Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 56


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Melati, Aditya mencoba membuka diri pada Natasya. Ia akan berusaha untuk bisa mencintai Natasya sebagai mana mestinya. Tentunya dengan melihat perubahan Aditya ini, Natasya merasa sangat bahagia. Ia berusaha untuk sebaik mungkin untuk bisa melayani Aditya dan menjadi istri yang sesuai dengan keinginan Aditya.


Taksi yang di naiki Natasya membawanya menuju rumah sakit. Setelah membayar, ia turun dari taksi itu.


" Hallo, aku sudah di depan." Ucap Natasya sambil menelepon seseorang.


" Kamu langsung ke sini, ke ruangku. Aku sekarang berada dalam ruangan ku." Jawab orang di sebelahnya.


" Ya udah, aku langsung ke sana." Ucap Natasya langsung mematikan telponnya.


Natasya segera bergegas menuju ruangan orang yang di telponnya itu. Setibanya disana, ia langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Hai Ririn?" Ucap Natasya.


" Hai juga Tasya. Kamu apa kabar?" Tanya Ririn.


" Alhamdulillah aku baik. Kamu sendiri?" jawab Natasya, lalu bertanya.


" Aku juga baik kok." Jawab Ririn.


" Oh iya, udah siap?" Tanya Ririn.


" Aku siap." Jawab Natasya.


" Apa tidak akan mengatakan pada suamimu dulu tentang penyakit kamu ini Tas? Karena ini adalah penyakit yang cukup berbahaya, dan tubuhmu makin hari akan mengalami perubahan yang drastis." Tanya temannya.


" Tidak Rin. Aku tidak ingin mas Aditya tau. Saat ini hubunganku dan mas Aditya sudah mengalami perubahan sedikit. Aku tidak ingin dia hanya merasa kasihan saja sama aku. Aku ingin mencintaiku dengan tulus, tidak melihat kekurangan yang ada pada diriku." Jawab Natasya.


" Aku sih cuma menyarankan saja Sya. Karena lebih baik kamu katakan sendiri pada suamimu. Daripada ia tau dari orang lain. Ia pasti berpikir kalau kamu tidak menghargainya sebagai suamimu. Apalagi tadi kau mengatakan kalau Aditya mulai membuka diri padamu. Mungkin saja ia juga akan bersikap sebagaimana suami pada umumnya." Ujar Ririn.


" Tidak Rin, untuk saat ini jangan sampai mas Aditya tau. Ayo kita mulai sekarang pemeriksaannya." Ucap Natasya.


" Baiklah, jika seperti itu maumu. Apapun yang menurut kamu baik, aku akan mengdukungmu Tasya." Ucap beranjak menuju ruangan pemeriksaan dengan di ikuti Natasya di belakangnya.


" Iya Rin. Aku tau pasti kamu akan dukung aku." Ucapnya tersenyum.

__ADS_1


Di ruangan pemeriksaan, Ririn segera melakukan semua prosedur untuk Natasya melakukan cek untuk penyakit yang ia derita.


" Gimana, hasil pemeriksaannya Rin. Tidak terlalu parah kan?" Tanya Natasya usai melakukan cek up.


" Masih ada harapan kecil untuk kamu sembuh Sya. Andai kamu lakukan dari dulu, pasti kamu sudah sembuh dari penyakit ini." Jawab Ririn.


" Kamu tau kan, dulu schedule pemotretan aku padat banget. Sampai ngak ada waktu untuk melakukan pengobatan rutin. Saat aku menikah, aku ingin melakukannya lagi, karena aku mengurangi aktivitas modelku. Tapi aku tidak bisa melakukan hal itu, karena aku tau mas Aditya selalu memantau semua aktivitas aku di dalam maupun di luar rumah. Aku mengetahuinya saat mas Aditya menelepon seseorang. Dan aku tidak sengaja mendengarkan percakapan mereka. Jadi aku putuskan untuk tidak melakukan itu. Aku mengurangi resiko penyakit ini dengan meminum obat dengan resep yang kau berikan waktu itu." Ujar Natasya.


" Lalu bukannya itu sama saja. Aditya pasti akan lebih memantau semua aktivitasmu!" Seru Ririn.


" Sudah tidak lagi Rin. Mas Aditya sudah tidak melakukan itu. Jadi aku ingin mengobatinya sekarang Ririn." Ujar Natasya.


" Ya walaupun hampir terlambat, asal kau mau mengobatinya Tasya." Ucap Ririn.


Natasya hanya tersenyum mendengar ucapan temannya itu.


" Jadi kapan kita akan memulai pengobatannya?" Tanya Ririn.


