
Puas bermain dengan ikannya, hingga ia lupa jam sudah menunjukkan pukul 09.30. Natasya segera ke dapur yaitu memasak makanan untuk Aditya. Sekitar satu jam ia menyelesaikan kerjaannya di dapur. Kemudian, ia pergi ke kamar untuk membersihkan tubuhnya. Karena sebentar lagi orang suruhan suaminya, Aditya akan datang menjemputnya.
Jam sebelas tepat ia selesai mandi dan merias tubuhnya. Ia segera ke dapur untuk menyiapkan makan siang Aditya untuk di bawahnya ke kantor. Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Natasya segera berlari untuk membuka pintu.
Cekleeekk
Di bukanya pintu rumah ternyata itu orang suruhan suaminya, Aditya untuk menjemputnya.
" Selamat siang nona, saya adalah orang suruhan dari pak Aditya untuk menjemput anda." Ucap orang itu.
" Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan mengambil kotak makan siangnya dulu." Jawab Natasya.
Natasya segera mengambil kotak makan siang untuk Aditya dan juga tasnya yang sudah di siapkannya di meja makan tadi.
" Ayo, kita berangkat sekarang." Ucap Natasya.
" Mari nona." Ucapnya membukakan pintu untuk Natasya.
Natasya segera naik. Mobil membawanya membelah jalan menuju kantor Aditya. Sekitar dua puluh lima menit, mereka tiba di sana. Orang itu membukakan pintu untuk Natasya. Ia juga mengantarkan Natasya hingga bertemu dengan Aditya.
Orang orang di perusahaan melihat Natasya dengan orang kepercayaan Aditya, mereka menatap heran padanya.
" Itu bukannya model yang terkenal itu ya?" Tanya salah karyawan di sana.
" Iya benar katamu. Dia adalah Natasya model cantik yang terkenal itu. Tapi untuk apa dia kemari bersama orang kepercayaan pak Aditya?" Jawab salah satu temannya.
" Dia kan temannya pak Aditya. Kalau tidak salah, orang tua mereka berteman baik." Ujar temannya lagi.
" Atau mungkin dia mau mendekati pak Aditya. Secara pak Aditya kan seorang duren duda keren banyak duitnya." Ucap temannya lagi sambil cekikikan.
" Iya benar. Dengan begitu bisa menaikkan pamornya lagi jadi model kelas atas tiada duanya." Ucapnya.
" Ya kau benar. Ehh tunggu dulu, bukannya pak Aditya itu sudah menikah lagi setelah Bercerai dengan mantan istrinya yang namanya Melati itu ya." Gosip mereka lagi.
" Iya kau benar. Tapi kita tidak tau siapa istrinya." Tambah salah satu temannya.
" Apa kalian di gaji hanya untuk bergosip?" Ucap orang kepercayaan Aditya yang bernama Kelvin.
Mereka semua kaget mendengar suara di belakang mereka yang tidak lain adalah suara Kelvin.
" Pak Kelvin." Ucap mereka bersamaan.
" Apa kalian di gaji hanya untuk bergosip atasan kalian dan istrinya?" Tanya Kelvin menatap mereka tajam.
" Apa istri?" Tanya mereka kaget.
" Iya wanita yang kalian gosipkan tadi adalah istri dari pak Aditya bos perusahaan ini." Jawab Kelvin.
Gleeeekk
Mereka kaget mendengar penuturan dari Kelvin. Mereka tidak menyangka Natasya itu adalah istrinya Aditya bos mereka. Karena mereka tidak pernah tau tentang siapa istri Aditya. Aditya menutup rapat tentang pernikahan keduanya ini. Dan ini pertama kalinya Natasya datang ke perusahaannya Aditya.
__ADS_1
" Maaf pak kami tidak tau jika nona Natasya adalah istri dari pak Aditya." Ucap Mereka takut.
" Walau dia buka istri dari pak Aditya, bukan berarti kalian bisa menggosipkan orang yang datang ke perusahaan ini sesuka hati kalian. Ingat siapa kalian di sini." Ujar Kelvin mengingatkan mereka.
" Iya pak kami tidak akan mengulangi perbuatan kami." Ucap mereka menyesal.
" Ya sudah lanjutkan pekerjaan kalian. Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum jam makan siang datang." Ucap Kelvin meninggalkan mereka.
" Kamu sih duluan ngomongin bu Natasya. Jadi aku ikutan di marahin pak Kelvin." Ucap temannya menyalahkannya.
" Loh kok aku. Bukankah kamu juga ikutan menggosipkan juga. Bahkan kamu lebih parah dari aku." Ujarnya tidak terima.
Mereka pun melanjutkan pekerjaannya sebelum jam makan siang mereka tiba.
Sementara itu, di ruangan Aditya. Natasya masih menunggu Aditya yang sedang mengadakan rapat bulanan perusahaan mereka.
Dua pukul menit kemudian, Aditya kembali ke ruangannya.
" Kamu sudah lama menunggu?" Tanya Aditya.
" Mas, tidak terlalu lama." Jawab Natasya menengok ke arah sumber suara.
" Ini makan siang kamu mas." Ucap Natasya.
" Taruh situ dulu. Aku akan mencuci tanganku dulu." Ucapnya sambil mencuci tangan.
