
Daniel keluar dari kamar mandi menggunakan handuk di pinggangnya. Di lihatnya istrinya sudah tertidur tanpa melepas sepatunya. Tasnya juga masih ada di badannya.
Ia hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan istrinya itu. Ia pun pergi ke ruang ganti dan segera memakai baju. Setelah itu ia mendekati Melati. Ia melepaskan sepatu Melati. Ia juga melepas jilbab yang ia kenakan dan juga tas yang masih melekat di badannya.
Lalu ia juga ikut berbaring di samping Melati. Hingga tanpa sadar ia juga ikut tertidur.
Azan Maghrib Melati terbangun dari tidurnya. Di lihatnya di samping, suaminya sedang tertidur. Ia pun segera ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Setelah itu, ia membangunkan Daniel. Mereka pun sholat bersama. Selesai sholat, mereka turun ke bawah untuk makan malam.
" Selamat malam bi." Ucap Melati. Daniel hanya tersenyum saja.
" Selamat malam den Daniel non Melati. Silakan makan malam sudah di siapkan." Balas bibi Ani.
" Makasih ya ni." Ucap Melati.
" Iya non." ucap bibi Ani pergi dari sana.
" mas kamu mau aku ambilin apa?" Tanya Melati.
" Udang aja sayang sama sayur kangkung." Jawab Daniel.
" Ya udah. Nih mas." Ucap Melati.
" Makasih sayang." Ucap Daniel.
Melati hanya membalasnya dengan tersenyum. Ia pun segera mengisi piringnya. Mereka pun makan malam dalam diam. Setelah makan, Melati kembali ke kamar. Ia akan menonton film. Kali ia tidak menonton drakor. Ia sedang ingin menonton film Thailand.
__ADS_1
Mungkin bawaan baby.
Sementara itu Daniel, ia pergi ke ruang kerjanya. Ia sedang mengecek perkembangan perusahaannya di luar kota.
Sedang asik membaca email perusahaannya, ponselnya berdering.
" Halo." Jawab Daniel.
" Halo pak, saya hanya ingin menyampaikan bahwa perusahaan di kota B sedang bermasalah. Pak Burhan sebagai orang yang bertanggung jawab di sana, tidak bisa menanganinya. Ia meminta bapak selaku sponsor utama untuk bisa menyelesaikan masalah di sana." Ucap sekretarisnya
" Baiklah. Saya akan pergi menanganinya." Ucap Daniel menutup telponnya secara sepihak.
Daniel pun membereskan pekerjaannya dan kembali ke kamar menemui istrinya.
Di lihatnya Melati masih asik menonton film. Ia bahkan tidak menyadari kalau Daniel sudah kembali dari ruang kerjanya.
" Serius banget, sampai ngak nyadar kalau aku sudah kembali." Ucap Daniel duduk di samping Melati sambil mencium rambutnya.
" Iya. Dari tadi aku liatin kamu serius banget nonton filmnya." Jawab Daniel.
" Hehehe,, maaf mas. Abisnya filmnya Bagus banget." Ucap Melati memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi.
" Sayang, aku mau ngomong sesuatu!" Ucap Daniel menatap Melati.
" Mau ngomong apa sih? Keliatannya serius banget?" Tanya Melati.
" Besok aku aku harus keluar kota. Proyek baru yang aku kerjakan sedang ada masalah. Orang yang aku percayakan untuk menanganinya tidak mampu menyelesaikannya. Jadi harus aku sendiri yang akan turun tangan." Jawab Daniel.
__ADS_1
Melati tidak membalas ucapan Daniel. Ia hanya terdiam dengan tatapan kosong. Menyadari hal itu, Daniel pun jadi pun paham dan tidak tega.
" Sayang, bukan maksud aku tidak memberitahu kamu. Tadi sekretaris aku tiba tiba mengabariku." Ucap Daniel membawa Melati ke dalam pelukannya.
Melati masih tetap diam tidak menjawab.
" Berapa hari kamu di sana mas?" Tanya Melati.
" Tidak tau sayang. Mungkin aku akan kembali setelah masalah selesai. Tapi aku janji akan cepat menyelesaikan dan cepat pulang." Jawab Daniel.
" Ya sudah. Aku siapkan baju kamu dulu mas." Ucap Melati beranjak.
Sebelum Melati berdiri, Daniel menarik tangan Melati dan menatap mata istrinya. Ia melihat jika mata Melati berkaca kaca.
" Maafin aku. Bukan maksud aku bikin kamu sedih sayang." Ucap Daniel menghapus kristal putih di pipi Melati.
" Aku ngak sedih. Cuma ngak tau kenapa aku kayak gini. Mungkin karena selama kita nikah, ini pertama kalinya kamu ninggalin aku keluar kota. Atau mungkin ini bawaan baby mas." Ucap Melati menangis segugukan.
" Maafin aku sayang. Aku bisa saja mengajak kamu ikut sayang. Tapi mengingat kondisi kandungan kamu, aku khawatir sayang." Ucap Daniel memeluk erat Melati.
" Iya aku tau kok. Udah aku ngak akan sedih sedih lagi. Tapi kamu janji kan mas, akan menghubungi aku setiap saat." Ucap Melati manja menatap Daniel.
" Iya sayang. Mas janji akan selalu menghubungi istri mas yang cantik ini." Balas Daniel.
" Ya udah aku siapin baju kamu dulu ya mas." Ucap Melati.
" Iya sayang. Mas bantuin." Ucap Daniel membantu Melati berdiri.
__ADS_1
Usai menyiapkan baju untuk Daniel selama di luar kota. Mereka pun memutuskan untuk tidur. Sebenarnya, Daniel ingin minta jatah pada istrinya. Tapi, melihat istrinya yang masih kecapean karena jalan jalan tadi siang. Ia pun mengurungkan niatnya itu. Apalagi besok ia harus bangun pagi pagi sekali berangkat Keluar kota.
# maaf ya jarang update. Aku masih ada urusan di dunia nyata soalnya 😁