
Melati dan Daniel sedang berada di kota B. Daniel mengajak Melati untuk ikut dengannya dalam pertemuannya dengan rekan bisnisnya. Kebetulan rekan bisnisnya itu membawa istrinya juga jadi Melati tidak akan merasa bosan selama pertemuan itu. Melati dan istri rekan bisnisnya itu memisahkan diri dari meja Daniel dan rekannya.
Kedua wanita itu memiliki sifat yang sama. Walaupun mereka adalah wanita beda usia. Bisa di bilang keduanya seperti ibu dan anak. Mereka tampak kompak berbicara. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Melati dan dan istri rekannya itu terlihat tertawa riang. Itu adalah pertama kalinya istri rekannya berbicara hangat istri dari partner bisnis suaminya. Baginya Melati beda dari wanita yang lain.
Setelah menyelesaikan urusan bisnis dengan rekan bisnisnya, mereka pun melakukan makan siang bersama.
" Waiters, sini." Ucap Nyonya Sarah, istri dari rekan bisnisnya Daniel yang tak lain adalah tuan Edy.
" Ayo Melati, Daniel. Pesan lah makanan yang ingin kalian pesan. Hari ini aku ingin mentraktir kalian." Ucap nyonya Sarah.
" Baik Nyonya." Jawab Melati. Daniel hanya tersenyum mengisahkan perkataan nyonya Sarah.
Melati memesankan menu makan siang untuknya dan Daniel. Begitu juga dengan nyonya Sarah, ia memesankan makan siang untuk dia dan suaminya.
Setelah cukup lama menunggu, makanan pesanan mereka pun datang. Semua orang makan dengan diam tanpa suara hingga mereka menyelesaikan makan siangnya.
" Tuan Edy, nyonya Sarah terima kasih atas makan siangnya." Ucap Daniel.
" Iya sama-sama nak, Daniel." Ujar tuan Edy.
" Semoga kerja sama kita ini berjalan dengan lancar." Ucap Daniel.
" Tentu saja. Saya ingin kerja sama kita berjalan dengan baik. Dan saya tidak ingin ini menjadi kerja sama pertama dan terakhir kita. Karena saya lihat kamu punya potensi untuk dalam kerja sama kita ini." Ucap tuan Edy.
" Baik pak. Semoga saja ini akan terus berlanjut." Ucap Daniel tersenyum.
" Kalau kami berkunjung ke kota kalian, saya harap kita melakukan pertemuan lagi." Ucap nyonya Sarah menambahi.
__ADS_1
"Iya nyonya. Kalau kalian berkunjung ke kota kami, datanglah ke rumah kami. Saya akan dengan senang hati menyambut kedatangan kalian di rumah kami." Ucap Melati.
" Ya tentu."Ucap nyonya Sarah tersenyum pada Melati.
" Kalau begitu kami permisi dulu tuan Edy dan nyonya Sarah." Ucap Daniel undur diri.
" Iya silahkan." Ucap tuan Edy.
Sebelum pergi, Daniel dan tuan Edy berjabatan tangan. Nyonya Sarah dan Melati melakukan pelukan dan cipika cipiki di kedua pipi mereka. Mereka melakukan sebagai tanda perpisahan.
Sepeninggalan Daniel dan Melati. Nyonya Sarah menjadi sedih. Suaminya yang yang tau mengerti akan hal itu pun menghibur istrinya.
" Bun, tenanglah. Jangan sedih seperti itu. Bukankah kita berjanji akan mengunjungi kota mereka nantinya." Ucap tuan Edy.
" Aku melihat sosok anakku di jiwanya nak Melati yah. Ia seperti jelmaan putri kita yang yang sudah meninggal. Aku jadi merindukan putri kita yang sudah meninggal itu yah. Bunda sangat merindukan anak kita. Saat melihat Melati, aku seperti melihat putriku hidup kembali. Cara ia berbicara, tertawa sungguh mirip seperti putri kita yah." Ucap nyonya Sarah sedih.
" Iya yah. Tapi bunda mau kita pindah ke negara ini yah. Ayah pindahkan saja bisnis ayah kesini. Kita tinggal di kota yang sama dengan Melati dan suaminya. Kalau perlu kita tinggal sekompleks dengan mereka di sana. Aku ingin berdekatan dengan Melati yah. Setidaknya itu bisa mengurangi rasa rinduku pada putri kita." Ucap nyonya Sarah.
