Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 74


__ADS_3

Pagi hari usai sholat subuh, Daniel langsung berangkat ke luar kota menggunakan mobil menuju bandara. Sebelum berangkat ia berpamitan dengan istrinya Melati. Ia juga tidak sempat sarapan. Tapi bibi Ani menyediakan bekal untuknya di makan saat perjalanan menuju bandara.


Setibanya di bandara, Daniel pun langsung naik ke pesawat kelas bisnis. Sopirnya di minta kembali ke rumahnya.


Tepat jam 08.15 pesawat yang di tumpangi Daniel tiba di kota tujuan. Daniel pun segera turun dari pesawat. Di sana sudah menunggu mobil yang menjemputnya. Mobil itupun segera membawa Daniel menuju lokasi proyeknya yang bermasalah itu.


Tiba disana, ia di sambut oleh pak Burhan selaku orang bertanggung jawab mengelola proyek tersebut. Terlihat juga sekretaris sekaligus kekasih pak Burhan yaitu Laura di tempat itu. Ia mencuri curi pandang ke arah Daniel dan berusaha mengambil perhatian Daniel. Namun sayang seribu sayang, Daniel tidak menghiraukan kehadirannya di sana. Ia lebih fokus membahas masalah proyeknya agar cepat selesai dan ia bisa cepat pulang menemui istri tercintanya yang saat ini sedang mengandung calon anaknya. Apalagi ia juga tau bahwa, Laura adalah termasuk dalang retaknya rumah tangga Melati dulunya.


" Sial, dia mengabaikanku. Baiklah, jika cara halus tidak bisa untuk menjadikan dirimu milikku. Jangan salahkan aku menggunakan cara licik untuk mendapatkanmu sayang. Hanya aku yang pantas untuk jadi pendampingmu. Bukan wanita sialan itu." Ucap Laura licik dalam hati.


" Oke pak Burhan, cukup pembahasan kita untuk hari ini. Hari sudah semakin siang, lebih baik kita mengisi perut dulu." Ucap Daniel Daniel menyudahi pembahasan masalah proyeknya.


" Iya pak Daniel. Perut saya juga sudah minta di isi rupanya. Laura ayo kita makan siang dulu." Ucap pak Burhan.


" Iya mas, kita makan siang dulu." Ucap Laura sok jaim.


Daniel malah ingin muntah melihat tingkahnya itu.


" Ciiiihh menjijikan." Ucap Daniel dalam hati.


Mereka pun berjalan bersama menuju mobil untuk mencari restoran terdekat untuk mengisi perut mereka.


Sementara itu di rumah, Melati dengan di temani oleh Dinda kakak iparnya sedang asik bercerita. Dinda sengaja datang untuk menemani Melati di rumahnya. Sebelum berangkat ke luar kota, Daniel menghubunginya agar Dinda datang menemani Melati selama ia berada di luar kota. Dinda pun menyanggupinya, ia pun berencana agar menginap di sana untuk menemani Melati.


" Maaf non, makan siangnya sudah siap." ucap bibi Irma.


" oh iya bi. Kami akan segera kesana." Jawab Melati.


" Ayo kak kita makan siang dulu." Ajak Melati.


" kamu duluan aja Mel, kakak mau tidurin si Bima dulu. Nanti kakak gantian sama baby siternya Bima. Si Airin kamu ajak aja Mel." Ucap Dinda.


" Ya udah deh kalau gitu. Ayo Airin sayang,kita makan siang dulu. Nanti mainnya di lanjutin setelah kita makan." Ucap Melati.

__ADS_1


" Baik tante cantik." Ucap Airin.


" Kamu kok panggilnya masih tante sih Airin? Panggil mami dong. Mami maunya di panggil Airin kayak gitu." ucap Melati.


" Bunda bolehkah?" Tanyanya pada Dinda.


" Ya boleh dong sayang." Jawab Dinda.


" baiklah, mulai sekarang aku panggilnya mami Melati. Berarti aku harus manggil papi juga sama om Daniel kan?" Tanya Airin.


