
" Sayang kamu kenal dengan wanita di luar tadi?" Tanya Daniel.
" Iya." Jawab Melati.
" Kenal dimana?" Tanya Daniel.
" Kenapa kamu menanyakan wanita itu mas?" Tanya Melati sinis.
" Tidak sayang. Hanya saja tadi kalian seperti saling kenal." Jawab Daniel.
" Ohh. Awas saja kalau kamu macam-macam sama wanita tadi mas. Aku tidak akan pernah memaafkanmu mas." Ancam Melati melotot.
" Tidak akan pernah sayang. Untuk apa aku melakukan itu, jika ada kamu yang lebih membuatku candu. Kamu itu sudah seperti candu bagiku sayang." Ucap Daniel dengan mesum.
" Ihhhh dasar mesum kamu mas." Ucap Melati malu mencubit pelan perut Daniel.
" Mesum sama istri sendiri kan tidak masalah." Ucap Daniel mencubit gemas pipi Melati yang cabi.
" Sekarang katakan padaku, apa kau mengenal wanita yang tadi?"Tanya Daniel.
" Iya mas." Jawab Melati.
" Kenal dimana?" Tanya Daniel.
" Dia itu temanku mas. Tapi itu dulu. Dia adalah wanita yang berselingkuh dengan mantan suamiku mas Aditya." Jawab Melati.
" Wanita seperti itu yang jadi selingkuhan Aditya. Ohh astaga apa yang di lihat Aditya darinya. Jelas kamu lebih dari segalanya dari dia. Tapi aku berterima kasih pada Aditya dan wanita itu. Jika bukan karena mereka, aku mana bisa bertemu dan menikah denganmu sayang." Ucap Daniel mengelus pipi Melati.
" Tapi awas saja jika kau berani mengkhianati aku seperti mas Aditya dulu. Aku bersumpah akan pergi dari darimu." Ucap Melati.
" Sayang dengar aku. Mungkin aku tidak seperti laki-laki di luar sana yang bisa mengucapkan kata-kata romantis. Aku juga bukan seperti mereka yang bisanya suka mengucapkan janji manis di mulutnya. Tapi aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu dan keluarga kita nanti. Aku akan berusaha untuk melakukan apapun yang akan membuatmu bahagia nanti. Aku juga akan berusaha menjadi suami yang lebih baik dan mencintaimu lebih dari mantan suamimu dan keluarganya yang sudah menyia nyiakan wanita yang baik seperti dirimu sayang. Berjanjilah tetap berada di sisiku apapun yang terjadi nanti." Ucap Daniel memegang tangan Melati.
Melati terharu mendengar kata kata yang di ucapkan Daniel. Tanpa sadar cairan kristal meluncur tanpa izin di pipi mulusnya. Daniel segera mengusap cairan kristal yang menempel di pipinya.
" Terima kasih mas. Terima kasih sudah menerimaku dan mencintai wanita sepertiku." Ucap Melati menangis.
" Sstttts jangan menangis. Aku tidak suka melihatmu menangis sayang. Aku lebih suka melihatmu tersenyum dan tertawa." Ucap Daniel menghapus air matanya lalu mencium keningnya dan membawa Melati ke dalam pelukannya.
" Sudah dong sayang. Berhenti menangisnya. Kalau sampai kak Dinda tau kau menangis, dia pasti akan memarahiku nanti." Ucap Daniel mengelus belakang Melati.
" Aku ingin berhenti menangis. Tapi tidak bisa. Air mata ini terus saja mengalir tanpa henti." Ucap Melati melepas pelukannya.
" Hei air mata sialan. Berhenti kau keluar dari mata indah istriku. Kalau tidak aku akan menghabisimu." Ucap Daniel konyol.
" Mas, memang bisa kau menghabisinya. Bagaimana caranya?" Tanya Melati.
" Tidak sih sayang." Jawab Daniel.
" Lalu tadi!" Ucap Melati.
" Hehehe aku cuma iseng saja. Dan buktinya berhasil kau sudah berhenti menangis." Ucap Daniel.
" Hahahha kau aneh mas. Tapi ku cinta. Sangat ku cinta. I love you suamiku." Ucap Melati manja.
" Aku pun sangat mencintaimu sayang. I love you to istriku." Ucap Daniel mengecup bibir Melati.
" Ingin bermain?" Tanya Melati dengan mata genitnya.
"Tentu. Apa boleh aku melakukannya?" Jawab Daniel.
