Daniel.


Melati hanya diam saja melihat Daniel membayar taksinya. Ingin protes. Tapi ia tau, Daniel itu orangnya pemaksa kalau sama dia. Dan dia juga masih marah pada Daniel karena menciumnya tanpa izin.


" Makasih ya pak. Tapi ini kebanyakan pak." Jawab sopir taksi ini.


" Ngak papa. Buat istri dan anak bapak di rumah." Ujar Daniel menatap Melati yang masih terlihat marah kepadanya.


" Makasih ya pak." Ucap supir taksi.


" Iya pak." Jawab Daniel.


" Sayang, jangan marah dong. Iya deh, aku minta maaf." Bujuk Daniel.


" Tau aaa. Pak ayo Jalan." Ucap Melati pada supir taksi.


" iya neng." Jawabnya.


Cuupppp


Daniel mendaratakan sebuah kecupan lagi di pipinya Melati. Lalu ia langsung kabur lari ke dalam kantornya.


" Daniel...... " Teriak Melati marah.

__ADS_1


Supir taksi hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Melati dan Daniel. Untungnya, kantor Daniel dalam keadaan sunyi. Jadi tidak ada yang melihat kekonyolan yang di lakukan Daniel pada Melati.


__ADS_2