
Bisnis cafe yang di buka Melati semakin sukses saja. Yang dulu hanya sebuah cafe kecil, sekarang sudah menjadi cafe anda resto Melati. Ia juga sudah membuka beberapa cabang di luar kota. Melati sangat bersyukur atas nikmat yang di berikan Allah padanya.
Dulu dirinya tidak memiliki apa pun itu. Keluarga pun tidak ada. Tapi sekarang jangankan keluarga, bisnis yang sukses pun ia genggam.
" Sayang apa yang kau pikirkan?" Tanya Daniel melihat Melati melamun.
" Tidak ada mas. Hanya saja aku bersyukur dengan kebahagiaan yang Allah berikan untukku. Punya suami sebaik kamu dan bisnis ku berkembang pesat." Jawab Melati bersandar di dada bidangnya Daniel.
" Kamu layak mendapatkan ini semua sayang. Buah kesabaran yang kau tanam, berbuah dengan sangat baik. Hingga kau memetik panennya yang sangat berlimpah ruah." Ucap Daniel mengelus kepala Melati.
Melati menatap wajah Daniel. Ia menyentuh pipi, mata dan bergerak turun ke rahang Daniel. Hasrat Daniel muncul karena sentuhan Melati. Ia menahan nafasnya agar tidak menyentuh Melati. Ia tidak ingin Melati kelelahan hanya karena melayaninya.
" Mas, aku ingin kamu." Bisik Melati dengan nada menggoda.
" Tapi sayang, aku takut kamu kelelahan karena aku." Ucap Daniel.
" Aku tidak akan lelah mas. Aku sangat ingin kamu sentuh." Ucap Melati menyentuh dada bidangnya serta memberikan kecupan di leher Daniel.
Runtuh sudah pertahanan Daniel yang tidak ingin menyentuh Melati. Akhirnya terjadi hubungan intim suami istri itu. Keduanya begitu saling menikmati sensasi yang Daniel berikan.
" Sayang, milik kamu makin nikmat saja. Aku tidak pernah bosan memasukinya." Ucap Daniel setelah bermain.
" Aku sama mas. Milik kamu yang besar itu selalu membuatku mendesah nikmat. Andai saja aku tidak hamil, aku ingin kita bercinta sepuasnya dengan kamu mas. Aku suka saat milik kamu itu menusuk dengan kuat waktu dulu sebelum aku hamil. Aku merindukan hal itu mas." Balas Melati.
" Aku juga sama sayang. Sekarang aku tidak bisa melakukan seperti itu. Untuk sekarang aku hanya melakukannya dengan pelan. Aku takut menyakiti anak kita nantinya." Ucap Daniel.
" Iya mas." Ucap Melati.
Keduanya pun tertidur berpelukan hingga terlelap.
~ ~ ~ ~~
•
•
__ADS_1
Di tempat Aditya.
Mia mendatangi rumah kediaman Aditya.
" Dit, kalian pulang kenapa tidak memberitahu mami?" Tanya Mia kesal.
" Aditya lupa mi." Jawab Aditya santai.
" Dimana istri kamu?" Tanya Mia.
" Natasya lagi ke tempatnya mama." Jawab Aditya.
" Bisa bisanya dia pergi sementara kamu ada di rumah. Bukannya melayani kamu dengan baik malah kelayapan." Ucap Mia.
" Natasya ngak kelayapan mi. Aku kan tadi bilang, dia lagi ke rumah mamanya. Sudah lama dia tidak bertemu dengan orang tuanya. Mama kenapa sih ngomong kayak gitu sama Natasya." Ucap Aditya kesal.
" Ya bisa aja yang katanya ke rumah mertua mu malah kelayapan ke tempat lain. Kamu jangan terlalu membiasakan sikap istrimu seperti itu Dit, jadi kebiasaan dia nantinya." Cibir Mia.
Aditya menghela nafas agar tidak marah mendengar perkataan maminya. Istrinya itu tidak seperti yang di katakan maminya. Tadi baru saja, Aditya baru saja melakukan video call dengan istri dan mertuanya.
" Sebenarnya ada apa mami kesini? Karena nggak biasa mami datang ke rumah Adit." Tanya Aditya.
" Kami memang menunda untuk punya anak mi." Jawab Aditya.
" Alaah bilang saja istri kamu itu mandul dan tidak bisa kasih kamu keturunan Dit. Kalau memang dia tidak bisa kasih kamu anak, mami sarankan kamu menikah lagi. Mami sudah ada calon yang tepat untuk kamu nanti." Ucap Mia mencibir Natasya.
" Mami kalau bicara di pikir dulu. Istri aku Natasya tidak mandul. Karena kami memang menunda untuk punya anak. Dan wanita yang mami kata katai itu adalah wanita yang mami pilih sendiri menggantikan Melati mantan istri aku. Bukannya mami sendiri yang bilang kalau Natasya adalah menantu idaman mami." Ucap Aditya membuncah marah.
