
Dalam perjalanan Vano dan Vina terlihat sangat gembira saat Melati bilang jika mereka akan mengunjungi kebun binatang. Melati mengeluarkan ponselnya dan berkata pada sopir taksi, "pak bisa putarkan lagu ini".
" bisa neng, tunggu sebentar saya aktifkan Bluetoothnya dulu." jawab pak sopir sambil menghidupkan Bluetooth. " bagaimana apa sudah bisa terhubung?" lanjut pak sopir bertanya.
" sudah pak, terhubung." Jawab Melati.
Baby shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Baby shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Baby shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Baby shark
Mommy shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Mommy shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Mommy shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Mommy shark
Daddy shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Daddy shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Daddy shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
__ADS_1
Daddy shark
Grandma shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Grandma shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Grandma shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Grandma shark
Grandpa shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Grandpa shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Grandpa shark, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Grandpa shark
Run away, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Run away, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Run away, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Run away
Safe at last, doo, doo, doo, doo, doo, doo
__ADS_1
Safe at last, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Safe at last, doo, doo, doo, doo, doo, doo
Safe at last
Melati memutar lagu Baby Shark agar, Vina dan Vano terhibur. Karena perjalanan menuju memerlukan waktu hampir 2 jam. Untuk itu, Melati memutarkan lagu itu supaya dalam perjalanan kedua bocah kembar itu tidak bosan. Dan benar saja, walaupun lagu itu terputar ulang ulang, Vano dan Vina selalu bernyanyi meniru lagu itu. Bahkan mereka hampir menghafalkan lagu itu. Mobil yang mereka tumpangi penuh dengan gelak tawa kedua bocah kembar itu. Di tambah mereka mengikuti irama lagu yang terputar menambah keributan di dalam mobil. Tapi pak sopir atau Melati tidak mengeluh atas hal itu. Malah mereka terhibur oleh mereka. Apalagi perjalanan yang mereka tempuh lumayan jauh.
Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di tempat yang di maksud Melati. Pak sopir, membukakan pintu untuk membantu Melati turun bersama kedua kakak beradik itu. Setelah turun, mereka langsung masuk ke dalam area kebun binatang dengan membeli tiket masuk terlebih dahulu. Pak sopir, di minta Melati untuk menunggu mereka pulang. Pak sopir pun mau. Mobilnya juga adalah taksi online yang selalu di pakai Melati. Bisa di katakan ia adalah langganan Melati.
Di dalam area kebun binatang, Melati memegang Vano dan Vina di kedua sisi tangannya, agar keduanya tidak lepas dari Melati atau bisa saja hilang dari jangkauan Melati. Mereka melihat Gajah terlebih dahulu. Melati menjelaskan kalau Gajah adalah binatang yang paling besar, punya sifat balas dendam, dan mempunyai daya ingat yang tinggi hingga 10 tahun ke depan. Jadi jika ada seseorang orang yang pernah menyakitinya, ia akan mengingatnya terus hingga 10 tahun kemudian. Dan kalau orang yang pernah menyakiti Gajah datang sebelum 10 tahun lagi. Gajah akan membalaskan dendamnya pada orang tersebut. Bahkan ia bisa saja sampai membunuh orang itu. Jadi jangan pernah bermain main dengan Gajah, jika tidak ingin di ajak main main hingga ke alam kubur.
Setelah puas melihat Gajah, Melati mengajak mereka melihat hewan yang di di kebun binatang itu. Melati mengajak keduanya, melihat Rusa, Kuda, Burung Unta, Kelinci, Singa dan Harimau. Keduanya begitu menikmati kegiatan mereka itu, ya walaupun Vina sering bersembunyi di belakang Melati, karena ketakutan melihat Singa dan Harimau yang mengaum. Setiap pengunjung di sana, melihat mereka seperti ibu dan anak yang terlihat bahagia.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan waktunya makan siang. Melati pun mengajak keduanya kembali ke mobil untuk mencari makan siang nanti. Pak sopir melajukan mobil mencari resto dan cafe terdekat untuk mengisi perut mereka. Tanpa menunggu lama, pak sopir pun memberhentikan mobilnya di salah satu cafe. Melati pun segera turun dengan menggandeng keduanya. Ia juga mengajak pak sopir untuk makan bersama. Walaupun pada awalnya ia menolak, tapi karena Melati memaksanya, ia pun mau menerima tawaran Melati untuk makan siang bersama.
