Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 3


__ADS_3

Tidak terasa hari mulai gelap. Sang penguasa kegelapan mulai menampakkan dirinya di dampingi oleh bulan dan bintang yang menyinari hari gelap. Terlihat seorang wanita cantik yang duduk termenung seorang diri di bibir pantai. Ya dia Melati. Sedari tadi, dia masih belum mau beranjak dari tempat tersebut. Matanya masih asik menatap deburan ombak laut. Merasa hari semakin gelap, dia memutuskan untuk pergi dari situ. Ia mengendarai mobil menuju hotel yang tidak terlalu mewah untuk dia menginap malam ini atau mungkin beberapa hari ke depan. Karena ia masih enggan berbicara dengan suaminya. Apalagi kalau harus bertemu ibu mertuanya yang setiap saat selalu mencari masalah dengannya.


"selamat malam bu. Ada yang bisa kami bantu" ucap salah satu recepcionis


" malam juga mas mbak. Saya ingin memesan kamar untuk menginap" jawab Melati


" kalau boleh tau untuk berapa hari bu" tanya reception ramah


" belum tau mas"


"oh iya bu. Boleh pinjam ktp nya sebentar saja bu. Untuk mengisi data tamu ''tanya salah satu


" oh boleh. Ini mas "ucap Melati menyerahkan Ktp nya. Pegawai hotel tersebut langsung mengisi datanya. Selesai mengisi menyerahkan kembali ktp melati


" ini bu ktp nya saya kembalikan dan ini kunci kamar untuk ibu" ucap recepcionis menyerah kunci


Setelah itu, Melati menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.


****


Sesampainya di rumah Aditya langsung mencari keberadaan istrinya Melati. Melihat orang tuanya duduk di ruang keluarga. Aditya pun menghampiri mereka


" mi, pi. Melati udah pulang? Tanya Aditya cepat


" ngak tau tuh. Mama ngak lihat" jawab maminya tanpa melihat ke arahnya sambil membuka majalah. Sementara suaminya, hanya diam saja sambil menonton Tv.


" ohh ya udah. Mungkin Melati di kamar. Aku ke kamar dulu mi" ucapnya menuju kamar


" hmmm" jawabnya


Di dalam kamar Aditya mencari Melati di seluruh sudut kamarnya. Tapi ia tidak menemukan Melati dimana pun.


"Melati kamu dimana sayang. Aku mohon pulanglah. Aku khawatir. Aku mohon maafkan aku sayang" ucapnya lirih dengan baju masih acak acakan. Karena kelelahan Aditya pun tertidur.

__ADS_1


Ke esokan harinya di meja makan


" bibi. Mana Aditya sama istrinya" tanya mami Adit sambil mengolesi roti untuk suaminya


" den Adit dan non Melati belum turun nyonya" jawab pembantunya


" bangunkan mereka. Kebiasaan bangun kesiangan" eluhnya


"baik nyonya" ucapnya menuju kamar Aditya dan Melati


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membangunkan Aditya dari tidurnya.


" sebentar" sahut ya dari dalam kamar


Dengan langkah lunglai Aditya membuka pintu


Kleeeek


" anu itu den , si aden sama non Melati di tunggu di meja makan untuk sarapan oleh Nyonya dan tuan" ucapnya menatap heran Aditya dengan keadaan berantakan


" baik. Bilang sama mami dan papi 10 menit lagi saya turun" ucapnya balik


"baik den. Kalau begitu bibi permisi"


"hmmm" sambil menutup pintu dengan keras


Braakkk


"astagfirullah si aden bikin kaget aja untung saya ngak jantungan . Nutup pintunya keras banget gitu. Itu kenapa lagi si aden baju sama rambutnya berantakan kayak gitu."


" aahh sudahlah itu bukan urusan saya. Kenapa juga saya jadi kepo kayak gini juga. Is is is" ucapnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sepergian bibi itu Aditya mandi dan berpakaian rapi seperti kemari pagi. Setelah itu, Aditya menuju meja makan untuk sarapan bersama orang tuanya


" pagi sayang. Ayo sarapan dulu. Mana istri kamu dit?"


" pagi juga mi. Melati ngak pulang dari kemarin mi" jawabnya lesu


" emang dia pergi kemana" tanya mami sambil memakan roti. Sementara Aditya hanya diam saja


" kalian lagi berantem ya" tanyanya lagi melirik ke arah Aditya yang hanya diam saja


" iya. Semua salah Adit" jawab Aditya lesu


"salah kamu? Kamu tuh ya selalu belain istri kamu. Lama lama dia makin ngelunjak tau" ucapnya menyalahkan Melati


" tapi semua emang salah Adit. Melati ngak salah"


" emang kamu ngapain Dit hingga Melati ngak pulang" tanyanya penasaran


" mami. Udah biarin ajah. Jangan mengurusi rumah tangga Adit. Biarkan itu jadi urusan nya" tegur papi Aditya


" mami kan cuman nanya. Kok papi yang sewot" jawabnya mendengus


" Papi udah selesai. ayo Papi udah mau berangkat. Antar papi ke depan mi. Aditya makan sarapan kamu. Setelah itu kamu ke kantor"


" papi masih mau ngapain lagi ke kantor. Kan udah ada Aditya pi"


" mami lupa. Aditya memang CEO nya. tapi sebagian besar aset perusahaan masih atas nama papi. Papi belum bisa melepas semua kendali pada Aditya. Selagi mami masih ngurusin butik, papi akan tetap ke perusahaan. Sepi tau di rumah sendirian "


"papi mulai lagi deh. Mami belum bisa berhenti ngurusin butik. Pelanggan mami banyak pi. tapi kalo perusahaan, bisa kasih kepercayaan papi sama Adit"


" bukankah dengan menjadikan Aditya CEO. Itu sama saja papi udah kasih kepercayaan pada Aditya . Debat sama kamu emang ngak ada habisnya. Ayo cepat papi udah mau terlambat"


" dan kamu Adit. Papi tunggu kamu di kantor. Hari perusahaan kita ada pertemuan dengan klien besar dari Jerman. Kita akan menjalin kerja sama dengan mereka. Papi harap kamu ngak terlambat. Karena ini akan jadi kesempatan untuk perusahaan kita menjadi perusahaan top 3 di negara ini"

__ADS_1


Melihat orang tuanya beradu pendapat Aditya hanya diam saja. Pikiran nya melayang pada Melati yang entah dimana keberadaannya. Pikir Aditya. Setelah menghabiskan sarapan, Aditya bergegas ke kantor untuk menghadiri pertemuan dengan calon relasi perusahaan mereka.


Maaf ya kalau salah penulisan kata. Mohon koreksinya🙏. Terima kasih 🤗😊


__ADS_2