
Hari ini Daniel tidak pergi ke perusahaan. Perihal weekend juga. Ia ingin mengajak Melati jalan berdua menghabiskan waktu bersama. Selama Melati hamil, baru kali Daniel mengajaknya keluar bersama. Bukan karena ia tidak ingin mengajak Melati. Hanya mengingat Melati yang sedang hamil muda. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Melati dan calon bayinya.
Daniel tengah memainkan ponselnya sambil menunggu Melati berdandan.
" Mas, gimana penampilan aku?" Tanya Melati berbalik menghadap Daniel.
" Cantik sayang. Sungguh cantik. Apalagi kamu memakai hijab seperti itu." Jawab Daniel.
" Makasih mas." Ucap Melati tersipu.
Sejak acara empat bulanan Melati sudah belajar memakai hijab. Ya kadang kadang juga ia lepas kalau di rumah. Tapi makin kesini ia semakin mantap berhijab. Ia hanya akan melepaskan hijabnya jika berdua dengan Daniel saja. Juga bersama sesama jenisnya.
" Ayo sayang kita berangkat" Ucap Daniel menggenggam tangan Melati.
" Iya mas." Ucap Membalas genggaman tangan Daniel.
" Maunya kemana dulu sayang?" Tanya Daniel tengah menjalankan mobilnya.
" Aku mau ke taman kota dulu mas" Jawab Melati.
Daniel segera melajukan mobilnya menuju taman kota. Setibanya di sana, rupanya taman terlihat banyak sekali orang. Berhubung weekend juga. Jadi banyak orang bahkan keluarga yang mengadakan piknik di tempat itu.
" Wahhh rame ya mas." Ucap Melati senang.
" Kamu senang sayang?" Tanya Daniel.
" Senang banget mas. Mas itu ada bangku yang kosong. Kita duduk di situ yuk." Jawab Melati.
" Iya sayang. Ayo. Pelan pelan aja jalannya sayang." Ucap Daniel.
" Iya mas." Ucap Melati.
Daniel memegangi Melati berjalan perlahan menuju bangku yang di tunjuk Melati tadi.
Melati melihat kesana kemari melihat pengungjung taman itu. Pandangannya terhenti pada sebuah keluarga yang memiliki bayi kecil yang usianya mungkin sekitar empat lima bulan. Bayi itu terlihat menggemaskan. Ia pun mengelus perutnya. Ia sudah tidak sabar menanti kelahiran anaknya nanti. Daniel pun sama, ia mengikuti arah pandang Melati pada keluarga itu. Sama halnya dengan Melati, ia juga merasa gemas dengan bayi mungil itu. Ingin rasanya ia membawa pulang bayi itu, jika tidak tidak marahi oleh orang tuanya.
" Sabarlah sayang. Sebentar lagi juga kita akan punya baby seperti mereka." Ucap Daniel ikut mengelus perutnya.
" Iya. Hanya saja aku sudah tidak sabar." Balas Melati.
" Iya sayang. Aku pun sama." Ucap Daniel.
Melati mengalihkan pandangannya pada mas penjual bakso yang tampak ramai pembeli.
" Mas aku ingin bakso itu. Sepertinya enak mas." Ucap Melati menelan liurnya.
" Sebentar sayang. Mas belikan dulu. Kamu tunggu di sini ya." Ucap Daniel beranjak membeli bakso itu.
Karena melihat banyak pembeli yang mengantri, Daniel pun ikut mengantri. Ibu ibu di depannya melihatnya mengajaknya mengobrol.
"Hai anak ganteng. Kamu juga mau beli bakso?" Tanya wanita paruh baya.
" Iya Bu. Untuk istri saya." Jawab Daniel.
" Terus istrinya mana? Tanyanya lagi.
" Itu Bu di sana." Jawab Daniel menunjuk ke arah Melati. Melati yang di tunjuk Daniel pun tersenyum.
" Lagi hamil ya?"
" Iya Bu. Istri saya lagi hamil."
" Kalau begitu silahkan kamu mengantri di depan saya." Ucapnya.
__ADS_1
" Tidak usah Bu. Saya akan mengantri seperti yang lainnya saja. Di depan juga tunggal empat orang lagi." Tolak Daniel sopan.
" Tidak apa kok nak. Tidak baik membuat istrimu menunggu terlalu lama. Apalagi dia sedang hamil seperti itu." Ucapnya.
" Tapi,,," ucap Daniel terhenti.
" Sudahlah jangan menolak." Ucapnya.
Daniel pun mengambil antrian ibu itu. Ibu itu juga membantu Daniel agar di layani duluan oleh tukang bakso itu. Ibu itu memberikan pengertian pada calon pembeli lainnya, jika istrinya tengah ngidam dan tidak baik di biarkan menunggu terlalu lama. Mereka pun mau mengalah pada Daniel. Daniel pun mengucapkan terimakasih pada ibu itu. Ia pun segera menemui Melati dengan membawa mangkuk bakso. Tak lupa Daniel membayar pesanan bakso pada orang di sana. Terlebih wanita paruh baya yang sudah membantunya.
" Sayang ini baksonya" Ucap Daniel.
" Mana mas. Hmmmm harumnya." Ucap Melati.
Ia pun segera memakan bakso itu.
