Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 89


__ADS_3

Siang itu Mia sedang berkumpul dengan Siska serta ibunya di salah satu cabang Cafe N Resto milik Melati yang berada di kota tempat tinggal mereka.


" Tante, kapan aku bisa nikah sama Aditya?" Tanya Siska.


" Sabar dong sayang. Tante juga masih mengusahkan supaya Aditya nurutin maunya tante. Sekarang ini Aditya mulai membangkang perkataan tante Siska. Padahal dulu dia tidak seperti itu. Setelah nikah sama Natasya sifatnya berubah." Jawab Mia.


" Pasti Natasya mencoba mencuci otak Aditya tante. Supaya Aditya tidak mau dengar apa perkataan dan keinginan tante." Ucap Siska.


" Iya kamu benar. Tante rasa Natasya mencoba mempengaruhi pikiran Aditya. Benar benar kurang ajar itu si Natasya." Ucap Mia geram.


Siska dan Ratna saling tersenyum karena Mia terhasut dengan perkataan mereka.


" Kamu punya rencana ngak Sis?" Tanya Mia.


" Rencana. Tentu punya dong tante." Jawab Siska.


" Apa rencana kamu?" Tanya Mia.


" Rahasia. Tapi aku yakin rencana aku ini akan berjalan lancar dan sukses." Jawab Siska.


" Apa pun rencana kamu, tante harap bisa membuat Aditya menikah sama kamu." Ucap Mia.


" Tante tenang aja. Aku yakin 100% rencana aku ini pasti berhasil." Ucap Siska.


" Jeng makanan di sini enak banget ya." Ucap Ratna.


" Iya, kamu benar. Restoran ini juga adalah restoran yang lagi maju banget itu kan. Aku jadi penasaran siapa sih pemilik dari restoran ini." Ucap Mia.


" Yang punya pasti perempuan dong jeng. Nama dari restoran ini kan Cafe N Resto Melati. Iya kan Siska." Ucap Ratna.


" Belum tentu juga pemilik dari restoran ini perempuan ma. Bisa aja, pemiliknya seorang laki laki. Dia menamakan restoran ini dengan nama Melati, mungkin itu nama anaknya atau juga dia memang menyukai bunga Melati." Ucap Siska.


" Iya Siska benar Jeng." Ucap Mia.


" Siska, sekarang kamu ke kantor Aditya deh. Bawakan dia makan siang. Siapa kamu bisa mengambil hati Aditya dengan membawakannya makan siang. Sekretaris Aditya memberitahu kalau Aditya sedang sendirian di kantor tanpa di temani istrinya." Ucap Mia.


" Oke tante." Ucap Siska.


" Mbak sini." Panggil Siska.


" Iya ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya pelayan itu.


" Saya ingin memesan makan siang untuk saya bawakan untuk suami saya." Jawab Siska.


" Baik, nona. Tunggu sebentar akan kami siapkan dulu." Ucap pelayan.


" Iya tapi jangan lama lama ya. Suami saya sudah kelaparan soalnya." Ucap Siska.


" Iya nona." Ucap pelayan itu.


" Ngak papa kan tante, aku bilang Aditya sebagai suami aku pada pelayan itu?" Tanya Siska.


" Ya ngak papa dong. Kamu emang calon istrinya Aditya." Jawab Mia.


15 menit kemudian.

__ADS_1


" Nona, ini makan siang pesanan anda tadi." Ucap pelayan.


" Baik. Terima kasih." Ucap Siska.


" Kamu berangkat sekarang Sis, sebelum Natasya dahului kamu. Biar tante yang bayar bilnya kamu dan mama kamu." Ucap Mia.


" Oke tante. Ma aku berangkat ya." Ucap Siska.


" Iya sayang." Ucap Ratna.


Siska pun berangkat menuju perusahaan Aditya.


" Aku sudah tidak sabar menjalankan rencana ku. Begitu Aditya makan makanan ini, sebentar lagi dia akan jadi milikku." Ucap Siska menabur obat perangsang pada makanan yang ia bawa untuk Aditya.


Sementara itu, Natasya sudah tiba di perusahaan. Dia tidak membawa makan siang untuk Aditya. Karena rencananya Aditya akan mengajaknya makan siang dengannya di luar perusahaan.


" Mas." Ucap Natasya.


" Hei sayang, kamu sudah sampai." Ucap Aditya.


" Iya mas. Kamu masih kerja ya?" Tanya Natasya


" Sedikit lagi selesai sayang." Jawab Aditya.


10 menit kemudian.


" Sayang aku sudah selesai. Ayo kita berangkat sekarang." Ucap Aditya.


