
Pagi hari, selesai menyelesaikan sarapannya. Melati. Selesai makan, Melati meletakkan piring bekas makannya di tempat cuci piring. Lalu ia ke kamar mengambil tas dan dompetnya. Melati akan pergi untuk bertemu dengan pemilik ruko yang di telponnya tadi malam. Setelah memastikan pintu rumahnya terkunci. Melati memasukkan kuncinya ke dalam tas.
Melati berjalan kaki ke jalan depan untuk mencari taksi. Tempat tinggal Melati ini adalah kompleks perumahan. Jadi jarang sekali ada taksi ataupun ojek. Kecuali memesannya melalui aplikasi online. Melati berjalan melewati rumah Dinda, wanita yang kemarin berkenalan dengannya. Melati tidak melihat Dinda karena tubuhnya tertutupi oleh bunga yang tinggi. Tapi, Dinda lah yang melihat Melati dan Dinda pun menyapanya.
" pagi Melati, pagi-pagi sudah rapi mau kemana sih" sapa Dinda
" pagi juga mbak" jawab Melati sambil menengok kesana kemari mencari cari sumber suara Dinda karena Dinda nya tidak terlihat. Melati berpikir yang menyapanya bukan Dinda melainkan hantu. Tetapi, di pikirnya lagi mana ada hantu di pagi hari. Melihat Melati Mencarinya seperti orang kebingungan, ia pun keluar dari bunga yang menutupinya.
" loh mbak Dinda di situ rupanya. Melati pikir yang memanggil Melati tadi hantu. Ternyata mbak toh" ujar Melati tertawa kecil
" huss kamu tuh. Awas ya kamu ngatain mbak ini hantu. Mana ada hantu di pagi hari dan mana ada juga hantu cantik macam mbak ini" ujar Dinda membalas gurauan Melati
" kamu mau kemana Mel, pagi pagi sudah rapi begini" lanjut Dinda
" ini mbak. Aku ada perjanjian sama orang di tempat z" jawab Melati
" oh begitu. Mbak ikut ya. Mbak temani kamu" tawarnya pada Melati
" emang mbak ngak sibuk. Kalau ngak sibuk ayo kita pergi sama-sama" jawab Melati
" ngak kok Mel, sebentar mbak siap sopan dulu. Ayo kamu tunggu mbak di dalam saja" ucap Dinda
" ngak usah mbak, aku tunggunya di sini saja" tolak Melati
" ya udah kalo gitu. Mbak mau siap-siap dulu" ucapnya meninggalkan Melati di teras
Sejak menyerahkan urusan kantor pada adiknya. Dinda jarang sekali keluar rumah. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah mengurus bunga bunga di rumahnya. Setelah itu juga tidak pernah berinteraksi dengan orang kecuali adiknya dan pembantu di rumahnya. Tapi saat kemarin menyapanya. Entah kenapa ia membalas sapaan Melati. Sebelumnya, selama ini setiap orang atau tetangga menyapanya atau menegurnya, ia selalu diam saja saja atau langsung pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
Dinda melihat dirinya sudah rapi. Ia pun mengambil tas dan dompetnya juga kunci mobilnya. Lalu langsung menemui Melati yang sedang menunggunya di depan.
" Mel ayo. Mbak sudah siap" ucap Dinda kepada Melati yang sedang melihat tanaman bunganya
" ehh mba, sudah selesai ya" sahutnya menoleh ke arah sumber suara
" iya udah. Kamu tunggu sini ya. Saya mau ambil mobil dulu" titahnya pada Melati
" oke mbak"
Dinda mengambil mobilnya. Mobil yang sangat jarang ia gunakan ini, hari ini keluar dari garasinya. Mungkin mulai hari ini dan seterusnya mobilnya akan ia gunakan lagi.
