Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 49


__ADS_3

Pukul 11 siang Daniel tiba di kota A. Hari ini ia akan melakukan pertemuan dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan KUSUMA yang di pimpin oleh Aditya Kusuma.


Pertemuan akan di laksanakan setelah makan siang. Jadi ia akan beristirahat sejenak dulu di hotel sambil makan siang.


Pukul satu siang tepat, Daniel berangkat menuju tempat pertemuannya dengan Aditya. Di sana sudah ada Aditya bersama sekretarisnya bernama Harun.


" Selamat siang pak Aditya, maaf jika saya terlambat." Ucap Daniel meminta maaf.


" Selamat siang juga pak Daniel. Anda tidak terlambat. Saya juga baru tiba lima menit yang lalu." Ujar Aditya


" Silakan duduk pak Daniel." Tambah Aditya mempersiapkan dia duduk.


" Iya terimakasih." Ucap Daniel.


" Oh iya pak Daniel, selamat ya atas pembangunan hotel baru anda." Ucap Aditya mengucap selamat.


" Iya sama-sama pak Aditya." Jawab Daniel.


" Anda hebat pak Daniel. Di usia anda yang masih muda berhasil menjadi seorang pengusaha muda yang sukses dan wajah anda juga sering di jadikan sampul majalah bisnis." Ucap Aditya bangga.


" Haha pak Aditya berlebihan. Itu adalah perusahaan almarhum orang tua saya. Dulu kakak saya yang memimpinnya. Tapi setelah saya lulus kuliah, dia meminta kepada saya untuk memimpin perusahaan itu." Terang Daniel.


" Tapi anda hebat bisa memimpin perusahaan itu. Sekarang pun cabangnya sudah ada di beberapa daerah." Ucap Aditya.


Daniel hanya tersenyum saja tanpa membalas ucapan Aditya.


" Baiklah pak Daniel mari kita bahas mengenai kerja sama kita ini. Sekretaris saya akan menjelaskannya pada anda. Jika ada yang belum anda pahami, silakan anda tanyakan pada saya." Terang Aditya.


" Baiklah pak Aditya." Jawab Daniel mulai melihat dan membaca berkas kerja sama mereka.


" Harun, silakan kamu jelaskan pada pak Daniel tentang kerja sama kita ini." Titahnya pada sekretarisnya.


" Siap pak." Jawab Harun.


Harun mulai menjelaskan mengenai kerja sama mereka. Apalagi ini adalah kerja pertama mereka. Ia tidak ingin melakukan kesalahan. Harun menjelaskan keuntungan keduanya jika melakukan kerja sama ini. Daniel mencermati dengan benar apa yang akan menjadi keuntungannya jika bekerja sama dengan perusahaan Aditya.


Tiga jam sudah Harun menjelaskannya pada Aditya dengan sesekali di bantu Aditya, jika Daniel menanyakan hal yang dia tidak pahami.


" Baiklah, pak Aditya sepertinya kerja sama kita akan menguntungkan kita." Ucap Daniel.


" Iya Pak Daniel, saya berharap ini bukan awal atau akhir kerja sama kita. Saya ingin ini akan menjadi kerja sama kita bersama." Ucap Aditya.


" Iya semoga saja jika itu sama-sama menguntungkan perusahaan kita." Ucap Daniel bergurau.


" Ya tentu saja. Kenapa tidak." Ucap Aditya bergurau juga.


" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu pak Aditya, Harun." Ucap Daniel pamit pada Aditya dan Harun.


" Iya silahkan pak Daniel." Ucap Aditya mempersilakan.


" Hubungi saya jika kita akan turun lapangan." Ucap Daniel.


" Ya pasti saya akan menghubungi anda." Jawab Aditya.


" Iya, saya permisi duluan pulang." Ucap Daniel.


" Iya silahkan pak Daniel." Ucap Aditya dan Harun.


Dari sana, Daniel menuju hotel untuk istirahat. Malam nanti ia akan menghadiri undangan makan malam dari salah satu rekan kerjanya.

__ADS_1


Sedangkan Aditya dan Harun, mereka kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda.


