
Pagi harinya di hotel. Melati terbangun dari tidurnya. Merasa perutnya lapar. Ia pun, menelepon pihak hotel untuk mengantarkan makanan ke dalam kamarnya. Sambil menunggu makanan nya datang, Melati ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Karena tidak punya baju ganti. Ia hanya mencuci wajahnya saja agar terlihat segar dan menggosok giginya saja.
Tidak lama kemudian pihak hotel mengantarkan makanan untuknya. Melati pun memakan sarapannya dengan lahap karena sejak kemarin siang ia sama sekali tidak mengisi perutnya. Rencana kemarin ingin makan siang bersama dengan sang suami. Bukan makan siang yang ia dapatkan. Tapi kenyataan bahwa suaminya berselingkuh dengan temannya sendiri.
Setelah menyelesaikan sarapannya. Melati menghubungi pihak hotel untuk mengambil kembali piring bekas sarapannya. Selesai itu, Melati mengambil handphone nya dan mengaktifkan nya. Di lihatnya, ada banyak sekali panggilan tak terjawab juga pesan dari suaminya dan ada juga dari teman temannya. Bukannya menghubungi kembali, Melati malah mematikan kembali hp nya. Karena ia masih enggan berbicara dengan suaminya.
Saat siang hari ia berjalan keluar hotel menuju taman di sekitarnya, untuk menikmati suasana siang hari di tempat itu. Setelah mendapat bangku kosong Melati pun duduk. Baru saja ia duduk. Di taman ada tidak terlalu ramai. Hanya terdapat beberapa orang yang asik bercanda ria. Ada juga yang beristirahat sambil makan siang disana. Sedang asik melihat lihat orang, tanpa sengaja ia melihat seorang anak kecil bersama seorang nenek yang sedang mengambil sesuatu dari tempat sampah. Melati pun menghampiri mereka.
" Maaf adek dan nenek sedang apa di dekat situ" tanya Melati
" ini neng, nenek sedang mengambil sesuatu yang masih layak disini untuk nenek jual kembali" jawab sang nenek
" oh gitu. Kalau boleh tau ini cucu nenek" tanaynya kembali
" iya neng, ini cucu nenek. Terpaksa nenek bawa karena tidak ada yang menjaganya"
"memang nya orang tua dari adek ini kemana nek" ucap Melati lalu menggendong anak tersebut.
" ibunya sudah meninggal setahun yang lalu. Ayahnya pergi entah kemana" jawabnya sedih
Melihat sang nenek sedih karena pertanyaan darinya. Melati pun minta maaf
__ADS_1
" Maaf ya nek. Saya tidak bermaksud bertanya seperti itu dan membuat nenek jadi sedih" ucap melati yang jadi ikutan sedih juga
" iya tidak apa apa neng. Nenek tidak marah"
"nek maaf boleh tanya lagi. Apa nenek dan adik ini sudah makan siang" kemudian melihat kembali ke arah anak kecil yang di gendongnya.
" emmmhh,, sebenarnya belum neng"
" ya sudah ayo nek. Ikut saya sebentar"
" tapi neng ini" menunjuk barang yang di bawahnya
" tidak apa apa nek. Di bawah saja. Ayo nek biar saya saja yang menggendong adik ini" ucapnya
Usai memesan. Tidak lama kemudian datangnya pesanannya.
" ini nek makanannya. Ini untuk nenek dan ini untuk cucu nenek. Di makan ya nek"
" iya neng terima kasih. Nenek ingin menyuapi cucu nenek dulu. Baru itu nenek akan makan" ucap nenek tersubut
" udah nenek makan saja. Biar saya saja yang menyuapinya" lalu menggeser kursinya dekat anak tersebut
__ADS_1
" adik manis. Sini kakak suapi ya. Biar neneknya makan dulu" hanya di balas anggukan oleh anak tersebut
" ayo sekarang buka mulutnya" sambil menyuapi
" pintar kamu sayang. Nama kamu siap dek" tanya Melati
" nama aku Farel ka. Nama kakak siapa"
" wah nama yang bagus. Nama kakak Melati"
" nama kakak bagus juga. Cantik seperti wajah kakak" ucapnya cadel
" Makasih sayang. Ayo sekarang makan lagi" ucapnya tersenyum
Sang nenek melihat celoteh cucu hanya bisa tersenyum. Karena tidak biasanya berbicara cukup akrab dengan orang baru. Biasanya ia hanya selalu diam. Tapi dengan Melati berbeda. Mungkin karena sikap Melati yang keibuan membuat senang dengan Melati.
Setelah makan siang. Sang nenek dan cucunya berterima kasih lalu pamit pergi. Namun, sebelum itu Melati kembali memesan makanan untuk di bungkus lalu ia berikan kepada nenek tersebut. Tidak lupa juga ia memberikan beberapa lembar uang berwarna merah senilai dua juta untuk sang nenek sebagai modal usaha. Agar nenek tersebut tidak lagi bersusah payah mencari barang bekas untuk di jual dalam memenuhi kebutuhan mereka.
@Wah Melati benar benar baik ya. Bodoh sekali Aditya menyakiti wanita sebaik dia
Okey lupa sedikit sedekah jempolnya ya. Agar author semakin semangat nge up nya.
__ADS_1
Sampai sini dulu ya ceritanya. Nanti di lanjut kembali. Tangan Author udah legal ngetik. Hehehehe 😁🙏😉😍