
Warning!!!!!chapter ini mengandung unsur +18 ke atas. Tahan nafas kalian ya.
Sementara itu di sisi lain, Mia masih mencerna apa yang di katakan oleh tuan Edy dan istrinya nyonya Sarah. Ia masih belum percaya kalau Melatih adalah putri mereka. Ia mencubit tangannya untuk memastikan kalau yang ia dengar tadi adalah mimpi.
" Aauu sakit. Ini benar nyata." Ucapnya.
" Kalau aku tau Melati adalah putri dari pengusaha kaya raya itu, sudah pasti aku tidak memisahkan dia dan Aditya." Ucap Mia kesal.
" Apa aku minta saja Aditya mendekatinya lagi. Aku yakin pasti Melati masih punya rasa pada Aditya. Kalau mereka kembali bersatu, sudah pasti Aditya akan memimpin perusahaan tuan Eddy. Dan aku akan semakin terkenal di kalangan sosialita ku nanti. Hahaha aku sudah tidak sabar menanti hari itu." Ucap Mia.
" Tapi bagaimana kalau Melati menceritakan sikapku dulu padanya. Hmm aku rasa tidak. Karena aku yakin Melati bukan orang yang punya sifat seperti itu." Ucap Mia.
Di dalam kamar.
" Sayang." Panggil Daniel.
" Apa." Jawab Melati ketus.
" Kok masih gitu sih ngomongnya?" Tanya Daniel.
" Masih marah ya sayang?" Tanya Daniel lagi karena Melati tidak menjawab.
" Sayang, hei lihat aku." Ucap Daniel memegang kedua pipi Melati menghadap padanya.
" Aku minta maaf ya. Aku juga tidak ingin mengabaikan kamu seperti itu. Tapi itu semua aku lakukan agar rencana ini sukses dan juga lancar." Ucap Daniel.
" Aku kesal tau, kamu abaikan seperti itu mas." Ucap Melati cemberut.
" Ini bibir minta di cium ya. Cemberut kayak gitu." Goda Daniel.
" Mas kamu..."
Daniel membungkam mulut Melati dengan bibirnya. Ciuman yang awalnya lembut menjadi ciuman yang menuntut baik Melati ataupun Daniel sendiri.
" Sayang aku ingin. Boleh ya?" Tanya Daniel.
Belum sempat Melati menjawab, pintu kamar mereka di ketuk seseorang dari luar.
" Siapa sih ganggu saja." Ucap Daniel kesal.
" Itu pelayan kamar mas. Itu makanan ku." Ucap Melati.
" Kamu di situ saja sayang. Biar aku yang buka pintunya." Ucap Daniel.
" Selamat malam tuan, kami mengantarkan makanan pesanan nona Melati." Ucap pelayan hotel.
" Bawa makanan itu masuk." Ucap Daniel.
" Baik tuan."
Pelayan itu membawa masuk makanan itu. Setelah itu mereka segera pergi dari sana. Apalagi raut wajah Daniel terlihat kesal kepada mereka.
" Sayang makan dulu." Ucap Daniel memanggil istrinya.
" Iya mas tunggu sebentar." Ucap Melati dari kamar mandi.
Tidak lama kemudian, Melati menghampirinya dengan menggunakan jubah mandi.
__ADS_1
" Sayang kamu sedang menggodaku ya.* Ucap Daniel.
" Apa sih mas. Aku mau makan lapar. Bukan godain kamu." Ucap Melati langsung melahap makanannya.
Daniel terlihat cemberut melihat Melati mengabaikannya.
" Mas, kamu tidak makan?" Tanya Melati.
" Suapi ya sayang." Jawab Daniel.
" Makan sendiri mas. Tangan mu masih berfungsi dengan baik kan." Ucap Melati sambil menguyah.
" Sayang." Rengek Daniel.
" Apa." Jawab Melati.
" Ngak jadi." Ucap Daniel mulai makan.
Acara makan malam berdua selesai.
Melati sudah berganti gaun tidur yang di sediakan pelayan hotel untuknya. Begitu juga dengan Daniel ia sudah berganti baju dengan mengenakan celana pendek boxer dengan kaus putih lengan pendek.
Melati begitu cantik dengan baju satin yang melekat di tubuhnya. Perut buncitnya terbentuk indah.
Saat ini keduanya sudah berada di atas ranjang. Melati memainkan ponselnya melihat media sosialnya. Dan Daniel, terus menatap ke arah Melati. Malam ini istrinya begitu cantik dan juga ****. Adik kecilnya di dalam celana terus bereaksi melihat payudara istrinya yang semakin kencang saja.
Daniel bergerak dekat ke arah Melati.
" Sayang, kamu cantik banget malam ini." Ucap Daniel.
" Iya sayang. Aku ngak bohong." Jawab Daniel.
" Terus." Ucap Melati menghadap ke arah Daniel dengan pose ****.