" Itu dulu. Sekarang dia sudah menjadi menantu idaman mami. Mami ingin menantu yang bisa di banggakan pada teman teman mami. Apaan itu hanya jadi ibu tangga tanpa memiliki karir. Mami tidak suka punya menantu seperti itu." Ucap Mia marah.
" Sebenarnya apa yang ada di pikiran mami. Kenapa mami selalu mengorbankan pernikahanku demi obsesi dan kepentingan mami. Semua hal yang mami lakukan tidak ada manfaatnya untuk aku mi. Jadi Aditya mohon sama jangan korbankan lagi pernikahan Adit dengan kekonyolan mami yang tidak jelas itu. Martabat mami tidak akan jatuh dengan mempunyai menantu yang mengabdikan hidupnya untuk mengurusi suami dan rumah tangganya.malah mami akan di puji karena mempunyai menantu yang selalu mengutamakan keluarganya. Di luar sana, sudah sangat jarang istri yang rela mengorbankan kari nya hanya demi menjadi istri yang baik untuk suami dan ibu yang baik untuk anak anaknya." Ucap Aditya.
" Menantu seperti itu kamu bilang membanggakan. Mami malu punya menantu seperti itu Adit. Teman teman sosialita mami, mereka selalu membanggakan menantunya yang punya karir yang sangat bagus. Mami ingin menantu seperti itu. Dulu mami ingin Natasya jadi istri kamu karena pekerjaannya bagus. Mami bangga akan hal itu. Tapi sekarang apa, dengan mudahnya dia melepaskan pekerjaan hanya dengan alasan ingin jadi istri yang baik. Ciih apa baiknya memalukan." Ucap Mia.
" Itu tandanya ia melakukan tugasnya dengan baik mi. Sebenarnya apa isi kepala mami. Kenapa yang ada di otak mami hanya harta tahta dan martabat. Itu semua tidak terlalu di perlukan mi. Semua hanya titipan sementara dari sang maha pencipta." Ujar Aditya.
__ADS_1
" Mami tidak mau tau Adit kau harus menikah dengan Siska. Kalau tidak.."
" Kalau tidak apa mi. Apa mami akan mengancamku. Silakan mami lakukan ancaman itu. Aku tidak takut. Aditya tidak mau di atur mami lagi dengan mengorbankan pernikahanku mi. Kalau mami tetap nekad, silakan saja. Tapi ku pastikan mami akan menyesal. Akan ku beritahu media jika Mia desainer yang gila martabat rela mengorbankan pernikahan anaknya hanya demi ambisinya. Aku sangat yakin mami akan hancur." Ucap Aditya marah memotong perkataannya.
" Kamu tidak bisa melakukan itu pada mami. Aku adalah ibumu. Apa kamu mau di anggap sebagai anak durhaka. Haahh" ucap Mia marah.
" Mami saja tega padaku. Kenapa aku tidak mi. Ingat mi buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Sikap anak adalah cerminan orang tua. Aku akan melakukan hal yang sama pada mami jika mami tetap nekad dengan obsesi gilanya mami." Ucap Aditya tegas.
" Obat apa yang Natasya berikan padamu hingga kau berani melawan mami Adit." Geram Mia.
" Istriku tidak pernah memberikan apapun padaku. Yang dia lakukan hanya satu, menjadi istri yang baik padaku. Sekarang aku minta mami keluar dari rumahku." Ucap Aditya.
" Kamu mengusir mami Adit?" Tanya Mia.
" Iya. Silakan keluar dari rumahku jika kedatangan mami hanya untuk mengusik ketenangan ku di rumah ini. Pintu keluarnya ada di sana." Jawab Aditya meninggalkan Mia di sana.
" Sialan, Aditya sudah tidak mau mengikuti kemauan ku. Awas kamu Natasya, kalau aku bisa menjadikan mu sebagai istri Aditya, tentu saja aku bisa membuatmu berpisah dari anakku." Ucap Mia kesal meninggalkan rumah Aditya.
" Bibi, tolong ke sini sebentar." Ucap Aditya.
" Iya den." Jawabnya.
" Jangan beritahu pada Natasya apa yang terjadi tadi. Aku tidak ingin Natasya merasa bersalah karena menyebabkan pertengkaran antara aku dan mami. Karena melakukan hal wajar pada mami untuk menyelamatkan pernikahan ku." Ucap Aditya.
" Iya den. Bibi tidak akan kasih tau non Natasya." Ucapnya.
" Kasih tau yang lainnya juga bi." Ucap Aditya.
" Iya den."
" Ya sudah hanya itu saja. Silakan bibi kembali lanjutkan apa yang bibi kerjakan." Ucap Aditya.
" Baik den, bibi permisi dulu."
" Bi," panggil Aditya lagi.
__ADS_1
" Iya den, ada yang bisa bibi bantu?" Tanya bibi.
" Tidak ada. Hanya saja jangan bekerja terlalu keras. Berhenti dan istirahat lah jika merasa lelah. Gaji bibi tidak akan di potong hanya karena itu." Jawab Aditya.