Malam hari, Daniel sudah bersiap dengan rapi untuk menghadiri undangan makan malam dengan kliennya.


Buughhh


" Maaf tuan saya tidak sengaja." Ucap wanita meminta maaf.


" Iya tidak apa-apa." Ucap Daniel mundur saat jas hendak di bersihkan oleh wanita itu.


" Tapi jas anda kotor tuan. Saya harus membersihkannya. Karena jas tuan kotor karena saya juga." Ucap wanita itu berusaha membersihkan jas Daniel.


" Tidak perlu. Saya bisa sendiri. Saya permisi dulu, saya sudah di tunggu oleh rekan saya." Ucap Daniel pergi meninggalkan wanita itu.


" Sial, dia menolakku. Lihat saja apa kau bisa menolakku lagi Daniel Bayanaka." Ucap wanita itu menyeringai licik menatap Daniel.


" Selamat malam pak Burhan." Ucap Daniel sopan.


" Selamat malam juga pak Daniel. Silakan duduk pak" Jawab Burhan mempersilakan Daniel duduk.


" Panggil Daniel saja pak. Umur saya lebih muda dari pak. Jadi tidak pantas bapak memanggil saya dengan embel-embel pak pada saya." Ujar Daniel duduk.


" Itu namanya saya tidak sopan. Anda kan adalah pengusaha muda yang besar di banding saya." Ucap Burhan menolak.


" Kalau sedang di luar seperti ini panggil Daniel saja. Apalagi ini bukan jam kantor pak Burhan." Ucap Daniel.


" Baiklah saya panggil nak Daniel saja. Bagaimana?" Ucap Burhan bertanya.


" Itu lebih baik." Ucap Daniel tersenyum.


" Kalau begitu panggil saya paman saja. Ini kan jam kantor bukan?" Ucap Burhan lagi.


" Baiklah paman." Ucap Daniel tertawa.


" Hei sayang. Belum kok." Jawab Burhan sambil membalas mencium pipinya.


Daniel hanya mengerutkan keningnya melihat pemandangan di depannya. Seorang wanita muda berpakaian terbuka sedang mencium seorang pria yang seharusnya jadi ayahnya. Tapi walau begitu, Burhan masih terlihat gagah di pandang.


" Oh iya Daniel, perkenalkan ini Luara calon istriku." Ucap Burhan.


" Hai kita ketemu lagi. Perkenalkan aku Laura." Ucap Laura menatap Daniel dengan senyum manisnya.


" Kalian sudah saling kenal?" Tanya Burhan pada keduanya.


" Ya/tidak." Jawab mereka kompak.


Mendengar ucapan keduanya, Burhan menatap mereka bergantian.


" Maksud aku paman, aku tidak mengenalnya." Jelas Daniel.


" Aku kenal dia mas. Tadi baru saja bertemu dengannya." Ujar Laura tersenyum.


" Kapan, dimana?" Tanya Daniel bingung.


" Tadi. Tidak sengaja aku menabrak anda tuan Daniel. Lihat jasmu kotor itu kena minumnya aku." Jawab Laura.


" Ohh itu." Ucap Daniel.


Tadi waktu tidak sengaja bertabrakan dengan Laura. Ia bahkan tidak menatap wajah Luara. Makanya dia bingung waktu Laura bilang mereka saling kenal.

__ADS_1


Burhan melambaikan tangannya memanggil waiters ke meja mereka.


" Ayo Daniel, silakan pesan." tutur Burhan padanya.


" Iya paman." Jawab Daniel.


Daniel memesan stick sapi juga satu gelas jus alpukat. Ia tidak memesan wine seperti Laura dan Burhan.


Sambil menunggu pesanan mereka, Burhan dan Daniel mengobrol santai perihal pekerjaan keduanya. Laura hanya diam saja mendengar Burhan menceritakan sepak terjang Daniel dalam memimpin perusahaan.


