Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 81


__ADS_3

Malam ini Aditya akan mengajak Natasya makan malam bersama orang tuanya di kediaman mereka.


Setelah bersiap Aditya dan istrinya mengendarai mobilnya menuju kediaman orang tuanya.


Kurang lebih empat puluh menit mobil yang di tumpangi keduanya tiba di sana.


" Mas, itu mobil siapa?" Tanya Natasya menunjuk mobil yang di depan mereka.


" Tidak tau sayang." Jawab Aditya.


" Apa mungkin mami mengundang orang lain juga di sini." Gumam Aditya pelan.


" Kamu bicara apa mas?" Tanya Natasya.


" Tidak ada sayang. Ayo kita masuk." Jawab Aditya menggandeng tangan Natasya.


Keduanya pun masuk ke dalam rumah orang tua Aditya.


" Selamat malam bi." Ucap keduanya.


" Ehh aden sama non sudah sampai rupanya. Ayo silahkan masuk, tuan dan nyonya sudah menunggu di ruang keluarga." Ujar bibi.


" Kok rame bi, siapa saja yang di undang mami untuk acara makan malam di sini?" Tanya Aditya.


" Itu den, nyonya mengundang nyonya Ratna sama anaknya non Siska." Jawab bibi.


" Ohh gitu ya bi. Ya udah saya kesana dulu ya bi. Ayo sayang." Ucap Aditya menghampiri kedua orang tuanya.


Terlihat Mami sedang asik mengobrol bersama dengan dua orang tamu wanitanya. Sedangkan papi hanya diam membaca majalah bisnis di tangannya.


" Malam mi, malam pi." Ucap Aditya dan Natasya.


" Malam juga sayang." Ucap Mia cipika cipiki dengan Aditya


" Mami apa kabar?" Tanya Natasya menyalami Mia


" Baik." Jawab Mia ketus.


Siska menatap kagum Aditya tanpa kedip. Menyadari hal itu Mia memperkenalkan Siska pada Aditya.


" Oh iya ini kenalkan Siska anaknya tante Ratna. Kamu masih ingat kan dia teman kecil kamu sewaktu SD." Ucap Mia menarik Siska agar berkenalan dengan Aditya.


" Aditya ngak ingat ma." Jawab Aditya cuek.


Melihat Aditya menatapnya cuek membuat Siska merasa kesal.


" Ya udah kenalan dulu kenapa sih" ucap Mia.


" Ngak perlu ma. Aku rasa dia sudah tau aku siapa." Ucap Aditya datar.


" Tapi kan nak..." Ucap Mia memaksa.


" Udah mi, papi rasa Siska sudah tau siapa Aditya dan begitu juga sebaliknya. Sekarang karena Aditya dan istrinya sudah ada di sini ayo kita mulai makan malamnya." Ucap papi Aditya menengahi mereka.


" Iya tante benar kata om Hendra." Ucap Siska tersenyum manis.


" Iya Pi. Ayo jeng Ratna Siska sayang." Ucap Mia menggandeng tangan Siska Ucap Mia.


Melihat sikap mertuanya seperti itu membuat Natasya merasa sedih. Menyadari kesedihan di wajah istrinya, Aditya menggenggam erat tangannya.


" Tidak ada yang perlu di khawatirkan sayang." Ucap Aditya.


Natasya memberikan senyum nya pada Aditya setelah mendengar pertanyaan suaminya.


Di meja makan seperti biasa, Natasya melayani Aditya mengisi piringnya dengan menu kesukaan Aditya.


" Lihat saja besok besok aku yang akan melayanimu Aditya. Tunggu saja." Batin Siska.


Makan malam pun selesai. Papi Hendra pergi ke ruang kerjanya.


Sedangkan Mia dan kedua tamunya duduk di ruang tamu sambil bercerita.


" Sayang kamu gabung sama mami dan lainnya ya. Aku ke ruang kerjanya papi dulu. Ngak papa kan aku tinggal." Ucap Aditya.


" Ngak papa kok mas. Tapi aku rasa nunggu kamu di kamar aja gimana. Aku merasa kehadiranku di sini seperti tidak di sukai sama mami." Ucap Natasya.


" Hmm ya udah kalau gitu. Ayo aku antar." Ucap Aditya menggandeng Natasya ke kamar melewati mami dan kedua tamunya.


