
Siang itu Dinda mengunjungi perusahaan mereka yang di kelola oleh adiknya Daniel. Dirinya, ingin mengajak adiknya makan siang bersamanya di cafenya Melati. Saat memasuki perusahaan, semua orang di sana tunduk dan memberi hormat padanya. Mereka tau jika Dinda adalah kakak dari bos mereka.
Sesampainya di depan ruangan Daniel, sekretaris menyapanya.
" Selamat siang mba Dinda." Sapa sekretaris itu ramah.
" Selamat siang juga Ayu." Jawab Dinda.
" Maaf mba, pak Danielnya tidak ada di dalam, beliau sedang berada di ruang rapat bersama dengan klien dari luar kota." Jelas Ayu.
" Oh iya. Kalau gitu, saya tunggu di dalam saja Ayu." Ucap Dinda.
" Ekkh,, tunggu mba Dinda." Ujar Ayu.
" Ada apa lagi, Ayu?" Tanya Dinda.
" Di dalam ada wanita, katanya sih, dia kekasihnya pak Daniel mba. Dia itu orangnya angkuh banget mba. Mana sombong lagi." Ujar Ayu.
" Ohh gitu ya. Ya saya masuk dulu, sekalian saya ingin lihat seperti apa orangnya itu." Ucap Dinda meninggalkan Ayu dan memegang hendel pintu ruangan Daniel.
Di dalam di lihatnya ada seorang wanita cantik berpakaian sexi, yang sedang duduk menyilangkan kakinya dengan membaca majalah fashion. Mendengar pintu terbuka, wanita itu pun segera beralih melihat ke arah pintu. Dia berpikir jika itu adalah Daniel. Tapi yang di lihatnya itu adalah seorang perempuan yang ia tidak tau, jika itu Dinda kakaknya Daniel. Melihat Dinda, wanita itu pun segera berdiri mendekati Dinda.
__ADS_1
" Kamu siapa? Beraninya masuk ke ruangan direktur." Ucapnya menunujuk wajah Dinda.
" Apakah itu penting Nona?" Jawab Dinda santai.
" Ya itu penting bagiku." Jawab wanita itu.
" Ohh begitu rupanya. Tapi, sebelum saya jawab. Saya ingin tau nona ini siapa? Mengapa berada di ruangannya pemilik perusahaan ini." Tanya Dinda
" Kamu mau tau?" Tanya wanita itu. Dan Dinda hanya menganguk saja. " Perkenalkan namaku Rina, calon istri dari Daniel pemilik perusahaan ini." Jawabnya sombong.
" Apa anda yakin nona." Tanya Dinda sekali lagi. " Tapi sepertinya saya ragu." Lanjut Dinda
" Aku tidak peduli kamu percaya atau tidak. Kenapa? Apkamu iri, karena aku adalah calon istrinya Daniel." Jawabnya.
Rina yang mengaku sebagai calon istri Daniel pun emosi mendengar perkataan Dinda." Beraninya kamu bilang seperti itu padaku. Keluar kamu dari ruangan ini." Ucapnya menarik tangan Dinda dari sana. Namun tenaganya kurang kuat dari Dinda, sehingga ia tidak bisa menyeret Dinda keluar dari sana. Dan itu membuatnya semakin emosi saja. Saat ingin menampar pipi Dinda, pintu ruangan itu terbuka.
Cekleeeeeek
" Rina apa yang kamu lakukan." Sahut Daniel dari arah pintu.
" Da...niel." Jawabnya kaget dan langsung menurunkan tangan.
__ADS_1
" Aku tanya sama kamu Rina, mengapa kamu ingin menampar kakaku." Tanya Daniel.
" Apa kamu bilang tadi. Kakak." Tanya wanita itu kaget. Pasalnya tadi dia berdebat dengan wanita yang hampir ia tampar tadi.
" Iya dia kakaku. Mengapa tadi aku lihat, sepertinya kamu ingin menampar kakaku?" Ucap Daniel menatap tajam pada Rina. Sementara Dinda, ia hanya tersenyum melihat wanita itu sedang berdebat dengan adiknya, Daniel.
" Daniel, tadi kakakmu mengejekku. Makanya aku ingin memberinya pelajaran sedikit saja." Ucap Rina.
" kamu pikir, kamu siapa ingin menampa kakaku. Hahh." Ucap Daniel marah hingga membuat wanita menelan ludah. " Lagi pula untuk apa kamu datang kesini lagi. Kita sudah tidak punya hubungan apa apa lagi." Lanjut Daniel.
" Tapi Daniel, aku ngak mau putus dari kamu Daniel . Aku masih cinta sama kamu Daniel sayang." Ucap Rina
" Tapi aku sudah tidak mencintaimu lagi. Kalau kamu cinta padaku, tidak mungkin kamu bermain gila di belakangku. Kamu tidak benar-benar cinta kepadaku jika seperti itu. Ku rasa kamu hanya cinta pada uangku saja dan kamu juga ingin menjadi nyonya di perusahaan ini." Ucap Daniel. " Lagi pula aku kasih tau ke kamu. Perusahaan ini bukan milik aku seorang. Ini adalah milikku dan kakaku." Lanjut Daniel.
" Daniel, aku tidak seperti itu. Aku benar-benar masih cinta sama kamu Daniel. Aku menyesal dulu telah berselingkuh di belakangmu. Sekarang aku hanya ingin hidup denganmu saja Daniel sayang." Ucapnya ingin memeluk Daniel, tapi Dinda langsung menarik Daniel ke sampingnya.
" Maaf Rina, aku tidak bisa memaafkan sebuah perselingkuhan . Dan aku perjelas, lagi pula aku tidak suka barang bekas tanpa status seperti kamu. Jangan kamu kira, aku tidak tau apa yang kamu lakukan dengan selingkuhanmu itu." Jelas Daniel tegas, membuat wajah Rina merah menahan marah.
" Tidak Daniel. Aku mohon kembalilah padaku aku menyesal atas semua yang terjadi." Ucapnya.
" Tidak Rina. Sekali aku bilang tidak, jawabannya tetap tidak. Sekarang aku minta, keluar kamu dari ruangan aku. Sebelum aku meminta satpam untuk menyeretmu keluar." Ujar Daniel dingin.
__ADS_1
" Baiklah, Daniel. Hari ini kamu menolakku. Tapi aku pastikan kamu akan kembali padaku dan bersujud di kakiku. Ingat Daniel, kamu itu milik aku. Hanya milik aku." Ucapnya meninggalkan Daniel dan Dinda di sana.