" Dia lebih kaya dari darimu Burhan. Apalagi kakak perempuannya yang akan di persunting Oleh Arka Giandra. Sudah tentu ia akan semakin kaya saja. Aku harus bisa mendapatkanmu, Daniel sayang." Batin Laura menatap Daniel tatapan menggoda.


Tanpa sengaja Daniel melihat Laura mengedipkan mata kepadanya. Tapi Daniel tidak menanggapinya.


" Sial, dia tidak tergoda denganku. Kau ingin jual mahal denganku Daniel sayang. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu. Tidak akan ku biarkan kau menikahi kekasihmu itu. Dia tidak pantas mendapatkanmu. Hanya aku yang pantas untukmu sayang." Batin Laura dengan pikiran liciknya.


Waiters membawakan pesanan mereka. Mereka langsung memakannya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Laura menatapnya, namun ia pura-pura tidak tau.


" Wanita penggoda. Sudah punya kekasih, masih saja menggoda pria lain di depannya. Apa dia tidak takut kalau ketahuan oleh paman Burhan. Kau tidak sebanding dengan cintaku Melati. Melati mengingatmu, aku jadi merindukanmu sayang. Baru sehari tidak bertemu aku sudah serindu ini." Batin Daniel sambil makan.


Lima belas menit mereka menyelesaikan makan malam mereka.


" Makanan di sini sangat enak ternyata ya, Daniel." Ucap Burhan sambil minum wine.


" Iya paman." Jawab Daniel.


" Tuan Daniel, apa kau tidak bisa minum. Ku lihat tuan hanya minum jus alpukat saja. Apa enaknya itu." Sahut Laura.


" Laura Daniel tidak minum Alkohol. Kecuali yang Wine yang memiliki kadar alkohol sedikit." Sambar Burhan mewakili Daniel menjawab Laura. Daniel hanya menanggapinya dengan tersenyum.


" Ohh seperti itu." Ucap Laura.


" Paman ini sudah larut. Saya izin pulang duluan." Ujar Daniel.


" Iya kau benar. Iya silahkan saja." Ucap Burhan.


" Baiklah kalau begitu paman, nona..."


" Laura, nama saya Laura tuan Daniel." Ucap Laura menyebutkan namanya pada Daniel.


" Oh iya nona Laura. Maaf saya lupa dengan nama anda." Ucap Daniel tidak bohong.


" Baru saja tadi berkenalan sudah lupa saja." Ucap Laura kesal.


" Kau jangan kesal seperti itu sayang. Mungkin saja di otaknya Daniel hanya ada nama kekasihnya saja. Jadi dia tidak mengingat namamu saat kalian berkenalan tadi." Ucap Burhan.


" Iya paman benar. Mungkin saya terlalu merindukan kekasih saya, sehingga saya lupa dengan nama calon istrinya paman." Ucap Daniel menekan kata calon istri pada Laura, agar dia bisa tau diri.


" Sialan kau Daniel. Lihat saja akan ku buat kau bertekuk lutut di kakiku." Batin Laura mengepalkan tangannya di bawah meja.


" Sepertinya kau sangat mencintai kekasihmu nak Daniel?" Tanya Burhan tersenyum.


" Iya aku sangat mencintainya. Dia wanita yang baik dan sangat baik." Ucap Daniel tersenyum memikirkan wajah Melati.


Laura mendengarnya hanya bisa menahan emosinya saja.


" Kalau begitu saya permisi pulang dulu paman. Pesawat saya akan berangkat pagi. Jadi saya tidak ingin terlambat bangun." Terang Daniel.


" Iya, hato hati nak Daniel. Terima kasih sudah mau makan malam bersama saya." Ucap Burhan.

__ADS_1


" Iya sama-sama paman." Ucap Daniel.


Daniel pun pergi Burhan dan Laura meninggalkan restoran itu menuju hotel. Setibanya di kamar hotel, Daniel mengambil hp menghubungi Melati. Tapi tidak di angkat. Mungkin Melati sudah tidur. Waktu juga sudah menunjukkan pukul 12.00. Ia pun memutuskan untuk tidak. Siapa tau bisa bertemu Melati di alam mimpi. Pikir Daniel tersenyum.


__ADS_2