" Iya dong sayang. Supaya paket komplit mami dan papi. Kan enak denggarnya." Jawab Melati.


" Oke. Airin akan memanggil mami Melati dan papi Daniel kalau begitu." Ucap Airin riang.


" Ya udah kalau gitu, kita makan siang dulu ya sayang." Ucap Melati.


" Iya mami." Ucap Airin.


" Ayo sayang. Kak, kita duluan ya." Ujar Melati.


Di saat Melati dan Airin sudah berada di meja makan, baby siternya Bima menghampiri Dinda yang sedang menidurkan Bima sambil menyusu.


" Maaf bu, den Bimanya biar saya jagain. Soalnya saya sudah makan siang juga bu. Ibu makan silahkan makan siang bersama ibu Melati dan non Airin." ucapnya.


" Oh ya udah. Kamu bawa ke kamar aja ya Bimanya. Tapi benar kalau kamu sudah makan siang?" Tanya Dinda sambil melepas susunya Bima.


" Iya benar bu. Saya sudah makan siang duluan di belakang bersama dengan yang lainnya." Jawabnya.


" Ohhh. Ya udah ini si Bimanya. Setelah ini saya akan mengambil Bima lagi. supaya kamu bisa istirahat tidur siang. Saya tau semalam kamu begadang jagain si Bima yang rewel." Ucap Dinda.


" Baik Bu. Kalau begitu saya ke kamar dulu." Ucapnya.


" iya iya." Ucap Dinda.

__ADS_1


Baby sitter itupun berlalu ke kamar untuk menjaga Bima setelah bergantian dengan Dinda. Dinda menyusul Melati dan anaknya di ruang makan.


" Ehhhh kak. Bimanya siapa yang jaga?" Tanya Melati sambil memasukkan nasi ke mulutnya.


" itu baby siternya Bima yang jaga. Katanya ia sudah makan siang bersama dengan bibi Ani dan yang lainnya di belakang. Makanya ia ingin bergantian menjaga Bima." Jawab Dinda sambil menggeser kursinya di samping Airin.


" oh, gitu." Ucap Melati melanjutkan makannya.


" Anak bunda lahap sekali makanya." Ucap Dinda sambil mengelus rambut Airin.


" Iya bunda. Kata mami, Airin harus makan banyak bunda. Supaya cepat besar." ucap Airin sambil mengunyah.


" Airin akan besar dengan sendirinya berjalan waktu kok sayang. Mana ada makan banyak membuat kita cepat besar. Yang ada gendut." Ucap Dinda.


" Tidak, Airin tidak mau gendut bunda." Ucap Airin berhenti makan.


" Iya sayang, ayo di lanjutkan makannya." ucap Dinda.


" Tidak mau bunda. Nanti Airin gendut. Seperti kata Bunda tadi." ucap Airin.


" Tidak sayang. Porsi makan Airin masih wajar kok." bujuk Dinda.


" Benarkah bunda, mami?" Tanya Airin.


" Iya sayang." Jawab Dinda dan Melati.


" Oke, Airin akan makan lagi." Ucap Airin.


" Kamu juga Melati. Makan yang banyak, supaya kamu dan janin kamu tumbuh sehat." Ucap Dinda pada Melati.


" Iya, kak." ucap Melati.


Dinda pun mengambil piring dan mengisinya dengan menu sesuai inginnya. Mereka makan siang dengan diam. Usai makan siang, Dinda segera ke kamar. Si kecil Airin di suruhnya tidur bersama baby sitter. Sementara Melati, ia meminum susu hamilnya. Namun rasanya tidak enak. Mungkin karena selama ini yang menyiram susu hamil untuknya adalah Daniel suaminya. Makanya ia merasa rasanya kurang enak dan berbeda. Padahal itu adalah susu yang sama dan merek yang sama juga.

__ADS_1


# Jangan lupa dukung Author ya. Seperti biasanya 😍❤️


__ADS_2