Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 30


__ADS_3

Setelah wanita yang mengaku sebagai calon istri dari Daniel pada Dinda, itu pergi. Dinda langsung mengajak Daniel pergi dengannya untuk makan siang bersama di cafe milik Melati.


Setibanya di sana, Melati langsung menyambut mereka. Melati langsung mengajak mereka duduk di tempat yang sudah Melati sediakan untuk mereka. Sebelum Dinda datang ke kantor Daniel, Dinda sudah menelepon Melati terlebih dahulu. Ia meminta pada Melati untuk menyediahkan kursi untuk mereka. Karena ia akan mengajak Daniel makan siang bersamanya di cafenya.


" Ayo kak Dinda, Daniel silakan duduk." Ujar Melati pada Dinda dan Daniel.


" Iya terimakasih Mel," Ucap keduanya.


" Oh Iya, aku sudah meminta pada pelayan untuk menyanyikan makanan kalian. Mungkin sebentar lagi akan di bawakan ke sini kak." Jelas Melati.


" Iya Mel. Makasih ya." Jawab Dinda.


" Tapi kamu ikut makan bareng kita juga kan Melati?" Tanya Daniel pada Melati.


" Ya pastinya. Karena aku sendiri juga belum makan. Pinginnya makan bareng sama ka Dinda. " Jawab Melati.


Tidak lama kemudian, makanan mereka akhirnya datang. Pelayan langsung menyajikannya di meja. Setelah itu, pelayan itu langsung pergi dari sana.


" Makasih ya." Ucap Melati pada pengawainya itu.

__ADS_1


" Iya bu, sama-sama. Kalau begitu saya balik ke belakang dulu." Jawab pengawainya.


" Iya, silakan." Balas Melati.


" Ayo ka Dinda, Daniel. Silakan di makan makanannya." Ucap Melati pada keduanya.


" Iya Mel," Jawab keduanya.


Mereka pun menyantap makan siang mereka dengan khitmat. Hanya Daniel saja yang sesekali berbicara memuji makanan yang di cafe Melati itu. Selebihnya tidak ada. Hingga tidak terasa, makanan mereka telah habis dari piring mereka masing-masing. Ketiganya mengucapkan alhamdulillah setelah merasa kenyang.


" Mel, makasih ya. Enak banget menu di cafe kamu ini." Puji Daniel pada Dinda.


" Iya makasih Niel. Kalau ngak enak, ngak juga cafe aku ramai di kunjungi pengunjung pada jam makan siang seperti ini." Jawab Melati sambil melihat para pengunjung yang sedang bersantap siang di cafenya.


" Kamu bisa aja Niel. Aku ngak ada minat ke situ. Lebih suka yang begini. Simpel, ngak bikin aku sakit kepala." Ujar Melati.


Ketiganya pun terdiam menatap para pengunjung di sana. Terdengar ada yang memuji menunya, hingga memberikan tips pada pelayan yang melayani mereka. Daniel pun melihat jam tangannya, menandakan jika waktu istirahatnya telah berakhir. Yang berarti dia harus kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaannya. Walaupun, ia adalah bosnya, tapi Daniel selalu saja tepat waktu datang ke perusahaannya. Dia selalu memberikan contoh yang baik untuk karyawannya. Agar mereka bisa tepat waktu datang ke perusahaan maupun mengerjakan tugas mereka selama bekerja di tempatnya.


" Mel, aku pulang dulu ya. Jam istirahat udah habis. Saatnya pulang. Pekerjaan sudah menanti." Ucap Daniel pada Melati.

__ADS_1


" Iya Niel. Hati-hati ya." Jawab Melati.


" Iya Mel, makasih. Kakak masih mau di sini, atau masih mau di sini." Ucap Daniel kemudian bertanya pada kakaknya.


" Kakak mau pulang aja Niel. Kakak ngantuk habis makan." Jawab Dinda.


" Ya sudah. Tapi, kakak pulangnya naik apa? Mobil kakak kan, masih terparkir di perusahaan." Daniel bertanya lagi


" Kakak, naik taksi aja Niel. Kamu suruh orang kamu untuk mengantarkan mobil kakak ke rumah ya." Jawab Dinda.


" Hati-hati ya kak. Aku pergi duluan."Ucap Daniel pada kakaknya.


" Iya pasti. Kamu juga hati-hati." Jawab Dinda.


Setelah Daniel pergi, Dinda langsung memesan taksi online untuknya. Tidak menunggu lama, taksi pesanannya datang.


" Mel, taksi pesananku udah datang. Aku pulang dulu ya." Pamit Dinda pada Melati.


" Iya kak, hati-hati di jalan ya." Jawab Melati.

__ADS_1


" Iya Melati ku sayang." Ucap Dinda.


Dinda pun segera pulang dengan baik taksi online pesanannya. Sementara, Melati kembali ke ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa laporan penjualan cafenya.


__ADS_2