" Mel ayo naik" ucapnya sambil membuka kaca mobil
" iya mbak" jawab Melati membuka pintu mobil dan menutupnya kembali
" iya mba. Kita langsung kesana. Pemiliknya sudah menunggu kita di sana. Tadi pemilik rukonya menelponku, dia bilang dia akan menunggu di sana" jawab Melati dan Dinda hanya menganguk saja
Dinda melanjukan mobilnya dalam kecepatan sedang ke alamat yang yang sudah di berikan Melati padanya. Sesampainya di sana. Terlihat seorang pria paruh baya yang masih terlihat sangat kuat berdiri di luar menunggu kedatangan mereka. Pro itu tak lain adalah pemilik ruko tersebut. Melihat sebuah mobil datang dan berhenti di depan rukonya. Pria itu langsung menghampiri mobil tersebut sambil menunggu orang di dalamnya keluar. Melati dan Dinda pun keluar dari mobil itu. Merasa itu adalah orang yang sedang di tunggunya. Pria itu pun menyambut mereka dengan ramah.
" selamat pagi mbak" sapa pemilik ruko itu menggulurkan tangannya kepada Melati dan Dinda
" selamat pagi juga pak" jawab Dinda dan Melati bersamaan sambil menggulurkan tangan mereka
" kalau boleh tau mbak siapa yang menelepon saya tadi malam" tanya pemilik ruko itu dengan menatap Melati dan Dinda bergantian
" saya yang menelepon anda tadi malam pak" jawab Melati
__ADS_1
" oh mbak ini rupanya. Perkenalkan nama Rahmat" ucapnya mengalihkan pandangannya pada Melati. Karena Melati lah orang yang sedang ia tunggu
" perkenalkan juga saya Melati pak, ini kakak saya namanya Dinda" Jawab Melati memperkenalkan dirinya dan Dinda
" Dinda pak" ucap Dinda memperkenalkan dirinya menggulurkan tangannya kembali. Dan di balas anggukkan senyuman ramah oleh pak Rahmat
" kalau begitu. Mari silakan masuk dulu untuk melihat lihat rukonya dulu nak Melati. Nak Dinda juga mari ayo masuk" ajaknya pada Dinda dan Melati
" iya pak" jawab mereka bersamaan
Melati dan Dinda masuk ke dalam ruko mengikuti pak Rahmat di depan mereka. Di dalam Melati melihat lihat keadaan ruko tersebut. Begitu pun dengan Dinda. Melati melihat keadaan ruko itu masih layak untuk di gunakan lagi. Hanya saja ada beberapa bagian yang harus di perbaiki. Rencananya Melati akan membuka cafe. Bakatnya dalam memasak akan ia salurkan membuka cafe hits yang akan menarik minat anak muda. Pikir Melati.
Setelah melihat lihat Melati mengatakan bahwa ia akan membeli ruko tersebut. Raut wajah dari pemilik rupa langsung berubah berseri bahagia mendengar ucapan dari Melati. Karena sebelumnya dalam kedatangan Melati hanya untuk melihat keadaan ruko saja. Dan sekarang Melati mengatakan kalau ia akan membelinya.
Setelah mencapai kesepakatan bersama. Melati melakukan pembayarannya di tempat itu juga. Melati membayarkan melalui handphone nya memakai aplikasi yang biasa di gunakan untuk mentransfer uang. Melati mentransfer uangnya ke rekening pak Rahmat. Setelah pembayaran, pak Rahmat menyerahkan sertifikat ruko miliknya ke tangan Melati. Sekarang ruko itu sudah menjadi milik Melati. Ia tinggal mengalihkan namanya menjadi nama Melati.
Setelah urusannya selesai Melati dan Dinda meninggalkan ruko yang sudah menjadi miliknya itu. Sebelum pergi pak Rahmat mengunci rapat ruko tersebut. Lalu di berikannya kuncinya pada Melati. Melati pun menerima kuncinya dan ia menjabat tangan dengan pak Rahmad pertanda ucapan terima kasih pak Rahmat juga begitu.
Kemudian mereka meninggal tempat itu. Dinda melanjukan mobilnya menuju restoran terdekat. Waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Perut mereka pun sudah lapar dan minta di isi. Dinda pun menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran. Setelah memakirkan mobilnya. Dinda dan Melati keluar dari mobil menuju restoran tersebut.
***Jangan lupa kasih author semangat dengan cara
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Share***