" Nanti saat mas Aditya akan melakukan perjalanan bisnis keluar negeri. Ia mengatakan padaku kau ia akan melakukan perjalanan bisnis itu selalu tiga minggu. Jadi itu kesempatan yang aku gunakan untuk melakukannya." Jawab Natasya.


" Ya udah Sya, aku tunggu kabar baiknya dari kamu. Dan ini obat yang akan kamu minum untuk mengurangi rasa sakitnya sebelum operasi itu." Ucapnya.


" Iya Natasyaku sayang. Kamu hati hati ya pulangnya." Ucapnya sambil cium pipi kiri kanan dengan Natasya.


" Iya Rin. Kamu juga kerjanya jangan terlalu capek. Aku pulang dulu ya." Ucap Natasya.


" Iya." Jawabnya.


" Ohh iya satu lagi, semoga kamu cepat dapat jodoh ya Rin, supaya waktu kamu tidak akan kamu habiskan mengurus pasien saja. Masa iya sahabat aku ini cantik cantik kok jomblo sih." Goda Natasya sebelum menghilang dari pintu.


" Sialan kau Natasya. Sakit sakit masih aja ngejekin aku. Untung sahabat aku kalau ngak, aku pites." Ucap kesal.


.


.

__ADS_1


.


.


Hari kebahagiaan yang di nanti oleh pasangan yang akan melangsungkan pernikahan telah tiba.


Kedua sejoli yang menantikan hari ini, sedang tersenyum bahagia. Ya Melati dan Daniel tidak pernah henti melebarkan bibirnya untuk tersenyum menyambut hari penyatuan keduanya yang tinggal menghitung jam.


Saat ini Melati tengah di rias oleh seorang MUA yang profesional.


" Wajah Nona sudah cantik walaupun belum di rias. Apalagi kalau sudah di rias. Aduh cantik aja." Pujinya pada Melati.


" Anda bisa saja. Tapi anda juga terlihat cantik juga." Balas Melati memujinya.


" Tapi tidak secantik nona." Ucapnya.


" Cantik wajah wajah itu hanya sekedar formalitas saja, yang terpenting itu cantik hatinya. Bukankah begitu?" Ujar Melati.


" Iya nona benar. Kita mulai make upnya ya nona?" Ucapnya.


" Iya silahkan." Ucap Melati.


Melati pun mulai do rias olehnya. Ia hanya merias wajah terlihat natural, tapi tetap terlihat sangat cantik dan juga terlihat auara pengantinnya. Ia tidak memberi polesan terlalu banyak di wajah Melati. Karena tanpa polesan itu wajah Melati sudah terlihat cantik.


Kebaya pengantin Melati berwarna putih di padukan dengan hijabnya. Karena saat ijab Kabul nanti, Melati ingin di lakukan di masjid. Tapi acaranya tetap berada di rumahnya.


" Nak Melati, mempelai prianya sebentar lagi akan tiba di masjid. Ayo kita segera ke sana untuk menyambut mereka. Penghulu dan para tamu lainnya sudah berada di sana." Ucap kakek Anwar.


Melati meminta kakek Anwar sekeluarga untuk jadi bagian dari keluarga untuk pernikahannya nanti. Karena Melati sudah tidak punya keluarga lagi. Jadi ia meminta pada kakek Anwar untuk sekalian jadi wali nikahnya dalam pernikahannya nanti. Ia sudah menganggap kakek Anwar sebagai keluarganya juga. Ia mengganggap kedua suami istri itu seperti orang tuanya sendiri. Ya walaupun ia masih menjulukinya sebagai kakek dan nenek.


Melati bersama keluarga pak Anwar ( di panggil pak karena Melati menganggapnya sebagai orang tuanya sendiri) pergi ke masjid untuk ijab kabu Melati dan Daniel menggunakan mobil kiriman dari Daniel.


Tiba di sana, ternyata rombongan dari Daniel sudah sampai di luar masjid. Daniel terpesona melihat kecantikan yang terpancar dari wanita yang tinggal hitungan menit itu akan resmi menjadi miliknya.


Kedua rombongan itu masuk secara berbarengan masuk ke dalam masjid. Pak penghulu sedang memberi wejangan pernikahan untuk Daniel juga Melati.

__ADS_1


" Kamu cantik." Ucap Daniel pelan namun di dengar oleh Melati.


Melati tersipu malu mendengarnya. Akhirnya, ijab Kabul pun di langsungkan. Daniel mulai tegang dan gugup saat akan mengucapkannya. Tapi ia berhasil mengusir ke gugupannya itu. Hingga akhirnya terdengar kata" SAH" dari semua orang. Pertanda jika Daniel dan Melati telah sah menjadi pasangan suami istri. Terpancar senyuman lega dan juga bahagia di di wajahnya keduanya.


__ADS_2