" Tentu saja. Kau kan suamiku. Ayo cepat lakukan mas. Aku pun ingin menikmati pisang jumbo milikku ini." Ucap Melati memegang pisang jumbo Daniel yang sudah mengeras.
__ADS_1
" Kau nakal sekarang ya sayang. Aku suka. Tapi kenapa kau bilang ini pisang jumbomu? Ini kan milikku." Ucap Daniel.
" Ya tentu saja milikku. Aku kan yang menikmatinya. Sudah tentu ini milikku. Memangnya ada orang lain selain aku yang pernah merasakan pisang jumboku ini mas." Ucap Melati.
" Tentu saja tidak ada sayang. Hanya kau seorang yang menikmati pisangku ini. Dan selamanya pun hanya kau seorang." Ucap Daniel.
" Ayo mas cepat lakukan. Sepertinya pisang jumboku ini sudah memberontak ingin masuk kamarnya." Ucap Melati.
" Baiklah sayang. Dengan senang hati aku akan melakukannya." Ucap Daniel memulai aksinya.
Dan sekarang yang terdengar hanyalah suara desahan mereka saja. Kamar dan segala isinya menjadi saksi bisu atas kegiatan panas mereka itu. Daniel dan Melati melakukan itu hingga beberapa jam dengan berbagai gaya. Keduanya seakan tidak bosan untuk melakukannya. Hingga pada akhirnya keduanya menyudahi aksinya karena Melati sudah terlalu lelah.
" Mas, aku lelah. Sudah ya." Ucap Melati setelah mencapai puncak terakhir bersama Daniel.
" Iya sayang. Tidurlah jika kau lelah. Aku juga sudah cukup puas mencicipi donat milikmu ini." Ucap Daniel.
" Iya mas. Aku tidur ya." Ucap Melati.
" Iya sayang." Ucap Daniel.
Melihat Melati sudah tertidur, Daniel beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia memakainya celana boxer lalu kembali tidur di samping Melati. Ia membawa Melati masuk ke dalam pelukannya dan tertidur setelah menikmati indahnya surga nirwana bersama istrinya tadi.
* * * * * * *
Di sisi lain, Aditya sudah tiba di rumah sakit. Ia langsung menuju ruangan orang yang sering di kunjungi oleh Natasya.
" Bagaimana, kapan operasi akan di mulai?" Tanya Aditya tiba-tiba.
" Astaga Aditya, kau mengagetkanku." Ucap Ririn kaget.
" Maaf aku tidak bermaksud seperti itu." Ucap Aditya meminta maaf.
" Sudahlah lupakan. Kau tidak jadi ke luar negeri?" Tanya Ririn.
" Ohh." Ucap Ririn.
" Dimana Natasya. Apa dia sudah mulai di operasi?"Tanya Aditya.
" Natasya berada di ruang tunggunya. Operasinya akan di mulai sekitar pukul 21.00. Temuilah dia berada di ruang Anggrek VIP nomor 5." Jawab Ririn.
" Terima kasih. Kalau begitu aku akan menemuinya." Ucap Aditya.
" Ya silakan. Dia pasti akan kaget melihat di sana." Ucap Ririn.
" Ya kaget dan senang." Ucap Aditya.
" ya sudah. Aku akan menemui istriku dulu." Ucap Aditya meninggal ruangan Ririn.
" Benar kata Natasya, Aditya sudah berubah. Ia memanggil Natasya dengan sebutan istri. Semoga kau bahagia Tasya." Ucap Ririn.
Di ruangannya, Natasya di landa kegugupan dalam menjalani operasi nanti. Ia berbaring kesana kemari. Kadang kadang ia juga berjalan mengelilingi ruangannya.
" Tidak aku tidak boleh gugup. Tensiku akan naik jika aku seperti ini. Dan operasinya akan tertunda nantinya." Ucap Natasya.
" Aku ingin jadi istri yang sempurna untuk mas Aditya. Aku ingin melahirkan anak untuknya." Ucap Natasya.
Kista yang di idap oleh Natasya harus segera di angkat. Jika tidak bisa membahayakan nyawanya dan bisa membuatnya tidak bisa mengandung anak. Karena Kista itu sudah menjalar menuju rahimnya.
Cekleekkkk
Pintu di buka seseorang dari luar. Alangkah kagetnya Natasya melihat orang yang di cintainya ada di depannya.