" Aditya mau kemana?" Tanya Mia.


" Mau ke ruang kerjanya papi mi." Jawab Aditya.


" Trus kenapa pake ngajak istri kamu segala sih?" Tanya Mia.

__ADS_1


" Natasya mau aku antar ke kamar aku aja mi. Biar dia nunggu aku di sana." Jawab Aditya.


" Ngapain? Udah mending istri kamu di sini saja ngobrol sama mami dan Siska sama mamanya." Ucap Mia menarik tangan Natasya.


Aditya menatap Natasya. Natasya menganguk saja pertanda menerima ajakan mertuanya itu.


" Ya udah. Have fun ya ngobrol nya. Aku juga ngak akan lama di ruangan papi kok." Ucap Aditya.


" Lama juga ngak papa sayang. Mami ingin mengobrol sama menantu mami ini. Kan udah lama kita ngak ngobrol bareng kayak gini. Iya kan Tasya?" Ucap Mia.


" Iya mi. Udah mas ke ruang papi aja. Aku ngak papa kok di sini sama mami." Ucap Natasya menyakinkan suaminya.


" Ya sudah."


Aditya meninggalkan istrinya bersama dengan maminya dan kedua wanita itu.


Natasya pun duduk di sofa di depan Siska dan ibunya.


" Natasya Siska ini adalah seorang model seperti kamu dulu." Ucap Mia.


" Iya aku masih sedang merintis karier ku." Ucap Siska sok manis.


" Tapi tante yakin kalau Siska akan jadi top model seperti kamu atau bahkan mungkin bisa menyaingi popularitas kamu dulu." Ucap Mia membanggakan Siska.


" Iya mi aku do'akan semoga Siska sukses dengan kariernya." Ucap Natasya tulus.


" Oh Natasya, sudah berapa lama kamu menikah dengan Aditya?" Tanya Siska.


" Kurang lebih hampir dua tahun." Jawab Natasya.


" Tapi kenapa kamu belum hamil juga. Kamu tau kan Aditya itu adalah pengusaha sukses dan anak tunggal pula. Aku sangat yakin ia butuh seorang anak untuk mewariskan usahanya." Ucap Siska menohok.


" Mungkin belum rezekinya kami di kasih kepercayaan untuk punya anak." Ucap Natasya santai.


" Oh gitu. Tapi kamu juga harus berusaha untuk kasih Aditya anak. Aku yakin kalau Aditya sendiri pasti menginginkan seorang anak di sisinya. Jangan sampai Aditya mencari wanita lain untuk memberikan ia anak." Ucap Siska sinis.


Natasya hanya diam tanpa membalas perkataan Siska menyakitkan hatinya.


" Atau jangan-jangan kamu mandul. Sebaiknya kamu periksa dulu. Jangan sampai yang saya katakan memang benar kalau kamu memang mandul. Kasian sekali Aditya punya istri yang tidak bisa memberikan keturunan untuknya." Ucap Nyonya Ratna menambahi.


Mia tersenyum melihat Natasya di berikan pertanyaan yang menyudutkan dirinya. Begitu juga dengan Siska. Ketiga wanita laknat itu tersenyum puas melihat guratan kesedihan di wajah Natasya.


" Aku yakin aku baik baik saja kok tante. Tidak ada yang perlu di khawatirkan." Ucap Natasya tersenyum.


" Sebaiknya kamu periksa kesuburan kamu Natasya. Mami takut yang di katakan mamanya Siska itu benar. Sejujurnya mami juga ingin segera punya cucu dari Aditya." Ucap Mia.


" Maksud mami apa?" Tanya Natasya.


" Mami yakin kamu tidak bodoh Natasya. Siska adalah gadis yang akan mami jodohkan dengan Aditya jika memang benar kamu mandul dan tidak bisa kasih kami cucu." Jawab Mia santai.


Natasya merasa hatinya sangat sakit mendengar perkataan mertuanya tadi. Ia tidak menyangka mertuanya akan tega berkata seperti itu padanya.


" Yang di katakan sama tante Mia itu benar Natasya. Aku adalah calon istri Aditya selanjutnya. Lagi pula aku dan kamu masih mending aku kemana mana. Sebentar lagi aku akan jadi seorang top model yang terkenal. Aku baru saja menandatangani kontrak dengan beberapa perusahaan terkenal untuk jadi model di perusahaan mereka nantinya. Aku akan membuat keluarga ini bangga dimana pun berada. Benar kan tante?" Tambah Siska tanpa malu.


