Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 44


__ADS_3

Matahari menyelinap malu-malu melalui celah gorden jendela di kamar itu. Kedua sejoli manusia masih belum ada tanda-tanda ingin bangun dari mimpinya. Hingga akhirnya Daniel membuka matanya. Di lihatnya ke arah samping, ia masih memeluk seorang wanita cantik yang sangat ia cintai yang tak lain adalah Melati. Ia pun tersenyum dan mengecup keningnya, dan ia melepas pelukannya secara perlahan agar kekasihnya itu tidak terbangun. Namun setelah tangannya terlepas, Melati malah terbangun dari tidurnya .


" Selamat pagi." Ucap Daniel.


" Selamat pagi juga." Jawabnya tesenyum manis.


" Masih cantik aja kamu sayang. Padahal baru bangun tidur." Pujinya menatap kagum wajah kekasihnya.


Melati hanya tersenyum dan bangun lalu duduk.


" Mau mandi." Tanya Daniel lembut.


" Iya. Aku duluan boleh." Jawab Melati.


" Tentu boleh dong sayang." Ucap Daniel.


" Oke." Ucap Melati berdiri menuju kamar mandi.


Sambil menunggu Melati mandi, Daniel menelepon pihak reception untuk mengantarkan sarapan pagi ke kamarnya.

__ADS_1


30 menit kemudian, Melati keluar dengan menggunakan jubah mandi dan handuk di kepalanya. Daniel pun menghampirinya.


" Sayang kamu wangi banget." Ucap Daniel mengendus tubuh Melati.


" Iya dong. Kan aku udah mandi. Ihh kamu jangan dekat- dekat aku. Nanti aku ketularan baunya kamu." Ucap Melati Melati meledek Daniel.


" Oh ya." Ucap Daniel mendekat ke arah Melati.


" Sayang, jangan dekat-deket, nanti kamu khilaf." Rayu Melati.


Mendengar ucapan Melati, Daniel pun berhenti. Memang ia, walau hanya menatap Melati dengan memakai jubah mandi seperti itu membuat hasratnya timbul. Apalagi kalau ia makin mendekat ke arah Melati. Sudah pasti ia tidak akan bisa menahannya lagi. Dan ia pasti akan bermain solo nantinya. Karena ia tidak ingin menyentuh Melati, sebelum keduanya berstatus suami istri.


" Iya deh sayang. Aku ngak jadi dekat." Ujar Daniel meninggalkan Melati menuju kamar mandi.


Setelah ia berias, Daniel keluar dari kamar dengan jubah mandinya juga. Sebenarnya, ia ingin memakai handuk hanya saja, ia tidak ingin membuat Melati malu melihat tubuh kekarnya, yang pastinya akan membuat Melati tergoda pastinya.


Melati berbalik Melihat Daniel keluar dari kamar mandi. Daniel pun berjalan ke arah Melati.


" Sayang kok kamu dandannya cantik banget sih." Ucap Daniel cemberut mencubit pelan pipi Melati.

__ADS_1


" Masa sih? Aku dandannya seperti biasa loh. Ngak berlebihan." Ucap Melati menatap ulang wajahnya ke cermin.


" Tapi kamu terlihat sangat cantik saat ini. Aku tidak ingin orang menatap wajahmu itu." Ujar Daniel.


" Sayang, dengar kata aku. Mereka cuma bisa menatapku saja. Tapi tidak bisa memilikiku. Aku kan milikmu sekarang, karena hatiku hanya untukmu seorang." Ujar Melati memegang tangan kekasihnya.


" Iya kamu benar." Ucap Daniel mengerti.


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.


" Tunggu biar aku saja yang buka pintunya." Ucap Daniel melarang Melati membuka pintu.


" Udah, biar aku saja. Kamu cepet ganti baju." Tolak Melati.


" Selamat pagi nona, kami mengantarkan sarapan pagi yang di pesan oleh tuan Daniel." Ucap pelayan hotel itu pada Melati.


" Ayo silahkan masuk." Ucap Melati pada pelayan hotel itu.


Keduanya pun masuk mendorong troli sarapan pagi keduanya. Setelah itu, ia segera pergi sana. Daniel dan Melati memakan sarapan mereka dengan saling menyuapi.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Daniel menelepon pihak reception ulang, untuk mengambil piring bekas sarapan keduanya. Tidak menunggu lama, pelayan itu kembali mengambil piring sisa sarapan keduanya. Lalu, Daniel mengajak Melati pergi dari sana. Melati meminta Daniel mengantarnya ke cafenya saja. Setelah mengantarkan Melati, Daniel melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan miliknya.


Jangan lupa like, comment dan Vote ya. Oke👌


__ADS_2