Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 46


__ADS_3

Natasya sedang bersiap untuk menghadiri makan malam bersama kedua orang tuanya, di kediaman mereka. Ia berdandan secantik mungkin, berharap Aditya akan terpesona dan memandangnya, walau hanya malam ini. Merasa sempurna dengan penampilannya, Nastasya keluar menemui Aditya yang sudah menunggunya di ruang tamu.


" Mas?" Panggil Natasya.


" Ayo kita berangkat." Ucap Aditya mendahului Natasya ke mobil tanpa memandangnya.


Nastasya sangat kecewa Aditya sama sekali terpesona ataupun memandangnya. Ia pun segera menyusul Aditya ke mobil.


Aditya melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang menuju rumah mertuanya. Tidak pembicaraan antara keduanya. Aditya hanya diam membisu fokus mengemudikan mobilnya. Dan Natasya, ia memandang Aditya yang hanya fokus mengemudikan laju mobilnya. Akhirnya ia mengalihkan pandangannya ke arah samping, menatap gemerlap jalan yang indah di hiasai lampu jalan, melalui kaca jendela.


Empat puluh lima menit, keduanya tiba di kediaman orang tua Natasya. Aditya membunyikan klason mobilnya agar satpam rumah membukakan pagar. Mendengar klason mobil Aditya, satpam rumah segera berlari membuka pintu pagar agar mobil Aditya bisa lewat.


Aditya dan Natasya pun turun dari mobil. Satpam rumah segera membawa mobil Aditya untuk di parkirkan di garasi.


" Selamat malam, mama, papaku tersayang." Ucap Natasya pada kedua orang tuanya.


" Natasya, anak mama." Jawab mamanya memeluk Natasya.


" Sini gantian, papa juga mau di peluk sama anak papa ini." Ucap papanya mengambil alih Natasya ke dalam pelukannya.


Setelah puas memeluk anaknya, papanya melepaskan pelukannya.


" Aditya, maaf kami mengabaikanmu karena sibuk dengan Natasya. Maklum kami begitu merindukan anak kami satu satunya ini." Ucap mama mertuanya.


" Iya ma, pa ngak papa." Jawab Aditya menyalami kedua mertuanya secara bergantian.


" Karena kalian sudah sampai. Mari kita ke meja makan." Ajak mertuanya menuju meja makan.


" Baik ma." Jawab semuanya.


Di rumah orang tuanya, Natasya dan Aditya bersikap normal seperti suami istri pada umumnya. Seperti saat di meja makan. Natasya dengan sigap melayani Aditya, seperti yang di lakukan mamanya pada papanya. Hal yang tidak pernah mereka lakukan saat di rumahnya. Jangankan makan bersama, untuk mengobrol saja mereka jarang. Nastasya hampir tidak pernah melihat Aditya di rumahnya. Maka dari itu, Natasya sangat senang, saat mamanya mengundang mereka makan malam di rumah mereka.

__ADS_1


Mamanya tersenyum melihat sikap Natasya pada Aditya, suaminya. Ia merasa bangga pada Natasya yang biasanya bersikap manja pada mereka, sekarang sudah bisa bersikap dewasa saat menikah.


" Makan yang banyak ya Tasya. Ini semua makanan kesukaanmu. Mama sengaja masakin special untuk kalian." Ucap mamanya.


" Iya ma." Jawab Natasya tersenyum.


Mereka pun makan dalam diam seperti biasanya. Setelah selesai makan, Aditya dan papanya beranjak ke ruang keluarga untuk mengobrol. Natasya membantu mamanya membersihkan meja makan. Karena pembantu mereka sedang sakit.


" Nastasya , apa kamu bahagia dengan pernikahanmu nak?" Tanya mamanya saat mencuci piring.


" Sangat bahagia ma. Emang kenapa?" Jawab Natasya bohong.


" Apa kamu sedang tidak membohongi mama sayang?" Tanyanya.


" Ya enggklah ma." Jawabnya tersenyum.


Mamanya mencari kebohongan dari mata Natasya. Tapi ia tidak menemukannya. Karena Natasya sangat pandai menutupinya, walaupun itu orang tuanya sediri.


" Syukurlah kalau begitu sayang. Mama merasa lega mendengarnya." Ucap mamanya.


" Iya sayang, mama tau." Ucap mamanya.


