Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 33


__ADS_3

" Cepat sekali kau menikahinya mas. Apakah sudah tidak ada lagi sedikit saja rasa cintamu padaku. Aku di sini, masih belum bisa melupakanmu. Walau kita Bercerai hampir 6 bulan lamanya. Semoga kau bahagia mas. Dan semoga ini adalah pernikahan terakhirmu. Apalagi wanita itu adalah gadis pilihan orang tuamu mas." Ucap Melati meneteskan air matanya meletakkan kembali ponselnya. Melati menangis segukan mengingat pernikahannya dengan Aditya dulu. Yang kandas begitu saja. padahal, jika di lihat pernikahan mereka baru seumur jagung. Karena keegoisan mertuanya dan Aditya yang pernah berselingkuh dengan temannya sendiri. Tega sekali mereka. Pikir Melati.


Melihat waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Melati mematikan tvnya. Ia kembali ke kamarnya untuk segera tidur. Dia ingin tidur agar bisa melupakan semuanya tentang masa lalunya yang penuh luka.


^^~~^^


Pagi hari, Melati berangkat ke cafe. Tapi, sebelum ke cafe, Melati singgah sebentar di rumah kakek Anwar untuk menjemput si kembar Vano dan Vina. Sepulang dari sana ia langsung bergegas ke cafenya.


Setibanya di sana, Melati Melati mengajak si kembar masuk ke dalam cafenya. Semua pengawainya Melati, berhamburan menatap kedua si kembar Vano dan Vina. Mereka merasa gemas melihat keduanya.


Melati membawa keduanya masuk ke dalam ruangannya. Di dalam ruangan, Melati sudah menyediahkan mainan untuk keduanya bermain agar tidak bosan di sana. Keduanya begitu senang melihat banyak sekali mainan untuk mereka di sana. Mereka pun langsung memainkannya di situ.


Melihat mereka yang sibuk bermain, Melati pun meninggalkan keduanya untuk mengecek karyawannya dengan menutup pintu terlebih dahulu, supaya mereka tidak pergi dari sana tanpa sepengetahuan Melati.


Setelah mengecek karyawan, Melati kembali ke ruangan pribadi miliknya. Di lihatnya kedua bocah kembar itu, tetap asik bermain. Vano yang bermain robot dengan mobil mobilan. Sementara Vina bermain boneka juga masak masakan. Melati menatap keduanya dengan wajah tersenyum. Ia membiarkan keduanya tetap bermain. Lalu ia pun, menuju mejanya untuk memeriksa laporan cafenya dan juga merivieuw menu baru di cafenya.

__ADS_1


Tidak terasa sudah 2 jam Melati berkutak atik dengan pekerjaannya. Ia melihat sedikit lagi jam makan siang datang. Kemudian, ia melihat kedua kakak adik itu masih saja bermain dengan serius. Melati pun menghampiri keduanya.


" Vano, Vina sayang. Udah dulu mainnya ya. Kalian makan siang dulu ya." Pinta Melati pada keduanya.


" Bibi, bisakah nanti saja aku dan Ka Vano makan. Kami masih ingin bermain bibi." Jawab Vina dengan wajah memelas dan membuat Melati tersenyum gemas melihat tingkah lucunya Vina. Ya Melati memang meminta pada Vano dan Vina untuk memanggilnya bibi. Karena jika memanggil kakak Melati terkesan lebih tua dari mereka, dan sudah tidak pantas lagi di panggil kakak oleh keduanya. Pikir Melati.


" Sayang, dengarin bibi ya. Kalian boleh main lagi asal kalian makan dulu ya. Nanti kalian sakit sayang, jika kalian telat makannya. Nanti jika kalian sakit, Vina sama kak Vano tidak bisa memainkan mainan ini lagi." Jelas Melati agar keduanya mengerti.


" Vina ngak mau sakit bibi." Jawab Vina.


" Ya sudah kalau begitu. Tunggu sebentar ya sayang. Tante akan menelepon dulu ke luar untuk menyuruh pegawai bibi membawakan makan siang untuk kalian." Ucap Melati dan keduanya menganguk paham.


" Hallo, Dewi. Tolong bawakan makan siang untuk keponakan saya ke ruangan saya ya." Titah Melati pada pagawainya lewat sambungan telepon.


" Iya kak. Kalau sudah selesai di masak akan saya bawakan ke ruangan kak Melati." Jawab Dewi.

__ADS_1


" Oke. Saya tunggu ya." Ujar Melati.


" Iya kak." Jawab Dewi


Melati pun mematikan sambungan telponnya. Ia menghampiri Vano dan Vina untuk bersih dulu sambil menunggu makanan keduanya sampai. Melati membawa keduanya, ke kamar mandi yang ada di ruangannya.


Tidak menunggu lama, Dewi mengetuk pintu bertepatan dengan Melati keluar dari kamar mandi selesai membersihkan keduanya. Melati langsung membuka pintu untuk membantu Dewi.


" Ini kak, Makanan untuk si kembar itu." Ucap Dewi sambil kedua bocah kembar itu.


" Iya Dewi taruh saja di situ ya." Jawab Melati.


" Iya kak. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Dewi.


Setelah Dewi kelua6, Melati langsung meminta pada Vano dan Vina duduk di sofa. Melati pun memberikan makanan untuk keduanya.

__ADS_1


Vano dan Vina pun segera memakan makanan mereka. Sesekali Melati juga menyuapi keduanya secara bergantian. Hingga tanpa terasa makanan Vano dan Vina habis dari piring mereka masing-masing.


__ADS_2