" Tentu dong." Jawab Mia.


" Kenapa kalian tega berkata seperti itu padaku. Apa salahku mi? Kenapa mami memperlakukan aku seperti ini?" Tanya Natasya menangis.


" Sudah ngak perlu nangis seperti itu. Kamu pikirkan saja ini baik baik Natasya. Kalau kamu ikut keinginan mami, kamu tidak akan di ceraikan oleh Aditya. Tapi kalau kamu menolak, mami akan meminta Aditya menceraikan kamu. Kamu tau bukan kalau Aditya selalu menuruti ucapan mami. Kamu menikah dengan Aditya pun karena campur tangan mami. Saya ingin cucu dan menantu yang bisa saya pamerkan dan banggakan kepada teman teman saya nanti." Ucap Mia tanpa rasa bersalah.


Natasya segera beranjak dari sana karena tidak tahan mendengar ucapan mertuanya dan Siska juga ibunya.


Di kamar mandi ia menangis sekuatnya. Ia tidak menyangka apa yang dulu ia lakukan pada Melati ia rasakan juga.


" Apa ini yang di namakan karma. Ya tuhan ternyata sakit sekali. Kenapa mereka tega. Melati apa yang ku lakukan padamu dulu, sekarang aku alami. Hiksss,, hiksss." Ucapnya menangis.


Di ruang tamu


" Apa dia akan mendengar apa tante ucapkan tadi?" Tanya Siska.


" Tentu saja Siska sayang. Dia sangat mencintai Aditya, tante yakin dia mau mengikuti permintaan tante tadi." Jawab Mia.


" Semoga saja. Soalnya aku juga menyukai Aditya tante. Aku juga ingin jadi istrinya." Ucap Siska.


" Kamu tenang saja. Itu akan terjadi karena tante sangat yakin kalau Natasya itu mandul. Dia juga tidak akan berani bilang pada Aditya kejadian tadi. Jadi kamu tenang aja." Ucap Mia yakin.


Padahal tanpa mereka tau, Aditya sengaja menunda kehamilan Natasya karena dokter menyarankan agar Natasya jangan dulu hamil satu hingga dua tahun ke depan.


Aditya kembali dari ruang kerjanya papi menghampiri maminya dan tamunya.


" Mi, istri aku mana?" Tanya Aditya mencari keberadaan Natasya.


" Di kamar mandi mungkin. Tadi dia kebelakang." Jawab Mia.

__ADS_1


" Sial aku ada di depannya yang ia cari malah istrinya. Apa bagusnya sih Natasya itu. Awas kamu Natasya akan ku buat kau menangis darah saat Aditya jadi suamiku nanti." Gerutu Siska dalam hati.


" Tunggu aja di sini. Mungkin sebentar lagi istrimu kembali. Sekalian kamu temani Siska mengobrol dulu. Mami mau ajak tante Ratna melihat koleksi perhiasan mami. Ayo jeng." Ucap Mia memberi kode pada Ratna agar meninggalkan Aditya dan Siska berdua.


" Caramu sangat terbaca mi. Hal ini yang kau lakukan dulu pada istriku Melati. Sayang sekali kali ini aku tidak akan mengikuti apa permainanmu. Aku ingin menjalani pernikahanku dengan baik dan bahagia. Seperti Melati yang bahagia dengan suaminya kini. Aku juga sudah mencintai Natasya sebagai istriku." Ucap Aditya dalam hati.


Melihat mami dan ibunya Siska yang hilang dari pandangan keduanya. Siska pindah tempat duduk di dekat Aditya.


" Aditya kamu semakin sukses saja. Aku tidak menyangka Aditya yang dulunya pendiam menjadi pria yang sukses." Ucap Siska.


" Aku hanya meneruskan usaha kedua orang tuaku saja. Ini semua bukan milikku tapi milik kedua orang tuaku." Ucap Aditya datar.