Cafe yang mereka datangi terlihat hampir full. Karena saat ini adalah waktunya orang orang makan siang untuk mengisi perut mereka. Melati dan rombongan hampir saja tidak mendapatkan tempat duduk jika Melati tidak bergerak cepat untuk mendapatkannya dengan bantuan pegawai di sana. Setelah mendapatkan tempat duduk, Melati pun segera memesan makanan untuk mereka. Ia juga meminta pada pelayan di sana, untuk membuatkan makanan khusus Vano dan Vina. Pelayan pun undur diri dari sana untuk menyerahkan pesanan Melati pada koko yang di dapur.
Sambil menunggu pesanan, Melati memanjangkan kakinya di bawah meja berhubung cafe yang mereka singgahi ini adalah tempat makan lesehan. Setengah jam kemudian, pesanan Melati pun datang. Pelayan meletakkan semuanya di atas meja. Setelah itu, pelayan itu segera undur diri dari meja Melati.
Melati menyerahkan bagiannya pak sopir, dan pak sopir segera memakannya. Melati menyuapi Vano dan Vina secara secara bergantian. Setelah makanan mereka habis, Melati pun langsung memakan bagiannya sampai habis. Pak sopir pamit duluan ke mobil pada Melati, seusai makanan habis ia makan tadi.
Setelah makan, Melati memanggil ulang pelayan untuk melakukan pembayaran bonnya. Lalu ia segera pergi dari cafe itu untuk pulang mengantarkan kedua kakak beradik itu pulang. Dalam perjalanan pulang, tidak ada lagi suara celoteh keduanya seperti saat tadi berangkat menuju kebun binatang. Keduanya tertidur dengan pulas, mungkin efek kelelahan berkeliling kebun binatang dan juga di tambah mereka juga kenyang.
Sambil memanfaatkan waktu, Melati memantau keadaan cafenya melalui cctv yang terhubung lewat ponsel pintarnya. Ia melihat cafenya full akan pengunjung. Bahkan pegawai di sana, terlihat hampir kewalahan melayani pesanan yang membludak itu. Pengunjung yang tidak mendapat tempat duduk, memilih memesan dan membawa pulang pesannya untuk di makan di mobil.
Melati mengucapkan syukur dalam hatinya. Karena usaha berjalan lancar tanpa kendala. Pemasukannya pun selalu mengalir dalam rekening pribadi cafenya di luar untuk menggaji para karyawan. Dan untungnya selalu masuk ke rekening pribadi Melati.
__ADS_1
Hampir sholat ashar, Melati sampai di rumah kakek Anwar. Ia masuk dengan menggendong Vina sementara Vano di di gendong oleh pak sopir. Di dalam rumah kakek dan nenek terkejut mendengar suara salam Melati dari luar. Ia pun segera bergegas membuka pintu untuk Melati. Di lihatnya kedua cucunya tertidur di gendong Melati dan pak sopir. Kakek segera mengambil alih Vano dari gendongan pak sopir dan meletakkannya di kasur kamar mereka. Begitu juga dengan Melati, ia meletakkan Vina secara perlahan di samping Vano agar tidak terbangun.
Sesudah itu, Melati pamit dan langsung menuju cafenya. Setibanya di sana, Melati pun turun dan segera melakukan pembayaran atas perjalanannya tadi. Pak sopir terkejut menerima uang bayaran Melati yang melebihi pembayaran semestinya. Melati menjelaskan jika itu sekaligus bonus atas kerja pak sopir yang sudah mau membantun mengantarnya jika ia pergi kemana mana. Pak sopir pun menerima uang itu senyum mengembang di wajahnya, dan langsung menancapkan gas mobilnya pulang ke rumahnya.