Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 97


__ADS_3

" Hikssss,,hiksss." Terdengar suara tangis wanita di pagi hari.


Mendengar suara orang menangis, orang di sebelahnya tak lain adalah suaminya Daniel perlahan bangun dari tidurnya.


" Sayang, kenapa menangis?" Tanya Daniel setengah sadar.


" Aku lapar mas." Jawab istrinya Melati.


" Lapar! Kenapa tidak membangunkan aku?" Tanya Daniel.


" Aku bingung mau makan apa. Hikssss hikss." Jawab Melati.


Daniel segera duduk sambil menggaruk kepalanya.


" Aku pesankan nasi goreng mau?" Tawar Daniel.


" Tidak." Jawab Melati.


" Sup kepiting."


" Tidak mau".


" Nasi Padang, mau?" Tanya Daniel.


" Tidak mau. Ini masih terlalu pagi. Kau ingin membuatku makan makanan yang mengandung banyak lemaknya." Jawab Melati kesal.


" Astaga sayang, ini tidak mau itu tidak mau. Lalu inginnya apa?" Tanya Daniel mulai kesal.


" Aku bilang aku kan bingung. Kenapa kau marah padaku. Hikssss mama mas Daniel jahat padaku." Ucap Melati menangis.


" Cup cup sayang jangan menangis ya. Aku tidak marah kok. Nanti baby nya ikut sedih kalau maminya menangis." Ucap Daniel.


" Aku lapar mas. Semalam kau menggepurku. Masa aku lapar tidak di kasih makan, malah di marahi. Jahat kamu mas." Ucap Melati tersedu.


" Astaga ya tuhan. Aku ingin menghilang saat ini juga kalau bisa." Ucap Daniel frustasi.


" Tadi kau bilang apa mas?" Tanya Melati.


" Tidak ada kok sayang. Kita mandi dulu ya. Baru setelah itu kita cari makan." Ucap Daniel.


" Mandiin." Ucap Melati manja.


" Dengan senang hati ratu ku." Ucap Daniel menggendong Melati ke kamar mandi.


Setelah drama pagi hari yang di buat Melati. Daniel melajukan mobilnya pulang menuju rumah. Karena Melati tiba tiba ingin sarapan pagi di suapi oleh mama nya nyonya Sarah.

__ADS_1


Di tempat Aditya.


" Maaf pak, nyonya Mia datang." Ucap pembantunya saat ia sedang sarapan pagi bersama Natasya istrinya.


" Suruh saja mami kemari bi biar sekalian sarapan bersama kami." Ucap Aditya.


" Kata nyonya beliau sudah sarapan. Beliau ingin menunggu di ruang tengah saja pak." Ucap pembantunya.


" Oh ya sudah. Biar saya selesaikan sarapan saya dulu ya bi." Ucap Aditya.


" Baik pak. Saya permisi dulu." Ucapnya.


" Iya bi. Jangan lupa sarapan sebelum memulai aktivitas." Ucap Aditya.


" Sudah pak. Tadi bersama teman teman di belakang." Ucap pembantunya.


Aditya hanya mengangguk sambil meneruskan sarapannya.


" Sayang makan yang banyak. Di perut kamu sudah ada anak kita." Ucap Aditya memberikan potongan ayam di piring Natasya.


" Mas, aku sudah kenyang. Jangan di tambah lagi." Ucap Natasya.


" Kalau kau tidak mau memakannya. Kasih anak kita saja sayang." Ucap Aditya.


" Sama saja. Tetap aku yang akan memakannya." Ucap Natasya kesal tapi tetap menghabiskan sarapannya.


" Sudah mas." Jawab Natasya.


" Ayo kita temui mami." Ucap Adity.


" Tapi aku takut mas." Ucap Natasya.


" Tidak perlu takut sayang. Ada aku. Jadi tenang saja." Ucap Aditya.


Natasya pun mengikuti langkah Aditya menemui mertuanya.


" Pagi mi." Ucap Aditya.


" Pagi juga anak mami." Ucap Mia.


" Tumben sekali masih pagi mami datang kemari? Pelan pelan sayang." Tanya Aditya sambil membantu Natasya duduk.


" Kenapa, masih tidak bisa mengunjungi anak sendiri." Jawab Mia sinis melirik ke arah Natasya.


" Bukan seperti itu mi." Ucap Aditya.

__ADS_1


" Kenapa kamu memperlakukan istri kamu seperti orang sakit Dit?" Tanya Mia.


" Oh iya aku lupa memberi tau mami. Kalau istri Adit sedang hamil cucu mami dan papi." Jawab Aditya.


" Apa hamil?" Tanya Mia tidak percaya.


" Iya hamil. Kenapa mi?" Jawab Aditya.


" Sial, kenapa wanita ini pake hamil segala. Bisa kacau rencana ku nanti." Batin Mia.


" Kenapa mami melihatku dengan seperti itu?" Tanya Natasnya dalam hati.


" Dulu kan mami selalu menuntut Natasnya. Nah sekarang istri Adit hamil Mi. Mami senang kan. Mami akan punya cucu." Ucap Aditya mengelus perut Natasya yang masih kelihatan datar karena baru berusia tiga Minggu.


" Selamat untuk kalian berdua." Ucap Mia dengan terpaksa.


" Sama sama mi. Selamat juga untuk mami karena sebentar lagi mami akan punya cucu." Ucap Aditya.


" Iya. Mami pulang dulu." Ucap Mia beranjak karena tidak mungkin ia membicarakan tujuannya di saat seperti ini.


" Loh kok mami mau kemana?" Tanya Aditya.


" Mami mau pulang." Jawab Mia.


" Loh kok pulang. Kan baru datang." Ucap Aditya.


" Mami baru ingat mami ada janji sama seseorang." Ucap Mia.


" Bukan sama wanita itu kan Mi?" Tanya Aditya.


" Siapa maksud kamu Dit?" Tanya Mia.


" Siapa lagi kalau bukan Siska." Jawab Aditya.


" Ciih mami sudah tidak punya urusan sama wanita ****** dan ibunya yang sialan itu." Ucap Mia kesal.


" Oh Adit pikir.."


" Sudahlah dit. Mami tidak ingin berdebat denganmu. Mami pergi dulu." Ucap Mia kesal memotong perkataan Aditya.


" Hati hati mi." Ucap Natasnya.


" Hmm. Jaga baik-baik cucu saya." Ucap Mia judes.


" Iya mi, Tasya akan menjaganya dengan baik." Ucap Natasnya tersenyum.

__ADS_1


" Ya sudah saya pulang dulu." Ucap Mia.


Mia sudah tidak lagi berhubungan dengan Siska dan ibunya Ratna sejak Aditya membongkar kebusukan keduanya saat makan keluarga yang di adakan Aditya di rumahnya. Aditya mengatakan kepadanya Mia kalau Siska adalah seorang ****** yang suka menjajakan tubuhnya pada petinggi perusahaan untuk mendapatkan kontrak yang besar sebagai model. Aditya juga mengatakan tujuan Siska dan ibunya mendekati Mia adalah untuk menguasai hartanya saja. Mendengar hal itu Mia sangat marah. Ia lantas menampar pipi Siska dan ibunya lalu menghajar keduanya. Puas melampiaskan emosi nya, Mia mengusir keduanya dari sana. Mia yang juga sangat malu pada Aditya Natasnya dan juga besannya segera pergi dari sana tanpa mengajak pulang suaminya bersama.


__ADS_2