Di kamar mandi, setelah puas menangis. Natasya mencuci wajahnya dan memoles kembali make up-nya yang luntur karena menangis tadi. Ia tidak ingin Aditya mengetahui kejadian yang menimpanya tadi. Merasa sempurna dengan riasannya, ia kembali menemui Aditya. Ia melihat Aditya duduk di temani oleh Siska tanpa mertuanya dan ibunya Siska. Ia melihat bagaimana Siska mencoba mencari perhatian Aditya tampak cuek padanya. Ia pun menghampiri Aditya.


" Mas." Ucap Natasya membuat Aditya dan Siska menoleh.


" Sayang, kamu ngapain aja sih di kamar mandi. Kok lama banget sih." Ucap Aditya menarik Natasya duduk di sampingnya.


" Perut aku mules mas. Makanya aku lama." Jawab Natasya tersenyum.


" Kenapa juga sih Natasya pake muncul segala. Aku kan masih ingin berdekatan dengan Aditya. Siaalll." Umpatnya dalam hati.


Natasya melirik ke arah Siska yang memperlihatkan tatapan sinis padanya. Ia hanya membuang kasar nafasnya.


" Ya udah kita balik yuk. Udah malam banget soalnya." Ucap Aditya mengajak Natasya pulang.


" Pamit dulu sama mami dan papi mas. Ngak enak kalau kita pulang begitu saja." Saran Natasya.


" Sama papi sudah tadi sayang. Hanya mami saja yang belum." Ujar Aditya.


" Ciiiihh sok baik." Cibir Siska dalam hati.


" Bi,, bibi kesini dulu." Teriak Aditya memanggil asisten rumah tangga maminya.


" Iya den, ada apa?" Tanya bibi mendekat.


" Bisa panggilkan mami kemari." Jawab Aditya.


" Bisa den. Tunggu sebentar." Ucap bibi berlalu.


Tidak lama kemudian, orang yang di maksud pun datang.


" Adit, ada apa kamu memanggil mami?" Tanya Mia.


" Aku mau pulang mi. Udah malam juga. Aku harus kerja besok juga." Jawab Adit.


" Kenapa ngak nginap aja sih?" Tanya Mia.


" Ngak usah mi. Lain kali saja. Iya kan sayang." Jawab Aditya.


" Iya Mi. Lain kali kami pasti akan menginap kok." Ucap Natasya tersenyum seolah melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


" Ya sudah kalau sudah seperti itu." Ucap Mia berjalan mendekati Natasya.


" Jangan lupa pikirkan yang saya ucapkan tadi." Bisik Mia tanpa sepengetahuan Aditya.


Natasya tidak membalas, dia hanya diam saja. Sementara dua iblis ibu dan anak tersenyum puas karena Mia terus mendesak Aditya.


" Kami pulang ya mi." Ucap Aditya.


" Iya sayang. Jangan lupa main main ke rumah kalau ada waktu ya sayang." Ucap Mia tersenyum.


" Iya mi pasti. Tapi dalam waktu dekat tidak bisa mi, aku akan mengajak Natasya liburan." Ucap Aditya.


" Liburan? Kalau begitu ajaklah Siska juga." Saran Mia.


Siska tersenyum senang mendengar perkataan Mia tadi. Ia tidak menyangka Mia akan melakukan hal itu.


" Ngapain? Ini liburan khusus suami istri. Aku tidak ingin ada orang lain yang menggangu aktifitas kami di sana." Ucap Aditya menolak.


" Iya mi, bukankah tadi Siska bilang dia baru saja menandatangani kontrak dengan beberapa perusahaan, pasti dia akan sangat sibuk." Tambah Natasya.


Skaaaat maaatt.


Ketiga wanita itu terdiam mendengar penuturan Natasya tadi.


" Lagian Mami ada ada aja deh. Kami pulang mi. Ayo sayang." Ucap Aditya menggandeng tangan Natasya keluar dari sana.


" Tante sepertinya Natasya tidak akan mau menuruti keinginan tante." Ucap Siska kesal.


" Sudah kamu tenang saja. Tante sudah punya sesuatu yang akan membuat patuh pada ucapan tante." Ucap Mia dengan ide licik.


" Ya sudah kalau begitu. Kalau begitu kami pamit pulang ya Jeng. Terima kasih atas makan malamnya." Ucap nyonya Ratna.

__ADS_1


" Sama sama jeng. Kalian hati hati pulangnya." Ucap Mia.


" Pasti. Daahh." Ucap keduanya pergi dari kediaman milik Mia.


__ADS_2