__ADS_1
" Mas Aditya!" Ucap Natasya kaget.
" Sayang." Ucap Aditya berjalan ke arahnya.
" Apa yang mas Aditya lakukan di sini?" Tanya Natasya.
" Seharusnya aku yang bertanya apa yang sedang aku lakukan di sini?" Tanya Aditya balik.
" Emmmmhh aku..." Ucap Natasya gugup karena tidak tau ingin menjawab apa.
" Apa kau sudah mencintaiku lagi Natasya?" Tanya Aditya.
" Apa yang mas Aditya katakan? Tentu saja aku sangat mencintaimu mas." Jawab Natasya.
" Tapi kenapa kau tidak mengatakan hal sebesar ini padaku. Kenapa kau menyembunyikan penyakitmu dariku? Apa kau tidak menghargaiku sebagai suamimu?" Tanya Aditya marah.
" Tidak mas. Bukan maksudku seperti itu. Aku hanya tidak ingin merepotkanmu mas. Aku juga takut jika kau mengetahuinya, aku takut kau akan meninggalkanku mas. Aku tidak itu terjadi. Hikssss hikas maafkan aku mas." Jawab Natasya menangis.
" Heiii dengar, bukankah aku sudah mengatakan kita memulai semuanya dari awal. Aku tidak mungkin melakukan itu padamu. Aku pasti akan mendampingi melakukan pengobatan jika kau mengatakan itu padaku. Sudah jangan menangis. Maafkan aku yang sudah membuatmu menangis." Ucap Aditya mengusap air mata Natasya dan memeluknya dengan erat.
" Maafkan aku mas. Lain kali aku tidak akan menyembunyikan sesuatu lagi darimu." Ucap Natasya masih menangis di pelukan Aditya.
" Iya sayang. Sudah ya jangan menangis. Tensimu akan terganggu jika kau terus seperti ini. Apa kau tidak ingin sembuh?" Tanya Aditya.
" Aku ingin sembuh mas. Aku ingin menjadi wanita sempurna untukmu mas. Aku tidak menangis lagi." Ucap Natasya berhenti menangis.
" Ya sudah kalau begitu, tidurlah sambil menunggu operasinya. Aku akan menemanimu di sini." Ucap Aditya membawa Natasya ke atas kasur rumah sakit.
" Baiklah mas. Aku akan tidur." Ucap Natasya
Aditya mengecup keningnya lalu mengelus kepalanya hingga ia tertidur. Perlahan ia pun ikut tertidur di sampingnya Natasya. Untungnya kasur yang mereka tempati itu besar. Jadi bisa menampung tubuh keduanya.
Malam hari telah tiba. Saat ini Natasya akan bersiap siap menuju ruang operasi. Aditya memberinya dukungan agar tidak ggup menghadapi operasi nanti.
" Sayang, jangan gugup. Aku janji akan menunggu operasi. Kalau bisa aku akan masuk ke dalam menemanimu operasi." Ucap Aditya.
" Iya mas aku tidak akan gugup. Terima kasih sudah mau menemani aku di sini." Ucap Natasya.
" Iya sayang. Kau tidak ingin memberitahukan pada mama dan papa?" Tanya Aditya.
" Tidak mas. Aku tidak ingin membuat mereka khawatir." Jawab Natasya.
" Tapi sayang, bukannya mama dan papa sudah tau tentang penyakitmu ini?" Tanya Aditya.
" Iya mas. Tapi aku tidak ingin membuat mereka khawatir." Jawab Natasya.
" Mereka akan kecewa sayang, jika kita tidak memberitau mereka. Mereka akan mengira kita sudah tidak menganggap keberadaan mereka." Bujuk Aditya.
" Baiklah mas. Tolong hubungi mama dan papa untuk datang kemari." Ucap Natasya.
" Baiklah sayang. Tunggu sebentar." Ucap Aditya mengambil ponselnya dan menelepon mertuanya.
Waktu operasi pun tiba, Natasya dengan di temani Aditya sambil mendorong kursi rodanya menuju ruang operasi. Kedua orang tuanya pun sudah berada di sana. Mereka kaget setelah di beritahukan oleh Aditya. Tapi Aditya memberi penjelasan agar mereka tidak sedih karena Natasya terlambat memberitahu mereka.
# Jangan lupa dukung author dengan cara
***Like
Coment
Vote
__ADS_1
Share
Dan kasih Rating*** 5 ya.