" sudah sayang?" Tanya mamanya pada Natasya yang sedang membuat kopi untuk suami dan menantunya.


" Iya, udah ma." Jawab Natasya meletakkan sendoknya dan membawa kopinya.


" Ayo kita temui, suami dan papamu." Ucap mamanya.


Natasya berjalan di belakang mamanya sambil membawa kopi untuk suaminya dan papanya.


" Sedang mengomongin apa sih kalian? Sampai serius gitu." Tanya mama duduk di samping suaminya.

__ADS_1


" Biasa ma, kalau bukan bisnis apalagi." Jawab papa.


Natasya meletakkan kopi di depan papa dan suaminya.


" Oh kebiasaan." Ucap mama.


" Ayo minum kopinya mas, papa." Ucap Natasya duduk di samping Aditya.


" Ini kopi buatan kamu sayang?" Tanya papa.


" Iya pa, cobain dulu." Jawab Natasya.


Keduanya pun meminum kopi buatan Natasya. Natasya sangat cemas menunggu komentar dari kedua pria yang sangat ia sayangi itu.


" Gimana pa?" Tanya Natasya.


Natasya hanya bertanya pada papanya saja. Akan terdengar aneh, jika ia bertanya pada Aditya juga. Karena ia mengatakan pada mamanya, jika ia bahagia saat menikah dengan Aditya. Berarti ia Sudah biasa membuatkan kopi untuk Aditya.


" Enak sayang. Sama seperti buatan mamamu." Jawab papa sambil meminum kopi.


" Wah, pasti Aditya senang kamu buatin kopi seenak ini setiap hari?" Goda papa pada keduanya.


Natasya hanya tersenyum mendengar godaan papanya. Begitu pun dengan Aditya, ia juga tersenyum sambil menimpai omongan mertuanya itu. Keduanya benar-benar sangat pandai bersandiwara.


" Iya pa. Setiap hari Natasya selalu membuatkan kopi untuk aku." Ujar Aditya.


" Iya setiap hari juga aku yang selalu meminum nya. Karena kamu tidak pernah mau meminumnya." Batin Natasya menatap Aditya.


" Syukurlah kalau begitu. Mama lega, Natasya membuktikan ucapannya untuk melayani kamu dengan baik Adit." Ucap mama mertuanya tulus.


" Iya ma." Jawab Aditya.

__ADS_1


" Maaf ma, pa. Bukan maksud aku untuk berbohong pada kalian. Setiap hari aku selalu memberikan air mata pada putri semata wayang kalian ini. Bukan cinta ataupun kebahagiaan. Natasya memang sudah bersikap baik ketika menjadi istriku. Ia melayaniku dengan baik. Itu memang tulus dari hatinya. Tanpa sandiwara sama sekali. Karena aku selalu memantaunya melalui cctv tersembunyi di rumahku. Cctv itu aku pasang untuk melihat sikap busuknya. Tapi tidak ada. Hanya tangisan dan air mata yang ku lihat. Di luar rumah pun ia selalu bersikap baik pada siapapun, menurut informasi dari mata mata yang ku kirim untuk memantaunnya. Tapi, aku masih belum bisa mencintainya sedikit pun. Di hatiku hanya ada nama Melati seorang. Aku selalu bersikap kasar dan dingin padanya. Agar dia sendiri merasa lelah dan jenuh padaku, lalu meminta cerai. Karena sejujurnya aku tidak mungkin menceraikannya. Karena mami akan mengancam akan bunuh diri, jika aku Bercerai dengannya. Maka dari itu, aku ingin dia sendiri yang meminta itu padaku." Batin Aditya menatap Natasya dan mertuanya bergantian deng tersenyum tipis.


# Ini author up tentang Aditya dan Natasya sesuai permintaan pembaca setianya Author. Sebenarnya author belum ingin up cerita tentang Natasya dan Aditya. Author hanya ingin fokus pada Kehidupan Melati setelah Bercerai dengan Aditya. Tapi demi kalian, author buatkan. Terimakasih selalu setiap menunggu setiap chapter novel author. Maaf juga kalau author sering jarang up. Karena author sering kurang fit dengan kondisi tubuh Author. Sekian dulu. Jangan lupa tetap nantikan cerita author setiap up ya. Jangan lupa berikan jejak ya. Dadah.✋


__ADS_2