" Ayo mas. Aku udah lapar banget." Ucap Siska.


Ketika Aditya dan Natasya berangkat, Siska tiba di kantor Aditya.


" Selamat siang, mbak. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya recepcionis.


" Saya ingin bertemu dengan Aditya." Jawab Siska angkuh.


" Maaf mbak, pak Aditya sedang tidak ada di ruangannya." Ucap recepcionis.


" Loh, dia kemana?" Tanya Siska.


" Beliau baru saja pergi dengan istrinya." Jawabnya.


" Kamu bohong kan. Kalau memang Aditya baru saja pergi, pasti dia bertemu dengan saya." Ucap Siska galak.


" Iya benar mbak. Pak Aditya tidak lewat lobi ini. Beliau menggunakan ruangan khususnya untuk tiba di parkiran mobilnya." Jelas recepcionis.


" Sial. Aku terlambat. Kenapa setiap ada kesempatan,aku selalu saja gagal." Umpat Siska kesal.


Ia pun meninggalkan kantornya Aditya dengan hati yang kesal.


Di restoran.


" Sayang, makannya pelan pelan saja." Ucap Aditya.


" Aku lapar banget mas." Ucap Siska.

__ADS_1


" Iya, tapi pelan pelan dong makannya. Nanti kamu tersendat nanti." Ucap Aditya.


" Tenang aja mas. Aku tidak akan tersendat. Kamu juga makan mas. Ngapain liatin aku makan. Ngak akan kenyang mas. Yang ada lapar." Ucap Natasya.


" Aku kenyang lihat kamu makan sayang." Ucap Aditya.


" Dasar aneh. Mana ada kenyang hanya dengan lihat orang makan saja. Kalau kamu ngak makan, aku juga berhenti makan mas." Ucap Natasya.


" Jangan sayang. Iya aku akan makan kok." Ucap Aditya.


Sepasang suami istri itu pun menyantap makan siangnya masing-masing. Setelah selesai makan, Aditya mengajak Natasya ikut pulang ke kantornya.


" Mas, aku pulang aja ya. Takutnya nanti, aku ganggu kamu kerja." Ucap Natasya.


" Ngak kok sayang. Aku malah suka kamu ada di kantor." Ucap Aditya.


" Ya udah terserah kamu aja mas. Aku nurut aja." Ucap Natasya.


Setibanya di perusahaan.


Aditya mengajak Natasya untuk masuk ke dalam ruangannya.


" Mas, aku ngantuk. Aku tidur ya sambil nungguin kamu kerja." Ucap Natasya.


" Iya sayang. Kamu tidur saja di kamar aku itu." Ucap Aditya membuka ruang rahasia di ruangannya.


" Iya mas." Ucap Natasya masuk dan berbaring di kasur. Tidak perlu menunggu lama, Natasya terlelap saat menutup matanya.


Tok tok tok


" Masuk." Ucap Aditya.


" Pak Aditya. Tadi saat anda pergi makan siang bersama istri bapak, tadi ada seorang wanita datang kemari. Katanya ia datang untuk menemui anda. Bapak bisa melihat di cctv untuk lebih lengkapnya." Ucap Harun sekretarisnya.


" baik, terima kasih atas laporannya." Ucap Aditya membuka cctv di layar komputernya.


" Kalau begitu saya permisi dulu pak." Ucap Harun.


" Iya." Jawab Aditya.


" Siska, rupanya kamu yang datang. Sepertinya aku terlalu menyepelekan kamu. Saatnya memberi kamu pelajaran agar berhenti mengganggu rumah tanggaku." Ucap Aditya.


Aditya mengambil ponselnya menelepon orang kepercayaannya.


" Hallo Kelvin." Ucap Aditya.


" Iya pak Aditya. Ada yang bisa saya bantu." Sahut Kelvin dari seberang telepon.


" Aku ingin kamu mencari tau rahasia dari model yang sedang naik daun Siska. Aku ingin yang lengkap Kelvin." Ucap Aditya.


" Bak pak. Beri saya waktu satu hari untuk mengumpulkan berita itu." Ucap Kelvin.


" Baik. Kalau sudah kirimkan lewat email saja." Ucap Aditya.


" Baik pak." Ucap Kelvin.

__ADS_1


Aditya pun memutuskan panggilannya dengan Kelvin. Kelvin adalah orang kepercayaannya. Kelvin tidak bekerja dari kantor. Tapi ia bekerja kalau Aditya memintanya. Walau begitu gajinya tetap mengalir dari Aditya.


__ADS_2