Setelah mencuci tangannya, Aditya kembali duduk di depan Natasya. Natasya segera membuka kotak makan dan memberikannya pada Aditya. Aditya segera memakannya. Entah lapar atau doyan, Aditya melahap semua makanan itu tanpa mempedulikan Natasya yang sedang menatapnya.
Lima belas menit kemudian, kotak makan siang itu sudah kosong yang. Aditya menghabiskannya.
" Oh iya sore ini ada orang dari rumah mami mau nganter ikan aku ke rumah." Ucap Aditya sambil meminum air.
" Iya mas." Jawab Natasya sambil membereskan kotak makan siang Aditya.
" Hari ini aku akan pulang sedikit terlambat. Aku ada pertemuan dengan klien dari luar kota." Ujar Aditya.
" Mau aku masakin atau kamu akan makan dengan klien kamu itu mas?" Tanya Natasya pelan.
" Tidak usah. Ehh tapi kalau kamu mau masak, kamu taruh saja di kulkas. Nanti kalau aku pulang masih lapar di tinggal panasin aja." Jawab Aditya.
" Iya mas." Ucap Natasya.
" Kamu masih mau di sini atau langsung pulang? Soalnya kau masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ujar Aditya.
" Aku pulang aja mas." Ucap Natasya.
" Kelvin akan mengantarkan kamu pulang." Ucap Aditya.
" Kelvin, kamu antar pulang Natasya balik." Ucap Aditya menelepon Kelvin.
" Baik tuan." Jawabnya.
__ADS_1
Aditya segera mematikan panggilannya. Tidak ada pembicaraan lagi antara keduanya. Natasya begitu gugup berada di Aditya. Aditya yang paham pun segera kembali ke meja kerjanya untuk melanjukan pekerjaannya.
Lima menit kemudian, Kelvin tiba di ruangan Aditya. Natasya segera menghampiri Kelvin. Tidak lupa juga ia pamit pada Aditya. Kelvin mengantarkan Natasya pulang ke rumahnya. Kemudian ia kembali ke perusahaan untuk bekerja kembali.
🔹
🔹
🔹
Di tempat lain, Dinda dan Arka tengah mempersiapkan pernikahan mereka. Pertama mereka mendatangi beberapa butik untuk mereka menjahit baju pengantin mereka. Kemudian, Mendatangi beberapa lokasi yang bisa di sewa untuk pernikahan outdoor. Karena Dinda menginginkan pernikahan bertemu taman di kelilingi bunga.
Menjelang sore hari, Dinda dan Arka memutuskan pulang setelah mendapatkan tempat yang sesuai dengan keinginan Dinda.
Sementara itu, Melati dan Daniel semakin lengket saja. Hari ini mereka menghabiskan waktu berdua saja seharian penuh. Di karenakan beberapa hari ke depan keduanya tidak bisa bertemu. Daniel akan keluar kota untuk menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan. Ia rasanya ia membawa Melati ikut dengannya. Tapi tidak ia lakukan. Karena calon rekannya itu tak lain adalah Aditya Kusama, mantan suaminya Melati. Ia takut Melati akan goyah akan perasaannya pada, dan takut hubungan mereka akan merenggang.
" Apa kamu senang hari ini?" Tanya Daniel pada Melati yang sedang bersandar di bahunya.
" Lebih dari senang. Kapan kapan lagi kita kencan kayak gini ya?" Jawab Melati.
" Iya sayang pastinya." Ucap Daniel mengecup kepala Melati.
" Esok aku akan keluar kota untuk meninjau kerja sama dengan sebuah perusahaan." Ujar Daniel masih mengelus kepala Melati.
" Berapa hari?" Tanya Melati.
" Kalau penawaran kerja samanya bagus, mungkin hanya dua hari saja. Jika buruk, ya aku akan segera pulang." Jawab Aditya.
Melati menatap kekasihnya itu lekat. Lalu ia menggambarkan pelukan pada Daniel. Daniel dengan senang hati menerima pelukan Melati.
" Aku pasti akan merindukan kamu." Ucapnya manja.
" Akan aku usahakan cepat pulang sayang." Ucap Daniel mengecup keningnya.
" Baiklah. Tapi kamu janji jangan macan macam di sana. Kota itu terkenal dengan cewek ceweknya yang cantik. Awas aja kalau kamu sampe selingkuh dari aku" Ancam Melati pada Daniel.
Daniel bukannya takut, malah gemas hingga ia mencubit pipinya Melati.
" Iya tidak akan sayang. Mendapatkan hatimu itu sangat sulit. Masa iya aku sia siakan. Itu namanya aku adalah orang yang bodoh. Kamu lebih baik dari wanita di luar sana setelah kakakku." Ungkap Daniel.
Melati semakin terpesona mendengar ungkapan Daniel.
" Iya aku percaya." Ucap Melati tersenyum manis.
" Ayo pulang. Hari sudah sore." Ucap Daniel.
" Ayo." Ucap Melati.
Mereka pun pulang sambil bercanda di dalam mobil. Hingga Melati tiba di rumahnya, Daniel mengecup pipi dan kening Melati sebelum ia turun. Setelah itu, ia putar balik pulang ke rumahnya.
Sampai sini dulu. Author kehabisan ide untuk ngetik. Dadah. Jangan lupa sedekah jempolnya 👍
__ADS_1