" Emmmmpp, baiklah. Kita pindah kemari. Akan ayah pindahkan kantor pusat kita di sini. Agar bunda bisa terus berdekatan dengan jelmaan putri kita." Ucap tuan Edy menyetujui keinginan istrinya.
" Iya pak. Makasih banyak ya." Ucap nyonya Sarah tersenyum dan sudah tidak sedih lagi.
" Iya bunda. Apapun akan ayah lakukan untuk bunda." Ucap tuan Edy.
Tuan Edy dan nyonya Sarah adalah suami istri pengusaha dari Dubai. Mereka mempunyai kerajaan bisnis yang cukup sukses di sana. Mungkin di negara ini mereka adalah orang terkaya di negara ini dan orang terkaya ke 3 di Asia. Kebetulan mereka sedang berada di negara, Daniel pun berniat menjalin kerj sama dengan perusahaan mereka. Walaupun ia tau sudah banyak perusahaan yang mengajukan kerja sama, tapi tidak ada yang berhasil bekerja sama dengan mereka. Perusahaan Aditya pun begitu. Daniel hanya bermodalkan keberuntungan saja. Semoga ia di terima menjalin kerja sama dengan mereka.
Tuan Edy dan nyonya Sarah mempunyai seorang putri. Tapi dua tahun lalu putri mereka meninggal karena sakit. Di akibatkan meminum minuman yang di berikan racun oleh saingan bisnis mereka. Keduanya sangat terpukul dengan kematian putri mereka.
__ADS_1
Nyonya Sarah dan tuan Edy terkenal dengan sifat yang angkuh dan dingin terhadap orang lain. Sifat mereka semakin dingin semenjak putri mereka tiada. Mereka melakukan itu karena tidak ingin berurusan dengan para penjilat. Tapi lain bertemu dengan Daniel dan Melati, mereka sangat hangat dengan keduanya. Terlebih lagi dengan Melati. Sifat yang tidak pernah mereka lakukan pada orang lain, mereka lakukan pada Daniel dan Melati.
Daniel seakan tidak percaya dengan rumor yang mengatakan jika mereka memiliki sifat yang dingin juga angkuh. Apalagi dengan orang baru yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan mereka. Tapi dengan Daniel, mereka menerimanya tanpa banyak pertanyaan yang menohok.
" Mas, nyonya Sarah dan tuan Edy sangat baik ya. Apalagi mereka adalah orang kaya dan sangat berpengaruh. Aku pikir mereka akan bersikap angkuh seperti yang di film film itu loh." Ucap Melati.
" Iya sayang. Aku juga heran mengapa mereka bisa sebaik itu pada kita. Padahal rumor yang beredar jika mereka tidak pernah welcome dengan rekan bisnisnya. Apalagi dengan orang yang yang akan melakukan kerja sama dengan mereka. Mereka pasti akan memberikan pertanyaan aneh. Tapi setelah bertemu, seakan rumor itu terpatahkan." Ucap Daniel.
" Mungkin rumor itu tidak benar. Buktinya mereka sangat baik pada kita. Iya kan mas?" Ucap Melati.
" Tapi aku merasa ada yang sesuatu dengan mereka sayang. Tapi aku tidak tau apa." Ucap Daniel.
" Sudalah mas. Tidak usah memikirkan yang tidak tidak tentang mereka. Asalkan setelah bertemu dengan mereka itu sangat baik. Jadi tidak usah dengarkan rumor yang beredar itu." Ucap Melati.
Setelah itu tidak pembicaraan lagi. Daniel melirik ke arah Melati, di lihatnya Melati sudah tertidur.
" Cepat sekali kamu tertidur sayang. Apa kamu kelelahan setiap malam selalu melayani aku. Maafin aku sayang. Setiap menyentuhmu, aku selalu tidak ingin berhenti memakannmu." Ucap Daniel terkekeh menurunkan sandaran kursi Melati. Agar ia bisa tertidur dengan nyaman. Setelah itu ia mengecup keningnya. Lalu melanjutkan perjalanan menuju hotel.
# *Jangan lupa beri dukungan pada Author ya.
Like
Coment.
Vote
Share
__ADS_1
Rating 5*.