
Melati terbangun dari tidurnya. Ia menatap kesana kemari mencari keberadaan suaminya.
Kleeeeeekk
Dinda membuka pintu.
" Mel, kamu udah bangun" ucap Dinda.
" Kak, suami aku dimana?" Tanya Melati.
" Daniel dalam perjalanan kembali ke rumah. Mungkin sebentar lagi mereka tiba." Jawab Dinda.
Rasa cemas di hatinya sedikit berkurang.
" Kamu minum dulu ya. Baru setelah itu kamu makan lalu minum susu hamil. Itu semua sudah kakak siapkan. Daniel pasti marah kalau tau kamu telat makan. Kan kasian baby nya kelaparan karena maminya ngak mau makan." Ucap Dinda memberikan air minum.
" Iya kak." Ucap Melati melakukan perintah kakak iparnya.
Sesampainya di bandara, sudah ada mobil yang menunggu kedatangan mereka. Rupanya Rio sudah menyuruh seseorang orang untuk menunggu di sana.
Keduanya menaiki mobil itu menuju rumah Daniel.
Dreeeet suara getar ponselnya Daniel. Rupanya pak Burhan yang menelponnya. Ia pun segera mengangkat panggilannya.
" Hallo pak Daniel." Ucap pak Burhan.
" Halo juga pak Burhan." Jawab Daniel.
Sudah peraturan jika di dalam pekerjaan keduanya menggunakan nama formal untuk saling sapa.
" Pak Daniel ada dimana. Kami tim sudah menunggu anda di lokasi?" Tanya pak Burhan.
" Oh iya pak Burhan saya semalam langsung pulang ke rumah. Soalnya kakak saya menelpon tiba tiba istri saya sakit. Karena khawatir dengan kondisinya saya sampai lupa menghubungi kalian." Jawab Daniel bohong.
__ADS_1
" Oh ya sudah kalau begitu. Saya do'akan supaya istri anda segera sembuh dari sakitnya." Ucap pak Burhan tulus.
" Terima kasih atas do'anya pak Burhan. Saya juga telah meminta sekretaris saya untuk menggantikan kehadiran saya di sana. Saya yakin dia bisa menangani masalah di sana bersama tim. Saya juga akan mengontrol Melalui video call di sini." Ucap Daniel.
" Iya pak Daniel terima kasih." Ucap pak Burhan.
" Ya sudah saya tutup dulu ya." Ucap Daniel.
" Iya pak." Ucap pak Burhan.
Daniel pun langsung mematikan panggilan telepon itu. Mobil yang membawa keduanya lima belas menit lagi akan tiba di rumah Daniel.
Braaaaakk
Suara pintu mobil yang di tutup Daniel. Ia segera masuk ke dalam rumah untuk menemui istrinya.
Saat ia dan Rio masuk ke dalam rumah bertepatan dengan Dinda yang turun dari lantai dua membawa piring gelas bekas Melati makan.
" Ehh kamu udah sampai Niel. Istri kamu ada di kamarnya. Baru aja selesai makan dan minum susunya." Jawab Dinda.
Daniel segera berlari menuju kamarnya.
Dinda hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya.
" Rio, kamu duduk ya. Kakak buatin minum dulu. Bentar juga sudah waktunya makan siang. Kamu ikut makan bareng di sini saja ya." Ucap Dinda.
" Ngak deh kak. Aku mau pinjam kamar aja. Soalnya aku ngantuk banget. Semalam aku ngak tidur jagain Daniel. Makannya entar aja setelah bangun tidur." Ucap Rio terlihat mengantuk.
" Ya sudah. Kamu pergi gih ke kamar tamu yang biasa kalian pakai kalau nginap di sini." Ucap Dinda.
" Iya kak." Ucap Rio meninggalkan Dinda menuju kamar.
Setibanya di kamar, Rio langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk setelah ia melepaskan sepatunya dan mengatur alarm tidurnya.
__ADS_1
" aaaa mari tidur." Ucap Rio memejamkan matanya.
Sementara itu, Daniel dan Melati saling memeluk melepas rindu.
" Mas, kamu ngak sempat di apa apain sama wanita itu kan?" Tanya Melati memeriksa tubuh Daniel.
" Ngak sayang. Nih lihat ngak ada kan." Jawab Daniel membuka bajunya.
" Syukurlah. Semua ini punya aku mas. Aku ngak mau berbagi dengan wanita lain titik." Ucap Melati menunjuk nunjuk tubuh Daniel lalu memeluknya erat seakan takut kehilangan.
" Iya sayang. Semuanya milik istri mas seorang. Karena mas maunya cuma kamu yang nyentuh tubuh mas ini. Apalagi untuk yang ini lihat belum di apa apain udah tegang." Ucap Daniel menarik tangan Melati untuk menyentuh pusakanya.
" Mas, ihhh mesum banget sih." Ucap Melati malu.
" Cuma sama kamu sayang. Mas kangen sama kamu sayang." Ucap Daniel menginginkan Melati.
" Aku juga kangen sama mas. Ayo cepat gih tengokin si baby." Ucap Melati.
Daniel pun segera ******* bibir Sexi Melati. Mungkin efek dari obat itu masih ada jadi ia terlihat brutal melakukannya.
" Sayang ngak papa nih mas melakukannya dengan sedikit kasar begini? Si baby ngak akan terganggu kan?" Tanya Daniel.
" Ngak kok mas. Babynya tau kalau orang tuanya saling rindu. Udah mas cepat mulai aku udah ngak tahan." Ucap Melati.
" Dengan senang hati sayang." Ucap Daniel memulai.
Terjadilah olahraga ranjang di siang hari yang menguras keringat untuk suami istri yang saling mencintai itu.
" Makasih ya sayang. Mas sayang banget sama kamu." Ucap Daniel mengecup kening Melati usai olahraga sambil menutupi tubuh polos keduanya dengan selimut.
" Iya mas. Aku juga sayang banget sama mas." Ucap Melati dengan mata tertutup dan tertidur.
Mereka pun tidur siang dengan berpelukan.
__ADS_1