" Main yuk. Adik kecilku kangen mau masuk ke rumahnya." Ucap Daniel mulai meraba paha mulus Melati.
" Ohh jadi dia sedang kangen dengan rumahnya." Ucap Melati ikut meraba adiknya Daniel.
" Iya sayang. Dia ingin sekali masuk ke dalam sana." Ucap Daniel menikmati belaian Melati pada adiknya.
Melati terus membelai kepunyaan Daniel. Membuat Daniel mendesah nikmat.
Melati tersenyum tipis tapi terus melakukannya. Saat Daniel mendekati puncak kenikmatannya, Melati menghentikan gerakannya.
" Kenapa berhenti sayang?" Tanya Daniel.
" Karena aku ingin." Jawab Melati.
" Sayang jangan seperti ini. Tolong lanjutkan yang tadi." Ucap Daniel frustasi.
" Aku masih kesal padamu mas." Ucap Melati.
Daniel mendekati Melati.
" Sayang, lihat aku." Ucap Daniel.
" Tidak mau." Jawab Melati.
__ADS_1
" Sayang pliss." Pinta Daniel membuat Melati mengikuti permintaannya.
" Aku melakukan semua itu dengan terpaksa. Aku pun sama denganmu. Aku merasa begitu tersiksa harus menghindarimu sayang. Maka dari itu aku selalu pulang larut malam agar kau tidak bertanya kepadaku. Untuk mengobati rinduku aku selalu mencium dan memelukmu saat kau sudah tidur. Aku juga membelai perutmu saat itu juga. Karena aku sangat merindukan kalian berdua. Karena kalian adalah alasan ku untuk selalu bersyukur atas segala bahagia ku saat ini." Ucap Daniel.
" I love u Melati. I love u istriku. I love u ibu dari anak-anakku. Aku mencintaimu sekarang dan selamanya hingga kita menua bersama nanti." Ucap Daniel mengecup kening Melati.
Melati tidak menjawab. Yang terdengar Isak tangisnya.
" Sayang kenapa menangis? Apa ada yang sakit?" Tanya Daniel panik.
" Tidak ada." Jawab Melati.
" Lalu."
" Aku terharu dengan perkataan mu tadi. Aku juga mencintaimu mas. Hikssss..." Ucap Melati memeluk Daniel.
" Aku lebih mencintaimu sayang." Ucap Daniel mengelus rambut Melati.
" Sudah?" Tanya Daniel saat keduanya melepas pelukannya.
Melati mengangguk sebagai jawabannya.
Melati menatap wajah Daniel. Ia membelai pipi bibir dan rahang Daniel.
" Tidak ingin melanjutkan?" Tanya Melati sambil mengelus dada Daniel.
" Kamu mau?" Tanya Daniel.
" Tentu saja. Aku sangat merindukan belaian mu mas." Jawab Melati .
" Baiklah nyonya Daniel, aku akan memberikan pelayanan khusus untukmu." Ucap Daniel mulai meremas payudara istrinya.
" Puaskan aku mas. Lakukan dengan sedikit keras." Ucap Melati menikmati apa yang Daniel lakukan.
" Dengan senang hati sayang. Tapi apakah tidak apa kalau kita melakukannya dengan sedikit agresif." Ucap Daniel.
" Tidak mas. Anak kita tentu paham kalau mami papinya saling merindu." Ucap Melati.
" Aku hanya takut menyakiti kalian sayang." Ucap Daniel.
" Tidak mas. Kata dokter itu bagus di usia kehamilan seperti ini. Ayo mas cepat lakukan. Dari tadi kau bicara terus." Ucap Melati.
Tanpa menjawab Daniel memulai ritual ranjang keduanya dengan mencium bibir Melati dengan penuh *****. Melati menyambutnya dengan senang hati juga. Daniel memberikan rangsangan kepada Melati. Melati terus mendesah di buat Daniel.
" Aku akan mulai sayang." Ucap Daniel mengeluarkan adik kecilnya dari dalam celana.
" Lakukan mas." Ucap Melati.
Perut buncit Melati tidak menghalangi keduanya untuk saling melepas rindunya. Dencitan suara ranjang pun menjadi saksi bisu kegiatan suami istri itu.
Melati meraih apapun yang ada di sekitarnya untuk mengekpresikan apa yang ia rasakan. Daniel pun begitu, ia terus mengerang nikmat. Hingga akhirnya Daniel tumbang di sebelah Melati. Nafas keduanya tersengal sengal.
" Ini malam pertama yang nikmat sayang." Ucap Daniel.
Melati tidak menjawab, karena ia sudah tertidur lebih dulu.
Setelah nafasnya mulai normal Daniel memakai kembali celananya. Lalu ia menutupi tubuh Melati dengan selimut. Keduanya pun tidur bersama setelah puas bercinta.
__ADS_1