" Enak banget mas. Mau" tawar Melati.
" Boleh sayang." Ucap Daniel.
Melati menyuapi Daniel. Daniel mengunyah bakso itu. Memang benar kata Melati. Bakso itu sangat enak. Dagingnya juga terasa. Sebenarnya ia masih ingin di suapi Melati. Tapi ia urungkan. Karena Ia melihat Melati begitu lahap memakan bakso itu.
Setelah dari sana, Daniel mengajak Melati ke mall terdekat. Melati mengajaknya berkeliling mall. Hampir semua tokoh ia masuki. Namun tidak ada satupun barang yang di belinya. Daniel sampai kesal di buatnya.
Seperti saat ini mereka sedang berada di sebuah tokoh perlengkapan bayi.
" Mas ini bagus ya?" Tanya Melati.
" Iya sayang bagus banget." Jawab Daniel.
" Aku pengen beli." Ucap Melati.
" Ya udah beli ajah sayang." Ucap Daniel.
" Ya udah kalau gitu nanti aja." Ucap Daniel.
" Tapi aku mau beli mas. Gimana dong mas?" Tanya Melati.
" Beli ajah sayang." Ucap Daniel.
" Tapi kan kata orang belum bisa belanja perlengkapan baby kalau usia kandungan aku masih kayak gini." Ucap Daniel.
Daniel menghela nafas panjang.
" Terus maunya kamu gimana sayang?" Tanya Daniel menahan kesal.
" Ngak tau. Menurut kamu gimana mas?" Tanya Melati balik.
" Aku nurut kamu aja sayang." Jawab Daniel.
" Aku kan lagi bingung. Masa iya nurut aku aja. Kamu gimana sih mas." Ucap Melati kesal.
" Bukan gitu sayang." Ucap Daniel.
" terus maksud kamu gimana mas?" Tanya Melati.
" Aku juga ngak tau sayang. Aku juga bingung gimana." Ucap Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Tuh kan kamu nyebelin banget sih mas." Ucap Melati kesal berjalan meninggalkan Daniel.
" Sabar Daniel sabar." Batin Daniel menghela nafas.
" Sayang tungguin aku." Ucap Daniel menyusul Melati.
__ADS_1
" Aku kesal sama kamu mas. Kamu ngak ngertiin aku." Ucap Melati saat Daniel di sampingnya.
" Bukan gitu sayang. Cuma aku juga bingung maunya kamu." Ucap Daniel.
" Tuh kan, kamu nyebelin. Kamu ngak ngertiin aku." Ucap Melati semakin kesal.
" Ya tuhan berikan hambamu kesabaran." Ucap Daniel pelan. Tapi malah di dengar Melati.
" Apa kamu bilang mas?" Tanya Melati.
" Ngak ada kok sayang." Jawab Daniel cepat.
" Bohong. Jelas jelas aku dengar kamu ngomong 'ya tuhan berikan hambamu kesalahan'." Ucap Melati.
" Ngak kok sayang. Kamu salah dengar kali. Orang aku bilang istri aku cantik banget kalo lagi kesal." Jelas Daniel.
" Ohhh jadi selama ini aku ngak cantik gitu. Kamu jahat banget sih mas." Ucap Melati sinis.
" Astaga salah lagi." Gerutu Daniel dalam hati.
" Sayang ngak kok. Kamu istri aku selalu cantik dalam keadaan apapun. Apalagi dalam kalau lagi ngak pake baju." Bujuk Daniel.
Bluusssshhhh. Pipi Melati merona mendengar perkataan Daniel.
" Mas, ihhh. Kamu ya." Ucap Melati jalan duluan menyembunyikan rona di wajahnya.
" Syukurlah dia sudah tidak marah lagi." Ucap Daniel mengejar Melati.
" Mas,aku lapar. Ayo kita makan dulu." Ucap Melati pada Daniel.
" Ayo sayang." Ucap Daniel.
Sepasang suami istri itu sudah tiba di sebuah restoran di mall itu.
" Sayang,mau makan apa?" Tanya Daniel.
" Aku mau ayam bakar kecap pedas mas sama nasi putihnya juga." Jawab Melati.
" Ya udah ,mbak. Kami pesan itu saja. Ayam bakar kecap 2 porsi plus nasinya juga." Ucap Daniel pada waiters itu.
" Baiklah pak Bu. Mohon tunggu sebentar pesanannya ya." ucap waiters itu.
" Iya." Ucap mereka.
Makanan mereka pun sudah di sajikan oleh waiters itu. Daniel dan Melati langsung melahapnya hingga habis. Setelah makan, Daniel segera membayarnya.
Mereka pun kembali ke rumah. Setibanya di rumah, Daniel masuk ke dalam kamar mandi. Badannya sudah sangat lengket. Makanya ia segera mandi.
Sementara Melati, ia langsung tidur. Mungkin efek kelelahan keliling mall. Apalagi ia sudah sedang mengandung. Jadi mudah sekali lelah.
Sudah berjalan keliling mall. Tidak ada satupun barang yang ia beli. Untungnya masih minta makan. Jadi tidak sia sia mereka pergi ke mall.
# jangan lupa kasih dukungan ya
**LIKE
COMENT
VOTE
RATING 5
SHARE**
__ADS_1